GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 92. Pohon Darah Naga


***Gua Transparan***


Yang Ruo Li merasa takjub dengan pemandangan di dalam gua transparan. Ada kolam mata air dan juga rerumputan spiritual yang langka di mana-mana. Seolah-olah dirinya sedang berada di dalam lukisan pemandangan alam yang hidup dan nyata.


"HORE!"


Terdengar suara kegirangan Xue Qiu yang nyaring dan tidak lama kemudian suara percikan air. Yang Ruo Li melihat ke arah sumber suara itu.


Ternyata Xue Qiu melompat ke dalam kolam mata air dan berenang di sana. Iya! Berenang! Yang Ruo Li bisa melihat jelas cangkang Xue Qiu menyelam ke dalam kolam mata air dan muncul kembali di atas permukaan air. Kadang disertai lompatan-lompatan kecil.


Padahal di luar cangkang Xue Qiu tidak terlihat sepasang tangan maupun sepasang kaki, akan tetapi Yang Ruo Li yakin Xue Qiu sedang berenang di sana.


"Nona! Xue Qiu menyukai kolam mata air ini. Ayo nona ikut berendam," ajak Xue Qiu.


Sebagai satu-satunya pewaris ilmu Master Beracun dan juga calon alchemist hebat, tentu saja Yang Ruo Li lebih tertarik berkeliling melihat rerumputan dan pepohonan langka daripada bermain air bersama Xue Qiu.


"Xue Qiu! Apakah di sini hanya ada kita berdua saja? Tidak ada monster besar dan berbahaya bukan?" tanya Yang Ruo Li.


Xue Qiu lah yang membawanya masuk ke dalam gua transparan sehingga Yang Ruo Li yakin Xue Qiu pasti mengetahui apa saja yang berada di dalamnya.


"Iya, nona! Hanya kita berdua saja di sini," jawab Xue Qiu dengan santai dan menyelam masuk ke dalam kolam mata air.


Yang Ruo Li tersenyum kecil melihatnya. Sifat kekanak-kanakan Xue Qiu membuat Yang Ruo Li yakin usia Xue Qiu masih sangat muda sehingga membiarkan Xue Qiu bermain-main di dalam kolam mata air.


"Xue Qiu! Kamu bermain di sini dan jangan lari ke tempat lain lagi. Aku mau berkeliling gua ini," pesan Yang Ruo Li.


"Baik, nona!" jawab Xue Qiu dengan patuh.


***


Yang Ruo Li berjalan mendekati satu pohon terbesar di sana yang berbentuk payung.



NOTE : POHON DARAH NAGA ASLI, SOURCE GOOGLE


"Pohon Darah Naga! Ini adalah pohon spiritual yang luar biasa!"


Yang Ruo Li berteriak kegirangan setelah mengetahui jenis pohon terbesar yang ditemukannya di dalam gua transparan. Gadis muda itu berada tepat di bawah Pohon Darah Naga dan pada saat mengangkat kepalanya untuk melihat ke atas, pohon itu menyerupai pangkal jamur.


Pohon Darah Naga sangat sulit untuk bertahan hidup. Biasanya tunas kecil Pohon Darah Naga dapat dijual dengan harga setinggi langit. Yang Ruo Li memperkirakan pohon terbesar ini setidaknya berumur puluhan ribu tahun.


Batang kayu Pohon Darah Naga sangat keras dan bisa membuat senjata spiritual terhebat melebihi bahan besi hitam dari sepasang jarum terbang miliknya.


Yang Ruo Li mengambil salah satu senjata jarum terbangnya dan membuat goresan kecil di batang kayu Pohon Darah Naga. Kemudian mengambil botol kecil kosong dengan cepat untuk mengisi getah berwarna merah darah yang keluar dari bekas goresan itu.


Getah Pohon Darah Naga bisa dijadikan bahan ramuan obat langka. Yang Ruo Li menyimpan botol kecil itu ke dalam cincin penyimpan batu giok dan meneruskan perjalanannya mengelilingi gua transparan.


Ternyata selain Pohon Darah Naga, Yang Ruo Li menemukan beberapa jenis kayu roh dan juga rumput roh semua tingkatan, mulai dari tingkat rendah, menengah, dan tingkat tinggi. Semua yang berada di dalam gua transparan bagaikan kebun obat melimpah untuk Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li sangat menyukai semua tanaman langka dan spiritual yang ditemukannya saat ini sehingga berlari ke arah kolam mata air.


"Xue Qiu! Ke sini!" panggil Yang Ruo Li sambil tersenyum lebar.


Xue Qiu menghentikan kegiatan bermain airnya dan melompat keluar dari kolam mata air. Yang Ruo Li memeluk Xue Qiu erat dan mengecup cangkangnya berkali-kali.


"Xue Qiu paling hebat! Aku menyukai harta karun di sini!" kata Yang Ruo Li.


"Tentu saja! Xue Qiu hewan roh satu-satunya milik nona!" kata Xue Qiu.


"Ha ha ha! Walaupun nantinya aku memiliki hewan roh yang baru, Xue Qiu yang paling ku sayang!" kata Yang Ruo Li.


"Nona harus lebih menyayangiku daripada Bai Hu!" pinta Xue Qiu.


"Xue Qiu! Waktunya pergi!" kata Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li masih teringat dengan Li Zhe Liang yang berada di pintu masuk portal rahasia. Feng Teng dan lainnya juga sedang menunggunya di depan gua transparan sehingga gadis muda itu tidak mau membuang lebih banyak waktu lagi.


Harta karun yang melimpah ini tentu saja tidak bisa dibawa semuanya oleh Yang Ruo Li ke dalam ruang dimensi. Gadis muda itu memutuskan untuk memotong sebagian pohon dan mengambil setiap jenis kayu roh serta rumput roh untuk di tanam di dalam ruang dimensi.


"Sangat disayangkan Pohon Darah Naga tidak bisa di tanam di ruang dimensi. Pohon itu adalah harta karun yang paling besar nilainya," kata hati Yang Ruo Li.


Xue Qiu mendengar jelas perkataan hati Yang Ruo Li sehingga memberitahukan nona nya harta karun yang paling berharga di gua transparan ini.


"Nona! Harta karun yang paling berharga adalah kolam mata air. Ini bukan kolam mata air biasa, tetapi kolam mata air spiritual yang memberi nutrisi kepada semua tanaman langka dan berharga ini sehingga bisa tumbuh subur," jelas Xue Qiu.


"Mata air spiritual?" ucap Yang Ruo Li sambil berjalan mendekati kolam mata air.


Tangan Yang Ruo Li menyentuh mata air di kolam dan bisa merasakan aliran kekuatan spiritual masuk ke dalam tubuhnya.


Kolam mata air spiritual memiliki warna seperti pelangi. Bagian tengahnya berwarna biru cerah, bagian luarnya berwarna hijau dan kuning, sementara sisi terluar berwarna merah-jingga.


"Andai saja aku bisa memasukkan kolam mata air spiritual ke dalam ruang dimensi," kata Yang Ruo Li dengan nada kecewa.


"Nona bisa melakukannya," ucap Xue Qiu dengan santai.


"Benarkah?" tanya Yang Ruo Li dengan mata berbinar-binar menatap Xue Qiu.


"Iya, nona! Bukan hanya kolam mata air spiritual, semua isi gua transparan bisa nona simpan ke dalam ruang dimensi," jawab Xue Qiu dengan yakin.


"Bagaimana caranya?" tanya Yang Ruo Li.


"Nona hanya perlu menemukan tempat asal formasi yang melindungi gua transparan dan menyimpannya ke ruang dimensi," jawab Xue Qiu.


"Itu sangat mudah!" ucap Yang Ruo Li.


Gadis muda itu mengambil beberapa jimat pelacak dari cincin penyimpan batu giok. Kemudian menggunakan kekuatan spiritual membuat jimat itu terbang berputar. Beberapa saat kemudian semua jimat pelacak itu menempel di salah satu rumput roh.


"Aku menemukannya!" pekik Yang Ruo Li kegirangan.


***


Halo readers. Bab ini author up pukul 15.00 wita. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam ya🤗


Oh iya, Pohon Darah Naga memang ada di dunia ini. Author mencari di mbah google untuk bahan pohon langka yang akan dijadikan cerita dan menemukannya. Kebetulan namanya sangat cocok dengan genre novel ini sehingga author menggunakan nama aslinya ya. Tentu saja ditambah kehaluan author di sini 😂


Sekilas author LYTIE menceritakan tentang Pohon Darah Naga asli ya. Untuk melihat pohon langka ini, harus melakukan perjalanan ke Yaman, menyewa perahu, dan mengunjungi pulau Socotra.


Socitra adalah pulau kecil di kepulauan Yaman dan Somalia. Nama pulau ini diambil dalam bahasa Sansekerta kuno yang artinya Pulau Malcolm. Julukannya adalah pulau terasing.


Penduduknya sekitar 40.000 orang dan mereka cukup lama terputus dari dunia luar. Karena konektivitas yang sulit, penduduk Pulau Socotra hidup dengan sedikit berbeda. Layaknya pulau terisolasi, Socrota punya cara sendiri dalam menyembuhkan penyakit yaitu pohon darah naga.


Tanaman berbentuk payung yang dijadikan obat segala penyakit di Socrota. Memiliki nama latin Dracaena Cinnabari, pohon darah naga membuat Socrota kaya akan dukun dan penyembuh spiritual.


Nama nyentrik yang diberikan bukan karena asal-usulnya, tetapi juga apa yang ada dihasilkan oleh pohon tersebut. Pohon ini memiliki getah berwarna merah darah. Jika batangnya digores, pohon ini seumpama manusia yang berdarah.


Konon pohon tersebut dulunya adalah seekor naga yang terluka saat bertempur dengan seekor gajah. Ada pula cerita yang berkembang kalau naga dikutuk menjadi pohon karena menghancurkan surga.


Oleh karena itu, getah pohon ini dijadikan obat oleh penduduk. Ramuan ini sudah mereka turunkan selama berabad-abad. Pohon ini bisa hidup sampai 200 tahun.


SAMPAI JUMPA DI BAB NANTI MALAM


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE