
***Portal Rahasia***
Qi Lin kecil sangat kegirangan melihat Yang Ruo Li siuman sehingga melompat ke pangkuan gadis muda itu dengan cepat. Ukuran tubuhnya yang kecil seperti kucing membuatnya mendarat sempurna di atas lutut Yang Ruo Li.
“Nona! Nona!” panggil Qi Lin kecil kegirangan.
Walaupun Yang Ruo Li tidak sadarkan diri tadi, saat terbangun dia merasakan adanya ikatan kontrak dengan hewan roh kecil di hadapannya sehingga gadis muda itu mengamati saksama bentuk fisik Qi Lin kecil.
"Zhe Liang! Dia adalah Qi Lin, salah satu hewan roh suci legenda?" tanya Yang Ruo Li setelah melihat jelas ciri-ciri tubuh Qi Lin kecil.
"Iya! Qi Lin yang sangat muda," jawab Li Zhe Liang.
Yang Ruo Li mengangguk sambil membelai kepala Qi Lin kecil. Ini pertama kalinya Qi Lin kecil merasakan sentuhan kasih sayang dari seorang manusia dan dirinya sangat menyukai perasaan itu.
"Maaf, Qi Lin! Karena tubuhku keracunan membuat tubuhmu menjadi kecil," ucap Yang Ruo Li.
"Tidak apa-apa, Nona. Kata pria ini Nona akan segera sembuh," jawab Qi Lin kecil dan hanya bisa terdengar oleh Yang Ruo Li karena ikatan kontrak diantara mereka berdua.
"Siapa namamu?" tanya Yang Ruo Li.
"Aku tidak punya nama, Nona," jawab Qi Lin kecil.
"Tubuhmu berwarna biru dan wajahmu menyerupai naga. Aku akan memberimu nama Lan Long," kata Yang Ruo Li.
"Terima kasih, Nona. Aku menyukainya," ucap Qi Lin kecil dengan riang.
Yang Ruo Li melihat ke arah Li Zhe Liang yang duduk tenang di sampingnya sambil menatapnya lembut.
"Zhe Liang! Chong Yun bisa mengobati racun di tubuhku?" tanya Yang Ruo Li.
Chong Yun sudah mencapai alchemist tingkat ke empat sehingga Yang Ruo Li menduga Chong Yun mempunyai cara untuk menyembuhkan racun ditubuhnya. Sewaktu dirinya terkena racun monster elang tingkat tujuh, Chong Yun lah yang memberitahukan cara menggunakan kekuatan spiritual tinggi untuk menekan dan menghancurkan racun itu.
"Iya! Chong Yun dan lainnya sedang mencari bahan langka untuk penawar racun di tubuhmu," jawab Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang sengaja berbohong dan tidak memberitahukan tentang api surgawi lah satu-satunya penawar racun di tubuh Yang Ruo Li karena dirinya yakin gadis muda itu pasti tidak akan mau berebutan api surgawi darinya.
"Kita berada di mana sekarang?" tanya Yang Ruo Li.
"Tempat api surgawi," jawab Li Zhe Liang.
"Benarkah? Ayo kita segera temukan api surgawi untukmu," ajak Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li bisa merasakan tubuhnya semakin lemah sehingga ingin secepatnya melihat Li Zhe Liang mendapatkan api surgawi. Gadis muda itu berfirasat api surgawi sangat penting bagi Li Zhe Liang karena segel aneh yang ada di punggung pria itu.
Li Zhe Liang menganggukkan kepalanya. Dirinya pun ingin segera mendapatkan api surgawi supaya bisa menyembuhkan racun di tubuh Yang Ruo Li.
"Lan Long! Tunjukkan jalan ke tempat tinggalmu!" perintah Li Zhe Liang.
Lan Long melompat turun dari lutut Yang Ruo Li dan menganggukkan kepalanya ke Li Zhe Liang. Qi Lin kecil itu bersiap-siap menunjukkan jalan kepada mereka.
Walaupun yang mengikat kontrak dengannya adalah Yang Ruo Li, akan tetapi perintah dari Li Zhe Liang tidak berani di tolak oleh Lan Long.
"Api surgawi ada di tempat tinggal Lan Long?" tanya Yang Ruo Li sambil berjalan berdampingan dengan Li Zhe Liang.
"Iya! Di tubuh Lan Long ada kobaran api berwarna biru langit, sama seperti warna api surgawi. Aku yakin api surgawi berada di tempat Lan Long dilahirkan. Tadi monster Kera Purba penjaga api surgawi juga muncul dan menggunakan sihir ilusi untuk menghalangiku menjelajahi lubang besar ini."
Li Zhe Liang menceritakan semua kejadian yang terjadi selama Yang Ruo Li tidak sadarkan diri tadi.
"Di mana Kera Purba itu sekarang?" tanya Yang Ruo Li sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling.
"Dia pasti bersembunyi sambil mengawasi kita," jawab Li Zhe Liang dengan yakin.
"Lan Long! Kamu bisa merasakan keberadaan Kera Purba?" tanya Yang Ruo Li.
Lan Long menghentikan langkah kakinya dan mencoba merasakan aura spiritual Kera Purba.
"Bisa, Nona! Kakak kera ada disekitar kita," jawab Lan Long dengan polos.
"Jika dia berani menggunakan sihir ilusi lagi, aku akan membunuhnya!" ujat Li Zhe Liang disertai aura dingin dan kekuatan spiritual sehingga perkataannya terdengar jelas oleh Kera Purba yang sedang bersembunyi.
Aura dingin yang memancar dari tubuh Li Zhe Liang itu juga membuat tubuh Lan Long bergetar karena merasa takut. Yang Ruo Li membelai kepala Lan Long dengan lembut untuk menenangkannya.
Sementara itu Kera Purba yang bersembunyi tidak jauh dari mereka, wajahnya menjadi pucat seperti warna kertas. Dirinya bisa merasakan ancaman besar dan bahaya dari tubuh Li Zhe Liang sehingga tidak berani menggunakan sihir ilusi lagi. Kera Purba hanya ingin mengikuti mereka secara diam-diam.
"Zhe Liang! Aku yakin Kera Purba tidak berani mengganggu perjalanan kita," kata Yang Ruo Li sambil menggandeng tangan Li Zhe Liang setelah berhasil menenangkan Lan Long.
Aura dingin dari tubuh Li Zhe Liang menghilang seketika begitu tangan Yang Ruo Li menyentuhnya.
Pria dingin itu teringat kembali kejadian bayangan hitam monster naga bertanduk yang hampir berhasil menguasai tubuhnya sewaktu menghancurkan monster Ular Putih, Li Zhe Liang akui dirinya sudah kehilangan semua kesadarannya pada saat itu dan keajaiban terjadi. Yang Ruo Li bisa mengembalikan kesadarannya. Dirinya berusaha mengendalikan monster naga bertanduk agar Yang Ruo Li tidak terluka.
Mereka berdua pun meneruskan perjalanan mengikuti Lan Long menuju tempat api surgawi berada.
***Ruang dimensi Cincin Lotus***
Shan Dian alias Bai Hu menutup rapat kedua telinganya dengan sepasang kaki depan karena Xue Qiu yang sudah siuman di sampingnya sedang menangis dengan suara yang keras.
Hiks…. Hiks ..
Huaaa…. Huaaa….
"Xue Qiu! Hentikan! Telingaku sakit!" teriak Shan Dian.
"Nona jahat! Nona memiliki hewan roh baru! Nona tidak sayang Xue Qiu lagi!" kata Xue Qiu sambil menangis kencang.
"Hewan roh baru? Pantas saja Xue Qiu bisa siuman. Pasti hewan roh tingkat tinggi," kata hati Shan Dian.
"Kamu sudah sehat?" Shan Dian berusaha mengalihkan perhatian Xue Qiu.
"Belum! Tubuhku masih sakit," jawab Xue Qiu.
"Kemungkinan hewan roh baru itu membantu nona sehingga kamu bisa siuman," kata Shan Dian dengan bijak.
Shan Dian tidak memberi julukan wanita jelek untuk Yang Ruo Li karena tahu pasti sikap posesif Xue Qiu terhadap nona nya.
Xue Qiu menghentikan tangisannya dan terdiam sambil berpikir keras. Hati kecilnya setuju dengan perkataan Shan Dian. Akan tetapi, dirinya tidak rela berbagi kasih sayang Yang Ruo Li dengan hewan roh lainnya.
"Aku akan tunjukkan kepada hewan roh baru itu, siapa yang menjadi kakak besar di sini!" tekad hati Xue Qiu.
Shan Dian melepaskan kedua kaki depannya dari telinga dan menatap ngeri ke arah Xue Qiu. Telur salju putih itu tiba-tiba menghentikan tangisnya dan bersikap sangat tenang. Hal itu membuat Shan Dian mempunyai firasat tidak baik akan nasib malang yang menimpa hewan roh baru milik Yang Ruo Li nantinya.
***
Halo readers. Bab ini up pukul 15.40 wita.
Author mau minta bantuan readers nih. Tolong kasih masukan nama-nama yang bagus untuk dijadiin tokoh dalam cerita ya. Bisa dua suku kata atau tiga suku kata. Di kolom komentar ataupun tag komentar 🤗
Kalau cocok, author akan menggunakannya dalam cerita novel ini. Tokoh antagonis maupun protagonis. Nama nya disertai caption apakah itu nama laki-laki atau nama perempuan ya.
TERIMA KASIH 🙏
DI TUNGGU BAB SELANJUTNYA NANTI MALAM YA.
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE