
***Paviliun Ru Yi***
Yang Ruo Li berdiskusi bersama Tetua Wu Yuan selama satu jam lebih di ruang tamu Paviliun Ru Yi.
Tetua Wu Yuan memberitahukan Yang Ruo Li bahwa dirinya mengundang Li Jian Ming untuk ikut serta dengan pertemuan bersama para orang tua yang kehilangan anak besok pagi.
Selain itu Li Jian Ming akan mengirimkan puluhan kultivator tingkat empat dan lima yang datang bersamanya tadi untuk membantu menjaga keamanan Paviliun Ru Yi.
Tentu saja Yang Ruo Li menyetujui semua keputusan yang diambil oleh Tetua Wu Yuan dan berencana mengajak Li Zhe Liang ikut serta dalam pertemuan besok pagi.
Yang Ruo Li memberikan satu butir pil elixir reinkarnasi racikannya ke Tetua Wu Yuan. Orang tua itu sangat terharu dengan pemberian serta sifat tepat janji dari Yang Ruo Li.
Pili elixir reinkarnasi racikan Yang Ruo Li adalah pil kualitas tinggi dan level tiga. Tetua Wu Yuan yakin Yang Ruo Li tulus membantunya supaya tingkat kultivasinya bisa naik.
Tetua Wu Yuan semakin memantapkan hatinya untuk menjadi pengikut setia Yang Ruo Li. Orang tua itu yakin Yang Ruo Li bisa menjadi pemimpin yang hebat, bahkan melebihi kepemimpinan Bangsawan Fu Chen sekarang.
Yang Ruo Li menuju kamar Li Zhe Liang setelah selesai berdiskusi dengan Tetua Wu Yuan.
***Kamar tamu tempat Li Zhe Liang menginap***
"Zhe Liang! Zhe Liang!" panggil Yang Ruo Li sambil mengetuk pintu kamar dari luar.
Yang Ruo Li membuka pintu kamar secara perlahan karena tidak ada jawaban dari dalam kamar. Sosok Li Zhe Liang tidak terlihat di dalam kamar, sedangkan Kera Purba duduk di depan meja sambil menopang kedua tangan di dagunya.
"Kera Purba! Di mana Zhe Liang?" tanya Yang Ruo Li.
Kera Purba menggelengkan kepala dan menggerakkan kedua bahunya ke atas, pertanda tidak tahu di mana Zhe Liang berada.
"Sejak kamu masuk ke kamar ini, Zhe Liang sudah tidak ada?" tanya Yang Ruo Li sekali lagi.
Kera Purba menganggukkan kepala sebagai jawaban dari pertanyaan Yang Ruo Li.
"Ke mana Zhe Liang? Tidak mungkin Zhe Liang pergi tanpa berpamitan denganku. Lagi pula Kak Lu Jing, Kak Feng Teng, dan Chong Yun masih berada di Paviliun Ru Yi," kata hati Yang Ruo Li.
Bersamaan dengan itu, Lu Jing dan Feng Teng berjalan masuk ke dalam kamar.
"Nona Ruo Li!" sapa Lu Jing dan Feng Teng bersamaan.
"Kak Feng Teng. Kak Lu Jing. Di mana Zhe Liang?" tanya Yang Ruo Li.
Lu Jing dan Feng Teng adalah bawahan kepercayaan Li Zhe Liang sehingga Yang Ruo Li yakin mereka berdua tahu Li Zhe Liang ada di mana.
"Tuan….tuan tidak bersama Nona Ruo Li?" tanya Lu Jing dengan hati-hati.
"Tidak! Tadi aku bersama Tetua Wu Yuan di ruang tamu untuk berdiskusi dan baru ke kamar ini untuk mencari Zhe Liang. Kera Purba sudah menunggu Zhe Liang di sini selama satu jam lebih," jelas Yang Ruo Li.
Terlihat jelas raut khawatir di wajah Yang Ruo Li. Gadis muda itu yakin Lu Jing dan Feng Teng juga tidak mengetahui keberadaan Li Zhe Liang.
"Jangan khawatir, Nona Ruo Li. Aku dan Feng Teng akan berpencar mencari tuan. Mungkin saja Tuan berada di kamar Tuan muda Chong Yun," ucap Lu Jing.
"Baiklah. Kak Lu Jing, Kak Feng Teng. Aku akan menunggu kabar kalian di kamar ibuku," pesan Yang Ruo Li.
Entah mengapa Yang Ruo Li mempunyai firasat yang tidak baik saat ini. Dirinya ingin segera menemukan Li Zhe Liang dan memastikan pria dingin itu dalam keadaan baik-baik saja.
"Baik Nona Ruo Li," jawab Lu Jing dan Feng Teng bersamaan.
"Oh iya. Ini pil elixir luka dalam untuk Kak Lu Jing dan Kak Feng Teng. Aku meraciknya dari batu bulan beserta bahan lainnya," ucap Yang Ruo Li sambil memberikan dua buah pil itu ke Feng Teng dan Lu Jing.
Mereka bertiga pun meninggalkan kamar Li Zhe Liang dengan tempat tujuan yang berbeda.
Yang Ruo Li ke kamar Mu Dan, sedangkan Lu Jing ke kamar Chong Yun serta Feng Teng mencari Fu Rong dan pasukan rahasia untuk memastikan apakah mereka melihat Li Zhe Liang pergi ke mana. Kera Purba tetap berada di dalam kamar Li Zhe Liang.
***Kamar Mu Dan***
Lan Long menyambut kedatangan Yang Ruo Li dengan bersemangat. Kepalanya di gosok-gosok di bawah kaki Yang Ruo Li.
"Nona!" panggil Lan Long dengan riang.
"Lan Long menjaga ibu dengan baik. Aku yakin ibu pasti akan sangat menyukai Lan Long setelah siuman," ucap Yang Ruo Li sambil mengelus kepala Lan Long dengan lembut.
"Nona Ruo Li!" sapa Chun Hua dan Sha Sha sambil memberi hormat. Yang Ruo Li menjawab dengan anggukkan kepala.
Yang Ruo Li berjalan mendekati tempat tidur. Mu Dan berbaring di sana dengan raut wajah tenang. Gadis muda itu memegang pergelangan tangan Mu Dan untuk memeriksa nadinya.
Sama seperti perkiraan Yang Ruo Lu sebelumnya. Tubuh Mu Dan sudah pulih sepenuhnya. Hanya perlu beristirahat total selama beberapa hari, Mu Dan pasti akan siuman.
Yang Ruo Li melihat sekeliling kamar tidur Mu Dan. Sepertinya ada sesuatu yang kurang di sana.
"Lan Long. Di mana Xue Qiu?" tanya Yang Ruo Li setelah menyadari tidak melihat sosok telur salju putih di dalam kamar Mu Dan.
"Kakak pertama bermain di luar," jawab Lan Long.
"Apa?" teriak Yang Ruo Li spontan.
"Kakak pertama bilang di sini bosan dan ingin berkeliling Paviliun Ru Yi," jawab Lan Long jujur.
"Benar-benar telur salju putih yang nakal," ucap Yang Ruo Li sambil menggelengkan kepala.
Chun Hua dan Sha Sha mendengar pembicaraan Yang Ruo Li Dan Lan Long. Walaupun mereka berdua tidak bisa mendengar suara jawaban Lan Long, mereka yakin Yang Ruo Li sudah tahu Xue Qiu berkeliaran di luar.
"Nona Ruo Li. Tadi Xue Qiu berlari sangat cepat meninggalkan kamar. Aku dan Sha Sha tidak berhasil mengejarnya. Sepertinya Xue Qiu berlari dengan kaki yang kecil," ucap Chun Hua dengan tidak yakin.
Yang Ruo Li tahu Xue Qiu pasti menggunakan kedua kakinya untuk berlari cepat dan kelihatan oleh Chun Hua dari jauh. Sifat Xue Qiu yang nakal dan arogan membuat Yang Ruo Li hanya bisa menarik napas dalam-dalam.
"Tidak apa-apa, Chun Hua. Aku yakin Xue Qiu hanya bermain mengelilingi Paviliun Ru Yi. Aku bisa menemukannya dengan cepat," kata Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li memejamkan rapat kedua matanya dan berkonsentrasi penuh untuk merasakan aura spiritual Xue Qiu.
Ikatan kontrak di antara Yang Ruo Li dan Xue Qiu bisa membuat gadis muda itu merasakan keberadaan Xue Qiu dalam jarak dekat. Chun Hua, Sha Sha, dan Lan Long menunggu Yang Ruo Li melacak keberadaan Xue Qiu dengan tenang.
***
Selamat siang readers. Bab ini up pukul 15.00 wita. Semoga lancar ya.
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE