GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 152. Ajal tragis Yang Rong Xian


***Aula Besar Kota Shang Ri La***


Li Zhe Liang sengaja menggunakan sihir teleportasi untuk muncul di samping Yang Ruo Li. Pria dingin itu bisa merasakan kepedihan hati Yang Ruo Li selama tinggal di Kediaman Keluarga Yang.


Li Zhe Liang bertekad akan mengirim pasukan rahasia untuk menghancurkan Keluarga Yang setelah mereka kembali dari tugasnya membinasakan Keluarga Huo.


"Aku percaya padamu, Zhe Liang," ucap Yang Ruo Li sambil memeluk erat pinggang Li Zhe Liang.


Li Zhe Liang menepuk lembut punggung Yang Ruo Li. Mereka berdua tidak memedulikan tatapan tajam dari Wen Hui Min dan Pejabat Peng Chong.


Sementara Tetua Wu Yuan tetap berdiri tenang di belakang Yang Ruo Li. Orang tua itu bisa merasakan kekuatan cinta yang tulus di antara dua sejoli yang sedang berpelukan di depannya.


Hati Tetua Wu Yuan ikut bergembira. Tetua Wu Yuan yakin pria tampan misterius itu bisa melindungi nonanya dengan baik. Sihir teleportasi yang digunakan Li Zhe Liang sudah berada di tingkat tinggi, membuktikan kekuatan spiritual pria itu sangatlah hebat.


Huo Si Cheng merasa cemburu melihat Yang Ruo Li berpelukan mesra dengan Li Zhe Liang. Huo Si Cheng takut gadis muda itu akan mengurungkan niatnya untuk memberikan api surgawi kepadanya.


"Ruo Li! Aku akan membalaskan dendam untukmu sekarang!" teriak Huo Si Cheng dengan keras.


Yang Ruo Li melepaskan tangannya dari pinggang Li Zhe Liang dan melihat ke arah Huo Si Cheng sambil mengernyitkan alisnya, sedangkan Li Zhe Liang memberikan tatapan tajam ke Huo Si Cheng.


"Mati!" teriak Huo Si Cheng.


Huo Si Cheng menghunuskan pedangnya ke dada Yang Rong Xian tanpa ampun dan menarik keluar pedangnya dengan cepat.


"Kamu!" pekik Yang Rong Xian dengan mata terbelalak disertai tubuh terhuyung ke belakang.


Tepat saat Huo Si Cheng ingin menghunuskan pedangnya lagi ke tubuh Yang Rong Xian, Peng Xiao Ran mengalungkan cambuk cemetinya di leher Yang Rong Xian dan menariknya dengan kuat.


"Hatimu sangat busuk! Kamu pantas mati, Yang Rong Xian!" teriak Peng Xiao Ran sambil menjambak rambut Yang Rong Xian.


Huo Si Cheng menghunuskan pedangnya berkali-kali ke tubuh Yang Rong Xian. Begitupun juga dengan Peng Xiao Ran yang menjambak dan menampar wajah Yang Rong Xian berkali-kali.


Mereka berdua berlomba menyiksa tubuh Yang Rong Xian dengan kejam untuk mendapatkan kepercayaan dari Yang Ruo Li. Mereka tidak memedulikan darah Yang Rong Xian memuncrat mengenali wajah dan pakaian mereka berdua.


Kerumunan rakyat Kota Shang Ri La merasa ngeri dengan kekejaman Huo Si Cheng dan Peng Xiao Ran. Mereka mengalihkan perhatian dari aula besar secara spontan karena tidak tahan dengan sikap brutal yang ditunjukkan oleh dua anggota keluarga terpandang di Kota Shang Ri La.


"Dua orang yang bodoh!" kata hati Chong Yun, Lu Jing, dan Feng Teng bersamaan.


***


Tubuh kaku Yang Rong Xian terjatuh dengan keras di atas tanah. Kedua matanya terbuka lebar dengan darah bercucuran di seluruh tubuhnya dan leher yang hampir terpisah dari tubuhnya karena cambuk cemeti Peng Xiao Ran.


Bau amis darah menyebar di udara. Dalam waktu tiga puluh menit lebih, sudah meregang tiga nyawa dari anggota keluarga Yang. Tidak ada seorang pun bisa terlepas dari hukum karma.


"Rong Xian! Rong Xian!" Terdengar teriakan histeris dari seorang wanita.


Bersamaan dengan itu, seekor monster rajawali tingkat dua terbang turun di dekat tubuh Yang Rong Xian. Yang Rong Le melompat turun dari tubuh Rong Rong.


Yang Ruo Li memicingkan matanya ke arah Yang Rong Le. Gadis muda itu mengira Yang Rong Le masih tertinggal di dalam Hutan Tengkorak. Hampir saja Yang Ruo Li melupakan monster rajawali tingkat dua milik Yang Rong Le.


Walaupun monster rajawali tingkat dua itu lemah, bodoh, dan jelek tetapi bisa menjadi tunggangan yang cepat bagi pemiliknya.


***


"Rong Xian! Rong Xian! Di mana ibuku?" teriak Yang Rong Le sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling dengan tatapan penuh kebencian.


Kerumunan rakyat Kota Shang Ri La spontan menunjuk ke arah jasad Huo Rong yang tergeletak di samping setumpuk daging gosong terbakar tanpa wujud lagi yaitu tubuh Tetua Yang Sin.


Yang Rong Le berlari ingin mendekati jasad Huo Rong. Akan tetapi, bau daging bakar dari tubuh Tetua Yang Sin membuatnya mual sehingga gadis muka tembok itu tidak berani melangkahkan kakinya lebih dekat lagi.


Air mata mengalir di kedua sudut matanya. Pada awalnya Yang Rong Le pulang ke Kediaman Keluarga Yang dan tidak menemukan siapa pun di sana.


Yang Rong Le menuju Paviliun Ru Yi untuk mencari Li Zhe Liang. Tanpa sengaja gadis tidak tahu malu itu melihat Qi Lin membawa tubuh seorang wanita yang tidak sadarkan diri diikuti oleh rombongan Pengurus Ming Ye masuk ke dalam Paviliun Ru Yi.


Akhirnya Yang Rong Le berhasil mengetahui info dari salah satu penjaga Paviliun Ru Yi bahwa Yang Ruo Li sedang berada di aula besar Kota Shang Ri La bersama keempat anggota keluarga terpandang.


Yang Rong Le segera menyusul ke aula besar dengan menunggangi monster rajawali tingkat dua miliknya.


"Huo Si Cheng! Peng Xiao Ran! Ku bunuh kalian!" pekik Yang Rong Le sambil memusatkan kekuatan spiritual ke dalam kedua tangannya serta memukul tepat di dada Huo Si Cheng dan Peng Xiao Ran.


Tubuh Huo Si Cheng dan Peng Xiao Ran terjungkal ke atas tanah. Darah segar muncrat dari mulut mereka. Keduanya dengan cepat berdiri dan berlari kencang ke arah Yang Ruo Li.


"Kalian harus mati!" teriak Yang Rong Le seperti orang gila dan menghunuskan pedangnya mengejar Huo Si Cheng dan Peng Xiao Ran.


"Kak Ruo Li! Bakar Yang Rong Le dengan api surgawi," teriak Peng Xiao Ran.


"Ruo Li! Selamatkan aku!" teriak Huo Si Cheng.


Yang Ruo Li hanya bisa menggaruk hidungnya yang tidak gatal secara spontan. Sejak kapan dirinya berjanji akan menjadi pengawal pribadi kedua manusia tidak tahu malu itu?


Yang Ruo Li hanya berdiri dengan tenang sambil menunggu kesempatan untuk memukul tubuh Huo Si Cheng dan Peng Xiao Ran begitu mereka mendekat ke arahnya sehingga kedua orang itu akan menjadi sasaran empuk Yang Rong Le.


Kekuatan spiritual Li Zhe Liang menahan tubuh Huo Si Cheng dan Peng Xiao Ran sehingga kedua orang tidak tahu malu itu jatuh di samping Yang Ruo Li.


Yang Rong Le menghentikan pengejarannya dan menjatuhkan pedang di tangannya. Wajahnya berubah menjadi sendu dengan butiran air mata yang mengalir deras dari sudut mata.


Sangat berbeda jauh dengan wajah bengis dan kejam sewaktu mengejar Huo Si Cheng dan Peng Xiao Ran. Yang Ruo Li sampai mengira Yang Rong Le kemungkinan besar berkepribadian ganda.


***


Selamat malam readers. Bab ini author up pukul 21.40 wita. Semoga lancar ya karena ada adegan yang lumayan kejam.


Mohon maaf ya readers 🙏


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE