GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 53. Zhe Liang & Li Er


***Kediaman Bangsawan Fu Chen***


Li Zhe Liang terlihat duduk tegak dengan wajah tanpa ekspresi dan membiarkan Yang Ruo Li memeluknya seperti anak koala memeluk induknya. Padahal sebenarnya Li Zhe Liang sedang menahan gejolak darah mudanya yang bergetar hebat akibat pelukan dari Yang Ruo Li.


Sebagai putra mahkota Kerajaan Dong Ming, Li Zhe Liang sudah bertemu dengan banyak gadis cantik di seluruh daratan Zhong Yuan. Akan tetapi, hatinya sama sekali tidak pernah tertarik dengan mereka semua.


Entah mengapa sejak bertemu dengan Yang Ruo Li, Li Zhe Liang memiliki rasa ketertarikan yang besar terhadap gadis muda itu. Mungkin pada awalnya karena dirinya yakin Yang Ruo Li adalah gadis muda yang bersamanya di Hutan Tengkorak. 


Lama kelamaan sifat dan kepribadian gadis muda itu semakin membuatnya tertarik. Bagaikan ada magnet besar dalam diri Yang Ruo Li sehingga membuat Li Zhe Liang tidak bisa melepaskan diri. 


Li Zhe Liang bisa memastikan perasaannya kepada Yang Ruo Li sudah melebihi dari yang diperkirakan olehnya sebelumnya. Yang Ruo Li di pelukannya saat inilah gadis yang disukainya dan bukan karena Yang Ruo Li adalah gadis yang bersamanya di Hutan Tengkorak.


Jadi jika pada akhirnya dugaan Li Zhe Liang salah dan Yang Ruo Li bukanlah gadis di Hutan Tengkorak, Li Zhe Liang tidak peduli dan hanya  akan memilih Yang Ruo Li seorang saja.


"Zhe Liang!" panggil Yang Ruo Li.


"Apa?" tanya Li Zhe Liang.


"Bantu aku berpura-pura. Hanya sekali ini saja. Aku janji tidak akan melakukannya lagi," pinta Yang Ruo Li.


"Ingat janjimu! Kamu tidak boleh berpura-pura dengan pria lain!" perintah Li Zhe Liang.


"Iya, iya! Aku janji!" jawab Yang Ruo Li dengan semangat.


Li Zhe Liang menggendong Yang Ruo Li dan berjalan menuju kamar tamu tempat dirinya menginap. Pada saat pintu kamar tertutup, Yang Ruo Li melihat sekeliling kamar.


Tempat tidur di dalam kamar berhadapan langsung dengan jendela yang tertutup rapat. Akan tetapi, ada sebuah meja yang berada di antara tempat tidur dan jendela. Cahaya lilin di atas meja bisa memantulkan bayangan tempat tidur ke luar jendela.


"Tempat tidur!" ucap Yang Ruo Li dengan suara kecil.


"Tempat tidur? Li Er benar-benar berani dan tidak takut apa pun!" ujar Li Zhe Liang dengan ketus.


Sekali lagi Yang Ruo Li merasa bingung dan tidak mengerti maksud perkataan Li Zhe Liang, tetapi dirinya tidak mempunyai banyak kesempatan untuk berpikir lagi karena Li Zhe Liang sudah berjalan cepat ke arah tempat tidur dan melemparkannya  ke sana.


"Aduh! Kasar sekali!" gerutu Yang Ruo Li.


Li Zhe Liang tidak merasa bersalah sama sekali dan ikut naik ke atas tempat tidur, bahkan tubuhnya menimpa tubuh Yang Ruo Li.


"Zhe Liang!" teriak Yang Ruo Li sambil menahan dada Li Zhe Liang dengan kedua telapak tangannya supaya tubuh mereka tidak bersentuhan.


"Ada apa?" tanya Li Zhe Liang.


"Kita hanya berpura-pura saja!" jawa Yang Ruo Li sambil melihat ke arah jendela kamar. Bayangan tubuh mereka berdua terpantul oleh cahaya lilin sehingga Yang Ruo Li yakin penjaga yang mengawasi mereka dari luar pasti melihatnya dan akan percaya jika mereka berdua sudah terkena efek racun cinta.


"Pura-pura? Li Er! Kamu yang mengajakku ke tempat tidur!" kata Li Zhe Liang. 


Li Zhe Liang memajukan wajahnya ke wajah Yang Ruo Li sehingga membuat gadis itu panik dan memalingkan wajahnya ke samping. Tepatnya wajah sebelah kiri sehingga hanya terlihat wajah kanannya yang putih dan halus di depan mata Li Zhe Liang.


Li Zhe Liang mendekatkan bibirnya ke telinga Yang Ruo Li. Hembusan napas hangat dan lembut di telinga gadis muda itu membuat jantung Yang Ruo Li berdetak kencang. Matanya membulat besar ketika Li Zhe Liang menggigit lembut telinganya.


"Li Er! Masih berani mengundang pria ke tempat tidur?" tanya Li Zhe Liang dengan suara lembut setelah menghentikan gigitan kecilnya. 


Li Zhe Liang sengaja melakukan hal itu untuk menakuti Yang Ruo Li agar gadis muda itu tidak melakukan tindakan gegabah lagi mengajak pria lain berpura-pura di atas tempat tidur.


"Ti…tidak berani lagi," jawab Yang Ruo Li terbata-bata.


"Li Er! Tatap aku!" perintah Li Zhe Liang.


Yang Ruo Li bagaikan terhipnotis dengan suara Li Zhe Liang sehingga memalingkan wajahnya lagi sehingga berhadapan dengan Li Zhe Liang sekarang.


Li Zhe Liang mengaitkan helaian rambut yang menutupi wajah Yang Ruo Li ke belakang telinga gadis muda itu, lalu telapak tangan kanan Li Zhe Liang menyentuh wajah kanan Yang Ruo Li secara perlahan. Dari pipi atas menuju pipi bawah. 


Yang Ruo Li merasakan sengatan listrik di seluruh tubuh dan wajahnya akibat sentuhan hangat dari telapak tangan Li Zhe Liang. Mata gadis muda itu terpaku melihat wajah tampan Li Zhe Liang.


Sementara itu di halaman kamar tamu, Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei berdiri di kejauhan dengan tatapan mata ke arah kamar tamu.


Penjaga Kediaman Bangsawan Fu Chen sudah melaporkan keadaan Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang terkena racun cinta dan berduaan di kamar sehingga Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei ingin melihat buktinya dengan kedua mata mereka masing-masing.


Terlihat jelas pantulan bayangan tubuh Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang di atas tempat tidur dari luar jendela sehingga membuat senyum lebar di bibir Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei.


"Yang Ruo Li! Wanita tidak tahu malu!  Besok pertunanganmu akan dibatalkan dan reputasimu hancur di Kota Shang Ri La!" tukas Peng Wei Wei.


"Ayo kita tinggalkan tempat ini. Besok akan ada pertunjukkan menarik," ucap Lim Hsuang Hsuang.


Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei serta para penjaga Kediaman Bangsawan Fu Chen meninggalkan tempat itu.


***


Di dalam kamar, Li Zhe Liang menghentikan gerakan tangannya membelai wajah Yang Ruo Li. Sejak awal Li Zhe Liang tahu Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei datang sehingga sengaja memberikan pertunjukkan yang ingin dilihat oleh kedua wanita gila itu.


Sekarang adalah saatnya bagi pertunjukannya dengan Yang Ruo Li berakhir karena tidak ada penonton lagi. Akan tetapi, Li Zhe Liang tidak ingin meninggalkan gadis muda itu.


Pipi Yang Ruo Li bersemu merah seperti warna tomat bahkan kedua telinga gadis muda itu juga merona merah. Matanya yang bulat, besar, dan bening mampu menghipnotis pikiran Li Zhe Liang.


"Li Er! Pertunjukkan sudah berakhir," ucap Li Zhe Liang.


"Me..mereka sudah pergi semuanya?" tanya Yang Ruo Li dengan terbata-bata.


"Iya! Akan tetapi, aku meminta bayaran dari Li Er karena ikut berpura-pura," jawab Li Zhe Liang dengan suara bergetar.


"Berapa?" tanya Yang Ruo Li dengan polos karena pikirannya tidak bisa berpikir dengan jernih saat ini. Jantungnya masih berdegup kencang. Bahkan seluruh tubuh terutama bagian wajah yang disentuh oleh Li Zhe Liang masih terasa sengatan listrik di sana.


Li Zhe Liang mencium bibir Yang Ruo Li dengan lembut. Mata gadis muda itu semakin membulat besar. Kedua tangannya mencengkeram erat pakaian Li Zhe Liang.


***


Halo readers. Hari ini author up 3 bab ya. bab ini pukul 20.00 wita.


Author senyum-senyum sendiri nih waktu membuat bab ini. Semoga readers ikut terhanyut juga ya 😍😍😘 . Bab yang sweet dan romantis.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya. Tenang saja, ceritanya ga ada percikan api jadi aman untuk di baca kapan pun 🤗.


Akan ada pertunjukkan besar lagi. Tetapi pemain utamanya bukan Li Er dan Zhe Liang. Penasaran kan?


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE