GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 167. Kehancuran tiga keluarga terpandang Kota Shang Ri La


***Ruang depan Kediaman Bangsawan Fu Chen***


Fu Jiu Yun melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang depan dan mendengar jelas teriakan Ta Pau yang diseret keluar oleh pengawal.


"Ayah. Apa yang terjadi?" tanya Fu Jiu Yun.


"Tidak apa-apa. Hanya anggota pasukan yang pantas di hukum mati," jawab Bangsawan Fu Chen.


Bangsawan Fu Chen sengaja menghukum Ta Pau dengan kejam supaya bawahan yang lain menjadi takut dan tidak akan mengikuti jejak Ta Pau untuk melarikan diri dari Kediaman Bangsawan Fu Chen.


Semua bawahannya harus bekerja dan mengabdi seumur hidup dengannya. Jika tidak, maka kematian yang akan menjadi jalan terakhir bagi mereka semua.


Sementara Tetua Wu Yuan bukanlah pengikut Bangsawan Fu Chen. Tetua Wu Yuan berhutang budi kepada ayah Wen Hui Min sehingga membuatnya membalas budi dengan bersedia menjadi pengikut Wen Hui Min selama ini.


Tetua Wu Yuan sudah lama tidak tahan dengan kekejaman Wen Hui Min dalam menghadapi musuh. Bahkan ada beberapa kali Tetua Wu Yuan tidak melaksanakan perintah Wen Hui Min dengan baik, yaitu membiarkan istri dan anak dari musuh Wen Hui Min tetap hidup.


Walaupun saat itu Wen Hui Min sangat marah dengan tindakan Tetua Wu Yuan, tetapi wanita licik itu masih membutuhkan bantuan Tetua Wu Yuan sehingga tetap mempertahankan orang tua itu sebagai pengikutnya.


Justru karena itu jugalah membuat Wen Hui Min tidak memberikan pil elixir reinkarnasi kualitas menengah itu ke Tetua Wu Yuan selama ini. Tuduhan Yang Ruo Li bukanlah omong kosong belaka. Gadis muda itu berhasil menebak isi hati Wen Hui Min dengan tepat.


"Ayah. Apakah ibu sudah kembali?" tanya Fu Jiu Yun.


"Ayah sudah memerintahkan pengawal untuk memeriksa keadaan aula besar Kota Shang Ri La. Kita tunggu saja di sini," jawab Bangsawan Fu Chen dengan santai.


Sikap kejam dan dingin yang diperlihatkannya tadi sudah hilang dan berubah menjadi sikap seorang ayah yang baik dan penuh wibawa. Fu Jiu Yun sudah terbiasa dengan sikap palsu ayahnya.


"Baik ayah," jawab Fu Jiu Yun dengan patuh.


"Bagaimana lukamu? Apakah sudah pulih semuanya?" tanya Bangsawan Fu Chen.


"Sudah ayah. Terima kasih atas perhatiannya," jawab Fu Jiu Yun.


"Baguslah. Kondisi tubuhmu harus sehat. Tidak lama lagi kamu akan menikah. Ayah mengharapkan banyak cucu dari kedua istrimu," ucap Bangsawan Fu Chen.


"Baik ayah," jawab Fu Jiu Yun dengan singkat.


Fu Jiu Yun tahu Bangsawan Fu Chen begitu cepat menyetujui Peng Wei Wei dan Lim Hsuang Hsuang menjadi istri resminya karena menginginkan dukungan dari Pejabat Peng Chong dan juga ayah Lim Hsuang Hsuang, yang mempunyai hubungan dekat dengan Kaisar Kerajaan Tang.


Fu Jiu Yun yakin sebentar lagi Bangsawan Fu Chen pasti akan membatalkan pernikahannya dengan Peng We Wei setelah mengetahui kematian tragis Pejabat Peng Chong.


Tentu saja Fu Jiu Yun mengetahui semua kejadian di aula besar Kota Shang Ri La dari mulut Si Han. Si Han dan pengikutnya membawa Wen Hui Min pulang menemui Fu Jiu Yun secara langsung.


Wen Hui Min sudah menjadi gila, dengan luka bakar parah di sekujur tubuhnya dan juga jiwa pil yang rusak. Fu Jiu Yun menyembunyikan Wen Hui Min di dalam ruang rahasia miliknya dan mengutus dua pelayan pribadi kepercayaannya untuk merawat Wen Hui Min di sana.


Ruang rahasia itu tidak diketahui oleh Bangsawan Fu Chen sama sekali. Setelah mengamankan Wen Hui Min, Fu Jiu Yun mencari Bangsawan Fu Chen di ruang depan dan berpura-pura menanyakan keadaan Wen Hui Min.


***


Seorang pengawal berlari tergesa-gesa masuk ke dalam ruang depan dan berlutut dengan satu kaki di hadapan Bangsawan Fu Chen.


"Tuan Fu Chen. Aula besar Kota Shang Ri La kosong. Aku telah menanyakan kepada beberapa rakyat kota Shang Ri La. Mereka bilang sekelompok orang berpakaian serba hitam membersihkan tempat itu dan semua jasad tiba-tiba lenyap dalam waktu singkat," lapor pengawal itu.


Sementara Fu Jiu Yun sudah mengetahui dari Si Han tentang semua jasad dilenyapkan oleh ramuan obat dari pengikut Li Zhe Liang, ikut berpura-pura terkejut. Ini adalah kesempatan baginya untuk melindungi nyawa Wen Hui Min dari tangan kejam Bangsawan Fu Chen.


"Ayah. Bagaimana dengan ibu? Apakah ibu tidak ditemukan di sana?" Fu Jiu Yun pura-pura bertanya dengan panik.


"Di mana nyonya?" bentak Bangsawan Fu Chen ke pengawal itu.


"Nyo…nyonya…ka…kata rakyat Kota Shang Ri La, nyonya terkena luka bakar yang parah karena Yang Ruo Li membakarnya dengan api surgawi dan juga jiwa pil nyonya rusak. Tidak ditemukan tubuh nyonya di aula besar, aku….aku duga nyonya juga lenyap seperti jasad lainnya," jawab pengawal dengan gugup dan keringat yang bercucuran deras.


"Sialan!" geram Bangsawan Fu Chen.


Bersamaan dengan itu tiga orang pengawal juga berlari tergesa-gesa ke dalam ruang depan dan segera berlutut di hadapan Bangsawan Fu Chen.


Wajah mereka bertiga pucat dengan tubuh gemetaran sehingga membuat Bangsawan Fu Chen semakin gusar.


"Ada apa lagi? Cepat katakan!" perintah Bangsawan Fu Chen.


"Tuan Fu Chen. Kediaman Keluarga Yang hancur dan semuanya mati!"


"Tuan Fu Chen. Kediaman Keluarga Huo hancur dan semuanya mati!"


"Tuan Fu Chen. Kediaman Pejabat Peng Chong hancur dan hanya tersisa Nona Peng Wei Wei yang terluka parah. Aku sudah membawanya pulang ke sini!"


Ketiga pengawal melaporkan hal yang sama yakni kehancuran tiga keluarga terpandang di Kota Shang Ri La dalam waktu singkat.


"Apa?" teriak Bangsawan Fu Chen dan Fu Jiu Yun bersamaan.


Bagaimana mungkin tiga dari lima keluarga terpandang di Kota Shang Ri La hancur dalam waktu singkat. Siapa yang mempunyai kekuatan begitu besar untuk melakukannya?


Walaupun di dalam pikiran Bangsawan Fu Chen dan Fu Jiu Yun sudah yakin orang yang melakukan semua itu pastilah pria tampan misterius, yang memiliki hubungan dekat dengan Yang Ruo Li, mereka masih tidak bisa mempercayai sepenuhnya.


"Bawa Peng Wei Wei ke sini. Aku ingin menanyakannya secara langsung!" perintah Bangsawan Fu Chen.


"Baik Tuan Fu Chen," jawab pengawal yang membawa pulang Peng Wei Wei ke Kediaman Bangsawan Fu Chen.


Beberapa saat kemudian pengawal tadi berjalan masuk ke dalam ruang depan diikuti dua orang pengawal lainnya yang mengangkat sebuah tandu. Mereka berdua meletakkan tandu di tengah ruang depan. Peng Wei Wei berbaring di atas tandu itu.


***


Selamat siang readers. Apa yang terjadi dengan Peng Wei Wei? Kenapa gadis muda itu berbaring di atas tandu?


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam ya readers.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE