
***Ruang dimensi cincin lotus***
"Li Er. Tatap aku!" kata Li Zhe Liang dengan suara lembut.
Yang Ruo Li mengangkat kepalanya perlahan dan bertatapan langsung dengan Li Zhe Liang. Wajah Li Zhe Liang yang tenang tanpa amarah membuat perasaan Yang Ruo Li lebih baik.
"Li Er. Kamu gadis di malam itu?" tanya Li Zhe Liang.
"Iya," jawab Yang Ruo Li.
Li Zhe Liang memeluk erat tubuh Yang Ruo Li dan membelai kepala gadis muda itu dengan lembut.
"Aku senang mengetahui kebenaran ini," ucap Li Zhe Liang, beberapa saat kemudian.
Yang Ruo Li mengangkat kepalanya sehingga melihat jelas raut wajah Li Zhe Liang.
"Benarkah? Bukankah kamu akan membunuh gadis di malam itu jika kamu menemukannya?" tanya Yang Ruo Li.
Li Zhe Liang tertawa kecil mendengar pertanyaan Yang Ruo Li.
"Li Er tidak mau mengakuinya selama ini karena takut dibunuh olehku?" tanya Li Zhe Liang.
"Tidak juga. Aku hanya tidak ingin kamu membenciku dan hubungan kita rusak setelah mengetahui kebenaran," jawab Yang Ruo Li jujur.
"Gadis bodoh," ucap Li Zhe Liang sambil mencubit gemas hidung mancung Yang Ruo Li.
"Memang benar aku akan membunuh siapapun yang mengaku sebagai gadis di malam itu, kecuali kamu," lanjut Li Zhe Liang.
"Aku memang bodoh," ucap Yang Ruo Li sambil tertawa kecil.
Yang Ruo Li merasa lega Li Zhe Liang tidak menyalahkannya dan bahkan kebenaran yang terungkap ini membuat hubungan mereka berdua semakin erat.
"Li Er. Ceritakan semua kejadian di Hutan Tengkorak waktu itu. Aku yakin kamu tidak mungkin muncul di sana tanpa sebab dan tubuhmu menyebarkan bau harum dan manis yang membuatku tidak bisa mengontrol diri waktu itu. Aku minta maaf padamu, Li Er."
"Saat itu aku terkena racun pemikat dari Peng Xiao Ran, yang diberikan oleh Yang Rong Xian. Jika kamu tidak muncul di malam itu, mungkin nasibku akan lebih tragis," jawab Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li menceritakan semua kejadian di Hutan Tengkorak, dari awal dirinya berjodoh dengan cincin lotus warisan Master Beracun tentang ilmu beracun, tingkatan kultivator, dan formasi hingga bertemu dengan Li Zhe Liang di sana.
"Zhe Liang, bisa dikatakan Master Beracun dan kamu yang menyelamatkanku malam itu sehingga aku bisa hidup sampai saat ini," ucap Yang Ruo Li, setelah selesai menceritakan semuanya ke Li Zhe Liang.
"Li Er. Aku akan mencintai dan melindungimu selamanya," janji Li Zhe Liang.
"Aku juga," balas Yang Ruo Li.
Beberapa saat kemudian Yang Ruo Li membawa Li Zhe Liang keluar dari ruang dimensi.
Chong Yun, Lu Jing, dan Feng Teng gembira melihat keadaan Li Zhe Liang yang semakin baik. Mereka yakin Yang Ruo Li bisa menyembuhkan Li Zhe Liang.
***
Keesokan harinya rombongan Li Zhe Liang berangkat menuju Kota Shang Ri La dengan menggunakan puluhan kereta kuda karena harus membawa serta seratus anak kecil yang berhasil diselamatkan.
Li Zhe Liang duduk bersandar di dalam kereta kuda yang ditarik oleh empat ekor kuda hitam, hewan roh tingkat empat, sedangkan Yang Ruo Li duduk di sampingnya mengupas buah jeruk untuk Li Zhe Liang.
"Tuan. Bangsawan Fu Chen dan Putri Tang Ying tewas oleh tembakan anak panah dari prajurit Jenderal Zhang, atas perintah Pangeran Tang Song. Rakyat Kota Shang Ri La cemas karena tidak ada penguasa kota di sana saat ini," lapor Lu Jing.
"Kematian Bangsawan Fu Chen merupakan keberuntungan untuk rakyat Kota Shang Ri La. Aku tidak menyangka Tang Song mengorbankan Tang Ying untuk membunuh Bangsawan Fu Chen," ucap Yang Ruo Li.
"Bagaimana keadaan keamanan Kota Shang Ri La saat ini?" tanya Li Zhe Liang.
"Jenderal Zhang meninggalkan dua ratus orang prajuritnya untuk berjaga di kota Shang Ri La, sedangkan Jenderal Zhang kembali ke Kerajaan Tang," jawab Lu Jing.
"Perintahkan sisa pasukan rahasia untuk menyusup ke dalam Kota Shang Ri La terlebih dahulu dan menunggu perintah dariku!" ucap Li Zhe Liang.
"Baik tuan," jawab Lu Jing.
Saat ini pasukan rahasia yang ikut dalam rombongan kereta kuda sejumlah 100 orang, sedangkan sisa pasukan rahasia berpencar dan menunggu perintah dari Li Zhe Liang.
"Zhe Liang. Apakah kamu curiga prajurit Kerajaan Tang akan menghalangi kita di sana?" tanya Yang Ruo Li.
"Aku ada rencana yang bisa membuat para prajurit Kerajaan Tang ketakutan dan tidak berani mengusik kita," jawab Li Zhe Liang.
"Apa rencanamu?" tanya Yang Ruo Li.
***Paviliun Ru Yi***
Tetua Wu Yuan, Li Jian Ming, dan para penjaga Paviliun Ru Yi berdiri di depan pintu masuk setelah mendapatkan kabar rombongan Yang Ruo Li akan tiba dalam waktu dekat.
Para orang tua yang kehilangan anak juga berkumpul di sana. Ada yang berasal dari Kota Shang Ri La, Kota Cheng Du, dan kota Chang Sa.
Sementara itu seratus orang prajurit Jenderal Zhang juga berada di sana dengan sikap siaga.
"Mereka sudah tiba!"
"Anakku! Aku bisa bertemu anakku!"
"Nona Ruo Li dewi penyelamat!"
"Kalian semua tenang! Jangan membuat keributan!" gertak salah satu prajurit Kerajaan Tang.
Kerumunan orang yang menunggu kedatangan rombongan Yang Ruo Li, segera menutup rapat mulut mereka. Akan tetapi, pandangan mata mereka tidak lepas dari rombongan kereta kuda yang semakin mendekat.
"Ha..harimau putih?"
"Qi…Qi Lin?"
Kali ini anggota prajurit Kerajaan Tang yang berteriak keras. Wajah para prajurit menjadi pucat dan ketakutan saat melihat di bagian paling depan dari deretan kereta kuda, ada sosok sepasang pria dan wanita.
Sosok pria duduk di atas punggung harimau putih, sedangkan sosok wanita duduk di atas punggung Qi Lin. Mereka berdua adalah Li Zhe Liang dan Yang Ruo Li. Mereka berdua terlihat sangat serasi dengan pakaian serba putih yang bercorak khas pakaian Kerajaan Dong Ming.
Para prajurit Kerajaan Tang saling memberi isyarat mata satu sama lain dan meninggalkan tempat itu dengan cepat. Yang Ruo Li tersenyum kecil karena rencana Li Zhe Liang berhasil mengusir para prajurit Kerajaan Tang tanpa perlu terlibat dalam pertarungan di depan umum.
**
"Nona Ruo Li!" sapa Tetua Wu Yuan.
"Ruo Li!" panggil Li Jian Ming sambil tersenyum.
"Tetua Wu Yuan, Jian Ming. Aku temui ibuku dulu," ucap Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang melewati kerumunan orang menuju ke dalam Paviliun Ru Yi dengan masih menunggangi Shan Dian dan Lan Long.
Sementara Lu Jing, Feng Teng, Chong Yun, dan pasukan rahasia membantu menurunkan anak-anak dari kereta kuda untuk berkumpul dengan keluarga yang menjemput mereka saat ini.
***
Mu Dan menyambut kepulangan Yang Ruo Li dengan senang. Chun Hua sudah menceritakan semua kejahatan Keluarga Yang terhadap Yang Ruo Li selama ini ke Mu Dan.
Mu Dan pun memutuskan memberitahu semua masa lalunya di Kerajaan Dong Ming ke Yang Ruo Li termasuk tentang Chen Yi, ayah kandung Yang Ruo Li.
Pada saat Yang Ruo Li memberitahukan rencananya untuk ke Kerajaan Dong Ming, Mu Dan menyetujuinya dengan cepat.
Tetua Wu Yuan dan Li Jian Ming menemui Yang Ruo Li setelah semua kerumunan orang tua sudah pulang ke rumah masing-masing bersama anak yang diselamatkan oleh rombongan Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li memberitahukan rencananya pergi ke Kerajaan Dong Ming dan kemungkinan besar tidak akan pulang ke Kota Shang Ri La dalam waktu dekat.
Ketika Yang Ruo Li ingin mengembalikan Paviliun Ru Yi ke Li Jian Ming, pria itu menolaknya. Li Jian Ming berjanji akan membantu menjaga Paviliun Ru Yi milik Yang Ruo Li selama kepergian gadis muda itu.
Paviliun Ru Yi di urus oleh Pengurus Ming Ye dan Sha Sha, sedangkan Chun Hua akan ikut Yang Ruo Li ke Kerajaan Dong Ming. Bahkan Tetua Wu Yuan pun ikut serta ke sana dan Li Zhe Liang tidak melarangnya.
***
Finally tambah satu bab lagi ya.
End di bab 235. Angka cantik 😊
Bab nya bersamaan up dengan bab ini.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR: LYTIE