GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 178. Menemukan Xue Qiu


***Tepi sungai di dalam Hutan Tengkorak***


Li Zhe Liang berdiri dari atas batu besar tempat duduknya tadi. Pandangan matanya menatap ke arah puluhan ikan salju berekor pelangi yang tergeletak di tepi sungai.


Li Zhe Liang menjentikkan jari tangannya sehingga puluhan ikan salju berekor pelangi itu terbang ke arahnya. Li Zhe Liang menyimpannya ke dalam cincin penyimpan batu rubi miliknya.


Tentu saja puluhan ikan salju berekor pelangi itu akan dijadikan hadiah untuk Yang Ruo Li. Sudut bibir Li Zhe Liang terangkat sedikit mengingat kembali pertemuannya dengan Yang Ruo Li di tepi sungai ini.


Kekejaman dan kecerdikan Yang Ruo Li membohongi Peng Wei Wei tentang ramuan kecantikan membuatnya tertarik pada gadis muda itu dan berifrasat Yang Ruo Li lah gadis muda yang berhubungan istimewa dengannya di Hutan Tengkorak.


Walaupun sampai sekarang Yang Ruo Li tidak mengakuinya, Li Zhe Liang tidak peduli. Benar atau bukan Yang Ruo Li gadis di malam itu, hati Li Zhe Liang hanya untuk gadis muda itu.


"Sudah dua jam lebih. Li Er pasti sudah keluar dari ruang dimensi. Apakah Li Er mencariku?" kata hati Li Zhe Liang.


Li Zhe Liang melemparkan pedang terbang ke udara dan melompat ke atasnya. Kali ini Li Zhe Liang tidak menggunakan sihir teleportasi karena sudah menghabiskan kekuatan spiritual yang banyak tadi.


Li Zhe Liang berfirasat semakin banyak kekuatan spiritual yang digunakannya saat ini, maka racun di dalam tubuhnya akan menyebar dengan cepat.


Li Zhe Liang menggunakan sedikit kekuatan spiritual untuk menggerakkan pedang terbang melayang lebih tinggi di atas pepohonan sehingga bisa melihat jelas keadaan di bawah sana.


Tepat saat Li Zhe Liang akan menggerakkan pedang terbang menuju Kota Shang Ri La, mata tajamnya menangkap sosok gadis muda yang sedang menuju ke arahnya, tepatnya masuk ke dalam Hutan Tengkorak.


"Li Er? Kenapa Li Er datang ke Hutan Tengkorak?" kata hati Li Zhe Liang.


Walaupun Yang Ruo Li sudah berada di kultivasi tingkat lima dan mencapai Tahap Penguasaan Jiwa, tetapi kekuatan spiritual gadis muda itu masih belum mampu melacak keberadaan Li Zhe Liang.


Li Zhe Liang yakin ada tujuan lain Yang Ruo Li menuju Hutan Tengkorak. Li Zhe Liang pun mengikuti Yang Ruo Li secara diam-diam untuk melindungi gadis muda kesayangannya itu.


***


Yang Ruo Li bisa masuk ke dalam Hutan Tengkorak dikarenakan aura spiritual Xue Qiu berada di sana. Gadis muda itu tidak menyangka Xue Qiu nakal bisa berada di dalam Hutan Tengkorak.


"Mengapa Xue Qiu bisa pergi begitu jauh dan tersesat di Hutan Tengkorak? Apakah Xue Qiu dalam keadaan baik-baik saja sekarang?" kata hati Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li semakin khawatir dengan keadaan Xue Qiu sehingga mempercepat langkah kakinya. Beberapa saat kemudian Yang Ruo Li tiba-tiba menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke belakang.


Kedua mata tajam Yang Ruo Li mengawasi sekelilingnya. Gadis muda itu berfirasat dirinya sedang diawasi secara diam-diam.


Li Zhe Liang yang berada di atas ketinggian tersenyum tipis melihat sikap waspada Yang Ruo Li.


"Insting Li Er terhadap sekeliling dan bahaya semakin bagus," kata hati Li Zhe Liang.


Li Zhe Liang yakin Yang Ruo Li telah merasakan keberadaannya yang mengikuti gadis muda itu secara diam-diam. Insting yang tajam itu bisa membuat Yang Ruo Li terlepas dari bahaya mengancam di kemudian hari.


Li Zhe Liang masih belum berniat menampakkan diri di hadapan Yang Ruo Li. Dirinya akan melindungi Yang Ruo Li secara diam-diam dan muncul pada saat gadis muda itu membutuhkannya.


***


"Apakah hanya perasaanku saja?" kata hati Yang Ruo Li ketika tidak menemukan siapa pun di belakangnya.


Yang Ruo Li melanjutkan perjalanannya mencari Xue Qiu. Beberapa saat kemudian Yang Ruo Li melihat telur salju putih berlari cepat ke arahnya sambil memeluk sebuah kipas.


"Xue Qiu!" teriak Yang Ruo Li.


"Nona! Aku mendapatkan kipas lipat abadi dari dimensi rahasia untuk Nona," teriak Xue Qiu kegirangan dan berlari menghampiri Yang Ruo Li.


"Kipas lipat abadi?" tanya Yang Ruo Li sambil memegang senjata spiritual yang diberikan oleh Xue Qiu.


"Iya, Nona. Kegunaannya sama seperti pedang terbang," jawab Xue Qiu.


"Xue Qiu. Ayo kita pulang. Di Hutan Tengkorak banyak monster jahat yang mengincarmu," ajak Yang Ruo Li.


Perkataan Yang Ruo Li menyadarkan Xue Qiu tentang pengejaran yang dilakukan sekelompok orang terhadapnya.


"Nona. Ayo cepat lari. Sekelompok orang ingin menangkapku dan merebut kipas lipat abadi," ucap Xue Qiu dengan panik.


Bersamaan dengan itu Yang Ruo Li mendengar jelas suara langkah kaki yang keras sedang menuju ke arah mereka.


Yang Ruo Li segera menyimpan kipas lipat abadi ke dalam cincin penyimpan batu giok dan memeluk Xue Qiu erat.


Gadis muda itu berlari cepat menuju Kota Shang Ri La. Rombongan yang mengejar Xue Qiu masih belum diketahui asal usulnya sehingga Yang Ruo Li memutuskan meninggalkan Hutan Tengkorak secepatnya dan menghindari pertikaian.


"Xue Qiu. Kamu di dalam ruang dimensi dulu," kata Yang Ruo Li.


"Baik Nona," jawab Xue Qiu dengan patuh.


***


Selamat malam readers tercinta. Akhirnya Xue Qiu si telur ceplok/telur dadar/ telur balado berhasil ditemukan(😂😂 banyak sekali nicknamenya).


Apakah Ruo Li akan terbebas dari kejaran rombongan Tang Song?


Nantikan kelanjutan ceritanya besok siang ya.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE