
Rombongan Yang Ruo Li meneruskan perjalanan dari lembah Pegunungan Wu Dong menuju perbatasan Kota Shang Ri La.
Chong Yun dan para bawahan Li Zhe Liang mengambil alih perihal mengurus anak-anak dari tangan Yang Ruo Li ketika mereka sudah tiba di sana.
Yang Ruo Li tidak menolaknya karena ada hal penting yang harus dikerjakannya yaitu mengobati Li Zhe Liang.
Yang Ruo Li menulis surat bangau terbang untuk dikirim ke Tetua Wu Yuan dan Li Jian Ming yang berada di Paviliun Ru Yi terlebih dahulu agar kabar anak hilang sudah ditemukan bisa menyebar di Kota Shang Ri La, Kota Chang Sa serta Kota Cheng Du dengan cepat.
Lu Jing dan Feng Teng membawa anak-anak ke penginapan besar. Anak-anak dibagi beberapa kelompok untuk tidur bersama di dalam satu kamar, sedangkan Fu Rong juga membagi anggota pasukan rahasia menjadi beberapa kelompok kecil untuk menjaga keamanan anak-anak selama tinggal di penginapan.
Sementara Chong Yun bertugas memesan serta menyiapkan makanan untuk mengenyangkan perut anak-anak dan juga membeli pakaian baru untuk menghangatkan tubuh mereka.
Para bawahan Li Zhe Liang tahu Yang Ruo Li masih harus mengobati racun di tubuh Li Zhe Liang sehingga rombongan mereka akan menginap di perbatasan Kota Shang Ri La selama beberapa hari hingga kondisi Li Zhe Liang cukup baik untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Paviliun Ru Yi di Kota Shang Ri La.
***
Pada saat Yang Ruo Li ingin masuk ke kamar penginapan, dengan maksud memeriksa keadaan Li Zhe Liang di ruang dimensi, Fu Jiu Yun memanggilnya.
"Ruo Li."
"Ada apa?" tanya Yang Ruo Li.
"Aku akan meninggalkan Kota Shang Ri La dan pergi berkelana," jawab Fu Jiu Yun.
"Semoga kamu bisa tetap berada di jalan yang benar," ucap Yang Ruo Li.
Keputusan Fu Jiu Yun untuk membantu Yang Ruo Li dan mengkhianati Bangsawan Fu Chen atas dasar hati nurani Fu Jiu Yin sendiri sehingga Yang Ruo Li tidak merasa dirinya berhutang terhadap Fu Jiu Yun.
Jika saat itu Fu Jiu Yun memutuskan menghalanginya menyelamatkan anak-anak, Yang Ruo Li bisa memastikan dirinya akan membunuh pria itu.
Fu Jiu Yun hanya tersenyum getir mendengar jawaban Yang Ruo Li, lalu membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan tempat itu.
Fu Jiu Yun berencana pulang ke Kediaman Bangsawan Fu Chen dan membawa Wen Hui Min yang sudah gila, pergi jauh meninggalkan Kota Shang Ri La untuk memulai kehidupan baru di kota lain.
***Lembah Pegunungan Wu Dong***
Prajurit Kerajaan Tang dan prajurit boneka Bangsawan Fu Chen sedang bertarung sengit. Pada awalnya prajurit Kerajaan Tang yang unggul ketika melawan prajurit dari Paviliun Wu Dong.
Beberapa saat kemudian Bangsawan Fu Chen tiba di sana dengan prajurit boneka sehingga prajurit Kerajaan Tang kewalahan menghadapi prajurit boneka yang kebal dan tahan terhadap senjata tajam.
Bangsawan Fu Chen sangat marah melihat kemunculan rombongan Tang Song. Rencana besarnya terbongkar sehingga persiapan dan kerja kerasnya selama beberapa tahun ini menjadi sia-sia.
Bangsawan Fu Chen ingin membunuh semua prajurit yang di bawa oleh Tang Song. Tentu saja termasuk Tang Song dan Tang Ying di dalamnya.
Sementara Tang Song pun memiliki kemarahan dan kebencian yang besar terhadap Bangsawan Fu Chen. Terlebih lagi saat dirinya melihat Yang Lim berada di sana sehingga Tang Song yakin Bangsawan Fu Chen yang menjualnya.
Padahal prajurit Paviliun Wu Dong yang membawa serta Yang Lim ketika menemukan pria tua itu berkeliaran di ruang rahasia bawah tanah seperti orang linglung.
"Fu Chen! Kamu berniat memberontak dengan pasukan boneka. Menyerah sekarang juga maka nyawamu bisa diampuni," ujar Tang Song.
"Ha ha ha! Pangeran bodoh! Kamu kira bisa keluar hidup-hidup dari sini setelah mengetahui rahasiaku?" ucap Bangsawan Fu Chen sambil tersenyum sinis.
"Pasukan bantuan lainnya sudah menuju ke sini. Kamu tidak akan bisa lolos," balas Tang Song.
Tang Song menggunakan lempengan giok milik Tang Ying untuk meminta pasukan bala bantuan tambahan karena tahu Bangsawan Fu Chen memiliki prajurit sejumlah 300 prajurit di lembah Pegunungan Wu Dong.
"Ketika mereka tiba, mereka hanya akan menemukan jasadmu di sini dan aku sudah pergi jauh," ucap Bangsawan Fu Chen.
Bangsawan Fu Chen menggunakan pedang penghancur menyerang Tang Song dengan gesit. Lai Yi dan beberapa prajurit kultivator tingkat tinggi segera menangkis serangan Bangsawan Fu Chen serta melindungi Tang Song.
"Bawa pangeran Tang Song dan putri Tang Ying pergi," teriak Lai Yi ke prajurit lainnya.
"Jangan mimpi bisa meninggalkan tempat ini hidup-hidup!" geram Bangsawan Fu Chen.
Bangsawan Fu Chen membawa pasukannya mengejar rombongan Tang Song yang melarikan diri melalui jalan utama.
"Bodoh! Mereka bagaikan kelinci masuk ke sarang harimau. 300 prajuritku berada di sana," kata hati Bangsawan Fu Chen.
Pria tua bangka licik itu yakin rombongan Tang Song akan tertangkap oleh pasukannya yang berjaga di depan.
***
"Apa yang terjadi?" teriak Bangsawan Fu Chen dengan gusar.
Tiga ratus jasad pasukannya tergeletak tidak bernyawa di mana-mana. Terlihat jelas kematian mereka semua sudah berlangsung lama. Siapa yang melakukannya?
"Pangeran Tang Song!"
Pasukan bantuan dari Kerajaan Tang sudah tiba. Mereka semua berkumpul di depan pintu masuk lembah Pegunungan Wu Dong.
"Jenderal Zhang! Tangkap pengkhianat itu!" ujar Tang Song sambil menunjuk Bangsawan Fu Chen.
"Sialan! Pasti kalian yang membunuh prajuritku!" tuduh Bangsawan Fu Chen.
Jenderal Zhang tidak membantah perkataan Bangsawan Fu Chen. Kesempatan emas untuk mengambil jasa di depan Tang Song tidak akan di sia-siakan oleh Jenderal Zhang.
"Maju! Bunuh pengkhianat Kerajaan Tang!" teriak Jendral Zhang.
Prajurit Jendral Zhang menggunakan tombak dan perisai mengurung prajurit boneka Bangsawan Fu Chen, sedangkan sebagian prajuritnya mengepung pintu masuk lembah Pegunungan Wu Dong, yang merupakan satu-satunya jalan keluar.
Taktik Jenderal Zhang berhasil membuat lima puluh prajurit boneka itu terkurung serta tidak bisa melawan. Para prajurit boneka itu masih memiliki kelemahan karena formasi besar yang digunakan untuk memindahkan jiwa murni dan jiwa pil anak kecil belum sempurna.
Lagi pula jumlah prajurit boneka juga kalah jauh dari jumlah prajurit Jenderal Zhang.
"Siapkan busur dan panah!" perintah Tang Song ke para prajurit yang berdiri mengepung jalan keluar. Para prajurit Jenderal Zhang mendengarkan perintah Tang Song dan mengarahkan semua anak panah ke Bangsawan Fu Chen.
"Sialan!" geram Bangsawan Fu Chen.
Pria tua bangka licik itu segera menyandera Tang Ying untuk melarikan diri karena tahu kekalahan sudah di depan mata.
"Kak Tang Song!" teriak Tang Ying ketakutan ketika pedang penghancur menempel di lehernya dan Bangsawan Fu Chen berdiri tepat di belakang putri manja itu.
"Mundur! Jika tidak, nyawa putri Tang Ying akan melayang!" ancam Bangsawan Fu Chen.
"Lepaskan Tang Ying!" teriak Tang Song sambil menghunuskan pedang ke arah Bangsawan Fu Chen.
"Ha ha ha! Kalian tidak bisa membunuhku selama putri manja ini menjadi perisaiku. Kalian pengecut!" ejek Bangsawan Fu Chen, saat melihat Jenderal Zhang dan prajuritnya tidak berani mendekat ke arahnya.
Bangsawan Fu Chen berjalan dengan santai menuju jalan keluar sambil menggunakan Tang Ying sebagai perisainya.
"Minggir!" bentak Bangsawan Fu Chen ke para prajurit yang masih mengarahkan panah ke arahnya.
Bangsawan Fu Chen tertawa sinis saat dirinya berhasil keluar tanpa dihalangi oleh siapa pun. Selama Tang Ying menjadi sandera, maka nyawanya tidak akan terancam.
"Fu Chen! Kamu mau meninggalkan Fu Jiu Yun di sini?" teriak Tang Song dari belakang.
"Jiu Yun?" kata hati Bangsawan Fu Chen.
Fu Jiu Yun adalah satu-satunya keturunan Bangsawan Fu Chen. Tentu saja dirinya akan membawa Fu Jiu Yun pergi.
Bangsawan Fu Chen membalikkan tubuhnya menghadap ke belakang, dengan Tang Ying masih menjadi perisai di depannya. Bersamaan itu terdengar suara perintah dari mulut Tang Song.
"Tembak panah!"
Ratusan anak panah meluncur ke arah Bangsawan Fu Chen dan Tang Ying.
"Argh!"
"Argh!"
Bangsawan Fu Chen dan Tang Ying berteriak bersamaan. Tubuh mereka berdua jatuh ke atas tanah dengan kondisi puluhan anak panah menancap di sana.
Wajah Jenderal Zhang pucat melihat kematian tragis putri kesayangan Kaisar Tang.
"Pangeran Tang Song. Putri Tang Yingβ¦."
Tang Song berlari menghampiri jasad Bangsawan Fu Chen dan Tang Ying. Tang Song memeriksa terlebih dahulu keadaan Bangsawan Fu Chen.
"Dia sudah mati. Dendamku terbalaskan!" batin Tang Song.
Tang Song mencabut semua anak panah dari tubuh Tang Ying, lalu menggendongnya.
"Tang Ying. Aku akan membawamu pulang ke Kerajaan Tang," gumam Tang Song.
Tang Song meninggalkan lembah Pegunungan Wu Dong, diikuti oleh Lai Yi dan beberapa pengikutnya yang masih hidup.
Tang Song tidak peduli hukuman apa yang akan diberikan oleh Kaisar Tang terhadapnya karena mengorbankan nyawa Tang Ying untuk membunuh Bangsawan Fu Chen.
Sementara Jenderal Zhang bersama prajuritnya membereskan kekacauan di lembah Pegunungan Wu Dong dan menyelidiki ruang rahasia bawah Sekte Sesat untuk melaporkan semua ke Kaisar Tang nantinya.
***
Selamat malam readers tercinta. Bagaimana dengan akhir tragis Bangsawan Fu Chen dan Tang Ying?
Ada yang kasihan sama Tang Song dan Tang Ying?
Akhirnya besok novel ini dipastikan tamat. Semoga lancar ya π€π.
Jangan sampai ketinggalan Li Er bertemu Zhe Liang di ruang dimensi π
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE