
***Portal Rahasia***
Li Zhe Liang melihat sekeliling isi di dalam lubang besar yang dibuka oleh Qi Lin tadi. Keadaannya gelap gulita. Tidak ada lagi pemandangan indah bunga-bunga bermekaran di atas pepohonan maupun kelopak bunga harum yang berterbangan tertiup angin sejuk.
Li Zhe Liang menyadari sejak dirinya melangkahkan kaki masuk ke dalam lubang besar, sihir ilusi sudah mulai bekerja dan mempengaruhinya. Li Zhe Liang berfirasat penjaga api surgawi lah yang menguasai sihir ilusi itu untuk mencegahnya mendapatkan api surgawi.
Li Zhe Liang mengambil mutiara malam dari dalam cincin penyimpan batu rubi miliknya. Ruangan di dalam lubang besar menjadi terang karena sinar yang dipancarkan oleh mutiara malam. Terlihat seekor kera purba seukuran tubuh pria dewasa sedang duduk bermeditasi dan berada tidak jauh dari posisi Li Zhe Liang.
"Kakak Kera!" panggil Qi Lin kecil kegirangan sambil berlari menghampiri Kera Purba.
Kera Purba bangun dari tempat duduknya dan menyentil kening Qi Lin kecil.
"Qi Lin bodoh! Kenapa membawanya ke sini?" tanya Kera Purba dengan ketus.
"Pria itu mempunyai makanan lezat. Aku akan membaginya dengan kakak kera," jawab Qi Lin kecil dengan polos.
"Aku pergi dulu!" teriak Kera Purba secara tiba-tiba karena Li Zhe Liang sudah mengeluarkan kekuatan spiritual untuk menangkapnya.
Kera Purba berhasil menghindari serangan Li Zhe Liang dan kabur dari lubang besar. Bukan karena kekuatannya lebih hebat daripada Li Zhe Liang, melainkan di dalam lubang besar banyak pintu rahasia tersembunyi yang dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Kera Purba.
***
Li Zhe Liang menatap ke arah Qi Lin kecil yang masih kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi.
"Kenapa kakak kera melarikan diri?" kata hati Qi Lin kecil.
"Qi Lin! Kera purba tinggal bersamamu di sini?" tanya Li Zhe Liang.
Qi Lin kecil menganggukkan kepalanya berkali-kali. Bisa dikatakan satu-satunya teman Qi Lin kecil di dalam portal rahasia adalah Kera Purba. Mereka tinggal bersama di dalam lubang besar.
Di saat mereka berdua lapar, Kera Purba akan meminta Qi Lin kecil untuk berburu menangkap monster buas yang berada di dalam portal rahasia, sedangkan Kera Purba sendiri tidak pernah meninggalkan lubang besar.
Alasan yang selalu diberikan oleh Kera Purba ke Qi Lin kecil adalah dirinya mempunyai tugas untuk menjaga seseorang yang berada di dalam lubang besar. Seseorang yang merupakan tuan rumah dari portal rahasia ini dan masih tertidur pulas sekarang.
Hari ini Kera Purba meminta Qi Lin kecil untuk berburu monster buas. Qi Lin kecil yang meninggalkan lubang besar kegirangan mendapatkan tiga monster buas yang sudah mati sehingga membawa daging yang lezat itu pulang ke lubang besar.
Dalam perjalanan pulang, Qi Lin kecil tidak bisa menahan diri untuk mencicipi sedikit daging lezat itu sehingga menyantapnya di belakang batu besar dan pada saat itulah acara makannya diganggu oleh Li Zhe Liang.
Kemudian Li Zhe Liang memberikan buah roh berkualitas tinggi yang rasanya lebih lezat dari pada daging yang selama ini dimakannya. Qi Li kecil tidak mengetahui tentang api surgawi sehingga membawa Li Zhe Liang ke tempat tinggalnya.
"Benar dugaanku! Kera Purba adalah penjaga api surgawi dan bukanlah Qi Lin yang masih kecil ini," kata hati Li Zhe Liang.
Tiba-tiba Li Zhe Liang merasakan pusing dan tubuhnya lemas. Bahkan ada sedikit gejala mati rasa terutama di bagian pergelangan kakinya yang masih berdarah karena gigitan Qi Lin yang berusaha menyadarkannya tadi.
Ternyata gigitan Qi Lin beracun. Jenis racunnya bisa membuat tubuh mati rasa, kesemutan, dan berakhir dengan tidak bisa bergerak sama sekali. Hal itulah yang membuat Qi Lin bisa mudah berburu monster buas untuk dijadikan makanannya bersama Kera Purba.
Li Zhe Liang mengambil satu butir pil spiritual berwarna emas dan melemparkannya ke Qi Lin kecil.
"Ini untukmu!" kata Li Zhe Liang.
Qi Lin kecil menangkap pil spiritual emas itu dengan mulutnya disertai gerakan yang gesit. Tanpa membuang waktu lagi pil spiritual emas dikunyah sampai habis.
"Enak sekali!" kata hati Qi Lin kecil kegirangan.
Li Zhe Liang tersenyum tipis melihat reaksi Qi Lin kecil. Reaksi itu selalu dilihatnya pada saat Shan Dan memakan pil spiritual emas.
Li Zhe Liang akan memberikan pil spiritual emas ke Shan Dian setiap kali hewan roh nya itu berhasil membantu menekan monster naga bertanduk di punggungnya.
Pil spiritual emas itu sebagai hadiah untuk Qi Lin kecil karena menyadarkan Li Zhe Liang tadi. Walaupun gigitannya menyebabkan Li Zhe Liang keracunan, tetapi racun itu bisa dinetralkan.
Li Zhe Liang duduk bersila di samping Yang Ruo Li dan memejamkan rapat kedua matanya. Dirinya berkonsentrasi menggunakan kekuatan spiritual untuk memaksa keluar racun Qi Lin kecil dari dalam tubuhnya.
Sementara Qi Lin kecil pun ikut duduk tenang tanpa berani mengganggu Li Zhe Liang. Kedua mata merah delimanya menatap gadis muda yang tertidur pulas di samping Li Zhe Liang.
"Siapa gadis itu? Pria itu sangat melindunginya," kata hati Qi Lin kecil.
Wajah kanan Yang Ruo Li tepat berhadapan ke arah Qi Lin kecil sehingga hewan roh suci legenda itu merasakan akrab dan dekat dengannya.
Sejak Qi Lin kecil lahir, hal pertama yang dilihatnya adalah seorang wanita berbaring tertidur pulas tidak jauh darinya di dalam satu benda besar. Qi Lin kecil tidak mengenali wanita itu, tetapi ada perasaan dekat dan terikat dengannya. Wanita itu jugalah yang dijaga oleh Kera Purba selama ini. Mereka berdua selalu setia berada di sisinya.
Yang Ruo Li mengingatkan Qi Lin akan wanita itu sehingga rasa penasaran di dalam hatinya semakin kuat. Dirinya ingin melihat lebih dekat wajah Yang Ruo Li.
Mata merah delima nya melirik sekilas ke arah Li Zhe Liang yang masih bermeditasi. Secara perlahan Qi Lin kecil melangkahkan kakinya mendekati Yang Ruo Li sambil sesekali kedua matanya melirik Li Zhe Liang.
Pada akhirnya Qi Lin kecil berhenti tepat di depan Yang Ruo Li. Kaki kanan depannya di angkat dan menyentuh tangan Yang Ruo Li secara perlahan setelah menyimpan cakarnya terlebih dahulu.
Walaupun Qi Lin kecil sangat polos, dirinya tidaklah bodoh. Dia tahu bahwa gigitan dan cakar nya mengandung racun sehingga dirinya tidak ingin menyakiti Yang Ruo Li.
***
Selamat siang readers. Bab ini up pukuk 16.00 wita. Ditunggu kelanjutan ceritanya nanti malam ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE