GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 155. Siksaan dari api surgawi


***Aula Besar Kota Shang Ri La***


Pertarungan antara Keluarga Peng dan Keluarga Huo berlangsung dengan sengit. Wen Hui Min menatap tajam ke arah Yang Ruo Li lalu ke api surgawi berwarna biru langit.


"Bodoh sekali! Dipermainkan oleh Yang Ruo Li karena api surgawi," ujar Wen Hui Min.


Beberapa saat kemudian pertarungan di tengah aula besar Kota Shang Ri La sudah mulai kelihatan siapa pemenangnya. Tentu saja Pejabat Peng Chong dengan lima puluh orang bawahannya lebih unggul daripada Huo Si Cheng dengan puluhan bawahan Keluarga Huo.


"Aku tidak boleh membiarkan si tua bangka itu mendapatkan api surgawi," tekad hati Wen Hui Min.


Wen Hui Min memiliki sifat licik dan pendendam sehingga masih mengingat jelas penolakan Pejabat Peng Chong untuk bekerjasama dengannya tadi.


Wanita licik itu yakin sekarang saat yang tepat baginya untuk ikut campur tangan membunuh Yang Ruo Li dan mendapatkan api surgawi karena Keluarga Peng serta Keluarga Huo masih bertarung habis-habisan.


"Kalian semua ikut aku membunuh Yang Ruo Li dan merebut api surgawi!" perintah Wen Hui Min kepada seratus pasukan yang dikirim oleh Bangsawan Fu Chen.


"Baik Nyonya Fu!" jawab pasukan Bangsawan Fu Chen secara serentak.


***


Rombongan Wen Hui Min berdiri tepat di hadapan Yang Ruo Li, tetapi gadis muda itu tetap bersikap tenang dan tidak memperlihatkan rasa takut sama sekali sehingga membuat Wen Hui Min semakin geram.


"Yang Ruo Li! Kamu akan mati hari ini! Bunuh Yang Ruo Li!" perintah Nyonya Fu.


Tepat pada saat itu Tetua Wu Yuan bergerak maju ke depan dan memberi hormat kepada Yang Ruo Li.


"Nona Ruo Li. Aku akan melawan mereka," jawab Tetua Wu Yuan dengan tenang.


"Dasar pengkhianat!" geram Wen Hui Min sambil melotot ke arah Tetua Wu Yuan.


Tetua Wu Yuan tidak menghiraukan kemarahan Wen Hui Min dan segera maju melawan pasukan Bangsawan Fu Chen. Li Zhe Liang memberi isyarat mata kepada Lu Jing dan Feng Teng sehingga mereka berdua pun ikut membantu Tetua Wu Yuan.


Wen Hui Min semakin murka melihat pasukan bantuan dari Bangsawan Fu Chen tidak ada yang berhasil mendekati Yang Ruo Li.


Tetua Wu Yuan, Lu Jing, dan Feng Teng bagaikan perisai kuat yang melindungi Yang Ruo Li. Kekuatan spiritual mereka bertiga yang tinggi bisa mengatasi serangan pasukan Bangsawan Fu Chen.


"Zhe Liang. Sangat disayangkan kekuatan spiritual mereka digunakan untuk melawan pasukan Bangsawan Fu Chen. Kamu tunggu di sini. Aku akan membantu mereka," ucap Yang Ruo Li dan segera terjun ke dalam pertarungan.


Chong Yun yang berdiri disamping Li Zhe Liang ketawa kecil melihat teman baiknya ditinggalkan oleh Yang Ruo Li.


"Zhe Liang. Sejak kapan kamu menjadi penurut? Yang Ruo Li sangat hebat, bisa membuatmu patuh," ucap Chong Yun.


Li Zhe Liang tidak menghiraukan Chong Yun dan memusatkan perhatiannya ke Yang Ruo Li. Gadis muda itu mengambil segenggam bubuk putih dari cincin penyimpan batu giok dan melemparkannya ke arah pasukan Bangsawan Fu Chen.


"Racun!" teriak salah satu pasukan Bangsawan Fu Chen.


Semua pasukan Bangsawan Fu Chen itu berusaha menutup hidung masing-masing. Akan tetapi, semuanya sudah terlambat.


Bubuk racun racikan Yang Ruo Li sudah bereaksi cepat. Tubuh mereka terasa lemas dan kaku. Sekujur tubuh mereka mati rasa sehingga gerakan yang dihasilkan menjadi lambat.


"Tidak perlu menggunakan kekuatan spiritual untuk melawan mereka," ujar Yang Ruo Li.


"Baik Nona Ruo Li!" jawab Tetua Wu Yuan, Lu Jing, dan Feng Teng secara bersamaan.


Dalam waktu singkat mereka bertiga bersama Yang Ruo Li sudah membunuh sebagian besar pasukan Bangsawan Fu Chen. Sisa pasukan Bangsawan Fu Chen ketakutan dan melangkahkan kaki mundur menghindari Yang Ruo Li serta ketiga orang yang membantu gadis muda itu.


"Pengecut dan tidak berguna!" teriak Wen Hui Min.


Wen Hui Min langsung bergerak menuju api surgawi, dengan maksud ingin merebutnya terlebih dulu sebelum Yang Ruo Li menyimpan kembali api surgawi itu.


Tentu saja api surgawi yang sudah terikat kontrak dengan Yang Ruo Li menghindar dengan cepat dari tangan Wen Hui Min. Wanita licik itu mengumpulkan kekuatan spiritualnya menjadi seukuran bola yang lebih besar dan melemparkannya ke arah api surgawi, dengan maksud menjinakkan api berwarna biru langit itu.


Kobaran api surgawi tiba-tiba menjadi sangat besar dan menghantam balik kekuatan spiritual Wen Hui Min sehingga wanita licik itu terhempas jauh dan mendarat di atas tanah.


"Ah!" teriak Wen Hui Min kesakitan sambil memuntahkan darah segar. Wanita licik itu bisa merasakan sebagian besar kekuatan spiritualnya telah disedot oleh api surgawi.


Suara hantaman yang keras antara api surgawi dengan kekuatan spiritual dan teriakan Wen Hui Min membuat Keluarga Peng dan Keluarga Huo menghentikan pertarungan sengit mereka.


Suasana aula besar Kota Shang Ri La menjadi sunyi seketika. Banyak jasad berserakan di atas tanah dan merupakan kumpulan dari bawahan keempat keluarga terpandang. Bau amis darah pun menguap di sekeliling.


Api surgawi berwarna biru langit itu berubah menjadi bola kecil lagi dan terbang melayang mendekati Yang Ruo Li.


"Siapa lagi yang menginginkan api surgawi?" tanya Yang Ruo Li dengan santai.


Tidak ada satu orang pun berani menjawab pertanyaan Yang Ruo Li..Bahkan pada saat gadis muda itu melangkahkan kakinya maju, mereka semua melangkah mundur secara spontan dengan raut wajah ngeri dan ketakutan.


Saat ini mereka semua sadar ketamakan akan api surgawi sudah mengorbankan banyak nyawa dan lebih dari setengah kekuatan spiritual mereka pun sudah habis terpakai.


Apa hasilnya? Api surgawi masih menjadi milik Yang Ruo Li dan mereka semua sama sekali tidak berhasil melukai gadis muda itu.


"Kalian sudah menyerah mendapatkan api surgawi? Hanya segitu saja kemampuan kalian?" ejek Yang Ruo Li.


Sekali lagi semuanya membisu dan tidak menjawab pertanyaan Yang Ruo Li. Gadis muda itu menarik kembali bola api surgawi yang melayang di udara ke dalam tubuhnya. Kemudian berjalan mendekati Wen Hui Min yang terduduk di atas tanah.


"Aku akan membuat perhitungan dengan kalian semua, dimulai dari Nyonya Fu terhormat," sindir Yang Ruo Li.


Api surgawi berwarna biru langit menyala di ujung jari Yang Ruo Li. Gadis muda itu menunjuk ke arah kaki Wen Hui Min. Dalam hitungan detik, api melahap kaki wanita licik itu.


"Ah! Panas! Tolong!" jerit Wen Hui Min.


Yang Ruo Li menarik kembali api surgawi itu ke jari tangan sehingga api yang membakar kaki Wen Hui Min padam. Akan tetapi, belum sempat wanita licik itu menarik napas lega, Yang Ruo Li mengarahkan lagi jari telunjuknya ke pundak Wen Hui Mui.


"Ah! Panas!" pekik Wen Hui Min.


Yang Ruo Li berulang kali membakar setiap bagian tubuh Wen Hui Min yang berbeda-beda dengan sejumlah kecil api surgawi sehingga membuat wanita licik itu frustasi.


Wen Hui Min menyadari api surgawi yang membakar tubuhnya tidak dapat dipadamkan sama sekali. Hatinya menjadi ngeri dan takut dirinya akan menjadi seonggok daging bakar seperti Tetua Yang Sin.


***


Selamat siang readers setia. Terima kasih sudah sabar menunggu bab semalam yang nyangkut dan baru muncul hari ini. Semoga bab nanti malam lancar dan tidak ketahan lagi ya.


SAMPAI KETEMU NANTI MALAM


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE