GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 49. Ancaman


***Taman Kediaman Fu Jiu Yun***


Suasana hati Fu Jiu Yun saat ini sangat mudah gampang tersinggung. Hal ini dikarenakan efek racun gatal ditubuhnya sangat mengganggu.


Walaupun sekarang rasa gatalnya berhasil diringankan oleh hawa dingin tubuhnya akibat bermeditasi di kolam es. Akan tetapi, cara ini tidak bisa dilakukannya berulang kali.


Jika Fu Jiu Yun memaksakan diri menggunakan kolam es untuk meringankan rasa gatal tubuhnya, maka kemungkinan besar api elixir di dalam tubuhnya akan hancur.


Apabila Fu Jiu Yun tidak menggunakan kolam es, rasa gatal yang luar biasa ini pasti akan selalu membuatnya gelisah dan menderita. Bahkan dirinya tidak bisa berlatih kultivasi dengan baik dan tenang.


Fu Jiu Yun penasaran dirinya telah menyinggung alchemist tingkat berapa sehingga bisa terkena racun gatal yang tidak bisa disembuhkan oleh alchemist Keluarga Peng dan alchemist Keluarga Lim.


Hubungan akrab Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang membuat Fu Jiu Yun tidak bisa lagi menahan amarahnya yang memuncak sehingga berteriak memanggil Yang Ruo Li.


"Yang Ruo Li!" teriak Fu Jiu Yun.


"Ada apa?" Tanya Yang Ruo Li dengan tenang.


"Kemari! Kupas jeruk untukku!" perintah Fu Jiu Yun sambil menggertakkan giginya.


"Kupas jeruk untuknya? Apa dia gila? Pasti racun gatalku sudah merusak otaknya," kata hati Yang Ruo Li.


Bukan Yang Ruo Li sendiri saja yang terkejut dengan permintaan Fu Jiu Yun. Kedua gadis yang berada di sisi Kiri dan kanan Fu Jiu Yun lebih terkejut lagi. Lim Hsuang Hsuang menggenggam erat 'Pipa' di tangannya, sedangkan Peng We Wei melotot ke arah Yang Ruo Li.


Sementara Li Zhe Liang dengan wajah tanpa ekspresinya melihat ke arah Yang Ruo Li. Li Zhe Liang ingin tahu bagaimana reaksi Yang Ruo Li terhadap permintaan Fu Jiu Yun. Apakah selama ini Yang Ruo Li pernah menyukai Fu Jiu Yun? Jika pernah, mungkin saja Yang Ruo Li tidak akan menolak permintaan Fu Jiu Yun.


"Tuan muda Fu Jiu Yun! Ketika di Kediaman Edelweiss, aku hanya membantu mengelap wajahmu saja sudah dituduh meracunimu. Lebih baik aku tidak mengupas jeruk untukmu," tolak Yang Ruo Li tegas.


Sudut bibir Li Zhe Liang terangkat sedikit mendengar perkataan Yang Ruo Li, sedangkan  Fu Jiu Yun mengepalkan kedua tangannya karena tidak mengira Yang Ruo Li berani menolak perintahnya di depan umum.


Peng Wei Wei menggunakan kesempatan ini untuk menenangkan hati Fu Jiu Yun.


"Tuan muda Fu Jiu Yun! Mari makan jeruk yang sudah dikupas olehku. Jeruk ini sangat manis," kata Peng Wei Wei sambil mengulurkan satu potongan jeruk di depan mulut Fu Jiu Yun, dengan niat menyuapinya.


Fu Jiu Yun melampiaskan amarahnya yang sudah mencapai ubun-ubun ke Peng Wei Wei dengan menepis kasar tangan Peng Wei Wei yang menggenggam potongan jeruk sehingga terjatuh di lantai.


"Jaga sikapmu, Peng Wei Wei!" tukas Fu Jiu Yun sambil berdiri dari tempat duduknya.


Wajah Peng Wei Wei menjadi pucat dan berusaha menahan air matanya mengalir keluar.


Fu Jiu Yun menatap tajam ke arah Yang Ruo Li. "Yang Ruo Li! Kamu adalah tunanganku. Kemari dan kupas jeruk untukku!" perintah Fu Jiu Yun.


"Tuan muda Fu Jiu Yun mengakui Yang Ruo Li sebagai tunangannya? Tidak mungkin!" kata hati Peng Wei Wei dan Lim Hsuang Hsuang bersamaan.


Kedua gadis itu tidak bisa menyembunyikan lagi rasa cemburu dan iri terhadap Yang Ruo Li. Mereka berdua sangat takut jika Fu Jiu Yun benar-benar akan menikah dengan Yang Ruo Li maka bagaimana nasib mereka berdua nantinya? 


Lim Hsuang Hsuang maupun Peng Wei Wei ingin menjadi istri resmi Fu Jiu Yun. Jika Fu Jiu Yun menikahi Yang Ruo Li, maka kemungkinan besar mereka hanya akan menjadi selir Fu Jiu Yun saja dan hal itu tidak boleh terjadi. 


"Tuan muda Fu Jiu Yun! Tanganmu tidak cacat dan bisa mengupas sendiri jeruknya," kata Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li bersikeras tidak mau mengupas jeruk untuk Fu Jiu Yun.


"Kurang ajar! Berani mengancamku!" kata hati Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li berusaha menahan emosinya untuk menampar wajah Fu Jiu Yun. Bagaimanapun juga pedang penghancur sangat penting baginya untuk menyelamatkan Mu Dan. 


"Tuan muda Fu Jiu Yun! Hanya masalah mengupas jeruk saja, tidak perlu mengancamku. Aku akan mengupasnya untukmu," ucap Yang Ruo Li sambil tersenyum.


Yang Ruo berjalan ke arah Fu Jiu Yun dan mengambil sebuah jeruk dari atas piring yang berada di depan tempat duduk Fu Jiu Yun dan mulai mengupasnya.


Suasana hati Fu Jiu Yun menjadi tenang dan emosinya mereda seketika karena Yang Ruo Li mendengarkan perintahnya. Fu Jiu Yun pun duduk kembali di kursinya dan memberikan tatapan angkuh ke arah Li Zhe Liang.


Li Zhe Liang tidak memedulikan tatapan angkuh dari Fu Jiu Yun yang terang-terangan menantangnya. Pandangan Li Zhe Liang fokus ke arah Yang Ruo Li. 


Tadi Li Zhe Liang melihat dengan jelas tatapan mata marah dari gadis muda itu ketika Fu Jiu Yun mengancamnya dengan pedang penghancur, tetapi sekarang Yang Ruo Li tersenyum lebar sambil mengupas buah jeruk. Li Zhe Liang berfirasat Yang Ruo Li pasti merencanakan sesuatu untuk membalas Fu Jiu Yun.


Yang Ruo Li menghentikan aksi mengupas buah jeruk dan mengamati saksama buah yang berada di tangannya itu. Bentuk buah jeruk itu berlapis kaca.


"Ternyata jeruk ini adalah buah roh berkualitas tinggi," kata Yang Ruo Li.


"Tentu saja! Semua makanan, pakaian, dan benda-benda di Kediaman Bangsawan Fu Chen berkualitas tinggi. Kamu pasti belum pernah mencicipi buah ini kan? Jika kamu menurut dan berhasil menjadi nyonya Kediaman ini, apa pun yang kamu inginkan akan terkabul," ucap Fu Jiu Yun dengan sombong.


Wajah Peng Wei Wei dan Lim Hsuang Hsuang semakin pucat karena perkataan Fu Jiu Yun. Mereka bertekad dalam hati untuk memutuskan pertunangan Yang Ruo Li dengan Fu Jiu Yun secepatnya.


Yang Ruo Li berpura-pura tidak mengerti maksud perkataan Fu Jiu Yun .


"Benar sekali tuan muda Fu Jiu Yun. Aku belum pernah makan buah roh berkualitas tinggi seperti ini. Bolehkah aku mengambilnya lagi?" tanya Yang Ruo Li.


Fu Jiu Yun menganggukkan kepalanya.


Yang Ruo Li meletakkan buah jeruk yang belum selesai dikupasnya di atas meja dan langsung mengambil piring yang berisi penuh buah jeruk.


"Terima kasih, Tuan muda Fu Jiu Yun!" kata Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li memegang piring buah dengan tangan kiri dan berlari kecil ke arah Li Zhe Liang.


***


Apa yang akan dilakukan Yang Ruo Li untuk membalas Fu Jiu Yun yang berani mengancamnya tadi ?


Halo readers. Hari ini author crazy up 3 bab ya. Bab ketiga mungkin agak malam.


Di tunggu ya


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE