GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 168. Ganjaran untuk Peng Wei Wei


***Ruang depan Kediaman Bangsawan Fu Chen***


Bangsawan Fu Chen dan Fu Jiu Yun terkejut melihat kondisi menyedihkan Peng Wei Wei. Rambutnya berantakan dan pakaiannya compang camping dengan bercak darah di mana-mana. Penampilan Peng Wei Wei sangat kotor seperti pengemis.


Ada bekas tamparan di kedua pipi Peng Wei Wei, bahkan sudut bibirnya masih menyisakan bercak darah yang sudah mengering. Peng Wei Wei hanya bisa menggerakkan kepalanya saja, sedangkan kedua tangan dan kakinya lumpuh.


"Bangsawan Fu Chen. Jiu Yun. Kediaman Keluarga Peng hancur. Aku hanya bisa bergantung kepada kalian sekarang," ucap Peng Wei Wei sambil menangis tersedu-sedu.


"Apa yang terjadi?" tanya Bangsawan Fu Chen sambil memberikan tatapan jijik ke Peng Wei Wei.


"Seorang wanita dan pengikutnya berpakaian serba hitam menyerang Kediaman Peng. Semuanya dibunuh oleh mereka. Ayah dan kak Xiao Ran masih belum pulang dari aula besar Kota Shang Ri La," jawab Peng Wei Wei.


"Kenapa kamu masih hidup?" tanya Bangsawan Fu Chen dengan nada menyelidiki.


"Aku mengaku sebagai calon menantu Bangsawan Fu Chen sehingga mereka melepaskanku," jawab Peng Wei Wei.


Semua yang dikatakan oleh Peng Wei Wei bukan bohong. Saat Fu An dan pasukan rahasia membunuh setiap orang yang berada di Kediaman Pejabat Peng Chong, Peng Wei Wei ketakutan setengah mati.


Peng Wei Wei masih belum menjadi istri resmi Fu Jiu Yun sehingga bertekad kuat mempertahankan nyawanya sendiri. Ketika Fu An akan membunuhnya, Peng Wei Wei berteriak histeris.


Peng Wei Wei mengancam Fu An bahwa Bangsawan Fu Chen dan Fu Jiu Yun pasti akan membalaskan dendam untuknya karena dirinya adalah calon menantu dan calon istri mereka.


Hati Peng Wei Wei bersorak kegirangan ketika Fu An tidak menghunuskan pedang ke dadanya dan mengjra ancamannya berhasil. Akan tetapi, kegembiraan Peng Wei Wei hanya berlangsung beberapa detik saja.


Fu An memang mengampuni nyawanya, tetapi kedua tangan dan kaki Peng Wei Wei dibuat lumpuh. Selain itu Fu An juga menampar wajah Peng Wei Wei berulang karena berani bersikap sombong dan mengancam Fu An serta anggota pasukan rahasia.


Fu An sengaja membuat Peng Wei Wei lumpuh untuk memberi peringatan kepada Bangsawan Fu Chen dan tentu saja Bangsawan Fu Chen mengetahui jelas arti peringatan itu.


"Pejabat Peng Chong dan Peng Xiao Ran sudah mati," ucap Bangsawan Fu Chen dengan suara datar.


"Ayah! Kakak! Siapa yang tega membunuh kalian? Bangsawan Fu Chen, tolong bantu aku balas dendam," pinta Peng Wei Wei dengan isak tangisan kuat, yang semakin membuat telinga Bangsawan Fu Chen sakit.


Bangsawan Fu Chen membuang muka sehingga Peng Wei Wei menjadi panik. Gadis tidak tahu malu itu menoleh ke arah Fu Jiu Yun. Tubuhnya lumpuh total sehingga tidak bisa bergerak turun dari tandu dan hanya bisa menggerakkan kepalanya saja.


"Jiu Yun. Aku sebatang kara sekarang. Kamu keluargaku satu-satunya sekarang," ucap Peng Wei Wei dengan wajah memelas.


"Sejak kapan aku menjadi keluargamu?" tanya Fu Jiu Yun.


"Fu Jiu Yun. Malam itu kita sudah tidur bersama. Semua rakyat Kota Shang Ri La bisa menjadi saksi. Kamu tidak boleh membuangku," jerit Peng Wei Wei.


Peng Wei Wei semakin panik dan frustasi karena bisa merasakan dengan jelas Bangsawan Fu Chen serta Fu Jiu Yun tidak bersikap ramah terhadapnya saat ini.


"Peng Wei Wei! Ada atau tidak kita berhubungan istimewa malam itu kamu sendiri tahu pasti! Kamu kira aku bodoh, bisa tertipu olehmu?" sindir Fu Jiu Yun.


Fu Jiu Yun sangat yakin dirinya tidak melakukan hubungan istimewa dengan Peng Wei Wei maupun Lim Hsuang Hsuang pada saat itu. Hanya saja untuk menutupi rasa malu dan gunjingan dari rakyat Kota Shang Ri La, Fu Jiu Yun terpaksa menyetujui keputusan Bangsawan Fu Chen untuk menjadikan kedua wanita itu istri resminya.


Bagaimana dengan sekarang? Pejabat Peng Chong sudah mati dan Keluarga Peng pun hancur. Fu Jiu Yun yakin Bangsawan Fu Chen tidak akan mau menerima Peng Wei Wei sebagai menantunya lagi. Peng Wei Wei bagaikan bidak catur yang tidak berguna dan bisa dibuang sejauh mungkin oleh Bangsawan Fu Chen.


Fu Jiu Yun tidak menyangka Peng Wei Wei sangat tidak tahu malu dan berani mengungkit kejadian waktu itu untuk memaksanya bertanggung jawab menikahi Peng Wei Wei. Tentu saja Fu Jiu Yun menolak dengan keras dan bisa dipastikan Bangsawan Fu Chen pun tidak akan menyetujui Fu Jiu Yun menikahi Peng We Wei saat ini.


"Peng Wei Wei! Berani sekali kamu berbohong! Pengawal! Penjarakan Peng Wei Wei di penjara bawah tanah sekarang juga!" perintah Bangsawan Fu Chen.


"Jangan! Jangan penjarakan aku! Aku…aku berjanji akan meninggalkan Kota Shang Ri La. Tolong panggil tabib obati lukaku," pekik Peng Wei Wei.


Peng Wei Wei yakin Bangsawan Fu Chen sengaja ingin mengurungnya di penjara bawah tanah dan membiarkannya mati di sana. Peng Wei Wei menyesal keputusan bodohnya memaksa Fu Jiu Yun menikahinya lagi setelah keluarga Peng hancur.


"Diam!" teriak salah satu pengawal sambil menampar pipi Peng Wei Wei berkali-kali. Kemudian membungkam mulutnya dengan kain agar teriakan Peng Wei Wei tidak terdengar oleh Bangsawan Fu Chen.


Suasana ruang depan Kediaman Bangsawan Fu Chen menjadi tenang setelah kepergian Peng Wei Wei.


"Jiu Yun. Jangan khawatir. Pernikahanmu dengan Lim Hsuang Hsuang tetap akan dilaksanakan dan pasti berjalan dengan lancar. Peng Wei Wei tidak pantas menjadi menantuku," ucap Bangsawan Fu Chen.


"Baik ayah," jawab Fu Jiu Yun dengan patuh.


"Apakah kamu bisa menebak status pria yang bersama Yang Ruo Li?" tanya Bangsawan Fu Chen.


"Mungkin dia berasal dari salah satu kerajaan terbesar di daratan Zhong Yuan. Kemunculannya di Kota Shang Ri La pasti karena untuk mendapatkan api surgawi," jawab Fu Jiu Yun.


"Dugaanmu sama dengan perkiraanku. Api surgawi sudah berhasil didapatkan olehnya dan ternyata api surgawi ada dua. Pasti pria itu yang memberikannya ke Yang Ruo Li," ucap Bangsawan Fu Chen.


"Iya ayah. Ruo Li tidak mungkin mempunyai kekuatan yang besar untuk mendapatkan api surgawi," kata Fu Jiu Yun.


Selama enam belas tahun Yang Ruo Li disiksa dan dijadikan pil manusia oleh Huo Rong dan Keluarga Yang sehingga tidak mungkin gadis muda itu mempunyai kekuatan yang besar dalam waktu singkat.


Satu-satunya kemungkinan adalah karena ada Li Zhe Liang yang membantu Yang Ruo Li. Api surgawi sudah didapatkan oleh Li Zhe Liang sehingga pria itu pasti akan pergi meninggalkan Kota Shang Ri La dalam waktu dekat.


Pada saat itulah Yang Ruo Li akan mudah dikalahkan karena tidak ada lagi beking yang kuat. Kekuatan Tetua Wu Yuan tidak ditakuti oleh Bangsawan Fu Chen karena masih ada beberapa kultivator tingkat delapan yang bekerja untuknya.


Fu Jiu Yun melirik sekilas ke arah Bangsawan Fu Chen. Pria muda itu tahu ayahnya sedang memikirkan rencana untuk merebut api surgawi dari tangan Yang Ruo Li.


"Pengawal! Kirimkan berita kepada Yang Lim mengenai kematian Huo Rong, Yang Rong Le, dan Yang Rong Xian serta kehancuran Keluarga Yang!" perintah Bangsawan Fu Chen.


"Baik Tuan Fu Chen!" jawab pengawal.


"Ayah ingin menggunakan Yang Lim mendekati Ruo Li," kata hati Fu Jiu Yun.


Bangsawan Fu Chen yakin bisa menggunakan Yang Lim sebagai bidak caturnya untuk mendekati Yang Ruo Li. Gadis muda itu pasti merindukan ayahnya yang sudah meninggalkan Kediaman Keluarga Yang selama puluhan tahun.


***


Halo readers tercinta. Akhirnya Peng Wei Wei juga menerima ganjarannya.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya. Li Er dan kedua hewan rohnya yang imut serta Zhe Liang akan hadir di dalam cerita lagi.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE