
***Ruang dimensi Cincin Lotus***
Sewaktu berada di dalam kamar, Yang Ruo Li membawa Lan Long masuk ke dalam ruang dimensi untuk memeriksa keadaan Xue Qiu.
Selain itu Yang Ruo Li ingin berlatih kultivasinya dan juga meracik pil elixir reinkarnasi serta pil elixir spiritual yang akan diberikannya untuk Kera Purba dan Lan Long.
Yang Ruo Li melihat Xue Qiu masih berendam di dalam kolam mata air spiritual dengan tenang, sedangkan Bai Hu alias Shan Dian tidak berada di sana dan juga tempat tidur kayu roh untuk Bai hu pun menghilang.
"Di mana Bai Hu? Apakah dia sedang beristirahat di suatu tempat dengan tempat tidur barunya?" kata hati Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li mengira Bai Hu merasa bosan berendam di dalam kolam mata air spiritual dan beristirahat di tempat tidur baru. Ruangan dimensi cincin lotus sudah bertambah besar lagi dibandingkan sebelumnya sehingga Bai Hu pasti berada di salah satu bagian ruangan dimensi karena tidak mungkin harimau kecil putih itu bisa keluar dari ruang dimensi sehingga rasa khawatir Yang Ruo Li menghilang.
Pertarungan di aula besar Kota Shang Ri La membuat kekuatan spiritual Yang Ruo Li bertambah.
Semua dikarenakan api surgawi yang membinasakan Tetua Yang Sin dan juga membuat Wen Hui Min terluka parah serta menghancurkan jiwa pil wanita licik itu membuat kekuatan spiritual yang murni dari mereka berdua diserap oleh api surgawi sehingga menjadi milik Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li sudah mulai merasakannya ketika Tetua Yang Sin terbakar habis di aula besar Kota Shang Ri La. Itu adalah salah satu kelebihan api surgawi.
Api surgawi hanya menyerap kekuatan spiritual yang murni saja dan tentu saja tubuh Yang Ruo Li menyerap semua kekuatan spiritual itu dengan baik.
"Lan Long. Ayo berendam di dalam kolam mata air bersama Xue Qiu. Aku mau berlatih dan meracik pil elixir," kata Yang Ruo Li.
"Baik Nona," jawab Lan Long dengan patuh dan berlari kecil menuju kolam mata air spiritual.
Yang Ruo Li mengambil kain sobekan jubah hitam milik Li Zhe Liang yang tergeletak tidak jauh dari kolam mata air spiritual. Shan Dian alias Bai Hu lupa mengambilnya sewaktu bersembunyi di atas Pohon Darah Naga.
Yang Ruo Li berkeliling memilih tanaman langka yang akan digunakan untuk membuat pil elixir reinkarnasi dan juga pil elixir spiritual. Sobekan jubah hitam yang cukup besar mampu menampung semua tanaman langka yang diinginkan Yang Ruo Li. Kali ini gadis muda itu memutuskan untuk meracik semuanya dalam jumlah yang banyak.
Selain itu Yang Ruo Li juga meracik beberapa jenis racun baru karena bisa dipastikan dirinya menjadi incaran banyak orang, terutama orang yang ingin merebut api surgawi darinya.
Untuk saat ini musuh utama Yang Ruo Li adalah Bangsawan Fu Chen. Entah rencana busuk apa lagi yang akan dilakukan oleh penguasa kota Shang Ri La itu terhadapnya. Yang Ruo Li harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya.
Yang Ruo Li duduk bermeditasi untuk berlatih kekuatan spiritual yang baru terserap ke dalam tubuhnya. Tanpa terasa lima jam sudah berlali di dalam ruang dimensi. Yang Ruo Li menghentikan latihannya karena mendengar teriakan Xue Qiu.
"Nona! Nona!" panggil Xue Qiu dengan nada riang. Lan Long berada di samping Xue Qiu. Kedua hewan roh itu sudah keluar dari kolam mata air spiritual dan berada di hadapan Yang Ruo Li saat ini.
"Ada apa Xue Qiu? Bagaimana keadaan cangkangmu yang retak?" tanya Yang Ruo Li sambil membelai puncak cangkang Xue Qiu dengan lembut.
Yang Ruo Li tidak merasa aneh karena sebelumnya jimat pengecil di cangkang Xue Qiu pun menghilang sendirinya sewaktu Yang Ruo Li sembuh dan siuman dari efek racun monster elang tingkat tujuh di pergelangan kakinya.
Yang Ruo Li yakin Xue Qiu memiliki kemampuan melepaskan jimat sendiri dari cangkangnya.
"Nona. Aku sudah mulai menetas," ucap Xue Qiu kegirangan.
"Menetas?" kata Yang Ruo Li sambil menatap bingung telur salju putih yang berada di hadapannya. Cangkang berwarna salju putih itu masih utuh dan belum berwujud hewan roh.
Xue Qiu mengerti kebingungan Yang Ruo Li sehingga tertawa kecil, sedangkan Lan Long yang berada di sampingnya juga ikut tersenyum walaupun tidak tahu apa yang sedang terjadi.
"Lihat baik-baik Nona," ucap Xue Qiu dengan semangat.
Tiba-tiba sepasang tangan dan kaki muncul di cangkang telur salju putih. Sepasang tangan dan kaki itu bukan berwujud bagian tubuh hewan melainkan berwujud tangan dan kaki manusia, lebih tepatnya tangan dan kaki dari anak kecil.
"Nona. Tanganku dan kakiku sudah muncul!" pekik Xue Qiu kegirangan sambil melompat-lompat. Akan tetapi, kali ini bukan cangkangnya yang melompat melainkan sepasang kakinya melompat dengan semangat.
Xue Qiu juga berlari mengelilingi Yang Ruo Li diikuti oleh Lan Long. Yang Ruo Li hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah kedua hewan rohnya.
Yang Ruo Li yakin rakyat Kota Shang Ri La pasti akan ketakutan melihat telur yang berlari dengan sepasang kaki diikuti Qi Lin yang berukuran singa.
Untung saja sekarang mereka sedang berada di dalam ruang dimensi sehingga Yang Ruo Li membiarkan Xue Qiu meluapkan rasa kegembiraannya.
***
Selamat siang readers. Hore. Xue Qiu sudah menetas tetapi cuma tangan dan kaki aja 😂😂.
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE