GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 23. Jarum terbang


***Paviliun Ru Yi lantai dua***


Yang Ruo Li tersenyum lebar melihat sikap hormat yang ditunjukkan oleh Pengurus Ming Ye. Yang Ruo Li menduga Li Jian Ming pasti sudah memberitahukan Ming Ye bahwa Paviliun Ru Yi adalah miliknya sekarang.


"Salam kenal!" kata Yang Ruo Li sambil menganggukkan kepalanya ke Ming Ye.


Ming Ye adalah salah satu bawahan kepercayaan Li Jian Ming sehingga diberi kepercayaan untuk menjadi pengurus Paviliun Ru Yi, salah satu tempat perdagangan di Kota Shang Ri La.


Ming Ye baru saja menghadap Li Jian Ming dan mengetahui Yang Ruo Li adalah pemilik Paviliun Ru Yi sekarang.


Tentu saja Ming Ye juga mengetahui Li Jian Ming menukar Paviliun Ru Yi dengan pil penawar racun naga api. Ketika Ming Ye mendengar ada keributan di lantai dua yang disebabkan oleh Yang Ruo Li, Ming Ye segera menuju ke sana.


Yang Ruo Li adalah satu-satunya orang yang bisa membuat pil penawar racun api sehingga Ming Ye tidak ingin Yang Ruo Li terluka di Paviliun Ru Yi dan akan memperlambat penyembuhan racun di tubuh Li Jian Ming.


Huo Si Cheng tidak bisa menahan rasa kesalnya terhadap sikap Ming Ye terhadap Yang Ruo Li.


"Pengurus Ming Ye! Yang Ruo Li berani memukul penjaga Paviliun Ru Yi dan merupakan penghinaan terhadap Paviliun Ru Yi! Kenapa kamu bersikap sopan terhadapnya?" tanya Huo Si Cheng.


"Benarkah begitu? Pengurus Ming Ye ingin menghukumku?" tanya Yang Ruo Li sambil ketawa kecil.


"Hamba tidak berani! Semuanya karena kelalaian hamba sehingga membuat Nona Yang Ruo Li mengalami kejadian tidak menyenangkan," jawab Ming Ye sambil membungkukkan badannya lagi di hadapan Yang Ruo Li.


"Apa aku salah dengar? Pasti pengurus Ming Ye ada hubungan rahasia dengan Yang Ruo Li!" kata hati Huo Si Cheng.


"Chun Hua adalah pelayan pribadiku! Cepat lepaskan dia!" perintah Yang Ruo Li sambil menunjuk ke kerangkeng besi tempat Chun Hua dikurung.


"Baik, Nona Yang Ruo Li!" jawab Ming Ye.


Ming Ye mengambil kunci dari tangan penjaga Paviliun Ru Yi dan membuka kerangkeng besi itu. Chun Hua berlari ke arah Yang Ruo Li sambil menahan rasa sakit di tubuhnya.


"Nona Ruo Li!" kata Chun Hua.


Yang Ruo Li memeriksa terlebih dahulu luka di tubuh Chun Hua. Untungnya semua itu hanya luka luar saja, tetapi tetap harus diobati segera supaya cepat pulih.


"Pengurus Ming Ye! Bawa Chun Hua istirahat dan obati lukanya!" perintah Yang Ruo Li.


"Baik, Nona Yang Ruo Li!" kata Ming Ye.


Ming Ye memerintahkan dua penjaga mengantar Chu Hua untuk beristirahat dan memanggil tabib untuk memeriksa dan mengobati Chun Hua.


Yang Ruo Li tersenyum puas dengan kemampuan kerja Ming Ye. Tidak mengherankan Li Jian Ming menyerahkan Paviliun Ru Yi ke tangan Ming Ye.


Sementara itu Huo Si Cheng semakin jengkel dengan kejadian yang dilihatnya sekarang sehingga tidak bisa menahan diri untuk memarahi Ming Ye.


"Pengurus Ming Ye! Kamu pasti ada hubungan tidak pantas dengan Yang Ruo Li sehingga membiarkannya semena-mena di Paviliun Ru Yi. Aku akan memberitahukan hal ini kepada tuan Li Jian Ming.Kamu pasti akan mendapat hukuman berat!" kata Huo Si Cheng dengan suara keras.


Huo Si Cheng sengaja ingin membuat semua pelanggan Paviliun Ru Yi di lantai dua mendengarkan ucapannya dan ikut menghina Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li bersikap tenang menghadapi tatapan mata meremehkan dan tidak bersahabat dari mereka semua.


"Pengurus Ming Ye! Lempar dia keluar! Mulai saat ini Huo Si Cheng di larang menginjakkan kakinya di Paviliun Ru Yi!" perintah Yang Ruo Li.


"Dasar wanita gila!" teriak Huo Si Cheng dan berjalan menghampiri Yang Ruo Li dengan niat menamparnya.


Ming Ye memberi isyarat tangan kepada dua penjaga yang berada di sisinya. Kedua penjaga itu langsung mengangkat tubuh Huo Si Cheng di sisi yang berbeda dan akan melemparnya keluar dari jendela lantai dua.


Huo Si Cheng yang tidak berhasil mendekati Yang Ruo Li dan malahan diangkat tubuhnya oleh penjaga Paviliun Ru Yi meronta-ronta untuk melepaskan diri. Tentu saja tindakannya sia-sia belaka.


"Apa hak Yang Ruo Li mengusirku? Aku ingin bertemu tuan Li Jian Ming!" teriak Huo Si Cheng ketika tubuhnya sudah berada di depan jendela dan kedua penjaga sudah bersiap melemparnya.


"Pengurus Ming Ye! Katakan padanya siapa aku!" perintah Yang Ruo Li dengan tenang.


Para pelanggan Paviliun Ru Yi di lantai dua ikut menajamkan pendengaran mereka untuk mendengar perkataan Ming Ye.


"Nona Yang Ruo Li adalah pemilik baru Paviliun Ru Yi!" kata Ming Ye dengan tegas.


"Kerja bagus!" puji Yang Ruo Li ke Ming Ye.


"Apakah Nona Yang Ruo Li membutuhkanku membawa nona berkeliling Paviliun Ru Yi untuk mengenal semua bisnis dan properti yang ada di sini?" tanya Ming Ye.


Yang Ruo Li melirik sekilas orang di sekitarnya. Kejadian heboh ini pasti sudah membuat semua orang mengetahui dirinya adalah pemilik baru Paviliun Ru Yi.


"Untuk sementara tidak perlu. Aku akan berkeliling sendiri," jawab Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li tahu Pengurus Ming Ye pasti mempunyai pekerjaan penting lain yang lebih penting sehingga tidak ingin merepotkannya.


"Sha Sha! Temanin Nona Yang Ruo Li!" perintah Ming Ye ke salah satu pelayan wanita Paviliun Ru Yi yang berada di sana.


"Nona Yang Ruo Li! Sha Sha akan membawa nona berkeliling Paviliun Ru Yi," kata Sha Sha dengan ramah.


Yang Ruo Li menganggukkan kepala dan berjalan diikuti oleh Sha Sha, sedangkan Li Zhe Liang dan Lu Jing mengikutinya dari kejauhan.


Yang Ruo Li meminta Sha Sha membawanya ke tempat menjual senjata. Yang Ruo Li berniat pulang sendiri ke Kediaman Keluarga Yang untuk menjemput Mu Dan. Kemudian berkumpul dengan Chun Hua di Paviliun Ru Yi sehingga dirinya ingin memilih senjata yang bisa dipakainya untuk menghadapi Huo Rong.


Huo Rong pasti tidak akan membiarkan Yang Ruo Li membawa Mu Dan pergi dengan mudah.


Paviliun Ru Yi adalah miliknya sekarang dan merupakan tempat perlindungan yang aman bagi Mu Dan yang gila serta Chun Hua yang tidak mempunyai keahlian bertarung sama sekali.


Yang Ruo Li tertarik dengan satu pasang jarum terbang yang terbuat dari besi hitam. Jarum terbang itu memiliki panjang sekitar sepuluh sentimeter dan bisa dikontrol dengan menggunakan kekuatan spiritual.


"Nona Yang Ruo Li! Jarum terbang ini sangat langka dan hanya di jual di beberapa tempat perdagangan saja. Paviliun Ru Yi termasuk salah satunya," kata Sha Sha.


Perkataan Sha Sha membuat Yang Ruo Li semakin tertarik dengan sepasang jarum terbang tersebut.


"Aku mau seoasang jarum terbang ini!" kata Yang Ruo Li.


Sha Sha segera mengambil sepasang jarum terbang itu dan menyerahkannya kepada Yang Ruo Li. Yang Ruo Li menyimpannya di dalam cincin batu giok.


"Nona Yang Ruo Li! Ada toko pakaian wanita yang menjual pakaian dengan bahan spiritual," kata Sha Sha.


"Benarkah? Antar aku ke sana!" perintah Yang Ruo Li.


"Baik, nona Yang Ruo Li!" jawab Sha Sha.


***


"Putra mahkota! Kelihatannya Nona Yang Ruo Li akan pulang ke Kediaman Keluarga Yang. Apakah kita kembali ke Penginapan Teratai dan menunggu Feng Teng membawa informasi mengenai nona Yang Ruo Li?" tanya Lu Jing.


Li Zhe Liang hanya diam saja sambil melihat punggung Yang Ruo Li menghilang di dalam toko pakaian.


"Aku akan mencari tahu identitasnya sendiri!" kata Li Zhe Liang.


Dalam sekejap mata sosok Li Zhe Liang berubah menjadi bayangan dan menghilang di depan Lu Jing.


"Putra mahkota ingin menemui nona Yang Ruo Li secara langsung," kata hati Lu Jing.


***


Halo readers. Bab ini author up pukil 15.50 wita.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya. Li Zhe Liang VS Yang Ruo Li 😂😂😂


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE