
***Ruang depan Paviliun Wu Dong***
Tiga puluh menit kemudian Bangsawan Fu Chen berada di ruang depan bersama Yi Bo menunggu kabar dari prajurit tentang penangkapan A Liang alias Yang Ruo Li.
Beberapa saat yang lalu Yi Bo berhasil menghindari serangan jarum terbang yang mengejarnya, tepatnya jarum terbang itu menghilang ketika Yang Ruo Li berubah menjadi sepuluh orang dan berpencar melarikan diri ke arah yang berbeda.
Yi Bo tidak menduga Yang Ruo Li bisa membuat jimat sepuluh bayangan sehingga dirinya kembali ke tempat Bangsawan Fu Chen dan menunggu kabar dari para prajurit yang mengejar Yang Ruo Li.
Yi Bo yakin pukulan racun di bahu kanan Yang Ruo Li sudah membuatnya terluka parah dan akan mudah ditangkap oleh para prajurit Bangsawan Fu Chen.
Bangsawan Fu Chen menginterogasi Wu Kong tentang asal mula A Liang alias Yang Ruo Li dan alasan mengapa Wu Kong membawanya ke Paviliun Wu Dong.
"Pemuda itu ikut dalam perbaikan formasi besar? Apakah kalian yakin dia tidak merusak formasi itu?" tanya Bangsawan Fu Chen dengan ketus.
"Hanya tinggal bagian formasi utama saja yang belum diperbaiki. Dia tidak mungkin bisa merusak formasi besar itu," bantah Yi Bo.
Walaupun di dalam hati kecil Yi Bo muncul kecurigaan yang sama seperti pemikiran Bangsawan Fu Chen, tetapi formasi besar itu diperbaiki banyak orang dan ada pengikut Sekte Sesat juga sehingga tidak mungkin Yang Ruo Li berhasil merusaknya tanpa diketahui oleh semua orang di sana.
Tadi Yi Bo bermaksud mengejar Yang Ruo Li melalui ulat pelacak miliknya, yang berada di dalam tubuh Yang Ruo Li. Akan tetapi, Yi Bo tidak berhasil menemukan jejak ulat pelacak itu sehingga mengikuti arah sumber suara pertarungan dan berhasil menyerang Yang Ruo Li secara diam-diam.
"Tenang saja Bangsawan Fu Chen. Dia sudah terkena pukulan tapak jarum beracun dariku sehingga pasti menjadi lemah dan mudah ditangkap oleh prajuritmu," ujar Yi Bo dengan yakin.
Bangsawan Fu Chen tidak setenang Yi Bo. Pria tua licik itu mempunyai firasat yang tidak baik.
Beberapa saat kemudian para prajurit yang mengejar Yang Ruo Li datang ke ruang depan Paviliun Wu Dong untuk melapor ke Bangsawan Fu Chen.
"Tuan besar Fu Chen! Kami tidak bisa menemukannya!"
"Maaf tuan besar Fu Chen! Dia menghilang!"
"Tuan besar Fu Chen! Kami sudah menggeledah ke setiap sudut Paviliun Wu Dong dan tidak dapat menemukannya!"
Kelompok prajurit yang mengejar Yang Ruo Li satu persatu melaporkan kegagalan mereka. Wajah Bangsawan Fu Chen semakin merah menahan amarah yang memuncak.
"Temukan dia segera!" perintah Bangsawan Fu Chen sambil menggertakkan giginya.
"Dalam keadaan hidup. Kita masih membutuhkannya," sela Yi Bo.
Yi Bo tahu Bangsawan Fu Chen sangat marah dan ingin mengambil nyawa A Liang, tetapi formasi besar masih membutuhkan keahlian pemuda itu.
"Lumpuhkan kakinya dan tangkap hidup-hidup!" perintah Bangsawan Fu Chen sekali lagi.
"Baik tuan besar Fu Chen!" jawab para prajurit serentak.
Yi Bo tidak protes dengan perintah Bangsawan Fu Chen karena mereka hanya membutuhkan keahlian tangan A Liang dalam menulis mantra dan formasi. Jika A Liang dalam kondisi lumpuh akan memudahkan mereka mengontrolnya.
"Yi Bo! Kamu kembali ke ruang rahasia bawah tanah. Jangan pernah datang ke Paviliun Wu Dong lagi," ujar Bangsawan Fu Chen.
Yi Bo mendengus kasar dan meninggalkan ruang depan Paviliun Wu Dong dengan cepat.
"Wu Kong! Kamu kembali ke lembah Pegunungan Wu Dong dan periksa apakah ada penyusup lainnya!" perintah Bangsawan Fu Chen setelah Yi Bo pergi.
"Baik,tuan besar Fu Chen!" jawab Wu Kong dengan patuh.
***Ruang dimensi cincin lotus***
"Lan Long. Tampar wajahnya!"
"Lan Long. Injak perutnya!"
"Lan Long. Gigit kakinya!"
Saat Yang Ruo Li masuk ke dalam ruang dimensi, dirinya mendengar jelas suara perintah Xue Qiu sehingga mencari ke arah sumber suara dan ternyata berasal dari kolam mata air.
Seorang pria tua terbaring di tepi kolam dan dihukum oleh Lan Long sesuai perintah Xue Qiu, sedangkan sosok telur putih salju itu tidak terlihat di mana pun.
Yang Ruo Li menduga Xue Qiu sedang bermain berubah bentuk menjadi besar dan kecil di dalam kolam mata air spiritual sehingga saat ini tidak terlihat cangkang telur saljunya.
Yang Ruo Li baru teringat sosok pria itu adalah Yang Lim dan menjadi mainan Xue Qiu serta Lan Long di dalam ruang dimensi di hari yang sama dengan Pangeran Tang Song dijual di tempat bord*l pria.
Yang Ruo Li tidak menyangka daya tahan pria tua itu cukup kuat dan belum menghembuskan napasnya sampai saat ini walaupun sudah disiksa oleh Lan Long dan Xue Qiu.
"Lan Long, Xue Qiu!" panggil Yang Ruo Li.
Lan Long kegirangan dan segera berlari ke arah Yang Ruo Li meninggalkan Yang Lim, sedangkan sosok Xue Qiu masih belum keluar dari dalam kolam mata air spiritual.
"Nona! Bahumu terluka," ucap Lan Long dengan wajah khawatir.
"Hanya luka kecil. Aku akan membersihkannya sekarang," kata Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li duduk dan merobek pakaian di bagian bahunya sehingga menampakkan bahunya yang terluka karena serangan Yi Bo tadi.
Bahu kanan yang terluka berwarna hitam dan mengeluarkan bau busuk. Walaupun api surgawi sudah menghancurkan racun yang meresap di dalam tubuh Yang Ruo Li, tetapi bekas luka di bahu kanan masih ada.
Yang Ruo Li mengeluarkan bola api surgawi kecil di atas telapak tangan kirinya dan menempelkan api itu ke bahu kanan untuk membakar lukanya.
Beberapa saat kemudian asap hitam keluar dari luka bahu kanan Yang Ruo Li, tetapi gadis muda itu merasa heran.
"Mengapa rasa sakitnya hanya sedikit saja? Apakah karena aku sudah berubah menjadi lebih kuat?" kata hati Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li mengambil satu botol kecil kosong dan memberikannya ke Lan Long.
"Lan Long. Tolong isi botol ini dengan air spiritual. Aku ingin membasuh bekas luka," ucap Yang Ruo Li.
"Baik nona," jawab Lan Long dengan patuh.
Lan Long menggigit botol kecil itu di mulutnya dan berlari ke arah kolam mata air spiritual.
"Lan Long, letakkan botolnya ke dalam kolam. Aku yang akan mengisi airnya," ujar Xue Qiu. Sama seperti sebelumnya, hanya suara Xue Qiu yang terdengar saja dan sosoknya belum kelihatan.
"Baik kakak pertama,' jawab Lan Long dengan patuh.
Lan Long pun berlari menghampiri Yang Ruo Li dan duduk tenang di samping nona mudanya.
"Lan Long sangat patuh dan pintar," ucap Yang Ruo Li sambil membelai kepala Lan Long.
***
"Siapa kamu? Lepaskan aku sekarang juga! Aku adalah letnan jendral prajurit Bangsawan Fu Chen," teriak Yang Lim.
Yang Ruo Li tidak memedulikan teriakan Yang Ruo Li, malahan menatap ke arah kolam mata air spiritual.
"Xue Qiu. Kenapa lama sekali?" tanya Yang Ruo Li.
"Sebentar nona. Aku sedang mengisi airnya," jawab Xue Qiu dari dalam kolam mata air spiritual.
Yang Ruo Li mengeluarkan satu buah roh berkualitas tinggi dan memberikannya ke Lan Long. Mata merah delima Lan Long berbinar-binar dan langsung melahap buah roh itu dengan cepat.
Yang Ruo Li tertawa kecil melihat tingkah polos Lan Long dan membelai kepala Lan Long dengan lembut.
"Nona. Aku bantu basuh lukanya."
Terdengar suara Xue Qiu dari arah belakang sehingga Yang Ruo Li menganggukkan kepalanya dan membiarkan Xue Qiu membantunya.
Luka bahu Yang Ruo Li menjadi kering setelah dibasuh dengan kolam mata air spiritual. Gadis muda itu menaburkan ramuan giok di bekas luka sehingga kulit bahunya menjadi mulus seperti semula.
Yang Ruo Li mengambil lagi satu buah roh berkualitas tinggi. "Xue Qiu. Ini untukmu," kata Yang Ruo Li sambil menoleh ke arah Xue Qiu, yang berdiri tepat di belakangnya.
"Xue Qiu?"
"Kakak pertama?"
Mata Yang Ruo Li dan Lan Long membulat besar menatap ke belakang.
***
Selamat siang readers. Xue Qiu sudah menetas sempurna nih. Ayo tebak dalam wujud apa?
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE