
***Lembah Pegunungan Wu Dong***
Li Zhe Liang tersenyum sinis mendengar jawaban Wu Kong. Pria dingin itu menatap tajam Wu Kong sehingga membuat tubuh Wu Kong gemetaran karena terintimidasi.
Apa lagi Wu Kong masih mengingat jelas ada monster naga bertanduk yang muncul dari punggung Li Zhe Liang tadi.
"Aku hitung sampai tiga! Kamu boleh pilih mati dengan cepat atau siksaan perlahan hingga mati, dari jawabanmu!" ancam Li Zhe Liang.
"Tuan. Aku benar-benar tidak tahu. A Liang berhasil melarikan diri dari Paviliun Wu Dong. Bangsawan Fu Chen sedang mencarinya juga," jawab Wu Kong sambil berlutut di depan Li Zhe Liang.
Tubuh Wu Kong sudah terluka parah sehingga dirinya berbicara jujur karena menginginkan kematian yang cepat, bukan siksaan.
"Li Er tidak ada di sini? Tidak mungkin! Aku bisa merasakan indra spiritual Kera Purba," kata hati Li Zhe Liang.
Walaupun Kera Purba tidak mengikat kontrak dengan Li Zhe Liang, tetapi gelang abadi yang dipakai di kepala Kera Purba membuat Li Zhe Liang bisa merasakan indra spiritual Kera Purba.
Hal itu jugalah yang membuat Li Zhe Liang mengjrim Kera Purba ikut Yang Ruo Li agar dirinya bisa mengetahui keberadaan gadis muda kesayangannya itu.
Indra spiritual Kera Purba baru saja dirasakan Li Zhe Liang beberapa saat yang lalu. Li Zhe Liang menduga Yang Ruo Li bersembunyi di dalam ruang dimensi untuk menghindari pengejaran prajurit Bangsawan Fu Chen sewaktu terluka.
"Li Er pasti berada di dalam ruang rahasia bawah tanah," kata hati Li Zhe Liang.
Seluruh pasukan rahasia Li Zhe Liang sudah menggeledah semua tenda dan juga setiap ruangan untuk menemukan Yang Ruo Li serta hasilnya nihil.
Li Zhe Liang yakin ada ruang rahasia bawah tanah di lembah Pegunungan Wu Dong ini.
"Tunjukkan ruang rahasia bawah tanah!" perintah Li Zhe Liang.
Wu Kong terkejut mendengar perkataan Li Zhe Liang. Wu Kong tidak menyangka Li Zhe Liang bisa menebak ada ruang rahasia bawah tanah di sana.
"Ba…baik tuan," jawab Wu Kong terbata-bata.
***
Wu Kong membawa rombongan Li Zhe Liang tiba di hadapan dinding pembatas bebatuan.
Lu Jing dan Feng Teng maju ke depan dan memeriksa dinding pembatas bebatuan itu. Beberapa saat kemudian, mereka berdua melaporkan hasilnya ke Li Zhe Liang.
"Tuan. Dinding pembatas bebatuan ini dilindungi formasi sehingga tidak bisa membukanya," lapor Feng Teng.
"Fu Rong! Pilih ahli formasi dari pasukan rahasia untuk membuka dinding pembatas ini," ucap Lu Jing.
"Terlalu lama!" ujar Li Zhe Liang dengan singkat.
Li Zhe Liang melangkahkan kakinya maju ke depan dan memegang dinding pembatas bebatuan. Li Zhe Liang memejamkan rapat kedua matanya untuk mencoba merasakan indra spiritual Kera Purba.
"Li Er ada di dalam!" ucap Li Zhe Liang yakin.
"Zhe Liang! Kamu tidak boleh menggunakan kekuatan spiritual," larang Chong Yun.
"Aku akan menggunakan monster naga bertanduk," jawab Li Zhe Liang dengan wajah tanpa ekspresi.
Bayangan monster naga bertanduk muncul dari punggung Li Zhe Liang lagi.
"Hancurkan dinding pembatas bebatuan!" perintah Li Zhe Liang.
"Aku tidak mau!" bantah monster naga bertanduk.
Pedang Api Kunlun berubah wujud menjadi lebih besar dan mengayunkan mata pedangnya ke punggung monster naga bertanduk tanpa ampun.
Roarrr! Roarrr!
Monster naga bertanduk berteriak kesakitan. Hewan roh buas itu tidak menyangka dirinya akan menjadi budak Li Zhe Liang saat ini.
Monster naga bertanduk dapat merasakan Li Zhe Liang yang lemah karena keracunan telah berubah menjadi orang yang sangat menakutkan dan bertemperamen buruk serta kejam.
Monster naga bertanduk terpaksa menghancurkan dinding pembatas bebatuan di bawah ancaman Pedang Api Kunlun dan intimidasi dari Li Zhe Liang.
***
Monster naga bertanduk kembali ke dalam punggung Li Zhe Liang dengan perasaan kesal setelah menjalankan perintah Li Zhe Liang. Pedang Api Kunlun bagaikan satpam yang mengawal monster naga bertanduk sehingga hewan roh buas itu tidak mempunyai kesempatan untuk mengambil alih tubuh Li Zhe Liang.
Walaupun begitu, monster naga bertanduk bisa merasakan tubuh Li Zhe Liang semakin lemah karena tidak beristirahat dengan berbaring di atas tempat tidur melainkan memaksakan diri dalam perjalanan menemukan Yang Ruo Li.
Monster naga bertanduk yang licik siap siaga mengambil alih tubuh Li Zhe Liang jika muncul kesempatan emas nantinya.
Rombongan Li Zhe Liang melangkah masuk ke dalam ruang rahasia bawah tanah setelah dinding pembatas bebatuan itu hancur.
"Ke arah sini!" perintah Li Zhe Liang sambil berjalan di depan. Li Zhe Liang dapat merasakan indra spiritual Kera Purba semakin dekat.
Lu Jing, Feng Teng, dan Chong Yun mengikuti Li Zhe Liang dari jarak terdekat. Mereka bertiga mengharapkan Yang Ruo Li bisa segera ditemukan.
Mereka semua tahu Li Zhe Liang sedang memaksakan diri dan kondisi tubuhnya tidak dapat bertahan lebih lama lagi.
Semula Chong Yun berniat menasehati Li Zhe Liang, tetapi dirinya sangat mengenal sifat keras kepala Li Zhe Liang sehingga mengurungkan niatnya.
***
Sementara Yang Ruo Li bertarung dengan Yi Bo. Nyala api surgawi menyelimuti pedang terbang, yang menjadi senjata Yang Ruo Li.
Walaupun serangan Yang Ruo Li sangat gesit dan cepat, tetapi Yi Bo bisa mengelaknya. Pengalaman bertarung Yi Bo sebagai pemimpin Sekte Sesat sangat banyak sehingga saat ini Yang Ruo Li menghadapi lawan yang cukup tangguh.
"Serangan awan hitam!" teriak Yi Bo.
Sosok tubuh Yi Bo berubah menjadi awan hitam tebal dan terbang ke arah Yang Ruo Li dengan cepat. Awan hitam itu menyelimuti tubuh Yang Ruo Li sehingga gadis muda itu merasakan kesulitan bernapas. Pedang terbang di tangan Yang Ruo Li pun terlepas.
Ini pertama kalinya Yang Ruo Li berhadapan langsung dengan ilmu sesat hitam yang sangat mengerikan. Bahkan Yang Ruo Li tidak bisa mengaktifkan api surgawi di dalam tubuhnya karena serangan Yi Bo sangat cepat.
"Nona!" teriak Xue Qiu dan Lan Long bersamaan.
"Nona Ruo Li!" teriak Kera Purba.
Mereka bertiga melompat ke arah tubuh Yang Ruo Li untuk membantu melepaskan awan hitam tersebut, tetapi tubuh mereka bertiga terpental dan jatuh terhempas ke atas tanah.
"Aku tidak boleh mati! Zhe Liang dan ibu masih menungguku," tekad hati Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li meronta-ronta, berusaha melepaskan diri dari belenggu awan hitam.
"Li Er!"
"Nona!"
Dua suara bersamaan terdengar oleh Yang Ruo Li. Bersamaan dengan itu satu berkas cahaya putih menembus awan hitam sehingga tubuh Yang Ruo Li terbebas dari kurungan awan hitam itu.
"Sialan kamu, Lan Xi!" pekik Yi Bo.
"Lawanmu adalah aku!" balas Lan Xi.
Yi Bo sebagai pemimpin Sekte Sesat dan Lan Xi sebagai murid pertama aliran putih Tianshuang bertarung dengan dahsyat, sedangkan Lan Long, Xue Qiu, dan Kera Purba segera berlari ke arah Yang Ruo Li tanpa memedulikan luka di tubuh mereka.
"Nona tidak apa-apa?" tanya mereka bertiga.
"Tidak apa-apa. Apakah kalian terluka?" tanya Yang Ruo Li.
"Terluka sedikit," jawab mereka bertiga bersamaan.
Yang Ruo Li mengeluarkan tiga butir pil elixir spiritual racikannya dan memberikannya ke Lan Long, Xue Qiu, serta Kera Purba. Mereka bertiga menerima pil elixir spiritual itu dengan senang.
Sementara mata Yang Ruo Li melihat ke sekeliling karena dirinya mendengar jelas suara Li Zhe Liang tadi.
"Zhe Liang!"ucap Yang Ruo Li sambil tersenyum lebar.
Yang Ruo Li segera berlari ke arah rombongan Li Zhe Liang diikuti oleh Lan Long, Xue Qiu, dan Kera Purba.
"Nona Ruo Li!" sapa Lu Jing dan Feng Teng bersamaan, sedangkan Chong Yun menatap Yang Ruo Li dari atas kepala sampai ujung kaki.
"Kamu sangat hebat Zhe Liang. Bisa mengenalinya dalam penampilan wujud pria," puji Chong Yun.
Lu Jing dan Feng Teng mempunyai pemikiran yang sama dengan Chong Yun. Mereka berdua sama sekali tidak bisa mengenali Yang Ruo Li dalam wujud pria tadi jika Li Zhe Liang tidak berteriak menyebut nama Li Er.
Lagi pula Yang Ruo Li menggunakan jimat pengubah wujud yang baru dan penampilannya sangat berbeda dengan jimat pengubah wujud yang diberikan oleh Li Zhe Liang ketika berada di Paviliun Ru Yi.
Li Zhe Liang dan Yang Ruo Li saling bertatapan dengan pandangan mata rindu. Li Zhe Liang merasa lega karena berhasil menemukan Yang Ruo Li dalam keadaan baik-baik, sedangkan Yang Ruo Li sangat bahagia karena Li Zhe Liang datang menyusulnya.
Suara cempreng Chong Yun membuyarkan tatapan mesra antara Li Zhe Liang dan Yang Ruo Li.
"Yang Ruo Li. Siapa pria itu?" tanya Chong Yun penasaran sambil menunjuk ke arah Lan Xi yang masih bertarung dengan Yi Bo. Bahkan sisa lima orang pengikut Yi Bo juga menyerang Lan Xi.
"Dia Lan Xi, temanku. Lan Xi membantuku mencari anak yang hilang," jawab Yang Ruo Li dengan jujur.
"Lu Jing, Feng Teng!" panggil Li Zhe Liang.
"Baik tuan," jawab Lu Jing dan Feng Teng bersamaan.
Mereka berdua langsung mengerti maksud Li Zhe Liang dan terjun ke dalam pertarungan membantu Lan Xi.
***
Selamat malam readers. Ceritanya lanjut besok ya🤗🙏.
Bagaimana reaksi Li Er sewaktu mengetahui racun di tubuh Zhe Liang?
Dukung terus yuk novel Gadis Beracun, dengan memberikan nilai bintang 5🌟,klik tombol favorit, vote, hadiah, tips iklan, dan komentar positif. Sudah mau tamat nih, otw 😄😄.
Semoga silver fans novel Gadis Beracun bisa bertambah ya🤗🙏.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR: LYTIE