GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 222. Pasukan rahasia Li Zhe Liang


***Lembah Pegunungan Wu Dong***


Para prajurit Bangsawan Fu Chen menatap ngeri ke arah jasad yang tergeletak di atas tanah. Gerakan pedang Lu Jing dan Feng Teng sangat cepat dan tidak memberikan kesempatan kepada kapten prajurit tadi untuk menyadari serangan dari mereka sehingga berakhir dengan kematian yang tragis.


Para prajurit Bangsawan Fu Chen memegang pedang dan senjata andalan di tangan masing-masing dengan erat. Mereka semua memandang ke arah tiga pendatang asing itu dengan wajah tegang.


Liu Bai, Jendral besar pasukan Bangsawan Fu Chen berjalan maju tiga langkah sehingga berdiri di depan semua prajuritnya.


Liu Bai memegang erat kapak besar, senjata andalannya di tangan kanan. Dari kecepatan pedang Lu Jing dan Feng Teng tadi, Liu Bai bisa menebak mereka berdua pastilah kultivator tingkat tujuh ke atas.


"Siapa anak muda ini?" kata hati Liu Bai.


Liu Bai yakin Lu Jing dan Feng Teng adalah bawahan kepercayaan dari anak muda tampan yang mengancam mereka tadi. Akan tetapi, Liu Bai tidak bisa merasakan kekuatan spiritual dari tubuh Li Zhe Liang.


"Kamu hanya orang biasa dan tidak memiliki kekuatan spiritual. Berani sekali membuat keonaran di markas prajurit Bangsawan Fu Chen," ujar Liu Bai.


Li Zhe Liang hanya tersenyum sinis mendengar perkataan Liu Bai.


"Serahkan pria yang kalian tangkap! Ini kesempatan terakhir kalian untuk hidup!" ujar Li Zhe Liang.


Li Zhe Liang yakin Yang Ruo Li masih menggunakan jimat pengubah wujud karena laporan Fu Rong dan Fu An menyatakan jika Yang Ruo Li masuk ke dalam lembah Pegunungan Wu Dong atas kemauan sendiri, setelah berlomba dengan ahli formasi lainnya.


Li Zhe Liang menduga Yang Ruo Li mencurigai anak yang hilang disembunyikan di dalam lembah Pegunungan Wu Dong sehingga gadis muda itu ingin memeriksanya secara langsung.


"Omong kosong! Kamu sangat sombong. Kalian hanya bertiga. Mana mungkin bisa mengalahkan tiga ratus orang!" ujar Liu Bai sambil tersenyum lebar.


Walaupun Lu Jing dan Feng Teng merupakan kultivator tingkat tinggi, Liu Bai yakin jumlah prajurit yang banyak bisa membunuh Li Zhe Liang dan kedua bawahannya dengan cepat.


"Prajurit! Mereka hanya bertiga. Serang dan bunuh mereka sekarang juga!" perintah Liu Bai.


Tujuh orang kapten prajurit maju ke depan mewakili para prajurit setelah mendengar perintah Liu Bai.


Lu Jing dan Feng Teng bergerak maju melindungi Li Zhe Liang. Mereka berdua menghadapi tujuh kapten prajurit Bangsawan Fu Chen.


"Bunuh anak muda itu! Kedua bawahannya tidak bisa melindunginya saat ini!" perintah Liu Bai.


Dua puluh prajurit bergerak maju mendekati Li Zhe Liang, sedangkan Liu Bai melipat kedua tangannya di depan dada sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Cari mati!" ujar Li Zhe Liang.


Bersamaan dengan ucapannya, bayangan monster naga bertanduk muncul dari punggung Li Zhe Liang dan menyemburkan api hitam dari mulutnya ke arah dua puluh prajurit itu.


"Argh!!!" Terdengar pekikan histeris dan memilukan dari mulut para prajurit itu. Tubuh mereka semua meleleh dengan cepat menjadi genangan darah.


Bayangan monster naga bertanduk menatap Liu Bai dan para prajurit dengan mata merahnya sehingga membuat tubuh mereka gemetar karena ketakutan.


"Tuan!" ujar Lu Jing dan Feng Teng bersamaan. Mereka berdua menatap khawatir ke arah bayangan monster naga bertanduk di punggung Li Zhe Liang.


Tubuh Li Zhe Liang masih lemah saat ini dan belum bisa menggunakan kekuatan spiritual agar racun di dalam tubuhnya tidak menyebar parah, tetapi Li Zhe Liang mengeluarkan monster naga bertanduk saat ini.


Lu Jing dan Feng Teng khawatir monster naga bertanduk akan menggunakan kesempatan ini untuk mengambil alih tubuh Li Zhe Liang.


"Zhe Liang! Kamu gila!" teriak Chong Yun.


Chong Yun tidak bisa menahan diri untuk menunggu di luar lembah Pegunungan Wu Dong sehingga menyusul ke dalam dan terkejut melihat bayangan monster naga bertanduk di punggung Li Zhe Liang.


Pedang Api Kunlun berukuran besar terbang keluar dari punggung Li Zhe Liang dan mengayunkan mata pedangnya ke punggung monster ular bertanduk berkali-kali sehingga terdengar suara raungan yang keras.


Roarrr! Roarrr!


"Sialan!" umpat monster naga bertanduk dan hanya dimengerti oleh Li Zhe Liang.


Sementara prajurit Bangsawan Fu Chen semakin ketakutan mendengar raungan monster naga bertanduk.


"Dia bukan pemuda biasa! Dia monster!"


"Monster naga bertanduk berbagi tubuh dengannya!"


"LARI!"


Liu Bai dan semua prajurit Bangsawan Fu Chen berusaha melarikan diri karena tidak ingin menjadi genangan darah seperti dua puluh prajurit tadi.


"Sudah terlambat!" ujar Li Zhe Liang dengan suara datar.


Fu Rong dan Fu An memimpin lima ratus pasukan rahasia Li Zhe Liang muncul dan mengepung semua prajurit Bangsawan Fu Chen. Dalam waktu singkat suara pertarungan sengit menggema di dalam lembah Pegunungan Wu Dong.


Prajurit Bangsawan Fu Chen bukanlah lawan yang seimbang dengan pasukan rahasia Li Zhe Liang. Lu Jing dan Feng Teng tidak ikut terjun dalam pertarungan.


Mereka berdua berada di sisi Li Zhe Liang untuk melindunginya, sedangkan Chong Yun menatap ngeri bayangan monster naga bertanduk yang masih keluar dari punggung Li Zhe Liang.


"Zhe Liang. Pasukan rahasia bisa menghabisi mereka. Tidak perlu menggunakan monster naga bertanduk," ucap Chong Yun.


Li Zhe Liang menganggukkan kepalanya pelan.


"Pedang Api Kunlun!" panggil Li Zhe Liang.


Pedang Api Kunlun yang sudah mengikat kontrak dengan Li Zhe Liang, mengerti maksud pria itu sehingga mengayunkan mata pedangnya ke punggung monster naga bertanduk untuk memaksanya masuk kembali ke dalam punggung Li Zhe Liang.


Roarrr! Roarrr!


Monster naga bertanduk berteriak kesakitan dan terpaksa masuk kembali ke dalam punggung Li Zhe Liang. Pedang Api Kunlun pun ikut masuk untuk menekan dan mencegah monster naga bertanduk berbuat ulah lagi di dalam tubuh Li Zhe Liang.


Dua puluh menit kemudian pasukan rahasia Li Zhe Liang memenangkan pertarungan. Fu Rong dan Fu An menggiring Wu Kong yang terluka parah ke hadapan Li Zhe Liang.


Fu Rong dan Fu An mengenali Wu Kong sebagai orang yang membawa Yang Ruo Li masuk ke dalam lembah Pegunungan Wu Dong sebelum gadis muda itu hilang.


Mereka berdua yakin Wu Kong tahu di mana Yang Ruo Li sekarang sehingga belum membunuh Wu Kong.


"Di mana pria ahli formasi itu?" tanya Fu Rong sambil menendang tubuh Wu Kong.


"Ahli formasi? A Liang?" ucap Wu Kong spontan.


Li Zhe Liang langsung menatap tajam Wu Kong setelah mendengar jawaban pria itu. Li Zhe Liang yakin Yang Ruo Li memakai nama A Liang dalam wujud pria.


"Di mana dia?" tanya Li Zhe Liang.


"Aku tidak tahu," jawab Wu Kong dengan cepat.


***


Selamat malam readers. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya. Zhe Liang dan Li Er akan bertemu lagi.


Novel ini akan tamat segera dalam waktu dekat. Mungkin besok atau lusa endingnya. Nanti author infoin lagi ya. Masih on proses di otak, belum ketik 😅🙏. Terima kasih kesetiaan readers mengikuti cerita ini sampai akhir ya🤗


Spoiler: Kekuatan spiritual Bai Hu sudah pulih nih. he he he. Bai Hu sudah siap menjadi saksi kejadian malam itu 😂😆


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE