
***Kamar tamu tempat Li Zhe Liang menginap***
Tubuh Yang Ruo Li berubah menjadi sosok pria berusia sekitar tiga puluh tahun dengan wajah biasa-biasa saja sehingga tidak akan menarik perhatian orang lain.
"Tubuh pria lebih memudahkanmu mencari jejak anak hilang," ucap Li Zhe Liang dengan yakin.
"Benar juga," jawab Yang Ruo Li.
Suara Yang Ruo Li pun berubah menjadi suara laki-laki yang berat dan kasar.
Lu Jing dan Feng Teng melihat penampilan baru Yang Ruo Li hanya bisa menggaruk hidung mereka yang tidak gatal secara spontan. Tentu saja mereka berdua tahu maksud hati Li Zhe Liang.
Putra mahkota mereka yang kaku dan dingin pastilah takut kecantikan Yang Ruo Li akan membuat banyak kumbang jantan terbang mendekati gadis muda itu.
Padahal Li Zhe Liang tidak bisa berada di sisi Yang Ruo Li untuk menghalangi semua kumbang jantan itu sehingga cara yang paling aman adalah Yang Ruo Li mengubah wujudnya menjadi pria.
"Taktik yang jitu," kata hati Lu Jing dan Feng Teng.
"Kalau begitu, aku akan langsung berangkat setelah selesai persiapan," kata Yang Ruo Li.
Li Zhe Liang menarik tangan Yang Ruo Li dengan semua kekuatan yang berhasil dikumpulkannya sehingga tubuh gadis muda itu menimpa tubuhnya. Li Zhe Liang segera memeluk erat Yang Ruo Li.
Sekali lagi Lu Jing dan Feng Teng berpura-pura melihat ke arah lain dan melangkahkan kaki mereka secara perlahan untuk menjauhi tempat tidur lagi.
Walaupun Yang Ruo Li dalam wujud pria, tetapi Li Zhe Liang memeluknya erat tanpa ragu. Aroma harum dari tubuh Yang Ruo Li sangat menenangkan hati Li Zhe Liang.
"Perjalanan di luar sangat bahaya. Li Er harus menjaga diri dengan baik. Bawa Kera Purba bersamamu," kata Li Zhe Liang dengan suara kecil.
"Baiklah Zhe Liang," jawab Yang Ruo Li sambil membalas pelukan Li Zhe Liang dengan erat.
Yang Ruo Li pun tidak merasa canggung memeluk Li Zhe Liang dengan wujud pria.
Beberapa saat kemudian Li Zhe Liang melepaskan pelukannya dan mengeluarkan Kera Purba dari cincin dimensi.
"Kera Purba! Lindungi Li Er dengan baik!" perintah Li Zhe Liang.
Kera Purba menatap bingung Yang Ruo Li dalam wujud pria. Akan tetapi, kepintaran dan pengetahuan ribuan tahunnya membuat Kera Purba tahu Yang Ruo Li pasti menggunakan jimat pengubah wujud.
Kera Purba menganggukkan kepalanya ke arah Li Zhe Liang pertanda mengerti perintah tuannya dan mengikuti Yang Ruo Li keluar meninggalkan kamar.
Kera Purba merasa lega Li Zhe Liang sudah siuman dan yakin Li Zhe Liang pasti akan sembuh secepatnya.
"Kak Feng Teng. Kak Lu Jing. Aku berangkat dulu," ucap Yang Ruo Li ketika akan meninggalkan kamar.
"Hati-hati di perjalanan, Nona Ruo Li," jawab Lu Jing dan Feng Teng bersamaan.
Feng Teng mengikuti Yang Ruo Li dari belakang untuk memastikan gadis muda itu tidak akan mendadak kembali ke kamar Li Zhe Liang, sedangkan Lu Jing membantu Li Zhe Liang berbaring kembali ke atas tempat tidur.
"Lu Jing! Suruh Fu An dan Fu Rong melindungi Li Er secara diam-diam dan laporkan semua perjalanan Li Er!" perintah Li Zhe Liang.
"Baik putra mahkota!" jawab Lu Jing dengan patuh dan berjalan keluar dari kamar.
***
Beberapa saat setelah kepergian Yang Ruo Li dan Lu Jing, Feng Teng berlari kecil menghampiri Chong Yun yang sedang berjalan menuju kamar Li Zhe Liang.
"Tuan muda Chong Yun. Putra mahkota sudah siuman," lapor Feng Teng.
"Baguslah. Aku sudah berhasil meracik satu jenis obat penawar," ucap Chong Yun.
"Hanya satu jenis saja?" tanya Feng Teng dengan spontan.
"Feng Teng. Kamu meragukan kemampuanku?" Chong Yun bertanya balik dengan muka cemberut.
"Bukan begitu, Tuan muda Chong Yun. Tadi Nona Ruo Li baru saja pergi. Putra mahkota masih saja menyembunyikan kondisinya dari Nona Ruo Li dan membiarkan Nona Ruo Li pergi mencari anak yang hilang. Padahal aku yakin Nona Ruo Li pasti akan tinggal di sisi putra mahkota dan berusaha menyembuhkannya jika tahu keadaan putra mahkota sekarang. Ilmu alchemist Nona Ruo Li sangat hebat," jawab Feng Teng panjang lebar.
"Sifat arogan dan gengsi Zhe Liang tidak akan membiarkannya terlihat lemah dan tidak berdaya di hadapan Yang Ruo Li," ujar Chong Yun dengan ketus.
Feng Teng mengikuti Chong Yun dari belakang dan bertanya-tanya di dalam hatinya apa maksud dari perkataan Chong Yun.
***
"Putra mahkota!" teriak Feng Teng dengan panik sewaktu melihat dua gumpalan darah hitam di atas lantai, tepatnya di bawah tempat tidur.
Chong Yun segera menarik tangan Li Zhe Liang dan memeriksa nadi di pergelangan tangan. Wajah Li Zhe Liang semakin pucat.
"Zhe Liang! Kamu masih sayang nyawamu atau tidak? Kenapa memaksakan diri menggunakan kekuatan spiritual untuk menutupi kondisi racunmu di hadapan Yang Ruo Li? Gengsimu sangat tinggi," omel Chong Yun.
Chong Yun segera memasukkan satu butir pil elixir penawar racun yang baru selesai diraciknya ke dalam mulut Li Zhe Liang.
Beberapa saat kemudian Chong Yun memeriksa lagi nadi di pergelangan tangan Li Zhe Liang untuk memastikan apakah pil elixir penawar itu berhasil atau tidak.
"Syukurlah. Racun ditubuhmu sudah berkurang satu. Sekarang masih ada 99 jenis racun," kata Chong Yun.
"Aku mau semua racunnya hilang dalam satu minggu," ujar Li Zhe Liang.
"Satu minggu? Racun ditubuhmu sangat banyak. Paling cepat dua bulan," jawab Chong Yun.
"Kalau kamu tidak bisa, aku akan cari alchemist lainnya," balas Li Zhe Liang.
"Aku akan memberitahukan keadaanmu ke Yang Ruo Li sekarang," ancam Chong Yun.
Ancaman Chong Yun membuat Li Zhe Liang terbatuk-batuk dan memuntahkan segumpal darah hitam lagi.
"Tenang, Zhe Liang. Jaga emosimu. Aku hanya bercanda," ujar Chong Yun dengan panik.
Li Zhe Liang tidak boleh mengalami perusahaan emosi yang besar karena akan mengakibatkan racun di dalam tubuhnya semakin cepat menyebar.
"Semua racun di tubuhmu bisa hilang jika berhasil menemukan pil penawar racun legenda," kata Chong Yun.
"Pil penawar racun legenda? Tuan muda Chong Yun, apa saja bahan pil elixir itu? Kita bisa mencarinya," ucap Feng Teng dengan antusias.
"Bahan pil penawar racun legenda berasal dari tiga hewan roh suci legenda yaitu sisik naga, bulu phoenix, dan darah Qi Lin," jelas Chong Yun.
"Qi Lin? Darah Lan Long bisa dipakai, tetapi dua bahan yang lainnya?" kata hati Feng Teng.
"Zhe Liang. Kamu harus beristirahat total di tempat tidur. Aku akan berusaha secepatnya mencari tahu jenis racun lainnya dan membuat pil elixir penawar," kata Chong Yun.
"Terima kasih Chong Yun," kata Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang tahu Chong Yun pun ingin secepatnya menyembuhkan semua racun yang berada di tubuhnya. Hanya saja racun yang menumpuk dan menyebar itu tidak bisa sembarangan diobati.
Prosesnya harus bertahap dan menemukan terlebih dulu racun yang paling mudah disembuhkan hingga racun yang paling berbahaya.
Pil elixir penawar yang dihasilkan juga harus dipertimbangkan apakah akan bentrok dengan jenis racun yang lain dan malahan bisa membuat racun itu bermutasi menjadi lebih berbahaya.
Li Zhe Liang hanya bisa berharap semua racunnya berhasil didetoksifokasi sebelum Yang Ruo Li pulang.
***
Selamat malam readers. Author sudah kasih clue ini obat penawar untuk racun Zhe Liang dan pastinya Li Er yang bisa membuatnya🤗.
Ikutin terus ya ceritanya besok siang. Author sedang menyusun alur ceritanya menuju tamat. Don't miss it 🙏.
JANGAN LUPA DUKUNG TERUS NOVEL INI YA.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE