GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 230. Keputusan Fu Jiu Yun


***Ruang rahasia bawah tanah Sekte Sesat***


Yang Ruo Li menyadari ekspresi wajah Fu Jiu Yun yang kebingungan terlihat sangat jelas dan bukan rekayasa, tetapi gadis muda itu tidak mau menebak-nebak atas hal yang tidak pasti.


Selama ini hubungannya dengan Fu Jiu Yun tidak dekat dan mungkin saja dirinya tidak tahu Fu Jiu Yun memiliki keahlian untuk memanipulasi orang sehingga Yang Ruo Li ingin memperjelasnya sekarang.


"Anak yang hilang di Kota Shang Ri La, Cheng Du, dan Chang Sa, semuanya diculik oleh Sekte Sesat. Sekte Sesat menggunakan formasi besar menyedot jiwa murni dan jiwa pil semua anak kecil itu dan memindahkannya ke tubuh pasukan boneka ayahmu sehingga mereka menjadi kuat dan kebal terhadap senjata tajam. Ayahmu ingin mendirikan kerajaan sendiri. Jangan bilang kamu tidak tahu rencana jahatnya!" kecam Yang Ruo Li sambil menatap intens wajah Fu Jiu Yun.


"Tidak! Ayah tidak mungkin melakukan hal itu!" ucap Fu Jiu Yun sambil menggelengkan kepalanya berkali-kali.


Walaupun Fu Jiu Yun membantah semua perkataan Yang Ruo Li, tetapi dalam hati kecilnya sudah muncul keraguan terhadap Bangsawan Fu Chen.


Selama ini Bangsawan Fu Chen memang lebih sering menetap di Paviliun Wu Dong dari pada di kediaman. Beberapa waktu yang lalu Bangsawan Fu Chen pulang ke Kediaman untuk menemani Selir Bai Ching Ching melahirkan, tetapi selir kesayangannya sudah mati dibunuh oleh Wen Hui Min.


Tadi Fu Jiu Yun melihat jelas beberapa ahli formasi dari rombongan pasukan Kerajaan Tang mengikuti cara Bangsawan Fu Chen untuk mengaktifkan formasi teleportasi. Padahal selama ini Fu Jiu Yun tahu Bangsawan Fu Chen sama sekali tidak ahli dalam membuat formasi dan pastinya ada yang membuat formasi itu dan memberitahukan cara penggunaan ke Bangsawan Fu Chen.


Satu lagi hal yang mencurigakan dari Bangsawan Fu Chen. Bangsawan Fu Chen tidak masuk melalui pintu depan lembah Pegunungan Wu Dong, tempat markas utama pasukannya melainkan masuk melalui formasi teleportasi di gua kaki Pegunungan Wu Dong.


Yang Ruo Li melihat jelas keragu-raguan di wajah Fu Jiu Yun terhadap Bangsawan Fu Chen sekarang sehingga gadis muda itu mencoba menguji apakah Fu Jiu Yun akan bertahan membela Bangsawan Fu Chen atau bersikap membela kebenaran dan keadilan.


"Fu Jiu Yun. Aku tahu kamu tidak akan mempercayai ucapanku. Bagaimana jika aku menunjukkan buktinya?" tanya Yang Ruo Li.


"Aku…." Fu Jiu Yun tidak bisa menjawab pertanyaan Yang Ruo Li sehingga membuat gadis muda itu menggelengkan kepala secara spontan dan menghela napas panjang.


Fu Jiu Yun mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Fu Jiu Yun tahu Yang Ruo Li merasa kecewa dengan sikapnya saat ini dan mungkin saja gadis muda itu juga memandang rendah dirinya.


"Nona! Nona! Aku menemukan tombol rahasia!"


Teriakan kegirangan dari Xue Qiu membuat Yang Ruo Li, Fu Jiu Yun, dan Lu Jing menoleh ke arah sumber suara. Mereka melihat anak laki-laki tampan itu melompat-lompat kegirangan sambil sesekali memeluk leher Lan Long.


"Di mana?" tanya Yang Ruo Li dengan antusias dan segera menghampiri Xue Qiu serta meninggalkan Fu Jiu Yun di belakang.


"Di sini!" jawab Xue Qiu sambil menekan salah satu bebatuan berukuran kecil di tembok bebatuan itu.


Tembok bebatuan itu terbuka lebar secara tiba-tiba. Yang Ruo Li akui Xue Qiu paling pintar menemukan pintu ataupun portal rahasia.


"Xue Qiu paling hebat," puji Yang Ruo Li sambil membelai kepala Xue Qiu dengan lembut. Xue Qiu tersenyum lebar mendengar pujian nona mudanya.


"Kak Lu Jing, Kera Purba. Ayo kita masuk ke dalam," ajak Yang Ruo Li.


Lu Jing dan Kera Purba menganggukkan kepala mereka dan mengikuti Yang Ruo Li dari belakang, tetapi gadis muda itu mendadak menghentikan langkah kakinya. Kemudian membuka pakaian prajurit dari tubuhnya dan membuangnya.


Yang Ruo Li masih mengenakan pakaian pria di tubuhnya dan melanjutkan perjalanan masuk ke dalam ruangan itu. Mereka semua tidak memedulikan Fu Jiu Yun dan meninggalkannya di luar.


Fu Jiu Yun menatap pakaian prajurit milik Yang Ruo Li di atas tanah selama puluhan detik, lalu memutuskan ikut masuk ke dalam.


***


Terdengar suara tangisan anak kecil di dalam ruangan sehingga rombongan Yang Ruo Li mempercepat langkah kaki mereka.


Mata Yang Ruo Li dan Lu Jing memerah menahan amarah melihat semua anak kecil berada di dalam satu kurungan besi berukuran besar. Ada lingkaran formasi sesat mengelilingi kurungan besi itu.


Yang Ruo Li segera menghancurkan lingkaran formasi sesat dan menggunakan pedang terbang dipadu api surgawi untuk menghancurkan gembok kurungan besi.


"Kakak! Kakak! Tolong kami!"


"Adik kecil cepat pergi dari sini. Mereka akan menangkapmu juga," ucap salah satu anak ke Xue Qiu.


"Kalian semua jangan takut. Kita datang untuk menolong kalian," kata Yang Ruo Li.


"Benarkah? Kami rindu ayah dan ibu."


Bertepatan dengan itu Fu Jiu Yun tiba di dalam ruangan. Wajahnya semakin pucat melihat sekitar seratus anak kecil keluar dari kurungan besi. Fu Jiu Yun mendengar jelas semua perkataan mereka.


Semua anak itu dalam keadaan kurus, bahkan ada yang terluka. Mungkin disebabkan mereka sempat melawan ketika diculik sehingga dipukul oleh pengikut Sekte Sesat maupun prajurit yang menculik mereka saat itu.


"Fu Jiu Yun. Mereka buktinya. Apakah kamu masih meragukan ucapanku tadi?" tanya Yang Ruo Li.


Fu Jiu Yun menundukkan kepalanya sambil menggigit bibir bawahnya dengan keras. Terlihat jelas dirinya sangat terguncang dengan kenyataan di depan matanya saat ini.


Yang Ruo Li merasa senang melihat reaksi Fu Jiu Yun, yang membuktikan pria itu masih mempunyai hati nurani dan bisa dimanfaatkan olehnya.


"Aku akan membawa semua anak ini pergi. Apakah kamu akan mencegahku?" tanya Yang Ruo Li dengan suara tegas.


Fu Jiu Yun terdiam dan tidak memberikan jawaban apa pun. Fu Jiu Yun sedang mengalami perdebatan di dalam hati kecilnya.


"Fu Jiu Yun. Kamu sudah cukup dewasa untuk menilai mana yang benar atau salah. Hanya ada dua jalan yang bisa kamu pilih sekarang. Membiarkanku membawa mereka pergi atau menjadi bagian dari Sekte Sesat jika menahanku pergi," ucap Yang Ruo Li dengan nada suara dingin.


"Aku akan membantumu membawa mereka pergi," jawab Fu Jiu Yun dengan yakin.


"Kak Lu Jing. Hubungi semua pasukan rahasia dan rombongan Kak Feng Teng untuk bergabung dan melindungi anak-anak keluar dengan selamat dari sini," kata Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li tahu semua bawahan Li Zhe Liang mempunyai sinyal isyarat untuk menghubungi satu sama lain.


"Baik nona Ruo Li," jawab Lu Jing dengan patuh.


Lu Jing segera meninggalkan ruangan untuk menghubungi rombongan Feng Teng dan pasukan rahasia, sedangkan Yang Ruo Li mengobati para anak yang terluka.


"Kera Purba, Lan Long, Xue Qiu. Berikan pil penyembuh ini ke setiap anak yang terluka," perintah Yang Ruo Li.


"Baik nona," jawab mereka bertiga dengan patuh.


Fu Jiu Yun berjalan menghampiri Yang Ruo Li dan mengulurkan tangannya.


"Aku akan membantumu," ucap Fu Jiu Yun dengan suara kecil.


Yang Ruo Li mengeluarkan satu botol berisi pil penyembuh racikannya dan memberikannya kepada Fu Jiu Yun.


"Fu Jiu Yun, sifatmu tidak terlalu buruk. Aku bisa berteman denganmu," ucap Yang Ruo Li dengan tulus.


Walaupun Wen Hui Min dan Bangsawan Fu Chen mempunyai sifat yang kejam dan licik serta telah melakukan banyak kejahatan, tetapi selama ini Fu Jiu Yun tidak pernah ikut terlibat di dalamnya.


Fu Jiu Yun tersenyum getir mendengar perkataan Yang Ruo Li. Keputusan yang diambilnya saat ini ada harga mahal yang harus dia bayar. Fu Jiu Yun bukan lagi bagian dari Keluarga besar Fu karena memilih mengkhianati Bangsawan Fu Chen.


Mulai saat ini Fu Jiu Yun akan kehilangan banyak hal. Keluarga, status, maupun semua bawahannya. Akan tetapi, hati kecil Fu Jiu Yun merasakan ketenangan.


Bukan karena pujian yang diberikan oleh Yang Ruo Li melainkan dirinya sendiri bisa mempertahankan hati nurani serta tidak terperangkap mengikuti jejak Bangsawan Fu Chen, yang bersekutu dengan Sekte Sesat dan melakukan kejahatan.


***


Selamat malam readers. Ceritanya lanjut besok lagi ya. Author sudah menggunakan kecepatan pesawat terbang nih supaya bisa ending 😂.


Ikutin terus sampai tamat ya🤗🤗


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR: LYTIE