
***Kamar tamu tempat Li Zhe Liang menginap***
Yang Ruo Li terdiam sebentar memikirkan perkataan Li Zhe Liang. Gadis muda itu teringat akan janji Li Zhe Liang membawanya pulang ke Kerajaan Dong Ming setelah Mu Dan siuman.
Yang Ruo Li percaya Li Zhe Liang memang ada urusan serius yang harus diselesaikannya di Kota Shang Ri La karena tidak mungkin pria itu datang dari Kerajaan Dong Ming yang besar ke kota kecil Shang Ri La hanya untuk mendapatkan api surgawi saja.
Yang Ruo Li ingin sekali menemani Li Zhe Liang mengurus urusannya terlebih dahulu baru berangkat bersama ke lembah Pegunungan Wu Dong.
Beberapa saat kemudian Yang Ruo Li mengurungkan pemikirannya itu karena tidak mungkin dirinya menunda pencarian anak hilang selama seminggu.
Li Zhe Liang tahu pasti hati lembut Yang Ruo Li dan kepeduliannya terhadap orang lain sehingga sengaja menggunakan alasan itu untuk menolak Yang Ruo Li secara halus dan tidak membuat gadis muda itu curiga dengan kondisi tubuhnya.
"Jadi kita akan berpisah selama seminggu atau bahkan lebih dari seminggu?" tanya Yang Ruo Li.
Perjalanan menuju lembah Pegunungan Wu Dong memerlukan waktu sekitar dua hari karena tempat itu terletak di luar perbatasan Kota Shang Ri La sehingga proses pencarian anak hilang bisa saja lebih dari seminggu.
Li Zhe Liang melihat jelas raut wajah kecewa Yang Ruo Li sehingga membuat hatinya terasa sakit.
"Jika dalam seminggu Li Er belum kembali, aku akan menyusul ke sana," janji Li Zhe Liang.
Wajah Yang Ruo Li berseri-seri mendengar perkataan Li Zhe Liang. Gadis muda itu tahu Li Zhe Liang pun merasa berat hati berpisah lama dengannya.
"Aku akan menemukan anak yang hilang secepatnya agar bisa cepat pulang," ucap Yang Ruo Li.
Li Zhe Liang melepaskan genggaman tangan Yang Ruo Li secara perlahan dan mengambil sesuatu dari cincin batu rubi penyimpan miliknya.
Sepasang gelang kristal dari batu spiritual memantulkan sinar yang berwarna warni seperti warna pelangi.
"Cantik sekali. Ini gelang apa, Zhe Liang?" tanya Yang Ruo Li penasaran.
Li Zhe Liang tidak menjawab pertanyaan Yang Ruo Li melainkan memegang tangan gadis muda itu dan menariknya ke arah bibir Li Zhe Liang.
Tindakan spontan Li Zhe Liang membuat Lu Jing dan Feng Teng berpura-pura melihat ke arah lain dan melangkahkan kaki mereka menjauhi tempat tidur.
Sementara pipi Yang Ruo Li merona merah seperti warna tomat karena mengira Li Zhe Liang akan mencium tangannya.
Tegangan listrik kecil mengalir di tubuh Yang Ruo Li saat merasakan jari telunjuknya menyentuh bibir Li Zhe Liang yang dingin. Gadis muda itu tidak berani menatap ke arah Li Zhe Liang.
Yang Ruo Li meringis kesakitan dan menoleh ke arah Li Zhe Liang dengan cepat. Li Zhe Liang menggigit jari telunjuknya sehingga berdarah.
"Zhe Liang," panggil Yang Ruo Li dengan suara kecil.
Yang Ruo Li tidak menarik kembali jemari tangannya dari genggaman Li Zhe Liang karena yakin pria itu tidak mungkin melukainya tanpa sebab.
"Sebentar Li Er," jawab Li Zhe Liang.
Yang Ruo Li menganggukkan kepalanya dan menatap intens apa yang ingin dilakukan Li Zhe Liang selanjutnya.
Li Zhe Liang menekan jari telunjuk Yang Ruo Li dengan lembut sehingga satu tetes darah gadis muda itu jatuh ke atas salah satu gelang kristal batu spiritual.
Gelang kristal memancarkan cahaya putih ketika darah Yang Ruo Li meresap ke dalamnya, lalu kembali normal seperti warna semula.
Li Zhe Liang mengeluarkan ramuan giok dan mengusap lembut jari telunjuk yang terluka sehingga luka itu sembuh seketika.
Li Zhe Liang memakaikan gelang itu ke pergelangan tangan Yang Ruo Li.
"Selama Li Er memakai gelang ini, di mana pun Li Er berada, aku bisa menemukan Li Er," jelas Li Zhe Liang.
Kepintaran Yang Ruo Li membuat gadis muda itu langsung mengerti penjelasan Li Zhe Liang.
Sepasang gelang kristal batu spiritual ini berisi darah mereka masing-masing sehingga pastinya akan memancarkan cahaya dan menunjukkan jalan untuk menemukan satu sama lain.
"Aku akan memakaikan gelang ini di pergelangan tanganmu," ucap Yang Ruo Li dengan riang.
Gelang yang berisi tetesan darah Yang Ruo Li melingkar di pergelangan tangan Li Zhe Liang. Yang Ruo Li mengambil ramuan giok dari tangan Li Zhe Liang dan mengoleskannya dengan lembut di jari tangan pria itu sehingga lukanya menutup dan sembuh seketika.
"Aku akan menjaga baik-baik gelang ini," kata Yang Ruo Li sambil memainkan bulatan batu kristal di pergelangan tangannya
"Kalau begitu, aku harus bersiap-siap dulu dan berangkat secepatnya hari ini," lanjut Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li berdiri dari tempat duduknya, tetapi Li Zhe Liang menahan tangannya.
"Ada apa Zhe Liang?" tanya Yang Ruo Li.
Li Zhe Liang mengeluarkan satu batuan andesit dan memberikannya ke Yang Ruo Li.
"Jimat pengubah wujud," kata Yang Ruo Li.
"Kabar tentang kecantikanmu dan api surgawi pasti sudah menyebar luas sehingga sulit bagimu untuk mencari jejak anak hilang secara diam-diam dengan wajah aslimu. Pakailah jimat pengubah wujud ini," ucap Li Zhe Liang.
"Terima kasih Zhe Liang," kata Yang Ruo Li.
Jimat pengubah wujud mempunyai ukuran yang berbeda-beda dan warna yang berbeda juga. Hal itu disesuaikan dengan penampilan wujud apa yang akan terjadi setelah menggunakan jimat pengubah wujud.
Seseorang bisa berubah wujud menjadi wanita tua, pria tua, anak kecil, maupun wajah yang berbeda dari wajah aslinya.
Yang Ruo Li menduga jimat pengubah wujud itu pasti akan mengubah wujudnya menjadi wanita tua. Yang Ruo Li pun segera menggunakan jimat itu.
Tubuh Yang Ruo Li berubah wujud dalam waktu singkat sehingga gadis muda itu mengambil cermin dari dalam cincin penyimpan batu giok miliknya untuk melihat wajah barunya.
"Laki-laki?" gumam Yang Ruo Li dengan nada tidak percaya.
***
Selamat siang readers. So sweet banget ya gelang batu kristal hadiah dari Zhe Liang ke Li Er.
Putra mahkota cuka beraksi lagi mengubah penampilan Li Er menjadi pria 😂.
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE