GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 138. Rencana Wen Hui Min


***Kediaman Bangsawan Fu Chen***


Fu Jiu Yun membuka kedua matanya setelah selesai memulihkan kekuatan spiritual dan luka dalamnya.


"Si Han!" Fu Jiu Yun berteriak memanggil pengawal pribadinya.


Si Han berjalan masuk ke dalam kamar dan memberi hormat dengan berlutut menggunakan satu kaki.


"Tuan muda Fu Jiu Yun!" ucap Si Han.


"Portal rahasia sudah lenyap?" tanya Fu Jiu Yun.


"Sudah, Tuan muda Fu Jiu Yun!" jawab Si Han.


"Dimana ibu sekarang?" tanya Fu Jiu Yun.


"Nyonya sudah berangkat ke aula besar Kota Shang Ri La!" jawab Si Han.


"Pantau perkembangan di sana. Laporkan hasil akhirnya!" perintah Fu Jiu Yun.


"Baik Tuan muda Fu Jiu Yun!" jawab Si Han.


Si Han berdiri dan segera menuju aula besar Kota Shang Ri La, sedangkan Fu Jiu Yun turun dari atas tempat tidur dan berjalan menuju jendela.


"Semua tidak bisa dihindarkan lagi. Aku hanya berharap kamu masih hidup," lirih Fu Jiu Yun sambil menghela napas panjang. Portal rahasia sudah lenyap menandakan api surgawi sudah berpindah tangan ke pemilik baru. Pandangan kedua mata Fu Jiu Yun kosong, mengingat kembali kejadian sebelumnya.


#Flashback On#


Fu Jiu Yun dan rombongan pengawalnya kembali ke Kediaman Bangsawan Fu Chen karena tidak bisa masuk ke dalam portal rahasia yang sudah diblokir oleh Li Zhe Liang dari dalam sana.


Bangsawan Fu Chen berada di ruang depan menunggu kepulangan Fu Jiu Yun. Bangsawan Fu Chen bisa menebak putra satu-satunya itu tidak berhasil mendapatkan api surgawi dari penampilan rombongan Fu Jiu Yun yang berantakan.


"Jiu Yun! Apa yang terjadi? Siapa yang mendapatkan api surgawi?" tanya Bangsawan Fu Chen.


Fu Jiu Yun pun menceritakan semua kejadian di depan pintu masuk portal rahasia, termasuk kematian Tetua Huo Si Yan.


"Tidak disangka ada pendatang yang berhasil masuk ke dalam portal rahasia dan pria itu mempunyai hubungan dekat dengan Yang Ruo Li!" ujar Bangsawan Fu Chen.


Fu Jiu Yun hanya menunduk terdiam mendengar perkataan Bangsawan Fu Chen.


"Portal rahasia muncul di Hutan Tengkorak. Api surgawi harus menjadi milikmu sebagai keturunan Penguasa Kota Shang Ri La!" ucap Bangsawan Fu Chen dengan tegas.


Fu Jiu Yun segera berlutut dengan satu kaki di hadapan Bangsawan Fu Chen dan diikuti oleh rombongan pengawal yang bersamanya ke Hutan Tengkorak sebelumnya.


"Ayah! Jiu Yun pasti akan merebut api surgawi dari tangan pria itu!" tekad Fu Jiu Yun.


"Kamu tidak perlu turun tangan sendiri! Seseorang akan mewakilimu. Dia orang yang tepat!" kata Bangsawan Fu Chen.


"Siapa yang dimaksud oleh ayah?" kata hati Fu Jiu Yun.


"Si Han! Bawa nyonya ke sini!" perintah Bangsawan Fu Chen.


"Orang itu adalah ibu!" kata hati Fu Jiu Yun.


Sejak kepulangan Bangsawan Fu Chen, Wen Hui Min dikurung di dalam kamarnya akibat perbuatan jahatnya. Fu Jiu Yun tahu Wen Hui Min sudah disiksa oleh Bangsawan Fu Chen karena dendam ayahnya yang kehilangan selir kesayangan serta bayinya.


Fu Jiu Yun tidak menyangka Bangsawan Fu Chen akan menggunakan Wen Hui Min untuk merebut api surgawi. Fu Jiu Yun berfirasat akan ada tindakan kejam dan kotor lagi yang merupakan rencana dari Bangsawan Fu Chen dengan Wen Hui Min sebagai algojonya.


Beberapa saat kemudian Si Han membawa Wen Hui Min berjalan masuk ke dalam ruangan. Kondisi Wen Hui Min sangatlah menyedihkan. Rambutnya berantakan dan mengenakan pakaian yang sama seperti sebelumnya. Bahkan terlihat darah yang sudah mengering dari luka cambukan di tubuh wanita itu.


Fu Jiu Yun merasa marah dan benci dengan siksaan yang diberikan oleh Bangsawan Fu Chen terhadap Wen Hui Min. Akan tetapi, dirinya tidak berani mengucapkan satu kata pun karena memang kesalahan ibunya menghabisi selir kesayangan ayahnya.


"Fu Chen! Aku tidak bersalah! Aku dijebak!" teriak Wen Hui Min sambil berlari mendekati Bangsawan Fu Chen.


Wen Hui Min berusaha menyangkal perbuatannya dengan harapan Bangsawan Fu Chen akan mengampuninya.


Bangsawan Fu Chen tertawa sinis dan memegang dagu Wen Hui Min dengan keras.


"Dijebak? Siapa yang menjebakmu?" tanya Bangsawan Fu Chen.


"Yang Ruo Li! Gadis jelek itu dan juga pria yang bersamanya!" jawab Wen Hui Min histeris.


"Benarkah?" tanya Bangsawan Fu Chen sambil menatap tajam Wen Hui Min.


"Benar!" jawab Wen Hui Min.


"Pembohong!" teriak Bangsawan Fu Chen sambil melayangkan telapak tangannya ke arah kepala Wen Hui Min.


"Ayah!" teriak Fu Jiu Yun.


Bangsawan Fu Chen mendorong tubuh Wen Hui Min dengan keras sehingga terjatuh ke lantai. Kalau saja telapak tangan Bangsawan Fu Chen mengenai kepala Wen Hui Min, maka bisa dipastikan ajal sudah menjemput wanita itu.


Bangsawan Fu Chen tidak mempercayai ucapan Wen Hui Min karena tidak ada bukti jelas Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang menjebak Wen Hui Min. Akan tetapi, sekarang bukan saatnya untuk mengambil nyawa wanita yang menjadi istri resminya selama ini.


Wen Hui Min sebagai bidak catur yang masih berguna untuknya. Bangsawan Fu Chen akan memanfaatkan sebaik-baiknya.


"Kamu mempunyai kesempatan untuk menebus kesalahanmu sekaligus balas dendam!" kata Bangsawan Fu Chen.


"Aku akan melakukannya! Aku akan melakukannya!" jawab Wen Hui Min dengan cepat.


"Jadikan Yang Ruo Li sebagai umpan dan rebut api surgawi dari pria itu. Jika gagal, nyawamu melayang!" perintah Bangsawan Fu Chen.


"Aku pasti berhasil!" jawab Wen Hui Min dengan yakin.


"Bersihkan tubuhmu dan penampilanmu sekarang juga! Kamu membuatku muak dan jijik!" ejek Bangsawan Fu Chen.


"Iya! Iya!" jawab Wen Hui Min sambil berlari menuju kamarnya.


Bangsawan Fu Chen tersenyum samar menatap punggung Wen Hui Min yang menghilang dari pandangannya. Selama ini Wen Hui Min sudah memberikan banyak ide kepada Bangsawan Fu Chen untuk menyingkirkan orang-orang yang menghalangi jalannya sebagai Penguasa Kota Shang Ri La.


Wen Hui Min lah yang bertindak sebagai algojo di belakang Bangsawan Fu Chen sehingga pria tua itu bisa duduk dengan tenang di posisinya sebagai penguasa kota sampai saat ini. Nama baik dirinya dan Fu Jiu Yun haruslah di jaga di depan rakyat Shang Ri La.


Wen Hui Min adalah kambing hitam yang paling cocok untuk menanggung semuanya. Walaupun pada akhirnya Wen Hui Min berhasil mendapatkan api surgawi, Bangsawan Fu Chen tetap tidak akan memaafkannya.


***


Seorang pengawal berlari masuk ke dalam ruangan dan memberi hormat kepada Bangsawan Fu Jiu Yun.


"Tuan! Tetua Klan Peng datang dan meminta keadilan untuk nona mudanya!" lapor pengawal.


"Bukankah Peng Wei Wei dan Lim Hsuang Hsuang sudah diberi janji untuk menjadi istri resmi Fu Jiu Yun. Kenapa Tetua Klan Peng masih datang?" ujar Bangsawan Fu Chen dengan ketus.


"Bukan untuk Nona Peng Wei Wei, tetapi Nona Peng Xiao Ran," jawab pengawal.


"Peng Xiao Ran? Ada apa dengannya?" tanya Bangsawan Fu Chen.


"Wajah …wajah Nona Peng Xiao Ran rusak karena perbuatan Yang Ruo Li," jawab pengawal dengan terbata-bata.


"Ruo Li? Bagaimana mungkin?" kata hati Fu Jiu Yun.


"Ha ha ha! Bagus! Bawa tetua Klan Peng temui nyonya sekarang juga!" perintah Bangsawan Fu Chen.


"Baik, tuan!" jawab pengawal.


#Flashback Off#


"Rencana ibu sangat kejam dan semua ini karena perintah ayah," gumam Fu Jiu Yun.


Wen Hui Min menggunakan Keluarga Yang dan Keluarga Peng untuk menculik Mu Dan di Paviliun Ru Yi. Tentu saja untuk memancing kemunculan Yang Ruo Li. Setelah gadis muda itu tertangkap, maka Wen Hui Min akan memaksa Li Zhe Liang memberikan api surgawi.


***


Selamat malam readers. Bab ini up pukul 21.00 wita. Penyelamatan Mu Dan akan berlanjut di bab besok siang ya. Don't miss it🤗


Hadiah dan votenya semakin dikit nih readers 😅😅. Terima kasih kepada semua readers setia yang masih rajin mendukung novel ini ya baik dalam bentuk vote, like, hadiah, dan komentar positif yang menjadi penyemangat author🙏


Sampai jumpa di episode besok.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE