GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 181. Terkejut dan penasaran


***Hutan Tengkorak***


Rombongan Tang Song tersenyum semringah setelah melihat jelas siapa yang datang.


"Tetua Wu Yuan!" sapa Lai Yi sambil memberi hormat.


Lai Yi sangat menghormati Tetua Wu Yuan karena orang tua itu merupakan kultivator tingkat delapan. Hanya butuh satu tingkatan lagi, Tetua Wu Yuan akan mencapai kultivator tingkat tertinggi.


Sementara Tang Song pun mengenal Tetua Wu Yuan. Orang tua itu pernah mengikuti Wen Hui Min datang ke perjamuan malam Kerajaan Tang.


Tang Song dan Lai Yi tahu Tetua Wu Yuan adalah pengikut Bangsawan Fu Chen. Mereka berdua masih belum mengetahui apa yang telah terjadi di aula besar Kota Shang Ri La beberapa waktu yang lalu.


Kemunculan Tetua Wu Yuan membuat rombongan Tang Song menjadi sombong dan yakin Yang Ruo Li bisa ditangkap dengan mudah.


Tetua Wu Yuan mengacuhkan sapaan Lai Yi. Matanya fokus melihat Yang Ruo Li dari atas kepala hingga ujung kaki untuk memastikan kondisi Nona mudanya dalam keadaan baik-baik saja.


Tetua Wu Yuan bisa menyusul Yang Ruo Li ke Hutan Tengkorak karena petunjuk dari rakyat Kota Shang Ri La, yang melihat gadis muda itu menuju ke arah Hutan Tengkorak.


Yang Ruo Li sudah meninggalkan Paviliun Ru Yi selama satu jam sehingga Sha Sha mencari Pengurus Ming Ye untuk menyampaikan pesan Yang Ruo Li sebelumnya.


Pengurus Ming Ye membawa beberapa penjaga Paviliun Ru Yi keluar mencari Xue Qiu dan Yang Ruo Li. Tetua Wu Yuan yang mengetahui hal itu pun ikut keluar mencari keberadaan Nona mudanya.


Pil elixir reinkarnasi pemberian Yang Ruo Li membuat kekuatan spiritual Tetua Wu Yuan semakin meningkat. Orang tua itu yakin tidak lama lagi dirinya akan mencapai kultivasi tingkat sembilan.


"Tetua Wu Yuan. Cepat tangkap gadis muda ini. Dia berani melukai putri Tang Ying," ujar Lai Yi dengan antusias.


Tetua Wu Yuan segera melangkahkan kakinya menghampiri Yang Ruo Li. Lai Yi mengira Tetua Wu Yuan bersedia membantunya menangkap Yang Ruo Li sehingga ingin mengambil andil di depan Tang Ying.


"Gadis muda. Kamu pasti berasal dari Kota Shang Ri La kan? Pejabat Peng Chong adalah kakak iparku. Cepat mengaku salah dan memohon ampun kepada Putri Tang Ying agar keluargamu di Kota Shang Ri La tidak terkena hukuman juga," ancam Lai Yi.


"Tidak ada lagi Pejabat Peng Chong di Kota Shang Ri La karena tua bangka itu sudah mati!" balas Yang Ruo Li dengan tenang.


"Bagaimana mungkin? Siapa yang bisa menghukum mati Pejabat Peng Chong?" tanya Lai Yi dengan nada tidak percaya.


Keluarga Peng adalah keluarga terpandang kedua di Kota Shang Ri La, setelah Keluarga Fu. Satu-satunya orang yang bisa mengambil nyawa Pejabat Peng Chong hanyalah Bangsawan Fu Chen.


Lai Yi tidak mempercayai perkataan Yang Ruo Li sama sekali karena beberapa waktu yang lalu, dirinya baru menerima kabar dari Pejabat Peng Chong bahwa Peng Wei Wei akan menjadi istri resmi Fu Jiu Yun.


Hubungan Keluarga Fu dan Keluarga Peng akan semakin erat sehingga tidak mungkin Pejabat Peng Chong mati di tangan Bangsawan Fu Chen.


"Tetua Wu Yuan. Benarkah Pejabat Peng Chong sudah mati?" tanya Lai Yi.


Tetua Wu Yuan sudah berdiri tepat di samping Yang Ruo Li dan menatap ke arah Lai Yi.


"Aku yang membunuhnya," ucap Yang Ruo Li sambil tersenyum lebar.


"Apa?" teriak Lai Yi secara spontan.


"Tua bangka itu tidak mati di tanganku secara langsung sih, tetapi akulah yang mengantarnya menemui dewa akhirat," lanjut Yang Ruo Li.


Lai Yi dan rombongan Tang Song terkejut dengan jawaban Yang Ruo Li. Bagaimana mungkin gadis muda itu bisa menyebabkan kematian Pejabat Peng Chong dengan mudah? Banyak kultivator tingkat tinggi yang bekerja untuk Pejabat Peng Chong, bahkan ada Huang Chao, summoner pemilik monster Leopard Hitam.


"Aku akan membunuhmu!" teriak Lai Yi dan menghunuskan tombak, senjata andalannya ke arah Yang Ruo Li.


Tetua Wu Yuan maju melindungi tubuh Yang Ruo Li dan menggunakan kekuatan spiritualnya menghantam dada Lai Yi.


Lai Yi memuntahkan darah segar dari mulutnya akibat pukulan Tetua Wu Yuan. Semua yang berada di sana terkejut dengan sikap Tetua Wu Yuan yang menyerang Lai Yi secara tiba-tiba.


"Tetua Wu Yuan! Apa kamu sudah gila?" bentak Tang Song.


"Aku tidak akan memberi ampun kepada orang yang berani melukai Nonaku!" ucap Tetua Wu Yuan dengan tenang.


"Nona? Tetua Wu Yuan. Bukankah kamu pengikut Nyonya Fu dan bekerja untuk Bangsawan Fu Chen? Bagaimana mungkin kamu menjadi pengikut gadis muda ini?" tanya Lai Yi sambil memegang dadanya yang masih sakit akibat pukulan kekuatan spiritual Tetua Wu Yuan tadi.


"Aku sudah memutuskan hubungan dengan mereka," jawab Tetua Wu Yuan dengan singkat.


"Aku telah menghancurkan jiwa pil Wen Hui Min!" ujar Yang Ruo Li.


Sekali lagi perkataan Yang Ruo Li membuat rombongan Tang Song terkejut. Bagaimana mungkin gadis muda yang baru berusia tujuh belas tahun di hadapan mereka bisa melakukan semua hal itu?


Siapa sebenarnya gadis muda ini? Berani sekali menjadi musuh dua keluarga besar terpandang Kota Shang Ri La yaitu Keluarga Fu dan Keluarga Peng. Mereka mulai menebak-nebak apa identitas Yang Ruo Li.


***


Selamat siang readers. He he he, maaf ya kena prank dari author nih karena yang muncul Tetua Wu Yuan, bukan Zhe Liang 😅🙏.


Apakah Zhe Liang akan muncul di bab malam atau siapa lagi yang akan muncul ya? 😂 Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam readers tercinta.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE