
***Ruang dimensi cincin lotus***
"Monster aneh! Monster aneh!" teriak Yang Lim ketakutan.
"Berisik!" bentak Yang Ruo Li kesal dan melayangkan kekuatan spiritualnya menghantam tubuh Yang Lim sehingga tubuh pria tua itu terlempar jauh dan menabrak salah satu kayu roh. Yang Lim pingsan seketika di sana.
Yang Lim berteriak ketakutan tadi karena melihat jelas sebutir telur raksasa keluar dari dalam kolam mata air spiritual menghampiri Qi Lin dan pria yang terluka di bahu. Perubahan telur raksasa itu menjadi wujud saat ini sangat tidak masuk akal.
Semula telur putih salju itu sudah terlihat cukup aneh dengan sepasang tangan dan kaki sewaktu menyiksanya dari hari pertama. Telur itu bisa berubah menjadi kecil dan besar dan memberikan hukuman sesuka hati serta bersikap arogan, hingga akhirnya telur itu berendam di kolam mata air spiritual dan hanya memerintahkan Lan Long untuk menyiksanya.
Xue Qiu tersenyum lebar melihat keterkejutan Yang Ruo Li dan Lan Long.
"Nona. Aku sudah menetas," ucap Xue Qiu dengan riang.
"Iya. Aku tahu kamu sudah menetas, tetapi kenapa wujudmu seperti ini? Kamu hewan roh atau manusia?" tanya Yang Ruo Li.
Xue Qiu berpenampilan anak laki-laki tampan dengan tinggi badan seratus sentimeter. Yang Ruo Li menebak penampilan Xue Qiu saat ini sama dengan anak kecil berusia lima tahun.
"Xue Qiu adalah hewan roh suci legenda," kata Kera Purba, yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka semua.
Kera Purba menghabiskan waktu yang lama berendam di kolam mata air spiritual ketika Yang Ruo Li menyimpannya ke dalam ruang dimensi.
Pada saat Kera Purba selesai berendam, dirinya merasa bosan melihat Xue Qiu dan Lan Long sibuk menghukum dan menyiksa Yang Lim sehingga memutuskan berkeliling ruang dimensi milik Yang Ruo Li.
"Hewan roh suci legenda?" ucap Yang Ruo Li dengan raut wajah tidak percaya.
"Iya, nona. Aku hewan kontrak nona yang paling hebat," jawab Xue Qiu dengan antusias.
"Xue Qiu. Tunjukkan wujud aslimu ke nona Ruo Li," ujar Kera Purba.
Xue Qiu berubah wujud menjadi seekor burung api yang memiliki bulu keemasan dan terlihat masih berusia muda. Burung api itu terbang mengelilingi Yang Ruo Li.
"Phoenix," kata Yang Ruo Li sambil tersenyum lebar. Mata Lan Long berbinar-binar melihat Xue Qiu yang tampil menawan dan cantik di langit.
Beberapa saat kemudian Xue Qiu menginjakkan kakinya ke tanah dan berubah wujud menjadi anak laki-laki lagi.
"Nona. Aku hewan kontrak terhebat kan?" tanya Xue Qiu sambil menggenggam tangan Yang Ruo Li.
"Iya. Kamu paling hebat," jawab Yang Ruo Li.
"Kakak pertama paling hebat," ucap Lan Long semangat.
"Kera Purba. Kenapa aku bisa mendengar perkataanmu? Kamu kan tidak mengikat kontrak denganku," tanya Yang Ruo Li dengan heran.
"Karena Xue Qiu sudah menetas sempurna sehingga pemiliknya memiliki kemampuan untuk mendengar ucapan semua hewan roh," jawab Kera Purba.
"Ternyata begitu. Kenapa kamu bisa tahu Xue Qiu adalah phoenix?" tanya Yang Ruo Li.
"Batari Liu pernah bertemu seekor phoenix seribu tahun yang lalu. Pada saat itu phoenix sedang sekarat dan membakar dirinya sendiri menjadi abu. Batari Liu menyimpan abu itu di dalam portal rahasia karena yakin seribu tahun kemudian saat portal rahasia terbuka, phoenix akan terlahir kembali dan menemukan pemilik barunya," jelas Kera Purba.
Kera Purba berada di sisi Batari Liu pada waktu itu sehingga dirinya mengetahui kejadian seribu tahun yang lalu.
Sebenarnya Batari Liu berharap phoenix yang terlahir kembali bisa menjadi hewan roh milik suaminya sehingga mereka berdua menguasai elemen api, tetapi ternyata suaminya berusaha merebut api surgawi darinya dan berakhir dengan kematian tragis bersama.
Kera Purba tidak menyangka pada akhirnya Yang Ruo Li menjadi penguasa elemen api sesungguhnya karena Xue Qiu dan api surgawi mengikat kontrak dengan gadis muda itu.
"Pantas saja Xue Qiu bisa muncul di dalam Hutan Tengkorak," ujar Yang Ruo Li.
"Nona. Aku bisa ikut nona ke mana pun dengan wujud ini. Aku sudah bisa menyembunyikan aura spiritual sehingga tidak ada monster buas mengejarku," jelas Xue Qiu.
"Iya. Sewaktu di Paviliun Ru Yi nanti kamu bebas disana dengan wujud ini," ucap Yang Ruo Li setelah berpikir sesaat.
"Kera Purba. Apakah Xue Qiu hanya bisa dalam wujud anak kecil saja?" tanya Yang Ruo Li penasaran.
"Xue Qiu baru menetas dan kemampuannya bisa dikatakan sama dengan bayi phoenix sehingga wujud manusianya menjadi anak kecil. Jika Xue Qiu sudah dewasa nanti maka tubuh manusianya akan berubah lagi," jelas Kera Purba.
"Karena Xue Qiu memiliki tubuh manusia, apakah jika memakai jimat pengubah wujud, Xue Qiu bisa berubah sesuai jimat yang aku buat?" tanya Yang Ruo Li lagi.
Jawaban Kera Purba membuat Yang Ruo Li mengingat kembali jimat pengecil di cangkang Xue Qiu yang bisa menghilang dengan sendirinya ketika dirinya pingsan karena terkena racun laba-laba hitam kuno dari monster elang tingkat tujuh.
"Tidak apa. Aku menginginkan Xue Qiu berubah wujud menjadi pria dewasa untuk menjalankan rencanaku nanti," ucap Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li menatap ke arah pria tua yang tidak sadarkan diri di bawah tanaman kayu roh.
"Lan Long, Xue Qiu. bangunkan dia sekarang!" perintah yang Ruo Li.
"Baik nona," jawab Xue Qiu dan Lan Long bersamaan.
Dalam waktu singkat, Yang Lim siuman dan menatap ke arah Yang Ruo Li dengan raut wajah ketakutan.
"Lepaskan aku! Aku tidak mengenalmu! Kenapa kamu menangkapku?" teriak Yang Lim histeris.
"Anak yang hilang dikurung di mana?" tanya Yang Ruo Li sambil menatap tajam Yang Lim.
"Anak hilang? Aku tidak tahu," jawab Yang Lim sambil membuang muka.
Yang Ruo Li menampar pipi kiri dan kanan Yang Lim tanpa ampun sehingga pria tua itu meringis kesakitan.
"Jawab!" bentak Yang ruo Li.
Kemarahan Yang Ruo Li memuncak karena yakin Yang Lim mengetahui tempat kurungan anak hilang dan menduga Yang Lim terlibat dengan Sekte Sesat juga.
"Aku….aku pernah melihat prajurit menangkap anak kecil dan membawanya ke gua di kaki pegunungan wu dong. Ketika aku masuk ke sana, anak kecil dan prajurit itu sudah menghilang," jawab Yang Lim sambil memegang wajahnya yang perih karena tamparan.
"Pasti ada jalan rahasia di dalam kolam mata air itu," kata hati Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li teringat akan kolam mata air keruh, yang sempat menariknya kuat ke dalam pusaran kolam waktu itu setelah mendengar jawaban Yang Lim.
"Putriku akan menjadi selir Pangeran Tang Song. Kamu harus melepaskanku segera jika tidak ingin menjadi musuh Kerajaan Tang."
Yang Lim mencoba mengancam Yang Ruo Li, dengan harapan hubungannya dengan Kerajaan Tang bisa membuatnya bebas saat ini.
"Putrimu? Rong Le? Rong Xian? Mereka berdua sudah mati," jawab Yang Ruo Li dengan datar.
Wajah Yang Lim menjadi pucat seketika karena yakin pria yang menculiknya sekarang mengetahui banyak hal tentang dirinya.
"Putriku Ruo Li. Li Er anak yang baik dan kusayangi. Dia pasti akan membunuhmu jika tahu kamu menculikku," gertak yang lim.
"Ruo li? Lihat baik-baik siapa yang berdiri di hadapanmu sekarang!" perintah Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li melepaskan batuan andesit pengubah wujud sehingga bentuk aslinya muncul di hadapan Yang Lim.
"Gadis muda?" gumam Yang Lim sambil menatap wajah gadis muda di depannya, yang terlihat sangat familiar.
Wajah gadis muda ini mengingatkannya akan kecantikan mu dan. Iya! Gadis muda ini memiliki kemiripan dengan Mu Dan.
"Ka…kamu Ruo Li?" tanya Yang Lim dengan terbata-bata.
***
Selamat malam readers. Yeay banyak tebakan readers yang tepat nih. Xue Qiu si phoenix, berwujud anak kecil 😂.
Satu persatu bahan untuk membuat penawar racun Zhe Liang sudah muncul nih. Di mana mendapatkan sisik naga ya?
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya. Author sudah sekuat tenaga kebut untuk ending nih. Satu persatu benang merahnya di atur menuju episode akhir. Semoga bisa cepat selesai ya 😂🙏
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE