GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 65. Kepulangan Bangsawan Fu Chen


***Taman Kediaman Wen Hui Min***


Si Han berjalan masuk ke taman dan memberi hormat kepada Wen Hui Min.


"Nyonya besar! Si Han sudah membawa pulang pedang penghancur dan ini adalah rantai besi yang mengikat tubuh ibu Yang Ruo Li selama ini," lapor Si Si Han sambil memperlihatkan pedang penghancur dan rantai besi yang rusak.


"Bawa kemari pedang penghancur. Aku akan memeriksanya!" perintah Wen Hui Min.


"Baik, Nyonya besar!" jawab Si Han.


Si Han menyerahkan pedang penghancur ke tangan Wen Hui Min, sedangkan rantai besi yang rusak itu tidak mau disentuh sama sekali oleh Wen Hui Min.


Tentu saja Wen Hui Min tahu perkataan Yang Ruo Li tentang rantai besi yang mengikat Mu Dan selama enam belas tahun adalah benar dan bukan hasil rekayasa Yang Ruo Li.


Hanya saja Mu Dan yang lemah dan gila tidak lagi memiliki nilai berharga yang bisa dimanfaatkan oleh Wen Hui Min lagi sehingga dirinya tidak mau menolong Mu Dan dan melupakan budi dari Mu Dan terhadapnya.


Sesuai dengan dugaan Li Zhe Liang, bubuk abu-abu yang dioleskan Yang Ruo Li di rantai besi yang rusak adalah obat penawar untuk racun bubuk hitam di pedang penghancur.


Yang Ruo Li ingin membuat takdir hidup Wen Hui Min berada di tangan wanita rubah licik itu sendiri. Jika saja Wen Hui Min mempunyai sedikit rasa bersalah terhadap Mu Dan maka Wen Hui Min akan memegang rantai besi itu sehingga racun bubuk hitam di pedang penghancur tidak berpengaruh di tubuh Wen Hui Min.


Begitu juga sebaliknya dan pilihan Wen Hui Min adalah mengabaikan rantai besi itu.


Wen Hui Min memegang gagang pedang penghancur dan menyentuh mata pisaunya secara perlahan untuk memeriksa apakah pedang penghancurnya asli atau palsu. 


Wen Hui Min sama sekali tidak menyadari bubuk hitam yang tak terlihat oleh mata itu telah meresap masuk ke dalam tubuhnya secara perlahan.


"Kakak! Apakah pedang penghancurnya asli?" tanya Bai Ching Ching.


"Iya!" jawab Wen Hui Min ketus.


Entah mengapa Wen Hui Min merasakan kemarahan yang muncul tanpa sebab di dalam pikirannya ketika menatap wajah Bai Ching Ching.


Seorang pelayan wanita berlari tergesa-gesa ke hadapan Wen Hui Min.


"Nyonya besar! Kepala pengurus Keluarga Peng datang dan meminta pertanggungjawaban Tuan muda Fu Jiu Yun terhadap Nona Peng Wei Wei. Nona Peng Wei Wei harus menjadi istri resmi tuan muda Fu Jiu Yun," lapor pelayan wanita itu.


Bersamaan dengan itu, seorang pelayan wanita lainnya juga berlari masuk ke taman.


"Nyonya Besar! Kepala pengurus Keluarga Lim datang dan meminta pertanggungjawaban tuan muda terhadap Nona Lim Hsuang Hsuang. Nona Lim Hsuang Hsuang harus menjadi istri resmi tuan muda Fu Jiu Yun dan tidak mau menjadi selir," lapor pelayan wanita.


Wen Hui Min merasakan sakit kepala yang luar biasa setelah mendengarkan kedua laporan itu. 


"Aku sudah meminta mereka berdua bersabar menunggu, tetapi mereka mendesakku sekarang. Perkataanku diabaikan! Semua orang melawanku sekarang!" teriak Wen Hui Min.


Kemarahan Wen Hui Min meledak seketika. Muncul keinginan kuat untuk membunuh semua orang yang menentangnya saat ini.


"Matilah!" teriak Wen Hui Min sambil menghunuskan pedang penghancur ke tubuh kedua pelayan wanita yang melapor tadi.


Satu persatu pelayan wanita pribadi yang berada di dekat Wen Hui Min terkena sayatan pedang penghancur dan berjatuhan di lantai.


"Nyonya besar! Tenanglah!" teriak Si Han panik.


Sebagai pengawal Kediaman Bangsawan Fu Chen, Si Han tidak berani mengeluarkan jurus ilmunya untuk melawan Wen Hui Min sehingga hanya bisa berusaha  menenangkan Wen Hui Min.


Wen Hui Min sama sekali tidak mendengarkan perkataan Si Han. Dirinya mengayunkan pedang penghancur ke semua orang yang menghalangi jalannya. Para selir ketakutan dan berteriak histeris. Mereka berlari menjauhi Wen Hui Min. 


Teriakan mereka membuat Wen Hui Min semakin mengganas dan mengejar mereka. Bai Ching Ching yang malang tidak bisa berlari cepat karena sedang hamil tua dan dengan mudah ditangkap oleh Wen Hui Min.


Wen Hui Min menarik rambut Bai Ching Ching dan menatap sinis perutnya yang membesar.


"Wanita murahan! Kamu dan anakmu harus mati!" teriak Wen Hui Min.


Wen Hui Min menghunuskan pedang penghancur ke perut Bai Ching Ching dan menyebabkan selir muda kesayangan Bangsawan Fu Chen itu menghembuskan napas terakhirnya dalam keadaan mata terbelalak.


Wen Hui Min menghempaskan tubuh Bai Ching Ching di lantai dan mengejar selir yang lainnya. Si Han segera berlari ke arah ruangan kolam es untuk mencari Fu Jiu Yun.


***


Bangsawan Fu Chen memiliki firasat yang tidak baik dan mempercepat laju kudanya menuju kediamannya.


Bangsawan Fu Chen melompat turun dari kuda dan melangkahkan kakinya memasuki Kediaman. Tidak ada satu orang penjaga pun di pintu masuk sehingga muncul rasa kekhawatiran di dalam hati Bangsawan Fu Chen.


Terlebih lagi pada saat Bangsawan Fu Chen melihat bangunan yang runtuh dan banyaknya pecahan puing-puing berserakan di dalam kediaman.


"Pengawal! Apa yang terjadi?" teriak Bangsawan Fu Chen.


Bangsawan Fu Chen berteriak dengan menggunakan kekuatan spiritualnya sehingga beberapa pengawal yang terluka bergegas berlari ke arahnya.


"Apa yang terjadi?" tanya Bangsawan Fu Chen.


"Nyo...nyonya besar mengamuk dan membunuh banyak orang,"jawab salah satu pengawal terbata-bata.


"Wen Hui Min? Di mana dia sekarang?" tanya Bangsawan Fu Chen.


"Di taman kediaman nyonya besar. Tuan muda Fu Jiu Yun sedang menenangkannya," jawab pengawal yang lain.


Bangsawan Fu Chen segera berlari ke arah taman kediaman Wen Hui Min.


***


"Wanita murahan! Menggoda suamiku! Matilah!" teriak Wen Hui Min sambil menghunuskan pedangnya ke tubuh selir ketiga Bangsawan Fu Chen.


"Ibu! Hentikan!" teriak Fu Jiu Yun.


Fu Jiu Yun menarik tangan selir ketiga sehingga wanita malang itu berhasil lolos dari tusukan pedang penghancur.


Bersamaan dengan itu, Bangsawan Fu Chen tiba di sana. Hal pertama yang terlihat olehnya adalah tubuh Bai Ching Ching tergeletak di lantai dengan perut berlumuran darah.


"Tidak! Ching Ching! Anakku!" teriak Bangsawan Fu Chen histeris.


"Wanita kejam!" teriak Bangsawan Fu Chen. Bangsawan Fu Chen menatap penuh kebencian ke arah Wen Hui Min.


Kekuatan spiritual terkumpul di kedua telapak tangan dan memukul dada Wen Hui Min dengan keras.


"Ibu!" teriak Fu Jiu Yun.


Fu Jiu Yun melihat Wen Hui Min terlempar jauh dan jatuh ke lantai. Darah segar memuncrat dari mulutnya dan akhirnya pingsan di sana. 


Fu Jiu Yun menghadang di depan Bangsawan Fu Chen yang ingin membunuh  Wen Hui Min.


"Ayah, tenanglah! Ibu tidak mungkin membunuh sembarangan! Pasti ada yang meracuninya!" ucap Fu Jiu Yun.


Perkataan Fu Jiu Yun membuat Bangsawan Fu Chen menghentikan aksinya. Dirinya menatap saksama wajah putra satu-satunya.


"Jiu Yun! Aku akan menyelidikinya. Jika memang ibumu yang salah, aku tidak akan segan membunuhnya dengan kedua tanganku!" kata Bangsawan Fu Chen dengan tegas.


"Pengawal! Bawa dia pergi dan ikat di kamarnya!" perintah Bangsawan Fu Chen.


"Baik, tuan besar!" jawab pengawal dan segera mengangkat tubuh Wen Hui Min meninggalkan taman.


***


Halo readers setia. Hari ini sudah up 3 bab ya. Bab ini up puk 22.00 wita. Semoga ga ketahan semalaman lagi 😭😭. Author mohon maaf jika cerita bab ini agak kejam 🙏


Crazy up seminggu sudah berakhir ya readers. Mulai besok novel ini tetap akan up setiap hari. minimal satu bab ya.


Dukung terus karya ini ya readers.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE