GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 199. Kaki Pegunungan Wu Dong


***Kamar tamu tempat Li Zhe Liang menginap***


Identitas asli Mu Dan membuat Lu Jing dan Feng Teng terkagum-kagum. Mereka berdua tidak menyangka Mu Dan adalah jendral Kerajaan Dong Ming dua puluh tahun yang lalu.


Mu Dan meninggalkan Kerajaan Dong Ming delapan belas tahun yang lalu karena suaminya, Chen Yi meninggal di dalam pertarungan membela Kerajaan Dong Ming.


Chen Yi juga merupakan seorang jendral yang tinggi kedudukannya di Kerajaan Dong Ming. Kematian Chen Yi membuat Mu Dan sedih dan meninggalkan Kerajaan Dong Ming secara diam-diam.


Pada saat Kaisar Dong Ming mengetahui Mu Dan menghilang, dia mengerahkan puluhan bawahan kepercayaannya untuk mencari Mu Dan. Akan tetapi, tidak berhasil menemukan wanita itu.


Tidak akan ada yang menyangka Mu Dan bisa datang ke Kota Shang Ri La, yang merupakan bagian dari Kerajaan Tang.


"Walaupun Nona Ruo Li adalah keturunan dari Keluarga Yang, tetapi status Nyonya Mu Dan di Kerajaan Dong Ming sangat tinggi. Lu Jing yakin Kaisar dan Ratu Dong Ming akan menerima Nona Ruo Li dengan baik," ucap Lu Jing.


Lu Jing dan Feng Teng sangat gembira hubungan Li Zhe Liang dengan Yang Ruo Li bisa berjalan lancar nantinya, tanpa ada penolakan dari Kaisar serta Ratu Dong Ming.


Lagi pula Yang Ruo Li merupakan murid dari Dewa Obat dan kemungkinan besar Yang Ruo Li pun akan mencapai tingkat alchemist paling tinggi itu sehingga gadis muda itu sepadan bersanding dengan Li Zhe Liang.


Suasana hati Li Zhe Liang sangatlah baik karena mendapatkan informasi ini. Li Zhe Liang yakin Yang Ruo Li akan bahagia mengetahui status sebenarnya dari Mu Dan.


Perpisahan selama dua hari ini membuat Li Zhe Liang semakin merindukan Yang Ruo Li. Pria dingin itu ingin secepatnya sembuh dan menyusul gadis muda kesayangannya.


"Feng Teng. Bawa Chong Yun ke sini sekarang!" perintah Li Zhe Liang.


"Baik putra mahkota," jawab Feng Teng dengan patuh dan segera meninggalkan kamar menuju ruang alkimia Paviliun Ru Yi.


Selama dua hari ini Chong Yun menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruang alkimia untuk merarik pil penawar racun.


Sekarang Chong Yun berada di sana membuat ramuan pil untuk mencegah Li Zhe Liang muntah darah hitam terus menerus.


Li Zhe Liang ingin menanyakan ke Chong Yun, apakah perlu mencari beberapa alchemist lainnya untuk membantu Chong Yun membuat pil penawar racun agar dirinya bisa lebih cepat sembuh.


***Sekitar lembah Pegunungan Wu Dong***


Yang Ruo Li menggunakan jimat penghlang wujud untuk mengawasi secara diam-diam keadaan sekitar lembah Pegunungan Wu Dong.


Ada beberapa kelompok prajurit Bangsawan Fu Chen yang berpratoli dari lembah Pegunungan Wu Dong menuju kaki Pegunungan Wu Dong sehingga membuat Yang Ruo Li penasaran untuk menjelajahi kaki Pegunungan terlebih dulu.


Jimat penghlang wujud milik Yang Ruo Li hanya bisa digunakan selama dua puluh menit. Walaupun Yang Ruo Li bisa menggunakan lagi jimat penghlang wujud yang baru, tetapi takutnya pada saat itu ada prajurit di sekitarnya.


Kali ini Yang Ruo Li hanya ingin menyelidiki secara diam-diam untuk mencari jejak anak yang hilang. Jika memang benar semua anak hilang ada hubungan dengan Bangsawan Fu Chen maka semua anak hilang itu pasti akan dipindahkan ditempat lain jika ada prajurit yang menemukan Yang Ruo Li sedang menyelidiki masalah ini.


Yang Ruo Li memutuskan menggunakan bantuan Kera Purba. Yang Ruo Li mengeluarkan Kera Purba dari dalam ruang dimensi cincin lotus. Kera Purba terlihat sangat bersemangat dan penuh dengan kekuatan spiritual karena sudah berendam di dalam kolam mata air spiritual dalam waktu yang lama.


"Kera Purba! Gunakan sihir ilusi untuk mengalihkan perhatian para prajurit dari kaki Pegunungan Wu Dong!" perintah Yang Ruo Li.


Kera Purba menganggukkan kepala pertanda mengerti perintah Yang Ruo Li, lalu duduk bermeditasi menggunakan sihir ilusi.


Beberapa saat kemudian Yang Ruo Li melihat para prajurit yang berpratoli bergerak serentak menjauhi kaki Pegunungan Wu Dong.


"Bagus! Ayo ikut aku ke sana!" ajak Yang Ruo Li ke Kera Purba.


Mereka berdua pun menjelajahi kaki Pegunungan Wu Dong. Tiga puluh menit kemudian Yang Ruo Li menemukan sebuah gua besar dan memutuskan masuk ke dalam untuk memeriksanya.


Gua besar itu mempunyai area jalan yang berliku-liku sehingga Yang Ruo Li menyusurinya dengan hati-hati.


Sementara di bagian kiri jalan, lorong gua semakin sempit dan gelap. Yang Ruo Li menghentikan langkahnya di sana dan berpikir keras apa yang harus dilakukan selanjutnya.


Kolam mata air itu berwarna keruh sehingga tidak kelihatan bagian dasarnya. Yang Ruo Li tidak bisa menebak apakah kolam mata air itu dangkal atau dalam. Gadis muda itu mempunyai firasat ada sesuatu yang aneh di dalam kolam mata air.


"Kera Purba. Aku akan mencoba menyentuh kolam mata air. Jika airnya dalam, kamu harus menarikku secepatnya," pesan Yang Ruo Li.


Kera Purba menganggukkan kepala. Yang Ruo Li mengambil seutas tali dari cincin penyimpan batu giok dan mengikat pinggangnya dengan erat. Ujung tali yang satunya lagi diberikan kepada Kera Purba.


Yang Ruo Li mendekati kolam mata air dengan sikap waspada, lalu membungkukkan badannya. Gadis muda itu mencoba menyentuh permukaan air dengan jari telunjuknya terlebih dahulu.


Sepuluh detik kemudian, tidak ada reaksi apa pun dari kolam mata air sehingga membuat Yang Ruo Li menarik napas lega.


"Sepertinya kolam ini tidak berbahaya," gumam Yang Ruo Li.


Tiba-tiba permukaan air kolam bergejolak dan menarik tangan Yang Ruo Li dengan cepat. Gadis muda itu secara refleks menggunakan kekuatan spiritual untuk bertahan dan melawan tarikan tersebut.


"Kera Purba! Tarik!" Teriakan Yang Ruo Li menggema di dalam gua.


***Kamar tamu tempat Li Zhe Liang menginap***


Li Zhe Liang sedang terbaring di atas tempat tidur dan Chong Yun duduk di sisinya sambil mengobati Li Zhe Liang dengan jarum perak.


Bagian wajah Li Zhe Liang penuh dengan jarum perak yang ditusuk oleh Chong Yun. Lu Jing dan Feng Teng berdiri di dekat tempat tidur dengan raut wajah khawatir.


Wajah Feng Teng dan Lu Jing menjadi lebih cerah ketika Chong Yun mulai melepaskan satu persatu jarum perak dari wajah Li Zhe Liang.


"Tuan muda Chong Yun. Pengobatan akupuntur jarum perak ini bisa menghentikan putra mahkota muntah darah?" tanya Lu Jing dengan suara kecil.


Sewaktu Feng Teng membawa Chong Yun ke kamar Li Zhe Liang, pria itu langsung memberikan Li Zhe Liang beberapa butir pil racikannya dan memulai pengobatan dengan teknik akupuntur jarum perak.


Chong Yun sangat yakin dengan kemampuannya dan pastinya Li Zhe Liang tidak akan muntah darah lagi.


"Tentu saja! Setelah semua jarum perak ini dicabut, Zhe Liang tidak akan muntah darah lagi," jawab Chong Yun.


Tepat pada saat Chong Yun melepaskan jarum perak terakhir dari kening Li Zhe Liang, pria dingin itu memuntahkan segumpal darah hitam.


***


Selamat siang readers. Mengapa Zhe Liang muntah darah hitam lagi? Apakah pengobatan Chong Yun gagal?


Jawabannya ada di bab malam ya.


Ayo readers tercinta dukung terus novel ini yuk. Hari senin waktunya vote nih. Mungkin senin ini vote terakhir atau minggu depan 😂 karena cerita sudah dalam perjalanan tamat.


Author masih belum bisa pastiin tamat di bab berapa. lg otw deh 😂😂.


Di tunggu ya vote, hadiah, tips iklan, dan komentar positif.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE