GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 121. Gelang abadi


***Portal Rahasia***


Tembok merah delima menutup rapat ruangan tempat Batari Liu tidur di dalam peti es besar setelah Li Zhe Liang dan Yang Ruo Li keluar dari sana.


"Li Er! Portal rahasia akan tutup dalam waktu dekat!" kata Li Zhe Liang.


"Zhe Liang! Kita harus mencari mereka dulu dan meninggalkan tempat ini," kata Yang Ruo Li.


Keduanya melihat ke arah Kera Purba yang masih menatap tembok berwarna merah delima itu dengan mata berkaca-kaca.


"Kera Purba! Kami sudah berjanji kepada Batari Liu untuk menjagamu. Sekarang kami akan meninggalkan tempat ini, apakah kamu mau ikut?" tanya Yang Ruo Li dengan tegas.


Gadis muda itu ingin memberi kesempatan kepada Kera Purba untuk memilih sendiri jalan hidupnya.


Kera Purba menganggukkan kepalanya perlahan dan menatap ke arah Li Zhe Liang.


"Kemarilah!" perintah Li Zhe Liang.


Kera Purba berjalan ke arah Li Zhe Liang dengan patuh dan mengulurkan jari telunjuknya karena dirinya tahu memerlukan darahnya untuk melakukan ikatan kontrak.


Selama ribuan tahun Kera Purba menolak untuk mengikat kontrak dan sekarang bersedia menjadi hewan roh milik Li Zhe Liang.


Li Zhe Liang mengambil sebuah gelang kepala dari dalam cincin penyimpan batu rubi.


"Pakailah!" perintah Li Zhe Liang.


Kera Purba memakaikan gelang kepala itu di atas kepalanya. Seberkas cahaya putih memancar dari gelang kepala itu.


"Zhe Liang! Apakah itu senjata spiritual?" tanya Yang Ruo Li penasaran.


"Iya! Namanya gelang abadi. Kera Purba menguasai sihir ilusi, akan tetapi kekuatannya masih rendah. Gelang abadi bisa membantunya berkultivasi," jawab Li Zhe Liang.


Kera Purba berteriak kegirangan dan berlari memeluk leher Lan Long. Tentu saja Lan Long ikut senang karena bisa bersama kakak keranya lagi. Di dalam pikiran polos Lan Long, Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang adalah pasangan dan akan bersama kemanapun sehingga dirinya pun tidak akan berpisah dengan Kera Purba.


Sementara Yang Ruo Li tersenyum lebar dan memberikan tatapan kagum ke Li Zhe Liang. Gadis muda itu tahu Li Zhe Liang tidak melakukan ikatan kontrak karena menghormati keinginan Kera Purba. Walaupun tanpa ikatan kontrak, gelang abadi itu sudah membuat Kera Purba mengakui Li Zhe Liang sebagai tuannya dengan ikhlas.


"Kita berikan penghormatan terakhir kepada Batari Liu!" kata Li Zhe Liang.


Yang Ruo Li menganggukkan kepalanya pertanda setuju. Mereka berdua berlutut di hadapan tembok berwarna merah delima itu dan melakukan kowtow tiga kali.


"Batari Liu! Beristirahatlah dengan tenang. Kami akan pergi dan berjanji menjaga Lan Long serta Kera Purba dengan baik," ucap Yang Ruo Li.


"Ayo pergi!" kata Li Zhe Liang sambil menarik tangan Yang Ruo Li.


***


Portal rahasia mulai berguncang keras. Kilatan petir dalam jumlah banyak menyambar ke tanah di sekeliling mereka sehingga menyebabkan lubang besar di tanah dan debu berterbangan di mana-mana.


Li Zhe Liang memeluk erat pinggang Yang Ruo Li dan terbang cepat dengan ilmu meringankan tubuh menghindari kilatan petir. Lan Long dan Kera Purba melompat serta berlari dengan panik menghindari kilatan petir serta lubang besar di mana-mana.


"Lan Long! Masuklah!" teriak Yang Ruo Li.


Dalam hitungan detik tubuh Lan Long menghilang dan muncul di dalam ruang dimensi cincin lotus, sedangkan Li Zhe Liang menarik tubuh Kera Purba dengan kekuatan spiritual dan menyimpannya di dalam cincin dimensi pemberian Yang Ruo Li.


***Ruang dimensi Cincin Lotus***


Lan Long mengedarkan pandangannya melihat sekeliling ruang dimensi milik Yang Ruo Li dengan mulut terbuka lebar. Dirinya tidak menyangka ada dunia lain yang sangat indah dibandingkan dengan portal rahasia tempat tinggalnya selama ini.


Berbagai macam tanaman langka, kayu roh, dan rumput roh tumbuh subur di sana. Bahkan ada kolam mata air yang memiliki warna pelangi.


Lan Long melangkahkan kakinya mendekati kolam mata air spiritual. Salah satu kaki depannya menyentuh permukaan air dan bisa merasakan aliran kekuatan spiritual ke dalam tubuhnya.


"HIAKKK!"


Terdengar suara teriakan Xue Qiu yang melompat keluar dari dalam kolam mata air dan mendarat sempurna di kepala Lan Long, bisa dikatakan menendang kepala Qi Lin polos itu.


Lan Long bisa merasakan aura Yang Ruo Li di cangkang Xue Qiu sehingga membuatnya merasa dekat dengan telur arogan itu.


"Qi Lin jelek! Dengarkan kata-kataku! Semua tanaman langka, kayu roh, rumput roh, kolam mata air, dan juga nona adalah milikku!" teriak Xue Qiu.


"Namaku Lan Long!" ucap Lan Long dengan polos.


"Aku, Xue Qiu! Aku akan menetas menjadi hewan roh yang lebih hebat darimu! Panggil aku kakak!" ujar Xue Qiu.


Shan Dian alias Bai Hu hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah arogan Xue Qiu. Timbul rasa kasihan kepada Lan Long di lubuk hati Shan Dian.


"Kakak!" sapa Lan Long dengan patuh ke Xue Qiu. Pandangan mata Lan Long menatap ke arah Shan Dian yang sedang berendam di dalam kolam mata air spiritual.


"Kakak Pertama!" sapa Lan Long ke Xue Qiu.


"Kakak Kedua!" sapa Lan Long sambil menatap ke arah Shan Dian.


Shan Dian hanya bisa menggaruk hidungnya yang tidak gatal karena sikap polos Lan Long, lalu memejamkan rapat kedua matanya berpura-pura tidur. Fokus utamanya adalah memulihkan kekuatan spiritual secepatnya sehingga bisa meninggalkan ruang dimensi.


Sementara itu Lan Long mematuhi semua perintah Xue Qiu. Dirinya tidak berani masuk ke dalam kolam mata air panas, maupun menyentuh tanaman langka yang ada di sana dan bergerak mengikuti Xue Qiu ke mana saja.


Ketika Xue Qiu berendam di dalam kolam mata air, maka Lan Long akan duduk di tepi kolam menunggunya dengan patuh sehingga membuat Xue Qiu merasa sangat puas.


***


Keadaan portal rahasia semakin hancur berantakan. Tubuh Yang Ruo Li tidak terluka sedikitpun karena Li Zhe Liang melindunginya dengan baik.


"Zhe Liang! Kita harus menemukan mereka secepatnya!" kata Yang Ruo Li di dalam pelukan Li Zhe Liang.


Suara petir yang keras, batu-batuan berjatuhan, serta debu yang berterbangan di mana-mana membuat mereka sulit menemukan keberadaan rombongan Chong Yun.


"Tenang, Li Er! Aku ada cara untuk menemukan mereka!" ucap Li Zhe Liang.


Pria muda itu bisa merasakan kekhawatiran Yang Ruo Li terhadap rombongannya. Kebaikan hati gadis muda itu membuat Li Zhe Liang semakin menyukainya.


Li Zhe Liang membawa Yang Ruo Li terbang lebih tinggi lagi dan mendarat di bagian sisi portal rahasia yang belum hancur.


"Li Er! Berdiri agak jauh dariku!" kata Li Zhe Liang.


Walaupun Yang Ruo Li tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Li Zhe Liang, gadis muda itu menuruti perintah dengan patuh karena dirinya percaya sepenuhnya terhadap pria muda itu.


Li Zhe Liang memaksa monster naga bertanduk keluar dari punggungnya. Dalam hitungan detik aura hitam mencekam mengelilingi tubuh Li Zhe Liang. Monster naga bertanduk muncul dari punggungnya dalam bentuk bayangan yang semakin besar. Bahkan tubuhnya yang panjang juga melayang keluar.


"Zhe Liang! Hati-hati!" teriak Yang Ruo Li.


Li Zhe Liang menganggukkan kepala dan memberikan senyuman kecil ke arah Yang Ruo Li. Kepala monster naga bertanduk mendekat ke arah gadis muda itu, tetapi hewan roh buas itu tidak berani menyakiti Yang Ruo Li karena bisa merasakan api surgawi dari dalam tubuh gadis muda itu.


Hal itu membuat monster naga bertanduk semakin frustasi dan meraung keras. Raungannya menggema di dalam portal rahasia.


***


Selamat malam readers. Bab ini up pukul 21.10 wita.


Berhasilkah Zhe Liang menemukan rombongan Chong Yun?


Jangan lupa baca kelanjutan cerita besok ya.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE