
***Taman Paviliun Ru Yi***
Tetua Wu Yuan berdiri dari tempat duduknya dan membungkukkan badan untuk memberi hormat kepada Yang Ruo Li.
"Nona Ruo Li sudah datang," sapa Tetua Wu Yuan.
Li Jian Ming pun tersadar dari rasa kagumnya terhadap kecantikan Yang Ruo Li.
"Ruo Li," sapa Li Jian Ming sambil tersenyum lembut.
"Tetua Wu Yuan. Jian Ming."
Yang Ruo Li membalas sapaan mereka berdua dan duduk di kursi yang sudah disediakan untuknya.
"Nona Ruo Li!" Chen Chen dan Chu Chu ikut menyapa Yang Ruo Li dan memberi hormat. Yang Ruo Li membalasnya dengan senyuman tipis.
"Aku tidak menyangka Jian Ming sudah datang," ucap Yang Ruo Li.
"Iya. Penginapan Teratai sangat dekat sehingga aku langsung datang ke Paviliun Ru Yi untuk mengobrol dengan Tetua Wu Yuan," jawab Li Jian Ming.
"Nona Ruo Li. Di mana Tuan muda Li Zhe Liang?" tanya Tetua Wu Yuan.
Sewaktu di aula besar Kota Shang Ri La kemarin, para orang tua yang kehilangan anak meminta bantuan Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang karena mengira api surgawi ada dua dan dimiliki oleh sepasang sejoli itu.
"Zhe Liang tidak suka keramaian. Aku akan menyampaikan hasil pertemuan nanti ke Zhe Liang," jawab Yang Ruo Li.
Tetua Wu Yuan menganggukkan kepalanya. Li Zhe Liang yang kaku dan dingin memang terlihat jelas tidak suka muncul di tempat keramaian.
"Apa yang sedang kalian berdua bicarakan tadi?" tanya Yang Ruo Li.
Sewaktu berjalan masuk ke dalam taman Paviliun Ru Yi, Yang Ruo Li melihat jelas wajah tegang Tetua Wu Yuan.
Li Jian Ming dan Tetua Wu Yuan saling bertatapan ketika mendengar pertanyaan Yang Ruo Li. Mereka berdua terlihat ragu-ragu untuk memberitahukan Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li tetap diam dan tenang menunggu salah satu dari mereka berdua menjawab pertanyaannya. Gadis muda itu berfirasat pastilah berhubungan dengannya.
Pada akhirnya Li Jian Ming memutuskan memberitahu Yang Ruo Li apa yang telah terjadi.
"Tadi pagi ada tiga jasad pasukan Bangsawan Fu Chen digantung di aula besar Kota Shang Ri La," ucap Li Jian Ming.
"Ketiga jasad itu adalah pasukan yang dilepaskan oleh Nona Ruo Li kemarin," ujar Tetua Wu Yuan dengan geram.
Kekejaman Bangsawan Fu Chen terhadap bawahannya membuat Tetua Wu Yuan marah dan iba dengan anggota pasukan yang meninggal.
"Bangsawan Fu Chen sangat kejam. Tidak heran tua bangka itu bisa bertahan menjadi penguasa kota Shang Ri La," kata Yang Ruo Li.
"Ruo Li. Semalam Bangsawan Fu Chen dan Fu Jiu Yun berangkat ke lembah Pegunungan Wu Dong," ucap Li Jian Ming.
Li Jian Ming mengirim beberapa pengikutnya untuk memantau Kediaman Bangsawan Fu Chen sehingga mengetahui apa saja yang sedang dilakukan oleh Bangsawan Fu Chen dan Fu Jiu Yun.
"Lembah Pegunungan Wu Dong?" tanya Yang Ruo Li.
"Markas pasukan Bangsawan Fu Chen ada di sana," jawab Li Jian Ming.
"Tidak ada, Ruo Li. Aku yakin untuk sementara Bangsawan Fu Chen tidak akan bertindak gegabah. Keluarga Li sudah mengumumkan akan menjaga Paviliun Ru Yi. Jika Bangsawan Fu Chen berani menyerang maka Keluarga Li akan menjadi musuhnya," jelas Li Jian Ming.
Tiga keluarga besar dan terpandang dari Kota Shang Ri La sudah hancur sehingga hanya tinggal Keluarga Fu dan Keluarga Li saja.
"Terima kasih Jian Ming," ucap Yang Ruo Li.
"Jangan sungkan terhadapku Ruo Li. Paviliun Ru Yi adalah hasil jerih payahku. Aku tidak mungkin membiarkan orang lain menghancurkannya. Tenang saja. Pengikutku dan Keluarga Li akan menjaga dan melindungi Paviliun Ru Yi," janji Li Jian Ming.
Beberapa saat kemudian Pengurus Ming Ye berjalan masuk ke taman dan menghampiri Yang Ruo Li.
"Nona Ruo Li. Puluhan orang tua anak yang hilang sudah datang," lapor Pengurus Ming Ye.
"Baiklah. Persilakan mereka masuk," jawab Yang Ruo Li.
"Baik Nona Ruo Li," ucap Pengurus Ming Ye.
***
Suasana taman Paviliun Ru Yi menjadi ramai dengan kemunculan puluhan rakyat Kota Shang Ri La.
Mereka semua berlutut dan melakukan kowtow tiga kali di hadapan Yang Ruo Li.
Tetua Wu Yuan berinisiatif mewakili Yang Ruo Li meminta mereka berdiri dan duduk dengan tenang.
"Para orang tua sekalian bisa bergantian menceritakan bagaimana kejadian anak kalian hilang. Berapa usia anak dan kapan waktunya hilang. Nona Ruo Li akan mendengarkan semuanya," ucap Tetua Wu Yuan.
Para orang tua yang kehilangan anak itu pun bergantian bercerita satu persatu. Yang Ruo Li, Li Jian Ming, dan Tetua Wu Yuan mendengarnya dengan saksama.
Tanpa terasa satu jam sudah berlalu. Mereka bertiga pun sudah memiliki kesimpulan di dalam hati masing-masing dari cerita semua orang tua itu.
"Bapak dan ibu boleh pulang beristirahat. Nona Ruo Li akan mengatur waktu untuk melakukan pencarian semua anak yang hilang. Jika ada kabar, pasti akan memberitahukan kalian semua," ucap Tetua Wu Yuan.
"Terima kasih Nona Ruo Li."
"Kami akan menunggu kabar baik dari Nona Ruo Li."
"Hidup atau mati, kami ingin tahu bagaimana keadaan anak kami sekarang."
Puluhan orang tua itu pun pulang setelah mengatakan semua maksud hati mereka ke Yang Ruo Li. Gadis muda itu harapan mereka sekarang untuk menemukan anak yang hilang.
***
Selamat siang readers. Penasaran kan dengan hasil pertemuan di taman Paviliun Ru Yi?
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya di bab malam ya. Li Er akan pergi mencari Zhe Liang lagi dan kali ini mereka berdua akan bertemu.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE