GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 160. Permintaan rakyat Kota Shang Ri La


***Aula Besar Kota Shang Ri La***


Yang Ruo Li terheran melihat Lu Jing dan Feng Teng terburu-buru pergi bersama Chong Yun dan meninggalkannya dangan Li Zhe Liang di sana. Bukankah mereka bisa berangkat bersama pulang ke Paviliun Ru Yi?


"Chong Yun bisa memeriksa keadaan ibumu dan mengobatinya dulu," kata Li Zhe Liang.


Perkataan Li Zhe Liang membuat Yang Ruo Li tenang. Chong Yun sudah mencapai alchemist tingkat empat sehingga keahlian pengobatannya lebih tinggi daripada alchemist biasa yang bekerja di Paviliun Ru Yi.


Yang Ruo Li yakin Pengurus Ming Ye pasti sudah meminta alchemist Paviliun Ru Yi memeriksa kondisi Mu Dan. Mungkin saja sewaktu Mu Dan ditangkap tadi, orang-orang dari keempat keluarga terpandang itu memberikannya racun lagi sehingga Lu Jing membawa Chong Yun berangkat duluan menuju Paviliun Ru Yi adalah tindakan yang tepat.


"Zhe Liang. Peluk yang erat," kata Yang Ruo Li sambil memusatkan kekuatan spiritualnya untuk menggerakkan pedang terbang.


"Nona Ruo Li. Aku akan ikut ke Paviliun Ru Yi," kata Tetua Wu Yuan. Tetua Wu Yuan sudah berada di atas pedang terbang miliknya.


"Tunggu sebentar Tetua Wu Yuan," ucap Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li terpaksa mengurungkan niatnya untuk berangkat. Gadis muda itu merasa dirinya perlu menjelaskan sesuatu ke Tetua Wu Yuan terlebih dahulu.


Tetua Wu Yuan pun menghentikan laju pedang terbangnya nya di udara. "Ada apa nona Ruo Li?" tanya Tetua Wu Yuan.


"Tidak ada racun penghancur di dalam pill elixir reinkarnasi yang diberikan oleh Wen Hui Min tadi," jawab Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li tahu Tetua Wu Yuan ikhlas untuk menjadi pengikutnya sehingga dirinya memutuskan memberitahukan hal yang sebenarnya ke Tetua Wu Yuan.


Yang Ruo Li tidak mau di masa yang akan datang Tetua Wu Yuan mengetahui kebohongannya dan diperalat oleh musuh untuk menghadapinya.


Yang Ruo Li tidak akan membiarkan pengkhianatan itu terjadi sehingga berkata jujur ke Tetua Yuan sekarang. Jika Tetua Yuan mengurungkan niatnya untuk menjadi pengikut Yang Ruo Li, gadis muda itu tidak akan mempermasalahkannya.


Tetua Wu Yuan memang tertegun sebentar ketika mendengar jawaban Yang Ruo Li. Akan tetapi, beberapa saat kemudian orang tua itu tersenyum lebar sambil memegang jenggot panjangnya.


"Aku bersedia menjadi pengikut Nona Ruo Li selamanya," ucap Tetua Wu Yuan dengan tulus.


Pengakuan Yang Ruo Li tadi tidak membuat Tetua Wu Yuan marah karena telah dibohongi melainkan Tetua Wu Yuan semakin kagum dan menghormati sifat jujur serta keberanian Yang Ruo Li.


Tetua Wu Yuan yakin Yang Ruo Li pasti akan menjadi pemimpin yang hebat. Sangat berbeda jauh dengan Wen Hui Min yang hanya memanfaatkannya untuk menghadapi orang-orang yang berani melawan Bangsawan Fu Chen.


"Baiklah. Tetua Wu Yuan ikut aku ke Paviliun Ru Yi," kata Yang Ruo Li sambil tersenyum.


Yang Ruo Li juga menghormati sikap bijaksana Tetua Wu Yuan sehingga membulatkan tekad dalam hatinya, akan membantu Tetua Wu Yuan mencapai kultivasi tingkat sembilan.


Bahan-bahan untuk membuat pil elixir reinkarnasi, semuanya tersedia di dalam ruang dimensi cincin lotus. Yang Ruo Li yakin api surgawi bisa menghasilkan pil elixir reinkarnasi kualitas tinggi serta level yang tinggi.


***


"Nona Ruo Li! Tuan muda! Tunggu sebentar!" teriak salah satu orang tua dari kerumunan rakyat Kota Shang Ri La.


Sekali lagi Yang Ruo Li terpaksa tidak bisa berangkat menuju Paviliun Ru Yi, sedangkan Li Zhe Liang dengan wajah dingin tanpa ekspresinya masih memeluk erat pinggang Yang Ruo Li dari belakang.


"Masa muda sangat menyenangkan," kata hati Tetua Wu Yuan.


Tetua Wu Yuan menyadarinya terlebih dulu, sedangkan dua sejoli itu sama sekali tidak sadar sikap mesra mereka membuat orang lain terkagum-kagum. Seolah-olah Li Zhe Liang sudah biasa memeluk Yang Ruo Li dan gadis muda itu sudah terbiasa di peluk oleh Li Zhe Liang.


***


"Ada apa pak tua?" tanya Yang Ruo Li ke orang tua yang memanggilnya tadi.


Orang tua itu segera berlutut di hadapan Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang yang masih berada di atas pedang terbang.


Puluhan pasangan suami istri yang mendengar perkataan orang tua itu pun ikut berlutut dan melakukan kowtow di hadapan Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang.


"Nona Ruo Li! Tuan muda! Tolong selamatkan putriku!"


"Tuan muda! Nona Ruo Li! Tolong selamatkan putraku!"


"Bangsawan Fu Chen tidak berhasil melacak keberadaan mereka. Hanya nona Ruo Li dan tuan muda harapan kita sekarang."


"Walaupun sudah mati, setidaknya aku bisa menguburkan jasadnya."


Mereka memohon sambil menangis tersedu-sedu karena teringat akan anaknya yang hilang. Suasana aula besar Kota Shang Ri La diliputi kesedihan. Kerumunan rakyat lainnya hanya bisa menatap iba ke puluhan pasangan suami istri yang kehilangan anak.


Yang Ruo Li pun merasa iba dan berusaha menahan air matanya. Tangan kanan Li Zhe Liang yang semula memeluk pinggang Yang Ruo Li, berpindah ke jemari tangan gadis muda itu dan menggenggamnya erat.


"Aku akan berusaha semampuku menolong kalian semua," janji Yang Ruo Li.


"Terima kasih Nona Ruo Li!"


"Terima kasih Nona Ruo Li!"


"Terima kasih Mona Ruo Li!"


Janji dari mulut Yang Ruo Li bagaikan seberkas sinar harapan bagi puluhan pasangan suami istri itu.


"Kalian tidak perlu berlutut padaku. Berdirilah," kata Yang Ruo Li.


"Baik Nona Ruo Li. Terima kasih Nona Ruo Li. Terima kasih Tuan muda!" ucap mereka berkali-kali sambil berdiri.


Walaupun dari tadi Yang Ruo Li seorang saja berjanji kepada mereka dan Li Zhe Liang terdiam dengan wajah dingin tanpa ekspresinya, para orang tua itu berfirasat Li Zhe Liang pasti akan membantu Yang Ruo Li menemukan anak mereka. Sama seperti kejadian di tengah aula besar Kota Shang Ri La tadi. Pria tampan misterius itu membantu Yang Ruo Li dan terlihat jelas hubungannya dengan Yang Ruo Li sangatlah dekat.


***


"Kalau begitu, semuanya silakan kembali dulu ke rumah masing-masing. Nona Ruo Li akan pergi ke Paviliun Ru Yi untuk memeriksa keadaan Nyonya Mu Dan. Bapak ibu yang kehilangan anak bisa datang besok pagi ke Paviliun Ru Yi untuk menemui Nona Ruo Li."


Tetua Wu Yuan berinisiatif mewakili Yang Ruo Li membujuk kerumunan rakyat kota Shang Ri La untuk pulang dan tidak menahan gadis muda itu terlalu lama di sana.


Perkataan Tetua Wu Yuan menyebabkan kerumunan rakyat Kota Shang Ri La teringat akan kondisi Mu Dan yang masih tidak sadarkan diri.


"Semoga nyonya dalam keadaan baik-baik. Kita akan mencari Nona Ruo Li besok pagi," ucap salah satu orang tua mewakili yang lainnya.


"Baiklah," jawab Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li menggerakkan pedang terbang dengan kekuatan spiritualnya dan diikuti oleh Tetua Wu Yuan menuju Paviliun Ru Yi.


***


Halo readers setia. Wah udah ada clue nih petualangan selanjutnya Li Er mencari anak yang hilang. Apakah Zhe Liang akan ikut nantinya?


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE