GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 24. Yang Ruo Li bukan si gadis misterius


***Paviliun Ru Yi***


Yang Ruo Li sedang melihat pakaian yang dijual di dalam toko pakaian Paviliun Ru Yi. Sha Sha mengambil satu pakaian berwarna biru langit yang dipajang di bagian paling atas dari tumpukan pakaian baru.


"Nona Yang Ruo Li! Pakaian ini sangat lembut dan memiliki kemampuan pertahanan diri. Pakaian ini adalah model terbaru yang dibuat oleh penjahit dari Kerajaan Dong Ming!" kata Sha Sha sambil tersenyum.


"Kerajaan Dong Ming?" gumam Yang Ruo Li dengan suara kecil.


Yang Ruo Li ingat ibu kandungnya, Mu Dan berasal dari Kerajaan Dong Ming sehingga tertarik dengan pakaian baru tersebut.


"Baiklah! Aku akan mencobanya," kata Yang Ruo Li.


Sha Sha mengantar Yang Ruo Li ke kamar ganti.


"Kamu tunggu di luar saja!" perintah Yang Ruo Li.


"Baik, Nona Yang Ruo Li!" jawab Sha Sha dan berjalan keluar dari kamar ganti.


Sha Sha yang berdiri di luar kamar ganti terkejut dengan kemunculan Li Zhe Liang secara tiba-tiba. Li Zhe Liang menjentikkan jarinya sehingga membuat Sha Shan mematung dengan tatapan mata kosong.


Li Zhe Liang membuka pintu kamar ganti dan berjalan masuk ke dalamnya. Sikap yang ditunjukkan oleh Yang Ruo Li sewaktu berada di Paviliun Ru Yi membuat Li Zhe Liang mencurigai gadis muda yang pintar, pendendam, dan kejam ini adalah gadis misterius yang melakukan hubungan istimewa dengannya di Hutan Tengkorak semalam.


Mungkin saja Yang Ruo Li sengaja mengelabuinya ketika mereka bertemu di tepi sungai Hutan Tengkorak sehingga Li Zhe Liang tertipu pada saat itu.


Yang Ruo Li sedang menundukkan kepala sambil mengancingkan pakaiannya. Tubuhnya membelakangi Li Zhe Liang sehingga Yang Ruo Li mengira Sha Sha yang sedang berjalan ke arahnya.


"Sha Sha! Bantu aku mengenakan pakaian ini dengan benar," kata Yang Ruo Li.


Pakaian baru berwarna biru langit itu berasal dari Kerajaan Dong Ming sehingga Yang Ruo Li tidak tahu bagaimana cara ikat pakaian itu yang terlihat lebih rumit daripada pakaian buatan Kerajaan Tang.


Ketika Yang Ruo Li membalikkan tubuhnya dan melihat wajah Li Zhe Liang, Yang Ruo Li terkejut dan mundur dua langkah.


Li Zhe Liang melesat bagaikan bayangan ke arah Yang Ruo Li. Dalam hitungan detik, kedua tangan Li Zhe Liang sudah melingkar erat di pinggang Yang Ruo Li.


Mata Yang Ruo Li membulat besar dan berusaha melepaskan diri dari Li Zhe Liang, tetapi kekuatannya kalah jauh dari kekuatan Li Zhe Liang.


Yang Ruo Li mengangkat pergelangan kanannya dan terlihat garis lurus hitam keluar dari senjata racunnya menuju ke tubuh Li Zhe Liang.


"Benar-benar gadis kejam!" kata Li Zhe Liang sambil tertawa kecil.


Kekuatan spiritual memancar dari tubuh Li Zhe Liang dan membuat garis lurus hitam yang berisi racun itu hilang seketika. Bahkan Yang Ruo Li bisa merasakan pergelangan tangannya menjadi kaku sehingga tidak bisa mengeluarkan senjata racunnya terhadap Li Zhe Liang lagi.


"Apa? Pria ini kuat sekali!" kata hati Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li sadar dirinya sama sekali bukanlah lawan dari Li Zhe Liang. Li Zhe Liang bisa dengan mudah membunuhnya sehingga Yang Ruo Li membiarkan saja pinggangnya dipeluk oleh Li Zhe Liang, tetapi akal sehatnya sedang berpikir keras bagaimana cara melepaskan diri dari Li Zhe Liang.


Li Zhe Liang menatap tajam Yang Ruo Li dan tidak berkata satu kata pun. Li Zhe Liang tahu Yang Ruo Li sedang memikirkan cara untuk membebaskan diri darinya.


Li Zhe Liang membiarkannya karena penasaran dengan rencana Yang Ruo Li melepaskan diri darinya.


"Kenapa dia ada di sini? Apakah karena mencurigaiku menculik hewan roh miliknya?" kata hati Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li sangat sadar diri dengan wajahnya yang buruk rupa sekarang sehingga mengesampingkan kemungkinan Li Zhe Liang mencarinya karena menyukainya. Spirit milik Li Zhe Liang yang menghilang adalah penyebab yang paling masuk akal.


"Aku ingat! Pria ini muak dengan sikap agresifku sewaktu di tepi sungai Hutan tengkorak," kata hati Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li masih mengingat dengan jelas tubuhnya terhempas jatuh ke atas tanah ketika berusaha mendekati Li Zhe Liang waktu itu sehingga dirinya ingin menggunakan cara yang sama untuk membuat Li Zhe Liang merasa muak terhadapnya.


"Tidak kusangka bisa bertemu dengan tuan tampan di sini. Kita memang berjodoh," kata Yang Ruo Li sambil memberikan tatapan mata berbinar-binar ke Li Zhe Liang.


Sudut bibir Li Zhe Liang terangkat sedikit karena perkataan Yang Ruo Li.


"Aku akan ikut bermain dalam sandiwaramu!" kata hati Li Zhe Liang.


"Cantik! Karena kita berjodoh, kita bisa melakukan hubungan istimewa di sini!" kata Li Zhe Liang.


Wajah Yang Ruo Li menjadi pucat seketika karena perkataan Li Zhe Liang dan berubah menjadi merah menahan marah ketika merasakan napas lembut Li Zhe Liang menerpa lehernya.


Kemana perginya pria dingin yang membuatnya terhempas jatuh ke tanah ketika berusaha mendekatinya? Bagaimana mungkin pria dingin itu bisa berubah sikap menjadi serigala yang siap menyantapnya setiap saat?


"Ka…kamu jangan bertindak sembarangan!" kata Yang Ruo Li dengan terbata-bata.


"Cantik! Bukannya kamu sangat menyukaiku?" tanya Li Zhe Liang.


Napas lembut Li Zhe Liang menyelimuti sepanjang leher Yang Ruo Li sehingga membuatnya semakin yakin perkataan yang diucapkan Li Zhe Liang bukanlah omong kosong belaka.


Sebenarnya Li Zhe Liang hanya ingin mencari tahu apakah ada aroma harum dan manis dari tubuh Yang Ruo Li seperti aroma yang terpancar dari gadis misterius itu.


Yang Ruo Li berusaha mencegah Li Zhe Liang melakukan hubungan istimewa dengannya. Kejadian semalam di Hutan Tengkorak itu karena pengaruh racun pemikat dan dirinya juga dalam keadaan tidak sadar.


"Aku bukan pria yang terpengaruh oleh penampilan," ucap Li Zhe Liang dengan santai.


Jari tangan Li Zhe Liang mulai membuka pakaian Yang Ruo Li. Dalam waktu singkat, bagian atas tubuh polos Yang Ruo Li terpampang di hadapan Li Zhe Liang.


"Ah!" Yang Ruo Li berteriak keras dan mendorong tubuh Li Zhe Liang sekuat tenaga. Kemudian memakaikan kembali pakaiannya yang terbuka dengan buru-buru.


"Kurang ajar! Tidak tahu malu! Hidung belang!" teriak Yang Ruo Li dengan emosi yang meledak-ledak.


Sementara Li Zhe Liang hanya berdiri mematung dengan pandangan mata kecewa. Gadis di hadapannya mempunyai kulit tubuh yang putih seperti salju, sangat menawan dan memesona. Tidak ada jejak apapun di tubuh Yang Ruo Li.


"Benarkah dia bukan gadis misterius itu?" kata hati Li Zhe Liang.


Walaupun Li Zhe Liang tidak tahu wajah gadis misterius itu, tetapi dirinya yakin hubungan istimewa yang dilakukannya telah meninggalkan banyak gigitan cinta di tubuh gadis itu, tetapi di tubuh Yang Ruo Li sama sekali tidak ada jejak gigitan cinta hasil karyanya semalam.


Li Zhe Liang tidak akan pernah menduga latihan kultivasi tahap pemurnian yang dilakukan oleh Yang Ruo Li di dalam ruang dimensi membuat semua bekas di tubuh menghilang seketika termasuk gigitan cinta yang ditinggalkan oleh Li Zhe Liang.


***


"Siapa yang memberimu izin pergi?" tanya Li Zhe Liang dengan nada suara dingin ketika melihat Yang Ruo Li hendak berlari meninggalkan kamar ganti.


Yang Ruo Li terpaksa menghentikan langkah kakinya dan berbalik melihat ke arah Li Zhe Liang.


"Tuan tampan! Aku sudah mempunyai tunangan. Tunanganku adalah Fu Jiu Yun. Aku tidak bisa melakukan hubungan istimewa denganmu," kata Yang Ruo Li dengan cepat.


Bagaimanapun juga Fu Jiu Yun adalah putra dari penguasa Kota Shang Ri La sehingga Yang Ruo Li sengaja menggunakan namanya supaya Li Zhe Liang melepaskannya hari ini.


"Aku tidak peduli dengan tunanganmu," ujar Li Zhe Liang sambil berjalan menghampiri Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li mematung di tempatnya dengan memegang erat pakaian yang sedang dikenakannya. Tubuhnya gemetaran, perpaduan rasa marah dan takut.


Sewaktu mendapatkan cincin lotus warisan Master Beracun, Yang Ruo Li sudah bersumpah di dalam hatinya untuk bersikap tegar dan kuat serta tidak akan takut terhadap siapa pun. Semua orang yang pernah menindasnya, akan mendapatkan balasan darinya.


Di hadapan Li Zhe Liang, Yang Ruo Li sama sekali tidak bisa melawan dan merasa terintimidasi. Yang Ruo Li yakin kekuatan Li Zhe Liang berpuluh kali lipat darinya.


"Kenapa dia gemetaran? Dia takut padaku?" kata hati Li Zhe Liang.


Li Zhe Liang lebih suka melihat Yang Ruo Li sebagai gadis yang kejam, pintar, dan pendendam.


"Kamu takut?" tanya Li Zhe Liang.


"Tidak!" jawab Yang Ruo Li.


"Kalau tidak takut, lepaskan genggaman tanganmu!" perintah Li Zhe Liang.


"Ah!" Yang Ruo Li berteriak keras ketika Li Zhe Liang menepis tangannya dengan keras sehingga terlepas dari genggaman pakaiannya.


Kemudian terlihat Li Zhe Liang membantunya mengikat serta mengancingkan pakaiannya dengan benar sehingga Yang Ruo Li menarik napas lega secara spontan.


Li Zhe Liang memegang wajah Yang Ruo Li dengan kedua tangannya sehingga mata mereka saling bertatapan.


"Semalam kamu berada di Hutan Tengkorak?" tanya Li Zhe Liang sambil mengamati dengan saksama wajah dan mata Yang Ruo Li ketika menjawab pertanyaannya.


"Tidak! Tadi pagi aku ke sana untuk mencari tanaman obat," jawab Yang Ruo Li dengan yakin.


"Ada melihat gadis jubah hitam membawa hewan roh di sana?" tanya Li Zhe Liang.


"Tidak ada!" jawab Yang Ruo Li.


"Pergilah!" perintah Li Zhe Liang.


Saat ini Li Zhe Liang yakin Yang Ruo Li bukanlah gadis misterius semalam. Semua bukti di hadapannya sangat nyata dan membuat rasa kecewa yang besar di dalam hatinya.


"Ba..baik, tuan tampan!" kata Yang Ruo Li dan segera berlari keluar dari kamar ganti.


***


Halo readers. Bab ini author up pukil 16.40 wita dan ceritanya lebih panjang ya.


Di tunggu kelanjutan ceritanya besok


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE