GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 120. Kolam mata air spiritual


***Portal Rahasia***


Yang Ruo Li sangat gembira Pedang Api Kunlun bisa menekan monster naga bertanduk sehingga tubuh Li Zhe Liang tidak akan diambil alih oleh hewan roh buas itu.


Gadis muda itu menyadari adanya tetesan keringat di dahi Li Zhe Liang akibat perlawanan monster naga bertanduk tadi sebelum Pedang Api Kunlun digunakan.


Sejak rombongan mereka tiba di portal rahasia, Li Zhe Liang sudah menggunakan kekuatan spiritualnya dalam jumlah banyak. Apa lagi sebelumnya di perkemahan pria dingin itu menyembuhkan racun monster elang tingkat tujuh di pergelangan kakinya dengan kekuatan spiritual.


Yang Ruo Li teringat akan kolam mata air spiritual yang berada di dalam ruang dimensi cincin lotusnya.


"Zhe Liang! Aku ke ruang dimensi sebentar!" kata Yang Ruo Li.


Sosok gadis muda itu menghilang seketika. Kali ini Lan Long tidak panik lagi disebabkan sudah mengetahui kegunaan cincin dimensi dari cerita Kera Purba sebelumnya. Yang terkejut hanyalah Kera Purba karena dirinya tidak mengira bertemu dengan dua orang yang memiliki cincin dimensi langka saat ini.


Li Zhe Liang merasa penasaran akan apa yang sedang dilakukan oleh Yang Ruo Li di ruang dimenainya. Tiba-tiba pungungnya terasa sakit dan semakin menyebar ke dalam organ dalam, seolah-olah ada sesuatu yang sedang menusuk di sana.


Li Zhe Liang segera duduk bersila dan bermeditasi untuk memeriksa apa yang sedang terjadi di dalam tubuhnya. Dirinya menemukan adanya aliran hitam meresap ke dalam darahnya.


"Apakah monster naga bertanduk sedang melakukan perlawanan di dalam tubuhku?"kata hati Li Zhe Liang.


Li Zhe Liang mencoba mengumpulkan kekuatan spiritualnya dan berhasil.


"Tidak apa-apa! Seberapa keras monster naga bertanduk melawan, Pedang Api Kunlun bisa menekannya," kata hati Li Zhe Liang.


***Ruang dimensi Cincin Lotus***


"Nona!" pekik Xue Qiu kegirangan sambil meloncat ke dalam pelukan Yang Ruo Li ketika melihat gadis muda itu muncul di ruang dimensi.


"Xue Qiu! Kamu baik-baik saja kan?" tanya Yang Ruo Li.


Tubuhnya yang lemah sewaktu terkena racun monster Ular Putih pasti membawa dampak kepada Xue Qiu sehingga Yang Ruo Li menanyakan keadaannya.


"Tadi tubuh Xue Qiu lemas dan tidak sadarkan diri, tetapi sekarang sudah sehat kembali," jawab Xue Qiu dengan suara memelas agar Yang Ruo Li memberi lebih banyak perhatian kepadanya.


"Baguslah Xue Qiu sudah sehat," ucap Yang Ruo Li sambil menurunkan Xue Qiu dari gendongannya dan berjalan menuju kolam mata air spiritual.


Gadis muda itu masih mengingat jelas tujuannya masuk ke dalam ruang dimensi cincin lotus. Dirinya mengambil sebuah botol kecil dari cincin penyimpan batu giok dan mengisinya dengan mata air spiritual.


Sementara Shan Dian alias Bai Hu yang masih setia berendam di dalam kolam mata air spiritual menatap Yang Ruo Li dengan saksama.


"Syukurlah wanita jelek ini sudah sehat . Eh…tetapi kenapa wajahnya sudah tidak jelek? Ke mana perginya bercak hitam itu?" kata hati Shan Dian.


Xue Qiu berdiri patuh di samping Yang Ruo Li. Hewan roh suci legenda yang posesif itu menempel erat nona nya karena ingin ikut keluar dari ruang dimensi untuk hertemu dengan hewan roh baru yang berani berebutan kasih sayang dengannya.


Selama ini Xue Qiu sudah menganggap Yang Ruo Li cantik sehingga bercak hitam yang sudah menghilang dari wajah nona nya itu tidak membuat Xue Qiu terkejut.


"Bai Hu! Xue Qiu! Bermainlah sepuasnya di kolam mata air. Aku mau keluar dulu," kata Yang Ruo Li.


"Aku mau ikut!" teriak Xue Qiu sambil menggosokkan cangkangnya ke kaki Yang Ruo Li.


"Aku akan membawamu keluar jika sudah berada di tempat yang aman," ucap Yang Ruo Li.


Portal rahasia akan tertutup dalam waktu dekat dan belum diketahui pasti apakah ada bahaya lain yang mengancam sehingga Yang Ruo Li tidak mau mengambil resiko untuk membawa Xue Qiu keluar.


"NONA!" teriak Xue Qiu dengan suara yang melengking di saat sosok Yang Ruo Li sudah hilang dari hadapannya. Shan Dian menutup rapat telinganya dengan kedua kaki depan.


"Bukankah hewan roh baru itu juga di luar sana? Kenapa nona tidak mau membawaku keluar?" gerutu Xue Qiu sambil melompat masuk ke dalam kolam mata air.


***


Li Zhe Liang tersenyum tipis melihat kemunculan Yang Ruo Li dalam waktu singkat karena perbedaan waktu di dalam ruang dimensi dan dunia nyata yang sangat berbeda jauh.


"Zhe Liang! Ini mata air spiritual yang aku dapatkan tadi. Cepatlah diminum," kata Yang Ruo Li sambil memberikan botol kecil itu.


Li Zhe Liang memegang botol kecil itu dan meminumnya. Airnya terasa manis. Tubuhnya terasa lebih baikkan.


"Jika berendam dalam kolam mata air hasilnya lebih efektif dibandingkan dengan meminum airnya," ucap Li Zhe Liang.


"I…iya!" jawab Yang Ruo Li terbata-bata.


Saat ini gadis muda itu baru teringat kolam mata air spiritualnya sudah dipakai oleh Xue Qiu dan Bai Hu untuk berendam sehingga secara tidak langsung Li Zhe Liang meminum air mandi mereka.


"Kalau begitu aku akan mengambil lebih banyak lagi mata air spiritual. Zhe Liang bisa menyimpannya di cincin dimensi dan berendam di sana," usul Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li ingin menebus rasa bersalahnya terhadap Li Zhe Liang.


"Tidak perlu repot! Kamu bisa membawaku masuk ke dalam ruang dimensimu," kata Li Zhe Liang.


"Ke ruang dimensiku? Kamu tidak takut aku mengurungmu di sana?" tanya Yang Ruo Li.


Gadis muda itu masih mengingat dengan jelas Li Zhe Liang tadi menakutinya dengan ancaman mengurungnya di dalam cincin dimensi sehingga dirinya ingin membalas pria itu.


"Tidak apa-apa! Aku bersedia di kurung oleh Li Er," jawab Li Zhe Liang sambil tertawa kecil.


Sekali lagi Li Zhe Liang berhasil membuat wajah Yang Ruo Li merona seperti warna tomat.


"Ti…tidak bisa!" jawab Yang Ruo Li terbata-bata.


"Kenapa tidak? Li Er sudah pernah masuk ke ruang dimensiku. Sekarang gantian aku masuk ke ruang dimensimu," kata Li Zhe Liang dengan santai.


Entah mengapa Li Zhe Liang merasakan kesenangan yang luar biasa setiap kali berhasil menggoda Yang Ruo Li dan melihat rona merah di pipi gadis muda itu.


KREK! KREK! KREK!


Tiba-tiba terasa guncangan yang keras di dalam ruangan. Batu-batu kecil mulai berjatuhan dari atas.


"Ayo kita pergi!" ajak Li Zhe Liang sambil menarik tangan Yang Ruo Li.


Mereka berlari keluar dari ruangan yang hampir runtuh itu diikuti oleh Lan Long dan Kera Purba.


***


Siang readers. Bab ini up pukul 15.15 wita. Abang Zhe Liang nakal ya godain Ruo Li terus 😂😂.


Jangan lupa baca lanjutan ceritanya nanti malam ya.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE