GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 89. Li Zhe Liang berangkat menuju portal rahasia


***Di luar perkemahan paaukan rahasia Li Zhe Liang***


Huo Si Cheng merasa heran dengan sikap Yang Rong Le setelah pulang dari mengintai perkemahan pria misterius bersama monster rajawali tingkat dua. Adik sepupunya itu melamun sepanjang waktu dengan wajah kesal, seolah-olah ada masalah rumit yang sedang mengusik pikirannya.


Huo Si Chen menduga Yang Rong Le tidak bersikap demikian karena tidak berhasil mendapatkan informasi yang di inginkan. Huo Si Cheng hanya bisa sabar menunggu kepulangan Tetua Huo San serta Tetua Huo Guang.


Beberapa saat kemudian kedua tetua Klan Huo kembali dan berkumpul bersama mereka.


"Tetua Huo San! Tetua Huo Guang! Apakah sudah diketahui identitas pria misterius itu?" tanya Huo Si Cheng dengan antusias.


"Semua pengawal di dalam perkemahan berpakaian serba hitam sehingga tidak diketahui secara pasti mereka berasal dari mana," jawab Tetua Huo Guang.


"Pengawalnya berjumlah seratus orang serta mempunyai ahli alchemist yang hebat. Aku yakin pria misterius itu dari Kerajaan lain," kata Tetua Huo San.


Kedua Tetua Klan Huo itu melewati tenda Chong Yun dan bisa mencium aroma pil elixir yang kuat dari luar sehingga mereka yakin di dalam tenda itu ada alchemist hebat. Paling tidak alchemist tingkat empat ke atas.


Banyaknya pengawal yang menjaga di sekitar tenda Chong Yun membuat Tetua Huo San dan Tetua Huo Guang tidak berani menyelidiki terlalu jauh identitas alchemist itu.


Satu-satunya tempat yang tidak diselidiki oleh kedua Tetua Klan Huo itu adalah tenda paling besar di dalam perkemahan yang diyakini sebagai tempat istirahat pria misterius itu.


Tingkat kultivasi Li Zhe Liang masih misterius sehingga Tetua Huo San dan Tetua Huo Guang tidak berani ambil resiko mendekati tenda besar dan ketahuan oleh Li Zhe Liang.


"Kita harus secepatnya pulang ke perkemahan tuan muda Fu Jiu Yun dan mengusulkan untuk menuju pintu portal rahasia tanpa membuang waktu lagi. Semakin cepat kita tiba di pintu portal rahasia, semakin besar kemungkinan kita menang dari pria misterius itu," ucap Tetua Huo Guang.


"Baik, Tetua Huo Guang!" jawab Huo Si Cheng sambil menganggukkan kepala pertanda setuju dengan perkataan Tetua Huo Guang.


"Rong Le! Kenapa kamu melamun?" tanya Tetua Huo San.


Huo Si Cheng menyenggol tangan kanan Yang Rong Le dengan keras dan membuat adik sepupunya itu tersadar dari lamunannya.


"Maaf Tetua Huo San!" kata Yang Rong Le sambil menundukkan kepala.


"Ayo kita pulang ke perkemahan sekarang!" ujar Tetua Huo San.


"Baik, tetua Huo San!" jawab Yang Rong Le dan Huo Si Cheng bersamaan.


Mereka berempat mempercepat langkah kaki menuju perkemahan Fu Jiu Yun.


***Tenda besar milik Li Zhe Liang***


Li Zhe Liang membuka kedua mata tajamnya pertanda meditasi sudah selesai. Kedatangan kedua Tetua Klan Huo ke perkemahan beserta Yang Rong Le bersembunyi di luar tenda dengan monster rajawali tingkat dua tentu saja diketahui oleh Li Zhe Liang.


Li Zhe Liang percaya dengan kemampuan Lu Jing dan Fu Rong menjaga keamanan perkemahan. Lagi pula kedatangan kedua Tetua Klan Huo itu hanya ingin menyelidiki dan bukan memulai pertarungan sehingga Li Zhe Liang membiarkannya.


Li Zhe Liang sudah mengirim beberapa mata-mata mengawasi perkemahan Fu Jiu Yun dan pintu masuk portal rahasia sehingga dirinya bisa mengetahui apa saja yang sedang terjadi setiap saat.


Jika tadi Yang Rong Le ngotot masuk ke dalam tenda besar, maka bisa dipastikan gadis kejam itu akan dibunuh dan jasadnya dilemparkan ke perkemahan Fu Jiu Yun. Li Zhe Liang tidak akan memberi ampun kepada siapa pun yang berani mengusik ketenangan Yang Ruo Li.


Pandangan matanya tertuju kepada gadis muda yang masih tertidur pulas dan belum ada tanda-tanda akan siuman.


"Kenapa bisa tersebar gosip tentang aku dan Li Er? Pasti kerjaan Chong Yun!" kata hati Li Zhe Liang.


Aura dingin memancar dari tubuh Li Zhe Liang. Pria dingin itu tidak menyukai gosip yang tersebar karena tidak ingin membuat Yang Ruo Li salah paham bahwa dirinya melindungi gadis muda itu disebabkan kejadian hubungan istimewa di Hutan Tengkorak waktu itu.


Li Zhe Liang turun dari tempat tidur dan duduk di depan meja sambil menikmati teh untuk menenangkan hatinya. Pandangan mata lembutnya tidak pernah terlepas dari gadis muda yang tertidur pulas di atas tempat tidur.


Beberapa saat kemudian, indra pendengaran Li Zhe Liang yang tajam mendengar suara langkah kaki ragu-ragu dan gelisah di luar tenda besar.


"Lu Jing! Masuklah!" perintah Li Zhe Liang dengan suara tegas.


Lu Jing berjalan masuk ke dalam tenda besar dan berlutut dengan satu kaki di hadapan Li Zhe Liang.


"Putra mahkota! Mata-mata melaporkan para monster di sekitar pintu portal rahasia terlihat semakin gelisah. Selain itu para tetua Klan Keluarga terpandang lainnya sudah tiba di perkemahan Fu Jiu Yun. Diperkirakan rombongan Fu Jiu Yun akan menuju ke portal rahasia dalam waktu dekat!" lapor Lu Jing.


Li Zhe Liang terdiam sejenak memikirkan perkataan Lu Jing.


Ribuan tahun yang lalu ketika pintu portal rahasia terbuka sepenuhnya, tantangan utama para kultivator untuk masuk ke sana adalah adanya monster besar dan langka yang berjaga di depan pintu masuk. Selain itu dibutuhkan formasi yang kuat untuk menahan pintu portal rahasia terbuka lebih lama.


Para monster di sekitar pintu portal rahasia bertingkah gelisah pasti karena mereka sudah merasakan munculnya monster langka yang lebih berbahaya dan kuat dari portal rahasia.


"Pergilah ke tenda Chong Yun dan beritahu dia, kita akan berangkat ke pintu portal rahasia satu jam lagi!" perintah Li Zhe Liang.


"Baik, putra mahkota!" jawab Lu Jing dengan antusias.


"Feng Teng dan Fu An serta sepuluh pengawal kultivasi tingkat empat tinggal di perkemahan untuk menjaga Li Er!" perintah Li Zhe Liang.


"Baik, putra mahkota! Lu Jing akan mengurusnya sekarang!" jawab Lu Jing sambil memberi hormat dan berpamitan keluar dari tenda Li Zhe Liang.


Fu An adalah adik perempuan Fu Rong dan termasuk salah satu pasukan rahasia terbaik sehingga Li Zhe Liang mengutus Fu An untuk melindungi Yang Ruo Li.


Setelah kepergian Lu Jing, Li Zhe Liang berjalan mendekati tempat tidur Yang Ruo Li dan menggenggam erat kedua tangan gadis muda itu.


"Li Er! Kamu beristirahatlah di sini. Aku akan mendapatkan rumput angin dan batu bulan untuk ibumu," ucap Li Zhe Liang dengan suara lembut dan mengecup tangan Yang Ruo Li.


Setelah itu Li Zhe Liang melanjutkannya dengan mengecup kening Yang Ruo Li serta bibir mungil gadis muda itu terlebih dahulu sebelum berjalan meninggalkan tenda.


Tidak terasa satu jam sudah berlalu. Yang Ruo Li masih tertidur pulas di atas tempat tidur. Xue Qiu ukuran kecil mengendap-endap keluar dari tempat persembunyiannya dan melompat ke atas tempat tidur.


Cahaya putih bersinar dari cangkang Xue Qiu selama lima detik dan jimat pengecil yang menempel di sana menghilang sehingga Xue Qiu kembali ke wujud semula.


***


Halo readers setia. Bab ini author up pukuk 19.50 wita. He he he, banyak yang gemas sama ulat keket nih. Sabar ya. Karma gadis muka tembok itu masih belum datang. Ada lagi scene yang membuat geram dan kepingin lempar panci πŸ˜‚πŸ˜‚.


Petualangan Yang Ruo Li akan di mulai besok ya supaya ga gantung lagi ceritanya nantiπŸ€—


Terima kasih banyak untuk semua reader yang sudah mendukung novel ini baik berupa vote, hadiah, like, dan komentar positif πŸ€—πŸ€—πŸ™


SEE YOU TOMORROW


THANK YOU


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE