
***Kediaman Edelweiss***
Huo Rong tidak menyadari Yang Ruo Li sudah mengeluarkan jarum terbang dari cincin batu gioknya. Konsentrasi Huo Rong terletak pada telapak tangan kanannya yang berhasil mengenai lengan kiri Yang Ruo Li.
Bersamaan dengan itu Yang Ruo Li menggunakan kekuatan spiritualnya mengirim sepasang jarum terbang itu ke arah kepala Huo Rong. Sepasang jarum terbang berhasil menembus dinding spiritual Huo Rong dan langsung masuk ke jiwa pil Huo Rong.
Yang Ruo Li memuntahkan darah segar di mulutnya karena pukulan Huo Rong. Huo Rong tersenyum lebar melihatnya.
"Tidak tahu diri! Berani melawan…."
Perkataan Huo Rong terputus karena dirinya merasakan kesakitan yang luar biasa di jiwa pilnya. Huo Rong memuntahkan darah segar dan tubuhnya terhuyung ke belakang tiga langkah.
"Apa yang terjadi?" tanya Huo Rong dengan nada tidak percaya.
"Aku hanya menancapkan jarum terbang ke dalam jiwa pil mu!" jawab Yang Ruo Li dengan tenang.
Yang Ruo Li menunjuk ke arah kepala Huo Rong sehingga sepasang jarum terbang keluar dari kepala Huo Rong dan kembali ke tangan Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li memegang sepasang jarum terbang itu dan memperlihatkannya kepada Huo Rong sambil tersenyum sinis.
"Bodoh! Jarum terbang itu hanya menimbulkan luka kecil di jiwa pil ku! Aku telah mencapai Tahap Kondensasi dan bisa dengan mudah memperbaiki jiwa pilku yang luka!" ujar Huo Rong dengan sombong.
"Hebat sekali bisa memperbaiki jiwa pilmu. Coba tunjukkan kepadaku yang bodoh ini,"kata Yang Ruo Li dengan nada mengejek sambil bertepuk tangan.
" Kamu akan ku kirim menemui dewa akhirat setelah jiwa pilku sembuh!" kata Huo Rong.
Huo Rong berkonsentrasi mengumpulkan kekuatan spiritualnya untuk memperbaiki jiwa pilnya yang terluka. Akan tetapi, belum sempat dirinya mengumpulkan semua kekuatan spiritual, Huo Rong memuntahkan darah segar lagi di mulutnya.
Huo Rong mempunyai firasat yang tidak baik dan menatap tajam ke arah Yang Ruo Li.
"Katakan! Apa yang kamu lakukan terhadapku?" tanya Huo Rong.
Huo Rong tidak percaya jarum terbang bisa membuat luka berat jiwa pilnya sehingga menduga Yang Ruo Li pasti menggunakan senjata rahasia lainnya lagi.
"Huo Rong! Aku sudah memperlihatkan jarum terbang itu kepadamu. Kamu tidak mengenalinya?" tanya Yang Ruo Li sambil ketawa kecil.
"Apa maksudmu?" tanya Huo Rong dengan panik.
"Sepasang jarum terbang ini terbuat dari besi hitam!" jawab Yang Ruo Li.
"Kamu menghancurkan jiwa pilku?" teriak Huo Rong diiringi muntahan darah segar dari mulutnya.
Latihan kultivasi sepanjang hidupnya telah hancur dan tidak akan bisa berlatih kultivasi lagi di masa yang akan datang. Huo Rong sudah berubah menjadi manusia sampah yang tidak bisa berkultivasi.
"Bagaimana perasaanmu menjadi manusia sampah sekarang? Mungkin aku bisa menjadikanmu pil manusia juga!" kata Yang Ruo Li.
"Kamu!" teriak Huo Rong . Darah segar memuncrat keluar dari mulut Huo Rong lagi.
***
"Luar biasa! Nona Yang Ruo Li sangat kejam terhadap lawannya!" kata Feng Teng..
"Nona Yang Ruo Li juga kejam dan tega terhadap dirinya sendiri! Dia sengaja menggunakan lengan kirinya untuk menerima pukulan sehingga memberinya kesempatan menggunakan jarum terbang. Aku yakin lengan kirinya terluka parah!" kata Lu Jing.
Lu Jing dan Feng Teng mengagumi keberanian dan kecerdikan Yang Ruo Li dalam menghadapi Huo Rong, lawan yang memiliki tingkatan ilmu lebih tinggi darinya. Dan sekarang Huo Rong berubah menjadi manusia sampah karena Yang Ruo Li.
Dari percakapan antara Yang Ruo Li dan Huo Rong tadi, mereka berdua tahu selama enam belas tahun ini Huo Rong lah yang menyebabkan Yang Ruo Li tidak bisa berlatih kultivasi sehingga mendapat balasan yang setimpal saat ini.
Sementara itu Li Zhe Liang menatap ke arah Yang Ruo Li dengan suasana hati yang baik. Gadis muda itu sangat kejam serta licik seperti rubah dan bisa memberikan kejutan yang berbeda-beda kepada semua orang.
Li Zhe Liang yakin Yang Ruo Li adalah gadis misterius yang telah berhubungan istimewa dengannya di Hutan Tengkorak. Keluarga Yang hanya memiliki tiga putri saja. Gadis misterius itu tidak mungkin adalah Yang Rong Xian karena Yang Rong Xian tidak pernah pergi ke Hutan Tengkorak.
"Wanita! Akhirnya aku menemukanmu!" kata hati Li Zhe Liang.
***
Halo readers. Hari ini author sudah up dua bab ya. Bab besok akan makin seru lo readers 😊🤗
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.
Happy weekend !
SALAM SAYANG
TERIMA KASIH
AUTHOR : LYTIE