GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 105. Qi Lin


***Portal Rahasia***


Suara mengunyah dibalik batu besar semakin keras membuktikan sesuatu makhluk sedang menikmati makanannya dengan gembira.


Li Zhe Liang tidak mau membuang waktu berharganya karena api surgawi harus secepatnya didapatkan untuk menyembuhkan Yang Ruo Li.


Pria dingin itu menggunakan kekuatan spiritualnya meledakkan batu besar yang ada di hadapannya.


DUAR! DUAR! DUAR!


Pecahan batu berterbangan di mana-mana dan memperlihatkan dengan jelas sosok makhluk yang berada di belakang batu besar tadi.


Makhluk itu mempunyai tubuh berwarna biru dengan tanduk rusa, kepala menyerupai naga dan ekor lembu jantan.


"Qi Lin!" gumam Li Zhe Liang dengan suara kecil.


Ciri-ciri tubuh makhluk di depannya sesuai dengan wujud Qi Lin, salah satu dari empat hewan roh suci legenda yang sudah punah. Akan tetapi, usia Qi Lin di depannya masih sangat muda. Li Zhe Liang yakin dengan dugaannya karena tubuh Qi Lin dewasa berwarna-warni .Li Zhe Liang memperkirakan usia Qi Lin kecil sekitar dua tahun walaupun ukuran tubuhnya besar seperti singa dewasa.


Qi Lin kecil itu terlihat ketakutan. Kedua kaki depannya masih memegang daging yang sedang dimakannya. Mata merah delimanya menatap ke arah Li Zhe Liang.


Li Zhe Liang mengernyitkan alisnya dan menatap tajam Qi Lin kecil sehingga membuatnya semakin ketakutan dan berlari meninggalkan semua daging yang menjadi santapan lezatnya.


Sesekali Qi Lin kecil menoleh ke belakang tepatnya ke arah makanan lezatnya sehingga membuat Li Zhe Liang menggelengkan kepalanya perlahan.


"Qi Lin kecil yang rakus!" kata hati Li Zhe Liang.


Mata Li Zhe Liang membulat besar sewaktu melihat kobaran api di punggung Qi Lin kecil yang sedang berlari. Api itu berwarna biru langit. Hanya Qi Lin dewasa yang bisa memancarkan api di tubuhnya dan warna apinya adalah kuning terang.


"Api surgawi!" kata Li Zhe Liang.


Li Zhe Liang berfirasat Qi Lin kecil berhubungan dengan api surgawi sehingga menggunakan sihir teleportasi dan muncul tepat di depan Qi Lin kecil yang sedang berlari.


Qi Lin kecil terkejut dan menghentikan larinya. Mata merah delimanya berputar-putar dan melihat ke arah samping. Seolah-olah dirinya tidak melihat keberadaan Li Zhe Liang.


Qi Lin kecil membalikkan arah tubuhnya secara perlahan dan berjalan kembali ke tempat makanan lezatnya.


"KEMARILAH!" perintah Li Zhe Liang dengan tegas.


"Aku tidak mendengarnya! Aku tidak mendengarnya!" kata hati Qi Lin kecil sambil melanjutkan langkah kakinya.


Senyum sinis mengembang di sudut bibir Li Zhe Liang. Pria dingin itu menghadapkan telapak tangannya ke arah Qi Lin kecil sehingga hewan roh suci legenda itu merasakan kesakitan di seluruh tubuhnya.


Qi Lin kecil menoleh ke arah Li Zhe Liang dan memberikan tatapan mata memelas.


"Kamu mendengar jelas perkataanku! KEMARILAH!" perintah Li Zhe Liang sambil menarik kembali telapak tangannya.


Qi Lin kecil berjalan dengan enggan menghampiri Li Zhe Liang. Ketika berhenti tepat di hadapan Li Zhe Liang, Qi Lin kecil duduk dengan patuh. mata merah delimanya menatap gadis muda yang sedang digendong oleh Li Zhe Liang .


Qi Lin kecil mengira Yang Ruo Li sedang tidur dan Li Zhe Liang ingin menggunakan tubuhnya untuk sebagai tunggangan gadis muda itu sehingga dirinya menyimpan kobaran api di punggungnya.


"Aku yang akan menggendongnya! Kamu tunjukkan tempat api surgawi berada!" perintah Li Zhe Liang dengan wajah tanpa ekspresi.


"Api Surgawi? Apa itu?" kata hati Qi Lin kecil.


"Bawa aku ke tempat tinggalmu!" lanjut Li Zhe Liang sewaktu melihat wajah kebingungan Qi Lin kecil.


Qi Lin kecil menganggukkan kepalanya dan segera berlari cepat. Li Zhe Liang mengikutinya dengan mudah. Beberapa saat kemudian Qi Lin kecil berhenti di depan tumpukan batu besar yang tidak beraturan di dinding. Qi Lin kecil menggunakan cakarnya menekan salah satu batu itu.


KRAK!


Batu-batu besar itu bergerak dan menyisakan satu lubang yang cukup besar untuk dilewati. Li Zhe Liang bisa merasakan adanya kekuatan spiritual yang mengalir di dalam sana.


Li Zhe Liang mengeluarkan satu buah roh berkualitas tinggi dari cincin penyimpan batu rubi miliknya.


"Ini untukmu!" ucap Li Zhe Liang sambil melemparkan buah roh itu ke Qi Lin kecil.


Mata merah delimanya berbinar-binar menatap Li zhe Liang .


"Temukan api surgawi untukku! Aku akan memberikanmu pil spiritual yang lebih lezat dari buah roh tadi," janji Li Zhe Liang.


Qi Lin kecil mempercayai perkataan Li Zhe Liang. Matanya menatap cincin rubi merah di jari tangan Li Zhe Liang dengan saksama. Di dalam pikirannya sudah muncul beraneka jenis makanan enak yang bisa didapatkannya jika dirinya melaksanakan perintah Li Zhe Liang dengan baik.


Qi Lin kecil segera melompat masuk ke dalam lubang besar itu. Li Zhe Liang mengikutinya dari belakang.


Pemandangan indah terpampang di depan mata Li Zhe Liang. Bunga-bunga beraneka ragam dan berwarna warni bermekaran di mana-mana. Kelopak bunga yang harum.berguguran secara perlahan karena tiupan angin yang sejuk.


Seorang gadis muda berpakaian merah muncul di hadapan Li Zhe Liang dan menari dengan gerakan tubuh yang indah.


"Zhe Liang!" panggil gadis muda itu sambil tersenyum manis.


Li Zhe Liang hanya berdiri mematung melihat gadis muda itu menari mengelilinginya. Wajah gadiis muda itu berubah menjadi wajah Yang Ruo Li. Wajah yang putih bersih dan mulus tanpa bercak hitam.


"Zhe Liang! Aku merindukanmu!"


Gadis muda itu memeluk pinggang Li Zhe Liang. Senyuman manis masih mengembang di sudut bibirnya. Kedua tangannya merangkul leher Li Zhe Liang. Bibirnya di majukan mendekati bibir Li Zhe Liang.


SLASH!


Kekuatan spiritual Li Zhe Liang berubah menjadi pedang tajam dan mengenai tubuh gadis muda itu sehingga berubah menjadi kabut serta menghilang di udara.


"HA HA HA! Pria yang kejam sekali!"


Terdengar suara serak pria tua disertai hancurnya sihir ilusi yang muncul di hadapan Li Zhe Liang. Pria dingin itu menggendong erat gadis muda yang masih tidak sadarkan diri di pelukkannya.


"Aku akan mengambilnya!"


Bersamaan selesainya perkataan itu, tubuh Yang Ruo Li di dalam pelukan Li Zhe Liang terlepas dan jatuh ke dalam pelukan monster kera raksasa.


"HA HA HA HA HA!"


Monster kera raksasa tertawa mengejek dan berlari meninggalkan Li Zhe Liang.


"Li Er!" Li Zhe Liang berlari cepat mengejar monster kera raksasa.


***


ROARR! ROARR!


Qi Lin kecil panik dan mengeluarkan suara raungan kerasnya ketika melihat Li Zhe Liang tiba-tiba menjadi gila tanpa alasan. Dirinya menggigit keras betis Li Zhe Liang karena pria dingin itu mengacuhkannya.


Li Zhe Liang merasa kesakitan dan tersadar sepenuhnya. Hampir saja dirinya jatuh ke dalam jurang bersama Yang Ruo Li di dalam pelukannya.


"Kurang ajar!" teriak Li Zhe Liang.


Li Zhe Liang sangat terkejut dirinya tidak menyadari semua yang terjadi di hadapannya tadi adalah ilusi dalam ilusi.


Sihir ilusi pertama bisa Li Zhe Liang hancurkan. Akan tetapi, pada saat Yang Ruo Li menghilang dari pelukannya, dirinya menjadi kehilangan kendali serta terjebak ke dalam sihir ilusi kedua.


***


Halo readers. Bab ini up pukul 21.30 wita dan sudah sangat panjang ya.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok. Li Er akan siuman dan api surgawi muncul.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE