GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 68. Dewa Obat


***Ruang Alkimia Paviliun Ru Yi***


Li Jian Ming berjalan keluar dari ruang alkimia Paviliun Ru Yi dan menutup pintunya dari luar. Pria ramah itu berfirasat jika dirinya masih menetap di dalam ruang alkimian, tubuhnya akan membeku.


Sementara  Li Zhe Liang melirik sekilas ke arah pergelangan tangan Yang Ruo Li dengan wajah dingin tanpa ekspresi andalannya.


"Li Er! Saputangan!" ujar Li Zhe Liang dengan singkat.


"Saputangan?" 


Gadis muda itu mengulang perkataan Li Zhe Liang dengan tangannya yang refleks mengambil saputangan dari cincin penyimpan batu giok miliknya.


"Zhe Liang! Ini saputangannya," kata Yang Ruo Li sambil menatap wajah Li Zhe Liang. 


Yang Ruo Li mengira Li Zhe Liang merasakan kepanasan dan ingin mengelap keringat karena ruangan alkimia memang tidaklah besar. 


Yang Ruo Li terkejut ketika Li Zhe Liang menarik tangannya dan menggunakan saputangan itu mengelap pergelangan tangannya.


"Kotor!" ucap Li Zhe Liang dengan singkat.


"Kotor? Pergelangan tanganku kotor? Mungkin terkena noda bahan tanaman tadi," kata hati Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li menatap saksama Li Zhe Liang yang sedang serius mengelap pergelangan tangannya dengan gerakan lembut. Dari tempatnya berdiri, gadis muda itu bisa melihat alis tebal dan bulu mata yang panjang milik Li Zhe Liang.


Li Zhe Liang mengelap tangan Yang Ruo Li dalam waktu yang lama, seolah-olah noda yang menempel di sana sangatlah tebal. Lama kelamaan Yang Rup Li merasakan tangannya perih.


"Zhe Liang! Aku kira noda di pergelangan tanganku pasti sudah hilang," kata Yang Ruo Li dengan suara kecil.


Li Zhe Liang menghentikan gerakan tangannya dan melihat pergelangan tangan Yang Ruo Li memerah karena terlalu lama digosok dengan saputangan.


Dengan gerakan tangan yang cepat, Li Zhe Liang mengambil satu botol ramuan giok dari cincin penyimpan batu rubi miliknya dan menuangkan satu tetes ramuan itu di pergelangan tangan Yang Ruo Li. Ramuan giok meresap dengan cepat ke dalam kulit dan memperlihatkan kulit halus putih seperti semula.


Mata Yang Ruo Li membulat besar melihat sikap Li Zhe Liang. Walaupun gadis muda itu tahu Li Zhe Liang memiliki banyak botol ramuan giok akan tetapi, ramuan berharga itu digunakan untuk menghilangkan bekas kemerahan di pergelangan tangannya terkesan menyia-nyiakan khasiat ramuan giok. 


Kulit pergelangan tangannya yang kemerahan akibat gosokan akan hilang sendiri nantinya. Muncul perasaan hangat dan senang di dalam hati Yang Ruo Li karena bisa merasakan dirinya sangat berharga dibandingkan ramuan giok yang mahal dan langka itu di hati Li Zhe Liang.


"Terima kasih Zhe Liang," ucap Yang Ruo Li sambil tersenyum tulus.


Li Zhe Liang menganggukkan kepalanya.


"Zhe Liang! Ada apa kamu mencariku?" tanya Yang Ruo Li setelah sadar dirinya sedang berada di ruang alkimia untuk membuat pil elixir.


"Kebetulan lewat dan pintunya terbuka," jawab Li Zhe Liang dengan singkat.


Padahal kenyataannya Li Zhe Liang datang ke ruang alkimia Paviliun Ru Yi karena mendapat laporan dari Feng Teng. Feng Teng yang diperintahkan untuk keluar mencari informasi penting, secara tidak sengaja melihat Li Jian Ming sedang berjalan ke arah bawah tanah tempat ruang alkimia sehingga Feng Teng menunda keberangkatannya dan melaporkan hal yang dilihatnya ke Li Zhe Liang.


Tentu saja Li Zhe Liang menggunakan sihir teleportasi menuju ruang alkimia dengan cepat dan melihat jelas Li Jian Ming sedang memegang pergelangan tangan Yang Ruo Li, tetapi kebenaran ini akan tersimpan rapat di dalam lubuk hati Li Zhe Liang.


Li Zhe Liang pura-pura melihat sekeliling ruang alkimia. Banyaknya bahan tanaman yang beraneka ragam di atas meja membuat Li Zhe Liang tahu Yang Ruo Li ingin membuat banyak jenis pil elixir.


Li Zhe Liang berjalan menghampiri tungku api phoenix dan melihatnya dengan saksama.


"Li Er! Kamu memasak pil embun es dengan tungku api ini?" tanya Li Zhe Liang.


"Iya. Tungku api phoenix ini sangat bagus dan menghasilkan pil embun es kualitas tinggi level dua," jawab Yang Ruo Li.


"Li Er! Kamu mempunyai bakat sebagai alchemist yang hebat sehingga bisa membuat pil embun es kualitas tinggi," kata Li Zhe Liang dengan jujur.


Pipi Yang Ruo Li bersemu merah mendengar pujian tulus dari Li Zhe Liang. 


"Kamu pasti bisa!" kata Li Zhe Liang sambil mengelus kepala Yang Ruo Li.


Jantung Yang Ruo Li berdegup sangat kencang sehingga dirinya menepuk-nepuk dadanya untuk menenangkan detak jantungnya agar tidak terdengar oleh Li Zhe Liang.


"Li Er! Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Li Zhe Liang khawatir.


"Tidak apa-apa Zhe Liang. Aku hanya terlalu semangat menjadi alchemist hebat secepatnya."


Yang Ruo Li memberi alasan untuk detak jantungnya yang berdetak cepat dan kemungkinan besar terdengar oleh Li Zhe Liang.


"Kamu perlu konsentrasi dan ketenangan untuk memasak pil elixir. Aku kembali ke kamar tamu saja," ucap Li Zhe Liang.


"Baiklah! Sampai ketemu di saat makan malam nanti," kata Yang Ruo Li.


Hati kecil Yang Ruo Li menginginkan menghabiskan waktu berduaan dengan Li Zhe Liang lebih lama. Akan tetapi, Mu Dan membutuhkan pil elixir buatannya sehingga gadis muda itu tidak menahan kepergian Li Zhe Liang.


Yang Ruo Li berada di dalam ruang alkimia selama empat jam. Beraneka jenis pil elixir kualitas tinggi level dua berhasil dibuatnya. Yang Ruo li menyimpannya di dalam cincin penyimpan batu giok miliknya dan segera berjalan menuju kamar Mu Dan.


***Kamar Mu Dan di Paviliun Ru Yi***


"Nona Ruo Li!"


Chun Hua dan Sha Sha bersamaan  memberi hormat kepada Yang Ruo Li. Kedua pelayan itu berada di sisi Mu Dan sepanjang hari.


"Sha Sha! Persiapkan makan malam di taman!" perintah Yang Ruo Li.


"Baik Nona Ruo Li!" jawab Sha Sha dengan patuh.


Di dekat kamar Mu Dan, ada sebuah taman yang berukuran sedang. Yang Ruo Li ingin makan malam di sana bersama Li Zhe Liang dan kedua bawahannya yaitu Lu Jing dan Feng Teng.


Yang Ruo Li mengeluarkan beberapa jenis pil elixir dari cincin penyimpan batu giok dan memberikannya kepada Chun Hua.


"Chun Hua! Aku akan pergi ke Hutan Tengkorak untuk mencari tanaman langka. Kamu harus rutin memberikan beberapa pil elixir ini kepada ibu supaya keadaannya cepat pulih," pesan Yang Ruo Li.


"Baik, Nona Ruo Li! Chun Hua akan menjaga nyonya dengan baik!" jawab Chun Hua dengan semangat.


"Botol ramuan ini untukmu. Luka-luka di tubuhmu akan lebih cepat sembuh. Setelah tubuhmu sehat, aku akan mengajarimu kultivasi," kata Yang Ruo Li.


"Chun Hua akan menjadi kultivator yang kuat untuk melindungi nyonya dan nona Ruo Li," kata Chun Hua.


Yang Ruo Li tersenyum lebar mendengar perkataan Chun Hua. Keputusan Mu Dan untuk menjadikan Chun Hua sebagai pelayan pribadinya sangatlah tepat karena Chun Hua adalah pelayan yang sangat setia dan selalu menemaninya selama ini.


"Aku tidak akan membiarkan siapa pun melukai kamu dan ibu," ucap Yang Ruo Li.


***


Halo readers. Bab ini author up pukul 19.30 wita. Bab ini sudah panjang ya readers 😁🤗


Penasaran kan apakah Yang Ruo Li akan pergi ke Hutan Tengkorak sendirian atau bersama Li Zhe Liang?


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE