
***Hutan Tengkorak***
Rombongan Yang Ruo Li berjalan keluar dari perkemahan menuju portal rahasia. Perhatian Feng Teng, Fu An, dan sepuluh pengawal tertuju kepada Xue Qiu yang berada di dalam pelukan Yang Ruo Li.
Cangkang telur yang berwarna salju putih sangat menarik perhatian semua orang. Wajah Feng Teng menjadi tegang dan matanya melihat sekeliling terutama ke langit. Dirinya masih ingat dengat jelas, monster elang tingkat tujuh mengejar mereka karena telur salju putih.
"Nona Ruo Li! Telur salju putih masih bersama nona?" tanya Feng Teng dengan hati-hati.
Sewaktu Li Zhe Liang mengendong Yang Ruo Li pulang, tidak terlihat telur salju putih sama sekali di sisi gadis muda itu sehingga Feng Teng mengira Yang Ruo Li sudah berhasil membuang telur salju putih di suatu tempat sehingga terbebas dari kejaran monster elang tingkat tujuh waktu itu.
"Kak Feng Teng! Sekarang Xue Qiu sudah menjadi hewan roh milikku. Sewaktu kita dikejar oleh monster elang tingkat tujuh, Xue Qiu menggigit jari tanganku sehingga terjalin ikatan kontrak," jawab Yang Ruo Li sambil memukul cangkang Xue Qiu sekali karena teringat dengan jebakan hewan roh nya saat itu.
"Ternyata begitu! Tetapi Nona Ruo Li, perjalanan kita sambil membawa Xue Qiu sangat berbahaya. Para monster tertarik dengan aroma Xue Qiu yang harum," kata Feng Teng.
Bersamaan dengan itu Feng Teng menghunuskan pedangnya dengan cepat. Begitu pun juga dengan Fu An dan sepuluh pengawal karena terlihat beberapa monster sudah bergerak mendekati mereka karena terpancing aroma harum Xue Qiu.
"Apa yang dikatakan Kak Feng Teng sangat benar," kata hati Yang Ruo Li.
Xue Qiu akan menjadi sasaran empuk yang dincar oleh para monster Hutan Tengkorak dan hal itu akan menyebabkan perjalanan mereka ke portal rahasia terhambat.
Yang Ruo Li ingin mengambil sesuatu dari cincin penyimpan batu giok miliknya sehingga membuat Xue Qiu panik dan berteriak keras.
"NONA! Xue Qiu tidak mau jimat pengecil dan bersembunyi di dalam ikat pinggang. Sangat sesak dan susah bernapas," kata Xue Qiu.
"Tenang saja, Xue Qiu! Aku ada jimat lain," kata hati Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li mengambil satu jimat berwarna putih dan menempelkannya ke cangkang Xue Qiu. Jimat itu perlahan memudar warnanya dan berubah bentuk menjadi bulatan kecil berwarna hitam di cangkang Xue Qiu.
"Ini jimat penghilang spiritual sehingga monster lain tidak bisa menyadari identitas asli Xue Qiu," ucap Yang Ruo Li ke Feng Teng dan lainnya.
Cara kerja jimat penghilang spiritual adalah menyembunyikan kekuatan spiritual kultivator, summoner, maupun hewan roh sehingga pihak musuh tidak bisa melacaknya.
Yang Ruo Li memprediksi aroma harum Xue Qiu berasal dari kekuatan spiritual yang tersembunyi di dalam cangkang telur sehingga mencoba menggunakan jimat ini.
Rombongan Yang Ruo Li menarik napas lega karena beberapa monster yang mendekati mereka tadi, menuju ke arah yang berlawanan setelah tidak bisa mendeteksi aroma harum Xue Qiu.
"Ayo kita lanjutkan perjalanan," ajak Yang Ruo Li.
***
Rombongan Yang Ruo Li semakin dekat ke pintu masuk portal rahasia. Gelombang kekuatan spiritual yang besar bagaikan badai menghadang di depan mereka.
Mereka semua menggunakan kekuatan spiritual masing-masing untuk menahan badai spiritual itu dan melangkahkan kaki menuju ke depan. Yang Ruo Li juga mengeluarkan kekuatan spiritualnya sambil memeluk Xue Qiu.
Keajaiban terjadi ketika gelombang kekuatan spiritual dari portal rahasia mengenai cangkang Xue Qiu dan terserap ke dalamnya. Yang Ruo Li dan rombongannya terkejut dengan kejadian itu.
Dalam waktu singkat semua gelombang kekuatan spiritual dari portal rahasia tersedot tanpa sisa ke cangkang Xue Qiu. Semuanya menatap Xue Qiu dengan tatapan tidak percaya.
Yang Ruo Li bergegas memeriksa keadaan Xue Qiu karena takut hewan roh nya terluka akibat menyerap begitu banyak kekuatan spiritual. Akan tetapi, Xue Qiu terlihat sehat-sehat saja dan tidak terpengaruh sama sekali akan hal itu.
"Nona Ruo Li! Xue Qiu adalah jenis hewan roh suci yang mana?" tanya Feng Teng penasaran.
"Xue Qiu sendiri juga tidak tahu. Hanya bisa diketahui setelah cangkangnya pecah," jawab Yang Ruo Li sambil mengusap cangkang Xue Qiu.
Rombongan Yang Ruo Li melanjutkan perjalanan dengan semangat karena tidak lama lagi mereka bisa berkumpul dengan Li Zhe Liang dan pasukan rahasia.
Suara pertarungan yang keras terdengar di depan sana sehingga mereka semua semakin mempercepat langkah kaki masing-masing.
Tiba-tiba Xue Qiu melompat turun dari pelukan Yang Ruo Li dan berlari kencang menembus pepohonan lebat di dekat pintu masuk portal rahasia.
"Xue Qiu!" teriak Yang Ruo Li sambil mengejar Xue Qiu masuk ke dalam pepohonan lebat.
"Nona Ruo Li!" teriak Feng Teng dan Fu An bersamaan.
Li Zhe Liang memberikan perintah kepada mereka semua untuk melindungi Yang Ruo Li sehingga keselamatan gadis muda itu yang paling utama dan menjadi tanggung jawab mereka.
***
"Xue Qiu! Berhenti!" teriak Yang Ruo Li sambil berlari kencang.
Xue Qiu tidak mendengarkan perintah Yang Ruo Li. Malahan larinya semakin cepat seolah-olah ada sesuatu yang memancingnya di depan sana.
Yang Ruo Li terpaksa mempercepat larinya menerobos pepohonan lebat. Tentu saja Feng Teng dan lainnya mengikuti dari belakang.
Akhirnya mereka tiba di ujung pepohonan yang lebat. Terlihat gua besar transparan disertai cahaya putih yang menyelimuti gua itu. Xue Qiu berdiri tepat di depan gua transparan.
"Hati-hati Nona Ruo Li! Feng Teng menduga ada formasi khusus yang menutupi jalan masuk gua itu," teriak Feng Teng ketika Yang Ruo Li ingin bergerak menuju gua itu.
Larangan Feng Teng membuat Yang Ruo Li menghentikan langkah kakinya, sedangkan Fu An melangkah ke depan dan mencoba masuk ke dalam gua transparan.
Tepat seperti dugaan Feng Teng, ada formasi khusus yang menghalangi jalan masuk ke gua sehingga Fu An tidak bisa masuk ke sana. Gua transparan hanya bisa terlihat oleh mata dan tidak bisa dijelajahi.
"Nona Ruo Li! Lebih baik kita tinggalkan tempat ini. Tuan masih berada di pintu masuk portal rahasia," usul Feng Teng.
"Baiklah!" jawab Yang Ruo Li.
"Xue Qiu! Ayo kita pergi!"
Gadis muda itu memanggil Xue Qiu yang masih berdiri tenang di depan gua transparan.
"Nona! Di dalam ada banyak harta karun," kata Xue Qiu.
"Xue Qiu! Kita tidak bisa masuk karena ada formasi khusus yang menghalangi jalan masuk gua ini," kata Yang Ruo Li.
"Aku bisa masuk, Nona! Ayo ikuti aku!" teriak Xue Qiu.
Tanpa menunggu jawaban dari Yang Ruo Li, Xue Qiu melompat ke dalam gua transparan.
"Xue Qiu!" teriak Yang Ruo Li dan berlari menyusul Xue Qiu.
"Nona Ruo Li!" teriak Feng Teng dan Fu An bersamaan.
Yang Ruo Li dan Xue Qiu berhasil masuk ke dalam gua, sedangkan Feng Teng dan lainnya tertinggal di depan gua transparan.
"Feng Teng! Apa yang harus kita lakukan sekarang ?" tanya Fu An.
"Kita tunggu di sini. Jika nona Ruo Li bisa masuk ke dalam gua transparan berarti Nona Ruo Li bisa keluar dari sana juga," jawab Feng Teng.
***
Selamat malam readers. Bab ini up pukul 22.00 wita dan panjang ya... Maaf agak malam karena ada kesibukan sedikit dengan real life 🙏🤗.
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya 😊
Yang Ruo Li akan menemukan harta karun di dalam gua transparan serta bergabung dengan Li Zhe Liang. Don't miss it 🤗🤗
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE