
***Portal Rahasia***
Ruangan di dalam portal rahasia sangat besar dan luas. Bentuknya bagaikan sebuah lorong gua yang panjang. Rombongan Li Zhe Liang berjalan beriringan dengan sikap waspada akan bahaya yang bisa mengancam nyawa mereka secara tiba-tiba.
Berdasarkan cerita yang sudah didengar secara turun menurun selama ribuan tahun, belum ada satu orang pun di daratan Zhong Yuan berhasil mendapatkan api surgawi yang muncul pada saat lampau.
Kebanyakan kultivator tinggi yang berhasil masuk ke dalam portal rahasia ribuan tahun yang lalu, dikabarkan menghilang dan tidak ada yang bisa keluar hidup-hidup dari portal rahasia.
Bisa dikatakan perjalanan rombongan Li Zhe Liang menjelajahi portal rahasia kali ini adalah perjalanan yang sangat bahaya. Pasti monster purba yang tinggal di dalam portal rahasia akan menghalangi perjalanan mereka.
Rombongan Li Zhe Liang sudah berjalan selama sepuluh menit di dalam portal rahasia. Ruangannya semakin terang sehingga membuat Yang Ruo Li mencari sumber cahaya tersebut.
Ternyata banyak mutiara dan permata bercahaya menempel rapat di atas dinding portal rahasia membentuk sebuah pola. Yang Ruo Li menyadari pola itu termasuk salah satu jenis formasi.
"Semuanya jangan melihat ke atas! Itu Formasi Kilau!" teriak Yang Ruo Li memperingatkan rombongan Li Zhe Liang.
Formasi Kilau menggunakan bermacam perhiasan membentuk suatu pola dan cahaya yang dipantulkan akan menyilaukan serta membuat orang tertarik untuk memandangnya.
Pada saat itulah pikiran orang tersebut akan terhipnotis dan mengalami gejala pusing serta melupakan tujuan utama memasuki portal rahasia sehingga tanpa sadar akan meninggalkan portal rahasia.
Chong Yun yang sedang mengagumi kilauan pola permata segera memalingkan wajahnya setelah mendengar peringatan dari Yang Ruo Li.
"Formasi Kilau hanya ada dalam jarak satu meter. Percepat langkah kaki kalian untuk menghindarinya!" perintah Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang bisa saja menggunakan pil ledakan untuk menghancurkan Formasi Kilau, akan tetapi hal itu bisa memancing para monster berbahaya yang tinggal di dalam portal rahasia muncul bersamaan dan menyerang mereka.
"Li Er! Lari !" ucap Li Zhe Liang sambil menarik tangan Yang Ruo Li dan berlari cepat. Lu Jing dan Feng Teng menarik tangan Chong Yun di sisi yang berlawanan serta menariknya berlari cepat diikuti oleh pasukan rahasia.
Di dalam rombongan Li Zhe Liang, hanya Yang Ruo Li dan Chong Yun memiliki tingkat kultivasi paling rendah sehingga mereka berdua diutamakan dan dilindungi terlebih dahulu.
Beberapa saat kemudian rombongan Li Zhe Liang sudah meninggalkan tempat Formasi Kilau berada. Di depan mereka terpampang rerumputan berwarna hijau terang.
"Wah! Rumput roh kualitas tinggi!" pekik Yang Ruo Li kegirangan.
Gadis muda itu melepaskan pegangan tangan Li Zhe Liang dan menghampiri rumput roh berkualitas tinggi di depannya. Yang Ruo Li memasukkan rumput roh itu ke dalam ruang dimensi dengan gerakan tangan yang cepat.
Rombongan Li Zhe Liang mengira Yang Ruo Li menyimpan rumput roh itu ke dalam cincin dimensi yang baru didapatkannya tadi. Padahal gadis muda itu menyimpannya ke dalam ruang dimensi cincin lotus.
Li Zhe Liang tersenyum tipis melihat kegembiraan Yang Ruo Li. Pria dingin itu menggunakan indra spiritualnya memeriksa keadaan sekeliling untuk memastikan tidak ada bahaya mengancam secara tiba-tiba.
"Li Er! Disini aman. Kamu bisa mengumpulkan rumput roh sebanyak mungkin," kata Li Zhe Liang.
"Terima kasih, Zhe Liang!" jawab Yang Ruo Li.
"Kalian beristirahatlah!" perintah Li Zhe Liang ke pasukan rahasia.
"Baik, Tuan!" jawab pasukan rahasia secara bersamaan.
Li Zhe Liang duduk bermeditasi untuk memulihkan kekuatan spiritualnya, sedangkan dua puluh lima anggota pasukan rahasia yang ikut membuat Formasi Cahaya bersama Li Zhe Liang juga duduk berdampingan untuk meditasi.
Lu Jing, Feng Teng, Fu Rong, Fu An, dan sisa pasukan rahasia bersiap siaga memantau keadaan sekeliling. Sejak kedatangan mereka semua di depan pintu masuk portal rahasia, Li Zhe Liang dan dua puluh lima anggota pasukan rahasia itu yang menggunakan banyak kekuatan spiritual untuk melawan Kura-Kura Hitam dan menyegel pintu masuk portal rahasia.
Yang Ruo Li melirik sekilas ke arah Li Zhe Liang sambil tersenyum tipis. Gadis muda itu memang sengaja memperlihatkan sikap ketertarikan yang luar biasa terhadap semua rumput roh itu.
Padahal tujuan utama Yang Ruo Li adalah memberikan waktu untuk Li Zhe Liang dan dua puluh lima anggota pasukan rahasia memulihkan kekuatan spiritual mereka.
"Chong Yun! Kamu tidak tertarik dengan rumput roh ini?" tanya Yang Ruo Li.
Sebagai sesama alchemist, gadis muda itu berbaik hati mengajak Chong Yun untuk memetik rumput roh.
"Hanya rumput roh biasa!" jawab Chong Yun ketus.
Tentu saja Chong Yun juga menginginkan rumput roh itu. Akan tetapi, tidak ada cincin dimensi untuk menyimpan semua rumput roh dan menjadi lahan yang subur. Cincin batu rubi nya hanya bisa menyimpan rumput roh dalam keadaan mati saja.
Yang Ruo Li tidak tersinggung dengan perkataan ketus Chong Yun. Gadis muda itu melanjutkan kesibukannya mengumpulkan rumput roh. Tepat saat itu dirinya melihat cincin dimensi yang akan diberikan kepada Li Zhe Liang masih melingkar di jari tangannya sehingga Yang Ruo Li juga menyimpan rumput roh kualitas tinggi itu ke dalam sana.
Yang Ruo Li duduk sambil menangkupkan kedua tangannya di wajah. Matanya menatap saksama wajah tanpa ekspresi Li Zhe Liang. Gadis muda itu tidak mau mengganggu meditasi Li Zhe Liang dan menunggu dengan sabar.
Lima menit kemudian Li Zhe Liang membuka kedua matanya dan menoleh ke arah Yang Ruo Li yang sedang menatapnya dengan senyuman tipis di sudut bibir.
"Li Er! Ada apa?" tanya Li Zhe Liang.
"Cincin ini untukmu, Zhe Liang!" jawab Yang Ruo Li sambil menyodorkan cincin dimensi.
Lu Jing, Feng Teng, Chong Yun, dan anggota pasukan rahasia semuanya menatap ke arah cincin yang berada di tangan Yang Ruo Li.
Apa maksud Yang Ruo Li memberikan cincin kepada tuan mereka? Apakah sebagai tanda ungkapan cinta? Rata-rata mereka semua sudah mendengarkan gosip yang disebarkan oleh Chong Yun di perkemahan sehingga mereka tahu hubungan istimewa antara Li Zhe Liang dan Yang Ruo Li.
Rombongan Li Zhe Liang mempertajam pendengaran mereka untuk mendengar perbincangan Li Zhe Liang dan Yang Ruo Li.
"Untukku? Kamu simpan untukmu saja. Cincin ini sangat berguna untuk alchemist."
Li Zhe Liang menolak hadiah Yang Ruo Li secara halus. Bukan karena dirinya tidak menyukai hadiah pertama pemberian Yang Ruo Li, akan tetapi cincin dimensi ini lebih berguna bagi gadis muda itu. Selain karena Yang Ruo Li adalah alchemist , juga dikarenakan gadis muda itu bisa masuk ke dalam cincin dimensi apabila bahaya datang mengancam.
Li Zhe Liang lebih mementingkan keselamatan Yang Ruo Li. Jika saja pada saat monster elang tingkat tujuh menyerang Yang Ruo Li dan gadis muda itu mempunyai cincin dimensi, maka dia tidak akan terluka oleh monster elang tingkat tujuh.
"Zhe Liang! Aku… aku mendapatkan dua cincin dimensi," kata Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li terpaksa berbohong bahwa dirinya mendapatkan dua cincin dimensi dari gua transparan supaya Li Zhe Liang mau menerima hadiah darinya.
"Benarkah?" tanya Li Zhe Liang sambil menatap saksama wajah Yang Ruo Li.
"Tentu saja! Xue Qiu berada di dalam cincin dimensi yang lain, sedangkan cincin dimensi ini hanya berisi rumput roh dari portal rahasia ini. Cincin kita sepasang," jawab Yang Ruo Li sambil menganggukkan kepala.
DUA CINCIN DIMENSI? Kenyataan ini bagaikan guntur yang menyambar hati seluruh anggota rombongan Li Zhe Liang. Yang Ruo Li sangat beruntung mendapatkan dua cincin dimensi sekaligus.
Yang paling terkejut mendengar hal itu tentu saja Chong Yun. Pria itu menyesal tidak bersikap ramah terhadap Yang Ruo Li. Mungkin saja sebagai sesama alchemist, Yang Ruo Li akan memberikan salah satu cincin dimensi untuknya.
Li Zhe Liang tersenyum tipis setelah mendengar ucapan polos Yang Ruo Li. Suasana hatinya sangatlah baik. Pria dingin itu mengulurkan jari tangannya ke arah Yang Ruo Li.
"Ada apa?" tanya Yang Ruo Li dengan raut wajah bingung.
"Bukankah kamu memberikan cincin dimensi untukku? Pakaikan di jari tanganku," jawab Li Zhe Liang.
"Iya!" ucap Yang Ruo Li dengan riang.
Yang Ruo Li memasangkan cincin dimensi ke jari manis Li Zhe Liang dan menatapnya dengan perasaan puas. Cincin dimensi yang sederhana itu sangat cocok di jari tangan Li Zhe Liang.
"Terima kasih, Li Er!" kata Li Zhe Liang sambil memegang kepala Yang Ruo Li dengan lembut.
Sementara itu Chong Yun menatap saksama cincin dimensi yang melingkar di jari tangan Li Zhe Liang.
"Aku juga ingin memilikinya!" jerit hati Chong Yun dengan pilu.
***
Halo readers. Bab ini up pukul 15.20 wita. Dari judulnya pasti readers sudah bisa menebak isi cerita bab ini. Gimana? Sweet dan senyum-senyum sendiri kan waktu membacanya? 😁
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam ya. Yang pasti ada keseruan dan bahaya mengancam di portal rahasia.
Bantu doa nya supaya lancar muncul ceritanya nanti malam 🤗😆
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE