
***Kamar tamu tempat Yang Ruo Li menginap***
Yang Ruo Li mulai beraksi melepaskan ikatan dan mengacak-acak rambut Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei bergantian sehingga kedua gadis itu terlihat seperti orang gila.
Sesekali terdengar suara ketawa kecil dari bibir Yang Ruo Li sebagai tanda suasana hatinya sangat gembira melakukan hal itu. Li Zhe Liang terdiam dengan wajah tanpa ekspresinya melihat keusilan Yang Ruo Li.
Pandangan mata dingin Li Zhe Liang mengarah ke Fu Jiu Yun. Pria sombong itu tertidur pulas dan keadaannya saat ini sama persis dengan keadaan Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei yang juga tertidur pulas.
"Li Er! Kapan kamu meracuninya?" tanya Li Zhe Liang sambil menunjuk Fu Jiu Yun.
Li Zhe Liang yakin Fu Jiu Yun terkena racun tidur dari Yang Ruo Li sehingga merasa penasaran bagaimana cara Yang Ruo Li meracuni Fu Jiu Yun. Apakah sewaktu Yang Ruo Li bersembunyi di balik pohon besar tadi?
"Sewaktu dia memintaku mengupas jeruk," jawab Yang Ruo Li jujur.
Li Zhe Liang mengingat jelas Yang Ruo Li bersedia mengupas jeruk untuk Fu Jiu Yun karena ancaman tidak akan meminjam pedang penghancur dari Fu Jiu Yun.
"Benar-benar gadis pendendam," kata hati Li Zhe Liang.
Pantas saja tadi Yang Ruo Li bisa masuk ke dalam kamar Fu Jiu Yun dengan santai karena gadis muda itu sudah Fu Jiu Yun tertidur pulas di dalam kamar.
Li Zhe Liang mengagumi kepintaran Yang Ruo Li. Walaupun gadis muda itu membalas ancaman Fu Jiu Yun dengan racun, tetapi Yang Ruo Li tidak bertindak gegabah. Racun yang diberikannya mempunyai efek lambat sehingga Fu Jiu Yun sendiri pun tidak menyadarinya.
Mungkin Fu Jiu Yun hanya menganggap tubuhnya lelah dan kecapekan sehingga tertidur pulas di malam hari. Pria sombong itu tidak akan pernah menyangka Yang Ruo Li telah meracuninya.
***
Yang Ruo Li berjalan ke arah Fu Jiu Yun setelah puas melampiaskan keusilannya kepada Li Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei. Gadis muda itu menggelengkan kepalanya melihat kondisi tubuh Fu Jiu Yun yang pucat dan pastinya terasa dingin karena bermeditasi di kolam es dalam waktu lama.
"Zhe Liang! Bisa kirim dia ke atas tempat tidur?" tanya Yang Ruo Li.
Li Zhe Liang mengibaskan tangannya dengan kuat sehingga tubuh Fu Jiu Yun terbentur dipan tempat tidur dengan keras terlebih dahulu dan akhirnya mendarat sempurna di atas tempat tidur.
Kening Fu Jiu Yun muncul memar berwarna kebiruan. Yang Ruo Li tidak memedulikan hal itu dan memapah tubuh Lim Hsuang Hsuang serta Peng Wei Wei satu persatu ke atas tempat tidur.
Kedua gadis itu dibaringkan di sisi kiri dan kanan Fu Jiu Yun. Bahkan kedua lengan Fu Jiu Yun sengaja diluruskan terlebih dahulu sehingga terkesan sedang memeluk Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei.
Yang Ruo Li juga menggunakan tangan Lim Hsuang Hsuang unttuk menampar pipi Peng Wei Wei. Begitu pun sebaliknya. Tangan Peng Wei Wei digunakan untuk menampar pipi Lim Hsuang Hsuang. Bekas tamparan terlihat jelas di pipi Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei.
"Li Er! Ayo pergi sekarang!" ajak Li Zhe Liang sambil menggandeng tangan Yang Ruo Li.
Li Zhe Liang mengira balas dendam Yang Ruo Li untuk ketiga orang itu sudah selesai sehingga ingin mengajaknya keluar dari kamar itu. Akan tetapi, Yang Ruo Li menahan langkah kakinya dan berjalan kembali ke depan tempat tidur. Gadis muda itu teringat kembali akan senyum licik dan suara tertawa senang Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei sewaktu di taman tadi.
"Lim Hsuang Hsuang! Peng Wei Wei! Hukuman ini terlalu ringan untuk kalian berdua. Kali ini aku berbaik hati mengabulkan cita-cita kalian," kata Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li berencana membuka pakaian ketiga orang yang sedang berada di atas tempat tidur itu. Akan tetapi, ada Li Zhe Liang di sisinya sekarang.
"Zhe Liang! Tolong bantu buka semua pakaian Fu Jiu Yun!" pinta Yang Ruo Li sambil menggaruk hidungnya yang tidak gatal.
"Apa katamu?" tanya Li Zhe Liang sambil memicingkan matanya ke arah Yang Ruo Li.
"Kita diberi racun cinta karena mereka ingin semua rakyat Kota Shang Ri La melihat kita melakukan perbuatan selingkuh itu. Aku ingin membalas mereka semua. Ini kesempatanku untuk memutuskan pertunangan dengan Fu Jiu Yun, " jawab Yang Ruo Li.
Kalimat terakhir dari perkataan Yang Ruo Li membuat Li Zhe Liang yang semula enggan mengabulkan permintaan Yang Ruo Li untuk membuka pakaian Fu Jiu Yun langsung setuju seratus persen untuk membantunya.
"Balikkan tubuhmu! Tidak boleh lihat!" perintah Li Zhe Liang.
"Iya, iya!" jawab Yang Ruo Li sambil tersenyum lebar karena Li Zhe Liang mau membantunya.
"Sudah!" Hanya hitungan detik, Yang Ruo Li mendengar suara Li Zhe Liang sehingga membalikkan tubuhnya.
Pakaian Fu Jiu Yun sudah berserakan di lantai kamar, sedangkan tubuh bagian bawah Fu Jiu Yun sudah tertutup rapat oleh selimut sehingga hanya terlihat setengah badan saja.
Li Zhe Liang berjalan ke arah pintu kamar untuk menjauhi tempat tidur karena tahu hal apa yang akan dilakukan gadis muda itu selanjutnya.
Yang Ruo Li membuka semua pakaian Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei serta melemparkannya sembarangan di lantai kamar. Posisi tubuh kedua gadis itu menempel di sisi kiri dan kanan Fu Jiu Yun.
"Beres! Aku tidak sabar menunggu pertunjukkan besar besok pagi," ucap Yang Ruo Li sambil bertepuk tangan dua kali.
Yang Ruo Li berlari kecil ke arah Li Zhe Liang dan menarik tangannya untuk keluar dari kamar. Mereka berdua berjalan ke kamar tamu tempat Li Zhe Liang menginap. Yang Ruo Li membuka pintu kamar itu dan membiarkannya dalam posisi terbuka.
Para penjaga yang mengawasinya terkena racun cinta melihatnya dan Li Zhe Liang masuk ke kamar ini sehingga Yang Ruo Li sengaja membukanya supaya besok pagi pelayan Kediaman Bangsawan Fu Chen sadar kamar ini kosong dan akan menebak mereka berada di kamar tamu tempatnya menginap.
"Zhe Liang! Malam ini kita tidur di mana?" tanya Yang Ruo Li.
Kedua kamar ini tidak bisa mereka tempati lagi karena sudah menjadi bagian terpenting dari pertunjukkan besok pagi.
"Kamar Lu Jing!" jawab Li Zhe Liang dengan singkat.
***
Halo readers setia. Terima kasih dukungannya untuk novel ini ya 🤗🤗😘.
Penasaran kan bagaimana pertunjukkan yang disponsori oleh Yang Ruo Li? Semuanya ada di bab berikutnya. Di tunggu ya 🤗🤗
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE