
***Hutan Tengkorak***
Yang Ruo Li tersenyum kecil melihat Li Zhe Liang menghindari tangan Yang Rong Le dengan cepat. Raut wajah kecewa adik tirinya itu membuat suasana hati Yang Ruo Li membaik. Timbul keinginan di dalam hatinya untuk membalas ejekan Yang Rong Le beberapa waktu yang lalu.
Yang Ruo Li menarik tangan kanan Li Zhe Liang dan menggenggamnya dengan erat. Kemudian memberikan tatapan intimidasi dan ejekan ke Yang Rong Le sewaktu genggaman tangannya tidak mendapatkan penolakan dari Li Zhe Liang.
Hal itu membuat Yang Rong Le mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Semua rasa benci dan cemburu berusaha ditahan olehnya. Sisi buruknya tidak boleh terlihat oleh Li Zhe Liang.
"Rong Le! Bukankah kamu seharusnya mengikuti para Tetua Klan Huo berkelana? Mengapa kamu berada di sini?" tanya Yang Ruo Li.
Pegangan tangannya dengan Li Zhe Liang masih belum terlepas. Pria dingin itu mengetahui maksud hati Yang Ruo Li dan membiarkannya karena dirinya juga ingin menyingkirkan Yang Rong Le dari hadapan mereka secepatnya.
"Kakiku terluka sehingga tidak bisa mengikuti perjalanan mereka untuk sementara waktu. Aku akan ikut rombongan kalian pulang ke Kediaman Keluarga Yang," jawab Yang Rong Le dengan tidak tahu malu.
"Kita tidak sejalan! Aku tidak pulang ke Kediaman Keluarga Yang!" tolak Yang Ruo Li dengan tegas.
"Kakak Ruo Li pasti merasa tertekan dengan didikan ketat di dalam Keluarga Yang sehingga tidak mau pulang. Itu semua untuk kebaikan kakak juga. Mari kita pulang bersama, " bujuk Yang Rong Le.
Yang Ruo Li tersenyum sinis mendengar perkataan Yang Rong Le. Gadis muda itu yakin Huo Si Cheng pasti sudah menceritakan keadaan Huo Rong dan Yang Rong Xian ke Yang Rong Le. Sekarang adik tidak tahu diri itu berusaha mengajaknya ke Kediaman Keluarga Yang, bisa dipastikan ada jebakan lagi di sana.
"Jika kamu bilang menjadi pil manusia adalah didikan dari Keluarga Yang, aku bisa menjadikanmu pil manusia sekarang juga!" ketus Yang Ruo Li.
Chong Yun terkejut dengan perkataan Yang Ruo Li. Pria itu tidak menyangka Yang Ruo Li diperlakukan kejam di dalam Keluarga Yang. Sebagai alchemist tingkat empat, Chong Yun tahu betapa menderitanya orang yang dijadikan pil manusia. Setiap hari orang itu akan diberi makan racun yang berbeda dan kebanyakan dari mereka akan berakhir dengan kematian.
Yang Ruo Li termasuk satu-satunya pil manusia yang bisa bertahan hidup dalam waktu yang lama.
Sementara itu Yang Rong Le bisa merasakan aura membunuh dari kekuatan spiritual yang sengaja dipancarkan oleh Yang Ruo Li. Aura itu sangat mengintimidasi dan membuat gadis muka tembok itu merasa gentar.
Bagaimana mungkin Yang Ruo Li mempunyai kekuatan spiritual sebesar itu? Bukankah dia hanya mencapai kultivator tingkat tiga?
Yang Rong Le melangkahkan kakinya mundur ke belakang tiga langkah ketika melihat cahaya api biru muncul secara perlahan dari tubuh Yang Ruo Li. Gadis tidak tahu malu itu mempunyai firasat yang tidak baik.
Kali ini Yang Ruo Li memang berniat membunuh Yang Rong Le. Gadis muda itu ingin mencoba kekuatan api surgawi yang baru didapatkannya dari Batari Liu.
Api surgawi bisa menjadi tungku api untuk meracik pil elixir, juga bisa dijadikan sebagai senjata spiritual.
***
Yang Ruo Li menarik kembali api surgawi ke dalam tubuhnya karena kedua pria itu berlari menghampiri mereka. Mereka berdua dalam keadaan terluka.
"Tuan! Di mana Nona Ruo Li?" tanya salah satu pria itu ke Li Zhe Liang.
"Aku di sini!" Yang Ruo Li menjawab dengan cepat karena mengenali kedua pria itu, tepatnya pakaian yang dikenakan oleh mereka. Mereka berdua adalah penjaga di Paviliun Ru Yi.
"Nona…Nona Ruo Li?" tanya kedua pria itu dengan terbata-bata.
Mereka berdua menatap saksama Yang Ruo Li dari atas kepala ke ujung kaki dengan mata terbelalak dan mulut terbuka lebar. Bukankah Yang Ruo Li berwajah jelek dengan bercak hitam besar di pipi kiri? Akan tetapi, gadis muda yang berdiri di hadapan mereka sangatlah cantik seperti dewi kahyangan.
Mereka berdua tersadar dari lamunan sewaktu tubuh tinggi besar Li Zhe Liang menghalangi pandangan mata mereka. Pria dingin itu berdiri tepat di depan Yang Ruo Li.
"Apa yang terjadi?" tanya Li Zhe Liang dengan tegas.
Kemunculan kedua penjaga Paviliun Ru Yi dalam keadaan terluka menimbulkan firasat yang tidak baik bagi rombongan Li Zhe Liang.
"Katakan apa yang terjadi!" desak Yang Ruo Li.
Gadis muda itu sudah berdiri di samping Li Zhe Liang dan menggenggam erat tangan pria itu.
"Lapor, Nona Ruo Li! Paviliun Ru Yi diserang! Pengurus Ming Ye mengutus kita untuk mencari nona di Hutan Tengkorak," jawab salah satu penjaga Paviliun Ru Yi.
***
Selamat malam readers. Bab ini up pukul 21.00 wita.
Siapa yang menyerang Paviliun Ru Yi? Bagaimana keadaan Mu Dan serta Chun Hua?
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya readers.
SELAMAT MALAM DAN SELAMAT BERISTIRAHAT.
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE