
***Ruang rahasia bawah tanah Sekte Sesat***
Lu Jing, Feng Teng, dan Chong Yun menajamkan pendengaran mereka untuk mendengar jawaban Li Zhe Liang. Rencana Yang Ruo Li sangat bagus, hanya saja apakah Li Zhe Liang mau berdiam di dalam ruang dimensi menunggu Yang Ruo Li.
Tadi mereka bertiga sempat merasa canggung melihat Yang Ruo Li dengan penampilan pria memeluk erat Li Zhe Liang.
Lan Xi pun terkejut dengan kedekatan Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang. Sampai saat ini Lan Xi belum pernah melihat wajah asli Yang Ruo Li.
Lan Xi mempunyai firasat status Li Zhe Liang sangat tinggi. Lu Jing dan Feng Teng sebagai tangan kanan Li Zhe Liang berilmu tinggi. Apa lagi ada sejumlah pasukan berpakaian serba hitam dalam jumlah banyak yang mengikuti Li Zhe Liang saat ini.
"Pasti dia yang memberikan gelang kristal," kata hati Lan Xi.
Sementara Li Zhe Liang terdiam sejenak setelah mendengar perkataan Yang Ruo Li. Dirinya masih khawatir untuk membiarkan Yang Ruo Li mencari anak hilang dan melawan pengikut Sekte Sesat serta prajurit Bangsawan Fu Chen yang masih berada di sana.
Yang Ruo Li mengerti kekhawatiran Li Zhe Liang dan segera menenangkannya.
"Zhe Liang. Kak Lu Jing, Kak Feng Teng, dan pasukan rahasia pasti akan melindungiku. Lagi pula masih ada Xue Qiu, Lan Long, serta Kera Purba. Xue Qiu sudah menetas. Dia adalah phoenix, hewan roh suci legenda," ucap Yang Ruo Li.
"Phoenix?" ujar Chong Yun, Lu Jing, dan Feng Teng bersamaan. Mata mereka berbinar-binar menatap ke arah anak laki-laki tampan yang duduk di atas punggung Lan Long.
"Kenapa kalian melihatku seperti ini?" tanya Xue Qiu, dengan firasat yang tidak baik.
"Bulu phoenixmu bahan langka untuk pil penawar racun legenda," jawab Chong Yun.
"Pil penawar racun legenda?" tanya Yang Ruo Li.
"Iya. Aku membacanya dari dokumen pusaka alchemist Kerajaan Dong Ming. Di daratan Zhong Yuan, pil penawar racun legenda bisa menghancurkan ratusan jenis racun dan pil elixir itu sudah punah karena bahannya membutuhkan tiga hewan roh suci legenda yaitu sisik naga, bulu phoenix, dan darah Qi Lin," jelas Chong Yun.
Chong Yun termasuk salah satu alchemist di daratan Zhong Yuan yang pernah membaca dokumen pusaka alchemist. Chong Yun yakin Yang Ruo Li belum pernah mendengar tentang hal itu.
Tebakan Chong Yun tepat. Warisan ilmu racun dari Master Beracun tidak ada penjelasan mengenai pil penawar racun legenda. Semua dikarenakan Master Beracun berasal dari kota Shang Ri La, salah satu kota kecil Kerajaan Tang.
Ilmu master beracun bisa membuat Yang Ruo Li berhasil meracik setiap jenis pil penawar untuk racun di tubuh Li Zhe Liang dan tentunya memerlukan waktu yang tidak singkat sehingga Li Zhe Liang masih harus menahan siksaan racun di dalam tubuhnya.
Jika Yang Ruo Li berhasil meracik pil penawar racun legenda maka semua racun di tubuh Li Zhe Liang bisa didetoksifikasi dan hilang selamanya.
"Baguslah. Kita hanya perlu menemukan sisik naga," ucap Yang Ruo Li dengan riang.
"Zhe Liang. Ayo kita masuk ke ruang dimensi sekarang," kata Yang Ruo Li sambil memegang tangan Li Zhe Liang.
Dalam sekejap mata sosok Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang muncul di dalam ruang dimensi.
***
"Ha ha ha ha! Aku adalah Kaisar Tang yang hebat! Ha ha ha ha! Aku adalah Bangsawan Fu Chen!"
Li Zhe Liang mengernyitkan alisnya menatap pria tua yang ketawa serta berteriak seperti orang gila. Wajah Li Zhe Liang menjadi muram seketika.
"Li Er. Kenapa ada pria tua di ruang dimensimu?" tanya Li Zhe Liang.
"Tua bangka ini Yang Lim," jawab Yang Ruo Li.
"Yang Lim? Ayahmu?" tanya Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang masih mengingat jelas informasi yang didapatkan oleh Lu Jing mengenai identitas Yang Ruo Li beberapa waktu yang lalu.
"Dia bukan ayah kandungku. Tua bangka ini ingin menjualku menjadi selir Tang Song. Aku sudah menghancurkan jiwa pil dan menjadikannya orang gila," jelas Yang Ruo Li.
"Tunggu sebentar Zhe Liang," ujar Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li menghilang seketika dari ruang dimensi bersama Yang Lim, lalu muncul di hadapan rombongan Li Zhe Liang di luar sana.
"Nona!" sambut Xue Qiu dan Lan Long dengan gembira.
"Aku buang sampah ini sebentar," kata Yang Ruo Li dan melempar tubuh Yang Lim ke atas tanah. Kemudian sosok Yang Ruo Li menghilang lagi dari hadapan rombongan serta muncul di dalam ruang dimensi.
"Sangat menyenangkan mempunyai ruang dimensi," kata Yang Ruo Li sambil tersenyum ke Li Zhe Liang.
"Zhe Liang. Kamu berendam di dalam kolam mata air spiritual dulu. Aku akan meracik dua jenis pil elixir penawar untuk racun mematikan di dalam tubuhmu," ucap Yang Ruo Li.
Sewaktu Yang Ruo Li memeriksa nadi Li Zhe Liang tadi, dirinya menemukan dua jenis racun langka berbahaya itu akan menyebar dalam waktu singkat sehingga Yang Ruo Li ingin menghancurkan kedua jenis racun itu terlebih dahulu agar nyawa Li Zhe Liang tidak berada dalam bahaya.
Li Zhe Liang melepaskan jubah bulu sebelum berendam di dalam kolam mata air spiritual. Pandangan mata Li Zhe Liang melihat ke sekeliling ruang dimensi milik Yang Ruo Li.
Ruang dimensi ini cukup besar dan penuh dengan beraneka ragam tanaman langka, kayu roh, serta rumput roh. Li Zhe Liang memejamkan kedua matanya dan duduk bersandar di dalam kolam mata air spiritual.
Yang Ruo Li segera meracik dua jenis pil penawar racun untuk Li Zhe Liang. Tiga puluh menit kemudian, Yang Ruo Li menghampiri Li Zhe Liang di kolam mata air spiritual.
Yang Ruo Li ikut masuk ke dalam kolam mata air spiritual. Adanya api surgawi di dalam tubuh Yang Ruo Li membuatnya bisa mengeringkan pakaian dan tubuhnya dengan mudah nantinya.
"Zhe Liang. Zhe Liang," panggil Yang Ruo Li dengan suara lembut.
Wajah Li Zhe Liang sudah tidak sepucat tadi dan terlihat lebih segar. Yang Ruo Li menyentuh tangan Li Zhe Liang dan masih terasa dingin seperti memegang es.
Yang Ruo Li segera menyalurkan api surgawi dari tubuhnya ke tubuh Li Zhe Liang. Api surgawi yang hangat menjalar ke seluruh tubuh Li Zhe Liang. Bahkan beberapa macam racun jenis api bisa dihancurkan oleh api surgawi sehingga keadaan tubuh Li Zhe Liang lebih membaik.
Li Zhe Liang membuka kedua matanya yang terpejam dan menatap lekat wajah Yang Ruo Li.
"Zhe Liang. Aku sudah berhasil meracik dua jenis pil penawar," kata Yang Ruo Li sambil menyodorkan dua pil elixir penawar itu di depan mulut Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang membuka mulut dan menelan kedua pil elixir penawar tanpa rasa ragu. Yang Ruo Li segera memegang pergelangan tangan Li Zhe Liang untuk memeriksa efek pil elixir penawar racunnya.
"Zhe Liang. Kedua racun yang mematikan itu sudah berhasil aku hilangkan. Di tubuhmu masih ada banyak jenis racun. Kamu harus beristirahat penuh berendam di dalam kolam mata air spiritual dan tidak boleh menggunakan kekuatan spiritual hingga aku kembali. Kamu bisa berjanji padaku?" tanya Yang Ruo Li.
"Li Er. Jika di luar berbahaya, kamu harus segera masuk ke dalam ruang dimensi. Janji?" tanya Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang tidak menjawab pertanyaan Yang Ruo Li, melainkan mengajukan pertanyaan ke gadis muda itu.
"Iya. Aku berjanji," jawab Yang Ruo Li sambil menganggukkan kepalanya.
"Aku juga berjanji," ucap Li Zhe Liang.
"Kalau begitu, aku pergi dulu. Semakin cepat aku menemukan anak hilang, semakin cepat kita bisa pulang bertemu ibu dan pergi ke Kerajaan Dong Ming," kata Yang Ruo Li.
"Iya," jawab Li Zhe Liang.
Yang Ruo Li merangkulkan kedua tangannya di leher Li Zhe Liang secara tiba-tiba, lalu mengecup kening Li Zhe Liang.
"Zhe Liang. Terima kasih sudah datang menyusulku. Aku sangat merindukanmu," ucap Yang Ruo Li dengan pipi bersemu merah.
"Aku juga merindukanmu, Li Er," balas Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang pun mengecup kening Yang Ruo Li, lalu memeluk tubuh gadis muda itu dengan erat. Kali ini mereka berpelukan dalam waktu yang lama tanpa takut diganggu oleh Chong Yun ataupun yang lainnya.
"Zhe Liang. Tunggu aku kembali," kata Yang Ruo Li, sebelum sosoknya menghilang dari ruang dimensi.
Senyum tipis mengembang di sudut bibir Li Zhe Liang setelah Yang Ruo Li pergi. Suasana hati Li Zhe Liang sangat baik karena berhasil menemukan Yang Ruo Li dan yakin pil penawar racun legenda bisa diracik oleh gadis muda itu.
Li Zhe Liang tahu bahan langka terakhir yaitu sisik naga bisa didapatkan di Kerajaan Dong Ming.
Li Zhe Liang mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruang dimensi lagi. Tatapan matanya terpaku pada sobekan kain hitam, yang berada tidak jauh dari kolam mata air spiritual itu.
"Kain hitam itu?" batin Li Zhe Liang.
"Tuan!" panggil Shan Dian alias Bai Hu, yang muncul secara tiba-tiba di depan kolam mata air spiritual.
Foto : Shan Dian alias Bai Hu🥰
Selamat malam readers. Author sudah pakai kecepatan kereta api untuk mengetik dan masih on proses menuju ending. Sabar ya🙏, supaya endingnya mantap dan tidak terkesan terburu-buru😅. Bab ini sudah panjang banget, hampir dua bab 🤗
Author udah kasih scene keuwuan Li Er dan Zhe Liang nih. Author nulisnya sambil senyum-senyum sendiri 😆
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok dan pastinya semakin seru ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR: LYTIE