
***Ruang dimensi cincin lotus***
Yang Ruo Li masuk ke dalam ruang dimensi untuk bertemu Li Zhe Liang. Gadis muda itu merasa heran tidak menemukan sosok Li Zhe Liang di dalam kolam mata air spiritual.
"Di mana Zhe Liang?" gumam Yang Ruo Li.
"Xue Qiu, Lan Long, Kera Purba!"
Yang Ruo Li memanggil-manggil nama ketiga hewan roh yang dimintanya untuk menjaga Li Zhe Liang karena mereka bertiga pun tidak kelihatan di sekitar kolam mata air spiritual.
"Mungkin Zhe Liang merasa bosan berendam di kolam air spiritual dan meminta Lan Long membawanya keliling. Xue Qiu dan Kera Purba pun ikut dengannya," duga Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li mengeluarkan kipas lipat abadi dan melemparkannya ke udara, lalu Yang Ruo Li melompat ke atasnya dan menggerakkan dengan kekuatan spiritual untuk mencari Li Zhe Liang.
Yang Ruo Li yakin Li Zhe Liang masih berada di dalam ruang dimensi karena tubuh lemah pria itu tidak memungkinkannya keluar dari ruang dimensi.
Jika Li Zhe Liang masih dalam keadaan sehat dan kekuatan spiritual yang penuh maka ruang dimensi Yang Ruo Li sama sekali tidak bisa menahan Li Zhe Liang di sana.
Beberapa saat kemudian Yang Ruo Li menemukan sosok Li Zhe Liang sedang duduk bersandar di bawah Pohon Darah Naga sambil memejamkan kedua matanya.
Yang Ruo Li melompat turun dari kipas lipat abadi dan berlari menghampiri Li Zhe Liang.
"Zhe Liang!" panggil Yang Ruo Li.
Li Zhe Liang membuka matanya dan tersenyum kecil menatap intens Yang Ruo Li.
"Li Er," jawab Li Zhe Liang.
Yang Ruo Li duduk di samping Li Zhe Liang dan meraih pergelangan tangan kanan pria itu untuk memeriksa nadinya.
Yang Ruo Li tersenyum lega karena racun di tubuh Li Zhe Liang tidak menyebar maupun mengganas.
"Zhe Liang. Untuk sementara waktu kita tinggal di Paviliun Ru Yi supaya aku bisa mengobati racunmu di sana. Setelah semua racun di tubuhmu hilang, kita akan berangkat ke Kerajaan Dong Ming bersama ibu. Bagaimana menurutmu?" tanya Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li sangat yakin dirinya bisa membuat semua pil elixir penawar racun untuk mengobati Li Zhe Liang, walaupun akan memerlukan waktu yang tidak singkat.
"Li Er bisa meracik pil penawar racun legenda?"
Li Zhe Liang tidak menjawab pertanyaan Yang Ruo Li, melainkan mengajukan pertanyaan untuk gadis muda itu.
"Tentu saja bisa. Jika bahan yang diperlukan lengkap, aku yakin bisa meraciknya dengan api surgawi, tetapi bahannya masih kurang sisik naga," jawab Yang Ruo Li.
Empat hewan roh suci legenda sudah punah dalam waktu yang lama. Yang Ruo Li merasa dirinya mendapatkan keberuntungan yang luar biasa karena bisa mengikat kontrak dengan Xue Qiu dan Lan Long.
Phoenix dan Qi Lin bisa muncul saat ini karena keduanya berhubungan dengan portal rahasia yang terbuka seribu tahun sekali, sedangkan naga yang merupakan hewan roh suci legenda, tidak ada kabar keberadaannya ataupun ada summoner yang memiliki naga di daratan Zhong Yuan.
"Ada seekor naga di Kerajaan Dong Ming," ucap Li Zhe Liang.
"Kalau begitu, kita bisa langsung pulang menjemput ibu dan membawanya ke Kerajaan Dong Ming," jawab Yang Ruo Li antusias.
Yang Ruo Li yakin saat ini Mu Dan sudah siuman dengan kondisi tubuh yang sehat sehingga bisa melakukan perjalanan jauh ke Kerajaan Dong Ming.
Yang Ruo Li ingin secepatnya menyembuhkan semua racun di tubuh Li Zhe Liang agar penderitaan dan rasa sakit yang dialami Li Zhe Liang bisa segera dihilangkan.
"Besok kita berangkat ke Kota Shang Ri La," ucap Li Zhe Liang.
"Baiklah. Tetua Wu Yuan dan Jian Ming akan mengurus anak-anak yang hilang untuk berkumpul bersama keluarganya. Kita bisa langsung berangkat ke Kerajaan Dong Ming setelah menginap semalam di Paviliun Ru Yi," kata Yang Ruo Li.
"Li Er. Ada hal penting yang ingin ku katakan sekarang," ucap Li Zhe Liang sambil menggenggam tangan Yang Ruo Li.
"Ada apa Zhe Liang?" tanya Yang Ruo Li.
"Aku adalah putra mahkota Kerajaan Dong Ming," jawab Li Zhe Liang.
Yang Ruo Li terkejut mendengar jawaban Li Zhe Liang. Semula dirinya hanya mengira Li Zhe Liang mungkin saja keturunan bangsawan dan tidak menyangka status Li Zhe Liang lebih tinggi dari pada bangsawan.
"Tujuan awalmu ke Kota Shang Ri La untuk menemukan api surgawi sehingga bisa menghancurkan segel monster naga beracun di tubuhmu?" tanya Yang Ruo Li.
"Iya, tetapi tujuanku bertambah satu sekarang," jawab Li Zhe Liang.
"Apa?" tanya Yang Ruo Li.
"Membawamu pulang ke Kerajaan Dong Ming untuk menjadi permaisuriku," jawab Li Zhe Liang dengan serius.
Wajah Yang Ruo Li merona merah dan menundukkan kepalanya secara spontan. Li Zhe Liang memegang dagu Yang Ruo Li dan mengangkatnya dengan lembut sehingga mereka berdua saling bertatapan satu sama lain.
*Li Er. Bersediakah kamu menjadi permaisuriku?" tanya Li Zhe Liang.
Yang Ruo Li dapat melihat jelas bayangan dirinya di dalam sepasang mata Li Zhe Liang. Yang Ruo Li bisa merasakan perasaan tulus dari Li Zhe Liang terhadapnya sehingga menganggukkan kepalanya tanpa ragu.
Li Zhe Liang mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Yang Ruo Li dengan lembut. Tangannya melingkar erat di pinggang, sedangkan Yang Ruo Li membalas ciuman Li Zhe Liang sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Li Zhe Liang.
Mereka berdua saling berciuman dalam waktu yang lama dan keduanya tidak berniat untuk menghentikan ciuman yang terasa sangat manis itu.
**
"Nona!"
Panggilan dari Xue Qiu membuat Yang Ruo Li melepaskan diri dari ciuman Li Zhe Liang dengan cepat. Yang Ruo Li berdiri dan segera menoleh ke arah sumber suara. Li Zhe Liang pun ikut berdiri.
Terlihat Xue Qiu duduk di atas punggung Lan Long, sedangkan Kera Purba berdiri di samping Lan Long.
Wajah ceria Xue Qiu karena kehadiran Yang Ruo Li menjadi tegang disaat merasakan tatapan tajam dari Li Zhe Liang.
Di belakang mereka Bai Hu alias Shan Dian berjalan dengan tenang dan langsung menghampiri Li Zhe Liang.
"Bai Hu? Sejak kapan tubuhmu berubah menjadi besar?" tanya Yang Ruo Li.
Bai Hu sudah menghilang lama dan sekarang muncul dengan penampilan tubuh yang besar serta Yang Ruo Li bisa merasakan Bai Hu sudah berubah menjadi hewan roh tingkat tinggi.
"Nona Ruo Li, tuan!" sapa Shan Dian dengan sopan.
"Tuan? Zhe Liang, Bai Hu mengikat kontrak denganmu?" tanya Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li mengira Li Zhe Liang bertemu dengan Bai Hu di ruang dimensi dan melakukan ikatan kontrak di sana.
"Namanya Shan Dian," jawab Li Zhe Liang.
"Shan Dian? Nama yang bagus, tetapi aku pernah mendengarnya di mana ya," kata Yang Ruo Li sambil berpikir.
"Xue Qiu!" panggil Li Zhe Liang secara tiba-tiba.
"Iya tuan," jawab Xue Qiu dengan cepat.
Xue Qiu langsung melompat turun dari punggung Lan Long dan menghampiri mereka berdua.
"Ada apa tuan?" tanya Xue Qiu.
"Kamu ada pertanyaan mengenai Shan Dian ke Li Er kan?" ujar Li Zhe Liang.
"Pertanyaan apa Xue Qiu?" tanya Yang Ruo Li.
"Nona. Bai…Shan Dian adalah hewan roh milik tuan, tetapi kenapa Shan Dian bisa berada di ruang dimensi nona?" tanya Xue Qiu.
"Shan…Shan Dian?" ucap Yang Ruo Li terbata-bata.
Saat ini Yang Ruo Li baru teringat Shan Dian adalah hewan roh Li Zhe Liang yang hilang di Hutan Tengkorak.
Bagaimana mungkin Bai Hu adalah Shan Dian? Berarti selama ini Shan Dian memang diculik olehnya secara tidak langsung?
"Mung.. mungkin Shan Dian ikut masuk ke dalam ruang dimensi ketika aku memetik tanaman langka," jawab Yang Ruo Li ke Xie Qiu, tanpa berani melihat ke arah Li Zhe Liang.
"Lie Er. Kamu mengenali kain hitam ini?" tanya Li Zhe Liang sambil meletakkan sobekan jubah hitamnya ke tangan Yang Ruo Li.
"Kain ini sering dijadikan nona sebagai wadah sewaktu memetik tanaman langka," jawab Xue Qiu spontan.
Yang Ruo Li terdiam menundukkan kepala dan memegang erat sobekan kain hitam. Gadis muda itu sedang berpikir keras bagaimana menjelaskan semuanya ke Li Zhe Liang.
"Pantas saja Bai Hu menyukai kain hitam ini karena milik tuannya," kata hati Yang Ruo Li.
"Shan Dian. Bawa mereka pergi!" perintah Li Zhe Liang.
"Baik tuan," jawab Shan Dian dengan patuh.
Xue Qiu, Lan Long, dan Kera Purba mengikuti Shan Dian meninggalkan tempat itu. Mereka berempat tidak berani menolak perintah Li Zhe Liang.
***
Selamat siang readers. Bab ini up pukul 16.00 wita. Sweet banget keuwuan Li Er dan Zhe Liang 🥰🥰, berakhir dengan perasaan greget 😅😅.
Jangan lupa baca bab terakhir nanti malam ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE