
***Kamar tamu tempat Yang Ruo Li menginap***
Yang Ruo Li sudah berbaring di atas tempat tidur. Akan tetapi, gadis muda itu belum merasa ngantuk sehingga bangun dari tempat tidur tersebut.
"Rencana Wen Hui Min malam ini gagal. Apakah besok rubah betina licik itu akan menepati janjinya meminjam pedang penghancur? Jika Wen Hui Min tidak mau memberikannya, aku akan merebutnya," tekad hati Yang Ruo Li.
"Racun cinta itu pasti dari Peng Wei Wei. Putri Keluarga Peng keduanya berhati busuk. Aku yakin Lim Hsuang Hsuang juga mengetahui tentang racun cinta itu. Peng Wei Wei! Aku akan membalasmu sekarang," kata Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li berjalan keluar dari kamar tamunya dan mengendap-ngendap menuju halaman kamar tamu lainnya, yang kemungkinan besar dijadikan sebagai tempat menginap oleh Peng Wei Wei dan Lim Hsuang Hsuang.
Tanpa Yang Ruo Li sadari pintu kamar tamu Li Zhe Liang terbuka. Pria tampan dengan wajah tanpa ekspresi andalannya berdiri dengan posisi melipat kedua tangannya di depan dada.
Li Zhe Liang mengernyitkan alisnya sambil menatap punggung Yang Ruo Li menghilang dari pandangan matanya.
"Malam-malam begini, Li Er mau ke mana?" kata hati Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang memutuskan mengikuti Yang Ruo Li secara diam-diam untuk melindungi gadis muda itu. Sekarang mereka berada di Kediaman Bangsawan Fu Chen yang penuh dengan penjaga, tetapi Yang Ruo Li malah berkeliaran di malam hari.
Walaupun Li Zhe Liang yakin gadis muda itu mempunyai kemampuan untuk melindungi dirinya sendiri, Li Zhe Liang tidak bisa menahan diri untuk mengikutinya.
***
Di tengah perjalanan, Yang Ruo Li melihat Fu Jiu Yun keluar dari ruangan kolam es sehingga Yang Ruo Li segera bersembunyi di balik pohon yang tumbuh di sekitar sana.
Yang Ruo Li sadar dirinya telah membuat Fu Jiu Yun marah besar pada saat di taman Kediaman Fu Jiu Yun sehingga Yang Ruo Li tidak mau terkena amarah Fu Jiu Yun jika mereka bertemu saat ini.
Perasaan pria yang masih berstatus sebagai tunangannya itu sangatlah sensitif saat ini dan akan mudah tersinggung karena pengaruh racun gatal di tubuhnya.
"Kolam es? Racun gatalku pasti kambuh lagi sehingga Fu Jiu Yun harus bermeditasi di dalam kolam es. Lama kelamaan api elixir di dalam tubuhnya akan hancur," kata hati Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li menunggu Fu Jiu Yun pergi dulu, baru akan keluar dari tempat persembunyiannya. Akan tetapi, telinganya mendengar suara langkah kaki menuju ke arah Fu Jiu Yun. Yang Ruo Li berusaha bernapas dengan pelan dan ringan agar tidak ketahuan oleh Fu Jiu Yun .
"Tuan muda Fu Jiu Yun!" sapa seorang pria yang merupakan pengawal pribadi Fu Jiu Yun.
Pengawal pribadi itu bernama Si Han dan pria itulah yang diberi tugas oleh Fu Jiu Yun untuk menyelidiki hubungan Yang Ruo Li dan pengurus Paviliun Ru Yi sewaktu Huo Si Cheng datang mengadu dan menjelek-jelekkan Yang Ruo Li di hadapannya.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Fu Jiu Yun tanpa basa-basi.
"Nona Yang Ruo Li tidak ada hubungan tidak pantas dengan pengurus Paviliun Ru Yi. Paviliun Ru Yi diberikan oleh tuan muda Li Jian Ming ke Nona Yang Ruo Li. Sepertinya ada kesepakatan di antara mereka berdua, tetapi Si Han tidak berhasil menyelidiki apa kesepakatan itu," lapor Si Han.
Masalah racun naga api di tubuh Li Jian Ming hanya diketahui oleh orang terdekatnya saja sehingga tentu saja perihal Yang Ruo Li bisa membuat pil penawar racun naga api juga tidak diketahui oleh umum sehingga Si Han tidak berhasil menyelidiki isi kesepakatan itu.
"Fu Jiu Yun menyelidiki ku!" kata hati Yang Ruo Li.
"Li Jian Ming? Yang Ruo Li ada hubungan apa dengan Li Jian Ming?" kata hati Fu Jiu Yun.
"Tuan muda Fu Jiu Yun! Ada gosip lain yang sudah menyebar di seluruh Kota Shang Ri La tentang nona Yang Ruo Li," kata Si Han dengan hati-hati.
"Nona Yang Ruo Li berselingkuh dengan seorang pria yang tampan. Banyak rakyat kota Shang Ri La melihat mereka bergandengan tangan menuju Paviliun Ru Yi," jawab Si Han.
Tiba-tiba terdengar suara ledakan kecil. Batu besar yang berada tidak jauh dari tempat Fu Jiu Yun berdiri hancur berkeping-keping karena kekuatan spiritual yang terpancar dari telapak tangan kanan Fu Jiu Yun.
"Ampun, Tuan muda Fu Jiu Yun! Si Han bersalah!" Si Han berlutut di hadapan Fu Jiu Yun sambil menundukkan kepalanya.
Sementara di balik pohon tempat persembunyian Yang Ruo Li, gadis muda itu menggelengkan kepalanya pelan ketika mendengar suara ledakan kecil itu.
"Fu Jiu Yun! Fu Jiu Yun! Jangan emosian, nanti tubuhmu gatal lagi!" kata hati Yang Ruo Li.
Fu Jiu Yun mengepalkan kedua tangannya dengan erat dan berusaha menahan emosinya. Ketika mendengar laporan Si Han, Yang Ruo Li bergandengan tangan dengan seorang pria menuju Paviliun Ru Yi, di pikiran Fu Jiu Yun muncul bayangan Yang Ruo Li bergandengan tangan dengan Li Zhe Liang sehingga tanpa sadar telapak tangan kanannya memancarkan kekuatan spiritual dan menghancurkan batu besar di sana.
"Aku harus tenang. Api elixir di tubuhku bisa hancur jika terlalu sering berada di kolam es," kata hati Fu Jiu Yun.
Beberapa saat kemudian Fu Jiu Yun berhasil meredam emosinya dan pikirannya bisa berpikir jernih lagi sehingga teringat akan sesuatu yang penting.
"Berdirilah!" perintah Fu Jiu Yun.
"Baik Tuan muda Fu Jiu Yun!" jawab Si Han.
"Apakah sudah ada kabar tentang api surgawi?" tanya Fu Jiu Yun.
"Api surgawi berada di dalam portal rahasia. Portal rahasia hanya akan terbuka setelah ribuan tahun dan diprediksi akan muncul di Hutan Tengkorak dan terbuka dalam waktu dekat," jawab Si Han.
"Bagus sekali! Aku harus mendapatkan api surgawi. Kumpulkan semua kultivator tingkat tinggi yang berada di Kota Shang Ri La untuk menjadi pasukanku berkelana ke dalam portal rahasia. Mereka akan mendapatkan bayaran yang tinggi," ucap Fu Jiu Yun dengan bersemangat.
Di dalam tubuh Fu Jiu Yun sudah ada api elixir. Jika api surgawi berhasil didapatkan olehnya maka Fu Jiu Yun akan menjadi alchemist terkuat di daratan Zhong Yuan.
Hutan Tengkorak terkenal dengan banyaknya penghuni para monster yang beraneka ragam jenis dan berbahaya sehingga Fu Jiu Yun membutuhkan bantuan kultivator lain untuk menghadapi semua monster itu dan juga berkelana ke dalam portal rahasia.
***
Halo readers. Masih ada satu bab lagi nanti malam ya. Semoga lancar ya.
Api surgawi? Bukankah Li Zhe Liang datang ke Kota Shang Ri La untuk mendapatkan Api surgawi? Stay tune ya. Ceritanya akan semakin seru dari hari ke hari 😁🤗
See You Soon
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE