
***Gua Pegunungan Wu Dong***
Jalan bagian kiri di dalam gua sangat gelap gulita, tetapi bukan masalah besar bagi Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li mengeluarkan sedikit kobaran api surgawi di telapak tangannya sehingga ruangan gua itu menjadi terang dalam waktu singkat.
Yang Ruo Li dan Kera Purba menyusuri lorong gua yang sempit itu secara perlahan dan waspada.
Tidak ada monster ataupun makhluk apa pun yang muncul menghalangi perjalanan Yang Ruo Li. Akan tetapi, semakin jauh Yang Ruo Li menyusuri gua itu, udara di sekitarnya terasa semakin dingin dan menusuk, bahkan membuat bulu roma Yang Ruo Li dan Kera Purba berdiri.
Yang Ruo Li bisa merasakan ada sesuatu yang eksis di sekeliling gua, tetapi bukanlah makhluk hidup melainkan energi Yin yang terkumpul sangat banyak.
Yang Ruo Li menghentikan langkah kakinya dan melihat ke arah Kera Purba.
"Kera Purba! Apakah kamu bisa merasakan energi Yin yang semakin kuat dan banyak?" tanya Yang Ruo Li.
Kera Purba menganggukkan kepalanya dengan cepat pertanda dirinya pun merasakan energi Yin itu.
Energi Yin merupakan energi negatif dan biasanya berasal dari makhluk hidup yang mati. Semakin banyak yang mati dan semakin sengsara ketika ajal menjemput membuat energi Yin semakin besar.
"Apakah pernah ada pembantaian besar-besaran di dalam gua ini?" kata hati Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li semakin mempercepat langkah kakinya menyusuri lorong gua yang sempit. Gadis muda itu mempunyai firasat yang buruk akan apa yang ditemukannya nanti di ujung gua.
Akhirnya Yang Ruo Li dan Kera Purba tiba di ujung gua. Yang Ruo Li memperbesar bola api surgawi di atas telapak tangannya dan membagi bola api surgawi menjadi bola api kecil yang langsung terbang ke empat penjuru gua yaitu timur, barat, utara, dan selatan.
Dalam waktu singkat gua yang gelap gulita menjadi terang. Yang Ruo Li bisa melihat jelas ada jejak kaki yang banyak di atas tanah dan membuktikan ada sekelompok orang pernah berada di sini.
Mata Yang Ruo Li semakin membulat besar karena melihat beberapa sangkar besi besar berjejer di salah satu sudut gua.
Yang Ruo Li segera berjalan mendekati sangkar besi itu. Ada formasi lingkaran sihir yang menghalangi setiap sangkar besi dan terlihat jelas noda darah berserakan di dalam sangkar besi.
"Apakah semua sangkar ini dijadikan tempat mengurung orang?" kata hati Yang Ruo Li.
Wajah Yang Ruo Li memucat ketika menemukan beberapa kerangka tubuh di dalam sangkar besi yang lain.
Semua kerangka tubuh itu dalam posisi meringkuk. Yang Ruo Li bisa memastikan semua kerangka itu adalah kerangka anak kecil, yang berusia sekitar delapan sampai sepuluh tahun.
Semua kerangka anak kecil itu memiliki usia yang sama dengan para anak hilang di Kota Shang Ri La, Kota Chang Sa, dan Kota Cheng Du.
Semua kerangka itu hanya tersisa tulang putih dengan mulut terbuka lebar. Bisa dipastikan mereka menderita sebelum mati. Yang Ruo Li mengepalkan kedua tangannya dengan erat menahan emosinya.
"Nona Ruo Li! Nona Ruo Li!" teriak Kera Purba panik.
Tentu saja Yang Ruo Li tidak mengerti perkataan Kera Purba dan hanya bisa mendengar jelas pekikan panik dari mulut Kera Purba sehingga menatap ke arah hewan roh itu.
Kera Purba menunjuk ke sudut lain yang berada tidak jauh dari semua sangkar besi itu. Mata Yang Ruo Li mengikuti arah yang ditunjuk oleh Kera Purba.
Gadis muda itu tercengang dengan wajah tegang dan marah. Yang Ruo Li merasa dirinya berada di alam neraka. Kerangka anak kecil dengan tulang berwarna putih berserakan di sana, dengan kondisi yang sama mengenaskan.
Mata Yang Ruo Li memerah. Gadis muda itu berusaha mencari-cari apakah masih ada kehidupan di sekitarnya, tetapi sayangnya pencarian Yang Ruo Li sia-sia.
Yang Ruo Li tidak menyerah. Gadis muda itu berusaha memeriksa jenis lingkaran sihir yang mengelilingi setiap sangkar besi beserta kerangka anak kecil yang berserakan.
Beberapa saat kemudian Yang Ruo Li sudah berhasil mengetahui jenis lingkaran sihir itu dan bisa memastikan orang yang membuat lingkaran sihir itu berasal dari Sekte Sesat karena bahan-bahan untuk formasi lingkaran sihir berasal dari organ dalam beberapa jenis monster.
Kegunaan lingkaran sihir itu adalah mengurung roh para anak yang sudah mati dan memanfaatkannya untuk membuat ramuan ataupun pil elixir sesat.
Kultivator Sekte Sesat paling suka
bereksperimen dengan makhluk hidup dan juga suka menyiksa. Semakin banyak kebencian dan kesengsaraan dari korban yang disiksa akan membantu tingkat kultivasi kultivator Sekte Sesat semakin meningkat.
"Sekte Sesat sialan!" geram Yang Ruo Li.
Semua anak kecil itu sudah mengalami penderitaan yang berat saat mati dan roh mereka masih belum bisa terlepas dari kekuasaan Sekte Sesat.
Pantas saja energi Yin di dalam gua ini sangatlah kuat dan banyak. Yang Ruo Li memutuskan merusak formasi lingkaran sihir itu untuk membebaskan roh semua anak yang mati.
"Kera Purba! Awasi keadaan sekitar gua. Jangan biarkan siapa pun menggangguku menghancurkan formasi lingkaran sihir ini!" perintah Yang Ruo Li.
Kera Purba menganggukkan kepala dan duduk bermeditasi menggunakan sihir ilusi untuk menutupi keberadaan Yang Ruo Li di dalam gua.
Yang Ruo Li tidak menyia-nyiakan waktu dan mulai berusaha mencari celah untuk merusak formasi lingkaran sihir Sekte Sesat itu.
Yang Ruo Li yakin para kultivator Sekte Sesat itu pasti akan kembali ke gua ini sehingga dirinya harus secepatnya merusak formasi lingkaran sihir dan meninggalkan gua ini.
Yang Ruo Li memadukan api surgawi dan ilmu formasi warisan dari Master Beracun. Api Surgawi sangat ditakuti oleh Sekte Sesat sehingga Yang Ruo Li yakin lingkaran sihir ini bisa dihancurkan olehnya.
Dua puluh menit kemudian, Yang Ruo Li berhasil merusak semua lingkaran sihir Sekte Sesat.
"Kera Purba! Ayo kita pergi dari sini sekarang," ucap Yang Ruo Li.
Untuk menghindari kemungkinan bertemu dengan Sekte Sesat, Yang Ruo Li menggunakan jimat penghilang wujud dan juga kipas lipat abadi agar bisa secepatnya meninggalkan gua Pegunungan Wu Dong.
***
Selamat malam readers. Kasihan anak-anak ðŸ˜.
Bagaimana dengan anak yang masih hidup? Mereka berada dimana?
Ikutin terus ceritanya besok siang ya readers tercinta.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE