GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 142. Sihir ilusi Kera Purba


***Di atas bangunan tinggi tempat Li Zhe Liang berada***


"Hebat! Nona Ruo Li berhasil menyelamatkan nyonya!" seru Feng Teng kegirangan.


"Kali ini lawan Nona Ruo Li sangat tangguh," kata Lu Jing dengan nada khawatir sambil melihat para tetua Klan dari keempat keluarga terpandang yang berada di aula besar.


Kegembiraan akan Mu Dan yang telah diselamatkan hanya berlangsung sejenak. Pertarungan terbesar masih akan berlanjut.


Sejak awal Li Zhe Liang sudah mengamati semua lawan yang berada di aula besar. Lawan tangguh yang akan dihadapi oleh Yang Ruo Li adalah Tetua Klan Peng, Tetua Huo Guang, dan Tetua Klan Yang. Bahkan ada satu lagi pengawal Wen Hui Min yang paling tinggi tingkatan kultivasinya yaitu tingkat delapan dan wanita licik itu masih belum menggunakannya untuk melawan Yang Ruo Li.


***Aula besar Kota Shang Ri La***


Yang Ruo Li tersenyum lebar melihat ekspresi terkejut dari semua anggota keempat keluarga terpandang Kota Shang Ri La yang berada di aula besar.


"Sekarang giliran kalian!" ujar Yang Ruo Li.


Wajah Wen Hui Min memerah karena kemarahan yang memuncak akibat perkataan Yang Ruo Li.


"Bunuh Yang Ruo Li! Mu Dan akan menyusulnya menemui dewa akhirat!" teriak Wen Hui Min.


Mu Dan yang lemah bisa dibinasakan dengan mudah setelah Yang Ruo Li mati. Api surgawi harus segera didapatkan.


"Bunuh Yang Ruo Li!" pekik Peng Xiao Ran.


Han Li dan para pengawal mengepung Yang Ruo Li lagi. Mereka semua mengerahkan kekuatan spiritual masing-masing untuk melawan gadis muda itu bersamaan.


"Nyonya Fu! Aku pasti berhasil membunuh Yang Ruo Li!" ucap Han Li dengan sombong.


"Cukup lumpuhkan Yang Ruo Li! Aku mau menyiksanya secara perlahan!" teriak Peng Xiao Ran sambil tersenyum sinis.


"Ayo! Majulah kalian semua!" tantang Yang Ruo Li.


Pedang kecil hadiah dari Li Zhe Liang berubah bentuk menjadi pedang besar panjang di genggaman tangan Yang Ruo Li dan diselimuti dengan kobaran api berwarna biru langit.


Yang Ruo Li memadukan kedua senjata spiritual itu untuk melawan para pengawal.


"Sombong sekali! Aku akan mencabut nyawamu!" teriak Han Li.


Han Li mempercepat langkah kakinya dan menyerang Yang Ruo Li dengan kapak besar, senjata andalannya. Han Li ingin menebus kesalahannya tadi yang terkena serangan jarum terbang dari Yang Ruo Li.


Gadis muda itu tersenyum samar dan berlari cepat ke arah Han Li untuk menyambut serangan pria itu. Kecepatan yang luar biasa dari langkah kaki mereka berdua membuat bayangan muncul dalam gerakannya di mata para kerumunan rakyat Kota Shang Ri La.


Mata mereka semua terbelalak dengan mulut terbuka lebar dan napas yang tertahan. Semuanya bertanya di dalam hati, siapakah pemenang di antara Han Li dan Yang Ruo Li?


Tepat saat keduanya berpapasan, Yang Ruo Li menghindari kapak besar Han Li dengan mudah, sedangkan tubuh Han Li mendadak berhenti secara tiba-tiba di tempatnya.


Gadis muda itu membalikkan tubuhnya menghadap punggung Han Li dalam jarak lima langkah kaki. Kerumunan rakyat Kota Shang Ri La menatap dari atas kepala hingga ujung kaki Yang Ruo Li dan tidak menemukan satu luka pun di tubuhnya.


"Mati!" ucap Yang Ruo Li sambil tersenyum kecil.


"Ah!" pekikan keras berasal dari kerumunan rakyat Kota Shang Ri La ketika tubuh Han Li terbelah dua dan jatuh ke atas tanah, bahkan ada yang menutupi mata mereka dengan tangan karena tidak tahan melihat kematian tragis Han Li.


Perasaan takut dan ngeri menyelimuti hati para pengawal. Mereka tidak ingin bernasib sama seperti Han Li. Yang Ruo Li memanfaatkan kesempatan emas ini.


"Sihir ilusi!" ucap Yang Ruo Li melalui sihir telepati ke Kera Purba.


Kera Purba mengerti maksud Yang Ruo Li dan bermeditasi untuk menggunakan sihir ilusi menghadapi para pengawal itu.


"Cepat serang Yang Ruo Li! Bunuh dia!" bentak Wen Hui Min dengan tidak sabar melihat para pengawal yang tidak bergerak maju menyerang Yang Ruo Li.


"Ambil nyawa Yang Ruo Li!" pekik Peng Xiao Ran. Gadis jelek itu merasa ngeri dengan kekuatan Yang Ruo Li sehingga mengurungkan niat semulanya untuk menangkap Yang Ruo Li hidup-hidup.


Semakin cepat Yang Ruo Li dibinasakan maka semakin tenang perasaan Peng Xiao Ran. Dirinya bisa menggunakan jasad Yang Ruo Li sebagai makanan an**ng untuk membalaskan dendam membara di hatinya.


Teriakan Wen Hui Min dan Peng Xiao Ran menyadarkan para pengawal. Mereka semua menggenggam erat pedang di tangan masing-masing dan bergerak maju bersamaan menyerang Yang Ruo Li.


Para pengawal yakin Yang Ruo Li tidak bisa menghindari serangan serentak dari mereka. Han Li bisa mengalami kematian tragis karena menyerang gadis muda itu sendirian.


***


"Ah! Tanganku!"


"Sakit! Perutku!"


"Tidak! Kakiku!"


Jeritan histeris dan beruntun menggema di tengah aula besar Kota Shang Ri La sehingga membuat kerumunan rakyat Kota Shang Ri La berdesakkan melangkah mundur menjauhi aula besar.


Para pengawal yang menyerang gadis muda itu, tiba-tiba saling membunuh satu sama lain. Mereka berteriak seperti orang yang kesurupan. Bau darah menguap di aula besar Kota Shang Ri La.


"Sihir ilusi!" teriak para tetua Klan dan kultivator tingkat tinggi secara bersamaan.


"Sihir ilusi? Bagaimana mungkin Yang Ruo Li menguasai sihir ilusi?" kata hati Wen Hui Min.


Para pengawal itu sudah mencapai kultivator tingkat empat dan seharusnya tidak mudah masuk ke dalam sihir ilusi yang menyebabkan mereka saling membunuh satu sama lain. Benar-benar sihir ilusi tingkat tinggi.


Sihir ilusi yang dikuasai Kera Purba memang meningkat pesat karena gelang abadi yang diberikan oleh Li Zhe Liang. Selain itu juga karena kecerdikan Yang Ruo Li membuat sihir ilusi Kera Purba bekerja dengan efektif.


Gadis muda itu sengaja membunuh Han Li dengan kejam. Kematian tragis Han Li menyebabkan mental dan batin para pengawal kacau dan melemah sehingga memudahkan sihir ilusi Kera Purba bekerja.


***


Selamat malam readers setia. Bab ini up pukul 21.50 wita. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya dengan aksi balas dendam yang berlanjut dari Li Er.


Terima kasih semua dukungan readers setia untuk novel ini baik berupa vote, like, hadiah, tips iklan, dan komentar positif.


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE