GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 196. Bertemu rombongan Tang Song


Yang Ruo Li sedang duduk di salah satu tempat makan yang berada di perbatasan Kota Shang Ri La. Gadis muda itu sedang memikirkan jalur jalan yang akan diselidikinya nanti.


Bangsawan Fu Chen dan Fu Jiu Yun berada di Paviliun Wu Dong dengan seratus orang pasukan khusus. Pasukan khusus itu merupakan kultivator tingkat enam ke atas.


Sementara tiga ratus pasukan lainnya tinggal di dalam tenda-tenda yang dibangun di area lembah Pegunungan Wu Dong.


Yang Ruo Li memutuskan akan menyelidiki tempat sekitar lembah Pegunungan Wu Dong terlebih dahulu.


Penampilannya sebagai pria dewasa dan berwajah biasa-biasa saja membuatnya tidak menarik perhatian orang.


Tempat makan itu sangat ramai. Terlihat beberapa meja terisi oleh sekelompok pria sejumlah tiga puluh orang. Mereka mengenakan pakaian prajurit. Yang Ruo Li menebak di dalam hati, kemungkinan besar mereka adalah prajurit Bangsawan Fu Chen sehingga mencoba menguping pembicaraan mereka.


"Benarkah gosip tuan muda Fu Jiu Yun sudah memutuskan pertunangan dengan Yang Ruo Li, si gadis lemah dan buruk rupa?"


"Benar sekali. Tuan muda Fu Jiu Yun akan menikah dengan Lim Hsuang Hsuang dalam waktu dekat. Lim Hsuang Hsuang putri pedagang kaya."


Yang Ruo Li menggaruk hidungnya yang tidak gatal secara spontan karena tidak menyangka dirinya akan menjadi topik pergunjingan prajurit-prajurit itu.


"Aku mendengar gosip dari dalam Kota Shang Ri La bahwa Yang Ruo Li menghancurkan tiga keluarga terpandang sekaligus."


"Yang Ruo Li sudah berubah menjadi cantik. Kecantikannya bagaikan dewi yang turun dari langit. Aku ingin menemuinya. Aku yakin Yang Ruo Li adalah gadis tercantik di Kerajaan Tang."


Selama ini para prajurit yang bertugas itu tinggal di dalam tenda sekitar lembah Pegunungan Wu Dong sehingga berita mengenai pertunangan Fu Jiu Yun yang dibatalkan, kehebatan Yang Ruo Li menghancurkan tiga keluarga terpandang Kota Shang Ri La serta kecantikan Yang Ruo Li baru saja diketahui oleh mereka.


Tentu saja perihal pertunangan itu dibatalkan oleh Yang Ruo Li bukan Fu Jiu Yun tidak menyebar hingga ke telinga mereka.


Mengenai kematian seratus orang pasukan yang dikirim oleh Bangsawan Fu Chen untuk membantu Wen Hui Min, tidak ada seorang prajurit pun yang berani membicarakannya karena takut dihukum mati oleh Bangsawan Fu Chen.


Tiba-tiba terdengar suara pecahan cangkir di lantai sehingga semua orang yang berada di tempat makan termasuk Yang Ruo Li, melihat ke arah sumber suara.


Ternyata Tang Ying melemparkan cangkir teh karena mendengar pergunjingan dari mulut para prajurit.


"Tang Ying!" tegur Tang Song sambil menatap tajam wajah adik kesayangannya.


Pelayan tempat makan segera membersihkan pecahan cangkir di lantai. Semua orang pun mengalihkan perhatian dari meja Tang Song dan mengira cangkir itu pecah karena tidak disengaja.


Yang Ruo Li tersenyum samar melihat kemarahan Tang Ying. Gadis muda itu tidak menyangka akan bertemu dengan rombongan Tang Song.


Yang Ruo Li yakin rombongan Tang Song pasti dalam perjalanan mencari Bangsawan Fu Chen dan tentu saja karena penghinaan yang dilakukan oleh dirinya di Hutan Tengkorak sehingga muncul rencana untuk memberi pelajaran kepada rombongan Tang Song lagi.


Dugaan Yang Ruo Li sangat tepat. Rombongan Tang Song tidak berhasil menemui Bangsawan Fu Chen di kediamannya sehingga mereka menuju Paviliun Wu Dong sekarang.


"Kak Tang Song. Aku yakin gadis kampung itu adalah Yang Ruo Li!" ujar Tang Ying dengan ketus.


Tentu saja Tang Song, Lai Yi, dan pengikut lainnya sepemikiran dengan Tang Ying. Hanya saja mereka tidak mau bertindak gegabah sebelum tiba di Paviliun Wu Dong dan bertemu dengan Bangsawan Fu Chen.


"Bukannya Yang Ruo Li jelek dan lemah? Bagaimana mungkin wajahnya menjadi cantik?" gerutu Tang Ying.


"Gadis kampung itu pasti menggunakan ilmu sesat!"


"Aku ingin merobek mulutnya yang tajam!"


"Kak Tang Song. Aku ingin merusak wajahnya!"


Tang Song, Lai Yi, dan pengikut lainnya hanya diam dan membiarkan Tang Yin mencaci maki Yang Ruo Li. Mereka semua sudah terbiasa dengan sikap arogan putri manja kesayangan Kaisar Tang ini.


Tang Ying mendengar semuanya dengan jelas. Rasa iri dan bencinya terhadap Yang Ruo Li semakin memuncak. Tiba-tiba saja raut wajah Tang Ying berubah dan tatapan matanya kosong sesaat.


Putri manja itu berdiri dari kursinya dan berjalan menuju kelompok prajurit Bangsawan Fu Chen.


Tang Ying memukul salah satu meja dengan tangannya sehingga kelompok prajurit Bangsawan Fu Chen semuanya melihat ke arah Tang Ying dengan tatapan heran.


"Yang Ruo Li, gadis tercantik di Kerajaan Tang? Apa kalian buta? Aku lah gadis tercantik di Kerajaan Tang!" ujar Tang Ying dengan sombong.


Tang Ying berkacak pinggang dan menatap tajam ke arah prajurit Bangsawan Fu Chen dengan mata memerah dan wajah cemberut. Seolah-olah jika mereka semua tidak mengakui dirinya yang tercantik maka Tang Ying akan menghukum mereka.


Para prajurit Bangsawan Fu Chen tercengang melihat Tang Ying muncul mendadak di hadapan mereka dan mengatakan hal yang tidak masuk akal.


Mereka akui Tang Ying memang cantik, tetapi sikap putri manja itu sekarang sangat mirip seperti orang gila yang mengamuk di jalanan. Mereka saling memberi isyarat mata satu sama lain dan tertawa bersamaan.


"Ha ha ha! Iya, nona paling cantik!"


"Ayo, duduk bersama kita nona cantik!"


"Sepertinya otak nona cantik bermasalah. Mari aku bantu periksa!" ucap salah satu prajurit dan langsung menarik tangan Tang Ying dengan keras sehingga putri manja itu jatuh di pangkuan prajurit.


Prajurit itu tidak menyia-nyiakan kesempatan dan memeluk erat pinggang Tang Ying sambil tertawa terbahak-bahak.


"Tang Ying!" teriak Tang Song.


Pangeran kelima Kerajaan Tang itu segera menarik Tang Ying dari pangkuan prajurit, sedangkan Lai Yi menghunuskan pedangnya dan memotong tangan prajurit itu.


"Argh!" teriak prajurit itu kesakitan.


"Mereka menertawakanku! Bunuh mereka! Bunuh mereka semua!" teriak Tang Ying seperti orang gila, di dalam pelukan Tang Song.


Tang Song menarik paksa Tang Ying untuk meninggalkan tempat makan setelah meletakkan satu koin emas di atas meja dengan cepat sebagai bayaran. Lai Yi dan pengikut lainnya segera menyusul Tang Song.


"Jangan kira bisa lolos! Ayo kita kejar mereka!" teriak salah satu prajurit dengan gusar melihat temannya kehilangan sebuah tangan dalam waktu singkat.


Tiga puluh prajurit Bangsawan Fu Chen segera meninggalkan tempat makan dan mengejar rombongan Tang Song.


Beberapa saat kemudian terdengar suara pertarungan sengit di dekat tempat makan. Yang Ruo Li tersenyum samar dan menikmati cangkir tehnya dengan tenang.


Tentu saja Tang Ying mendadak bisa bertindak gila karena terkena racun dari Yang Ruo Li.


Ketenangan Yang Ruo Li terusik karena seorang pria asing duduk di hadapannya dan menatap tajam ke Yang Ruo Li.


***


Selamat malam readers. Siapakah pria asing itu? Apakah musuh, lawan, atau kumbang jantan?🤣


Ditunggu kelanjutan ceritanya besok ya.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE