GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 125. Murka


***Hutan Tengkorak***


Yang Rong Le tertawa kecil di dalam hatinya melihat kepanikan dua bawahan kepercayaan Li Zhe Liang. Hal ini semakin menguatkan dugaannya bahwa Li Zhe Liang tidaklah berada dalam kesadaran yang penuh sewaktu melakukan petualangan fantasi dengan Yang Ruo Li.


Gadis kejam itu merasa dirinya sangat beruntung bisa menemukan jubah hitam itu sewaktu dirinya siuman dari pingsan tadi. Yang Rong Le mengenali jubah itu milik Li Zhe Liang sehingga menyimpannya di dalam cincin penyimpan batu rubi miliknya.


"Yang Ruo Li! Dia pasti akan mendepakmu jauh-jauh karena aku lah gadis malam itu!" kata hati Yang Rong Le.


Yang Rong Le pura-pura merasa bingung dengan pertanyaan Lu Jing.


"Jubah ini….jubah ini….," kata Yang Rong Le terbata-bata sambil mencuri pandang ke arah Li Zhe Liang dan menunduk malu.


"Aku ingat! Jubah ini milik Zhe Liang! Ada sobekan kecil untuk tempat tanaman yang ku petik waktu itu. Rong Le pasti memungutnya di tempatku membuang jubah itu," kata hati Yang Ruo Li.


Sobekan jubah hitam itu masih berada di dalam ruang dimensi cincin lotus dan menjadi benda kesayangan Bai Hu alias Shan Dian.


Yang Ruo Li tidak mengerti mengapa Yang Rong Le bisa mengetahui jubah hitam itu milik Li Zhe Liang? Rencana jahat apa lagi yang sedang dirancang oleh adik tiri nya itu?


"Kenapa jubah itu ada padamu?" tanya Li Zhe Liang dengan tegas.


Pria dingin itu menatap tajam ke arah Yang Rong Le membuat gadis itu merasakan detak jantungnya berdegup kencang dan pipinya merona merah. Ini pertama kalinya Li Zhe Liang memberikan tatapan mata secara langsung ke arahnya. Rencananya kali ini harus berhasil.


"Kamu….kamu tidak mengingatku? Malam itu kita…..kita….," kata Yang Rong Le sambil menundukkan kepalanya dan menggigit bibir bawahnya secara perlahan.


"Gila! Rong Le mengaku dia lah wanita malam itu!" kata hati Yang Ruo Li.


"Apa maksudmu? Kamu lah gadis yang bersama Zhe Liang malam itu? tanya Chong Yun dengan mata membulat besar.


Yang Rong Le menganggukkan kepalanya perlahan. Rombongan bawahan Li Zhe Liang menahan napas secara bersamaan akan kebenaran yang sangat mengejutkan hati mereka semua.


"Zhe Liang! Kamu salah mengenali orang?" tanya Chong Yun.


Kali ini Chong Yun tidak bermaksud memperkeruh keadaan. Akan tetapi, kesadaran Li Zhe Liang yang hilang di setiap kali segel racun bereaksi membuat Chong Yun mempercayai perkataan Yang Rong Le karena ada barang bukti berupa jubah hitam milik Li Zhe Liang.


Selain itu selama ini Yang Ruo Li tidak pernah mengakui dirinya adalah gadis misterius malam itu dan semuanya hanyalah dugaan dari Li Zhe Liang semata.


Li Zhe Liang melangkahkan kakinya dan berhenti tepat di hadapan Yang Rong Le dengan ekspresi wajah yang lebih dingin dari biasanya. Yang Rong Le berteriak kegirangan di dalam hatinya karena yakin Li Zhe Liang mempercayai ucapannya.


Sementara Yang Ruo Li merasa kecewa di dalam hatinya melihat Li Zhe Liang mendekati Yang Rong Le.


"Zhe Liang percaya ucapan Rong Le? Dasar pria bodoh!" umpat Yang Ruo Li di dalam hatinya.


Yang Rong Le mengangkat kepalanya dan menatap lembut Li Zhe Liang disertai senyuman lebar di sudut bibirnya.


"Aku yakin kamu pasti sudah mengingatku," ucap Yang Rong Le dengan percaya diri.


"MATI!"


Li Zhe Liang memusatkan kekuatan spiritual di tangan kanannya. Pada saat dirinya mengepalkan erat tangan kanannya, Yang Rong Le merasakan satu kekuatan besar mencengkeram erat lehernya sehingga gadis kejam itu kesusahan bernapas dan meronta-ronta.


Air mata bercucuran di pipi Yang Rong Le. Gadis kejam itu tidak menyangka Li Zhe Liang ingin membunuhnya sewaktu dirinya mengaku sebagai wanita di malam itu. Pasti ada kesalahan! Kenapa pria tampan dan dingin di hadapannya tidak membunuh Yang Ruo Li?


"Zhe Liang! Apa yang kamu lakukan?" teriak Chong Yun.


Selama ini Li Zhe Liang selalu berpikir gadis misterius itu adalah Yang Ruo Li sehingga membuat hatinya tenang dan damai. Akan tetapi, kemunculan Yang Rong Le dengan jubah hitam miliknya membuatnya berpikir ada kemungkinan gadis misterius itu adalah Yang Rong Le membuat suasana hati Li Zhe Liang menjadi buruk.


Pria dingin itu merasa jijik dan tidak nyaman, seolah-olah dirinya sudah disentuh oleh sesuatu yang sangat kotor dan menyebabkan keinginan membunuhnya muncul.


Sementara Yang Ruo Li berdiri terpaku di tempatnya melihat kemarahan Li Zhe Liang. Awalnya hatinya sangat sakit dan kecewa sewaktu mengira Li Zhe Liang mempercayai perkataan Yang Rong Le sehingga ingin mengaku identitasnya sebagai gadis misterius malam itu supaya Li Zhe Liang tidak dibohongi.


Sekarang Li Zhe Liang akan membunuh Yang Rong Le karena adik tiri nya yang tidak tahu malu itu mengakui sebagai gadis misterius itu sehingga membuat Yang Ruo Li mengurungkan niatnya untuk berkata jujur.


Pikiran Yang Ruo Li teringat akan percakapannya dengan Li Zhe Liang mengenai gadis muda yang mencuri jubah hitam dan meninggalkan ukiran lotus di pergelangan tangan. Saat itu Li Zhe Liang memberikan jawaban bahwa dirinya akan membunuh gadis muda itu.


"Zhe Liang ! Dia hampir mati!" teriak Chong Yun.


"Di mana Shan Dian?" tanya Li Zhe Liang.


"Shan Dian? Siapa Shan Dian?" teriak pilu hati Yang Rong Le.


"Shan Dian? Oh iya. Zhe Liang mencari hewan roh nya yang hilang malam itu, tetapi aku tidak bertemu dengan Shan Dian malam itu," kata hati Yang Ruo Li.


"Zhe Liang! Dia tidak bisa bernapas! Bagaimana menjawab pertanyaanmu?" tanya Chong Yun.


Li Zhe Liang melepaskan kepalan tangannya. Yang Rong Le jatuh terduduk di atas tanah. Gadis itu terbatuk-batuk dan berusaha menghirup udara segar berkali-kali. Tubuhnya gemetaran ketakutan dengan kekejaman Li Zhe Liang terhadapnya.


Kebohongannya menjadi petaka baginya. Akan tetapi, Yang Rong Le bertekad tetap mempertahankan kebohongannya. Yang Rong Le bertaruh Li Zhe Liang tidak mengingat jelas siapa gadis yang bersamanya saat itu dan ini adalah kesempatan emas yang tidak boleh di sia-siakan olehnya.


"JAWAB!" perintah Li Zhe Liang.


"Aku… aku tidak tahu dimana Shan Dian. Saat bertemu denganmu di malam itu, aku tidak melihat siapa pun di sana," jawab Yang Rong Le sambil mengelap air matanya.


Yang Rong Le memperlihatkan tatapan yang tulus ke Li Zhe Liang untuk membuktikan dirinya tidak berbohong. Seiingatnya ketika melihat Li Zhe Liang di Hutan Tengkorak, tidak ada siapa pun di sisi pria itu sehingga yakin kejujurannya bisa mengambil hati Li Zhe Liang.


Li Zhe Liang tersenyum samar mendengar jawaban Yang Rong Le. Saat ini dirinya yakin sepenuhnya gadis yang melakukan hubungan istimewa dengannya bukanlah Yang Rong Le karena gadis itu melakukan kesalahan fatal.


Shan Dian dianggap sebagai manusia. Padahal Shan Dian adalah hewan roh miliknya dalam wujud harimau putih.


***


Selamat malam readers. Bab ini up pukul 21.10 wita.


Ayo kita gebukin rame-rame si ulat keket muka tembok 😂😂.


Senang banget nih author baca komentar readers yang masih mengingat jelas apa yang terjadi dalam cerita puluhan bab sebelumnya 🤗🤗.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya. Ada yang cemburu nih di bab besok 🤭


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE