GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 209. Ahli formasi


***Tempat makan dekat Perbatasan Kota Shang Ri La***


Yang Ruo Li bersiap meninggalkan tempat makan menuju Penginapan Bunga Kamboja. Gadis muda itu ingin masuk ke dalam ruang dimensi cincin lotus untuk meracik beberapa macam pil elixir maupun bubuk racun yang baru sambil menunggu kabar dari Lan Xi tentang keberadaan anak yang hilang.


Yang Ruo Li menghentikan niatnya untuk pergi karena mendengar percakapan dua pria yang duduk di dekat mejanya. Mereka berdua sedang membicarakan tentang lembah Pegunungan Wu Dong.


"A Sim. Kamu yakin mau ikut mendaftar ke lembah Pegunungan Wu Dong?" tanya A Long.


"Iya. Jika aku berhasil menjadi ahli formasi pasukan Bangsawan Fu Chen, aku bisa mendapatkan bayaran lima puluh koin emas," jawab A Sim dengan semangat.


"Ahli formasi? Untuk apa pasukan Bangsawan Fu Chen memerlukan ahli formasi?" kata hati Yang Ruo Li.


Seketika Yang Ruo Li mengingat formasi lingkaran sihir Sekte Sesat yang ditemukannya di dalam gua Pegunungan Wu Dong. Yang Ruo Li segera berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri dua pria itu.


"Maaf jika aku mengganggu. Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian berdua mengenai bayaran lima puluh koin emas untuk ahli formasi. Kebetulan aku mempunyai sedikit kemampuan membuat jimat formasi. Bolehkah aku ikut?" tanya Yang Ruo Li dengan sopan.


"Silakan duduk dulu. Aku duga kamu pasti bukan berasal dari Kota Shang Ri La. Aku A Sim dan ini temanku A Long," jawab A Sim dengan ramah.


Yang Ruo Li segera duduk di hadapan mereka berdua.


"Aku, A Liang, berasal dari kota Chang Sa. Senang berkenalan dengan A Sim dan A Long," ucap Yang Ruo Li dengan sopan.


Yang Ruo Li hanya kepikiran menggunakan nama belakang Li Zhe Liang sebagai nama panggilannya sewaktu berada dalam wujud pria.


"A Liang. Kamu bisa ikut bersamaku ke lembah Pegunungan Wu Dong. Selama lima hari ini prajurit Bangsawan Fu Chen mencari empat orang ahli formasi. Jika terpilih dan berhasil, akan mendapatkan bayaran lima puluh koin emas," jelas A Sim.


"A Sim. Kamu harus hati-hati. Selama lima hari ini sudah banyak ahli formasi yang mendaftar ke sana dan sampai sekarang mereka belum kembali," ujar A Long.


"Mungkin saja mereka sudah berhasil dan sedang menggunakan koin emasnya di kota lain," jawab A Sim.


"Jika mereka semua sudah berhasil, mengapa pasukan Bangsawan Fu Chen masih saja mencari ahli formasi yang baru?" tanya A Long.


Pertanyaan A Long sama dengan pertanyaan di dalam hati Yang Ruo Li. Gadis muda itu berfirasat semua ahli formasi yang mendaftar selama lima hari itu mungkin saja menjadi tahanan ataupun sudah mati.


"Kamu tenang saja, A Long. Aku pasti akan pulang dan mentraktirmu minum arak," ucap A Sim dengan yakin.


"Ayo, A Liang. Kita berangkat sekarang," ajak A Sim ke Yang Ruo Li.


"Baiklah," jawab Yang Ruo Li.


***Lembah Pegunungan Wu Dong***


Ketika Yang Ruo Li dan A Sim tiba di sana, terlihat puluhan ahli formasi sedang mengantri untuk mendaftar. Tentu saja dikarenakan bayaran yang tinggi.


A Sim dan Yang Ruo Li pun ikut mendaftar. Dua puluh menit kemudian Wu Kong, kapten prajurit yang bertugas mengurus para ahli formasi yang mendaftar, memberi petunjuk perlombaan untuk memilih empat orang dengan keahlian yang paling tinggi.


"Buatlah sepuluh kertas jimat dalam waktu sepuluh menit." perintah Wu Kong.


Yang Ruo Li segera mengambil sepuluh lembar kertas jimat kosong dari cincin penyimpan batu giok miliknya, lalu memusatkan kekuatan spiritual di ujung jari tangannya.


Sepuluh kertas jimat itu mulai berputar cepat di hadapan Yang Ruo Li. Gadis muda ini menggambar mantra dan simbol pada potongan kertas jimat yang terbang melewati matanya.


Gerakan jari tangannya sangat santai, seolah-olah tidak perlu berpikir sama sekali. Sepuluh lembar kertas jimat itu selesai dilukis oleh Yang Ruo Li dalam waktu sepuluh detik saja.


Wu Kong, A Sim, dan puluhan ahli formasi lainnya terkagum dengan keahlian Yang Ruo Li. Mereka semua yakin Yang Ruo Li pasti terpilih dan merupakan ahli formasi yang hebat.


Sepuluh menit kemudian, Wu Kong memilih empat ahli formasi. Tentu saja Yang Ruo Li termasuk di dalamnya.


"Namanya A Liang dan berasal dari Kota Chang Sa, Kapten Wu Kong." A Sim mewakili Yang Ruo Li menjawab. A Sim juga termasuk ke dalam salah satu ahli formasi yang terpilih.


"Kalian berempat ikuti aku!" perintah Wu Kong.


"Baik Kapten Wu Kong!" jawab Yang Ruo Li, A Sim, dan dua ahli formasi lainnya.


Wu Kong membawa mereka berempat masuk ke dalam lembah Pegunungan Wu Dong. Yang Ruo Li mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan melihat banyak tenda berukuran sedang dibangun di sana.


Wu Kong membawa mereka berempat menyusuri jalan setapak yang semakin sempit dan panjang. Yang Ruo Li mempunyai firasat tidak baik akan tempat tujuan mereka nantinya.


Yang Ruo Li menaburkan bubuk pelacak jalan racikannya di sepanjang jalan agar dirinya tidak tersesat keluar dari sana nantinya. Bubuk pelacak itu tidak berwarna dan tidak berbau sehingga tidak akan ketahuan oleh prajurit Bangsawan Fu Chen.


Tiga puluh menit kemudian mereka tiba di depan dinding pembatas bebatuan yang menghalangi jalan mereka semua.


"Jalannya buntu?" ucap A Sim dan dua ahli formasi lain secara bersamaan, sedangkan Yang Ruo Li diam dengan tenang dan mengamati saksama dinding pembatas bebatuan itu.


Wu Kong menempelkan satu kertas jimat berwarna hitam sehingga dinding pembatas bebatuan itu terbuka lebar.


"Masuk!" perintah Wu Kong.


Tepat ketika mereka semua sudah berjalan masuk ke dalam, dinding pembatas bebatuan menutup rapat.


Ruangan itu adalah ruang rahasia bawah tanah yang sangat besar dan agak gelap sehingga menimbulkan suasana mencekam.


Seorang pria berjubah hitam berjalan menghampiri mereka. Pria itu menatap tajam Yang Ruo Li, A Sim, dan dua ahli formasi lainnya dengan sepasang mata berwarna merah.


"Wu Kong! Mereka ahli formasi yang baru?" tanya pria itu.


Suara pria itu sangat serak dan penampilannya sangat menakutkan. Sepasang mata merahnya terlihat sangat jahat dan mengerikan.


"Sek…Sekte Sesat?" pekik A Sim secara spontan.


"Ha ha ha! Benar dugaanmu. Apakah kamu takut?" gertak pria itu ke A Sim.


Wajah A Sim dan kedua ahli formasi lainnya menjadi pucat. Mereka bertiga membalikkan badannya dan berniat melarikan diri.


Tubuh mereka bertiga tidak bisa bergerak meninggalkan tempat itu. Yang Ruo Li segera melihat ke arah bawah kakinya. Ada formasi lingkaran sihir Sekte Sesat yang mengurung mereka semua.


"Tuan! Tuan! Tolong ampuni nyawa kecil kami! Kami hanya ingin mendapatkan bayaran koin emas untuk menghidupi keluarga. Apa pun yang tuan perintahkan, akan kami lakukan!" mohon Yang Ruo Li sambil berlutut di depan pria berjubah hitam itu.


A Sim dan kedua ahli formasi juga ikut berlutut dan memohon pengampunan dari pria bermata merah.


Yang Ruo Li memang sengaja bersikap lemah dan tidak menunjukkan identitas aslinya. Gadis muda itu ingin menyelidiki apa kegunaan ruang rahasia bawah tanah ini dan mengapa Sekte Sesat memerlukan ahli formasi.


***


Selamat siang readers. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam ya. Babang Zhe Liang akan muncul nih.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE