GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 134. Mu Dan diculik


***Paviliun Ru Yi***


Pedang terbang berhenti tepat di depan Paviliun Ru Yi. Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang melompat turun dan pedang terbang berubah wujud menjadi pedang kecil seperti semula. Yang Ruo Li menyimpannya di dalam cincin penyimpan batu giok miliknya.


Mereka berdua melihat bangunan Paviliun Ru Yi dengan saksama. Bangunan yang biasanya ramai dengan pengunjung, sekarang berubah menjadi sangat sepi. Bahkan tidak ada penjaga yang berjaga di pintu masuk Paviliun Ru Yi.


"Ibu dan Chun Hua!" teriak Yang Ruo Li sambil mempercepat langkah kakinya berjalan masuk ke dalam Paviliun Ru Yi. Li Zhe Liang mengikutinya dari belakang. Tujuan gadis muda itu adalah kamar tidur tempat Mu Dan beristirahat.


***


Yang Ruo Li membuka pintu kamar dan terkejut dengan keadaan porak poranda di dalam ruangan itu. Meja dan kursi dalam posisi terbalik di atas lantai. Bahkan ada tetesan bercak merah di sana menandakan telah terjadi pertarungan di tempat itu.


Sementara di tempat tidur tidak terlihat sosok Mu Dan di sana sehingga membuat Yang Ruo Li panik.


"Ibu! Chun Hua! Sha Sha!" teriak Yang Ruo Li.


Kedua pelayan pribadinya itu yang menjaga Mu Dan selama kepergiannya ke Hutan Tengkorak sehingga Yang Ruo Li mencari keberadaan mereka berdua. Chun Hua dan Sha Sha pasti mengetahui pasti di mana Mu Dan sekarang.


Indra pendengaran Li Zhe Liang yang tajam mendengar suara pintu dibuka dan berasal dari kamar sebelah. Seorang gadis muda berlari masuk ke dalam kamar Mu Dan. Gadis muda itu adalah Sha Sha.


"Tuan! Di mana Nona Ruo Li?" tanya Sha Sha. Gadis muda itu mengenali Li Zhe Liang sebagai teman yang berangkat bersama Yang Ruo Li ke Hutan Tengkorak.


Yang Ruo Li melihat tangan kanan Sha Sha terbalut perban menandakan gadis muda itu terluka.


"Sha Sha! Apa yang terjadi? Di mana ibu?" tanya Yang Ruo Li.


"Ini suara Nona Ruo Li. Nona…nona Ruo Li! Maafkan Sha Sha!" ucap Sha Sha sambil berlutut di depan Yang Ruo Li setelah mengenali gadis cantik di hadapannya adalah nona nya, Yang Ruo Li.


"Berdirilah! Di mana ibu?"


Yang Ruo Li mengulangi pertanyaannya sekali lagi.


"Orang-orang dari Keluarga Yang dan Keluarga Peng datang. Mereka meminta pengurus Ming Ye menyerahkan nyonya. Pengurus Ming Ye menolaknya sehingga terjadi pertarungan. Mereka membawa nyonya pergi!" jawab Sha Sha sambil menangis.


"Pantas saja pengurus Ming Ye mengutus kedua penjaga itu mencariku di Hutan Tengkorak," kata hati Yang Ruo Li.


"Di mana pengurus Ming Ye dan penjaga lainnya sekarang?" tanya Yang Ruo Li.


"Tuan muda Li Jian Ming tidak berada di Paviliun Ru Yi sehingga pengurus Ming Ye membawa semua penjaga pergi untuk menyelamatkan nyonya," jawab Sha Sha.


"Di mana Chun Hua? Chun Hua juga dibawa pergi oleh mereka?" tanya Yang Ruo Li.


"Chun Hua terluka dan pingsan. Sha Sha sedang mengobatinya di kamar sebelah tadi," jawab Sha Sha.


Yang Ruo Li mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Informasi yang didapatkannya dari Sha Sha membuktikan Keluarga Yang dan Keluarga Peng sangatlah licik dan kejam.


Kedua keluarga terpandang itu memanfaatkan kesempatan saat dirinya berada di Hutan Tengkorak dan Li Jian Ming tidak berada di Paviliun Ru Yi untuk membawa Mu Dan pergi.


Yang Ruo Li yakin semua rencana jahat itu berasal dari Huo Rong. Wanita licik yang sudah rusak jiwa pilnya itu masih saja ingin melukai Mu Dan. Akan tetapi, mengapa Keluarga Peng juga ikut terlibat? Apakah karena Peng Wei Wei?


"Sha Sha! Kamu jaga Chun Hua dengan baik. Aku akan pergi menyelamatkan ibu!" pesan Yang Ruo Li.


"Baik, Nona Ruo Li!" jawab Sha Sha.


***


"Li Er mau kemana?" tanya Li Zhe Liang.


"Kediaman Keluarga Yang untuk membawa ibu kembali!" jawab Yang Ruo Li.


"Ibumu tidak ada di sana," jawab Li Zhe Liang dengan yakin.


"Zhe Liang tahu mereka membawa ibuku kemana?" tanya Yang Ruo Li.


"Li Er akan mengetahuinya segera!" jawab Li Zhe Liang.


Beberapa detik kemudian, terdengar suara pisau menancap di depan pintu kamar. Sha Sha segera berlari keluar dan mengambil sepucuk surat yang tertancap pisau di pintu kamar.


"Nona! Ada surat!" kata Sha Sha.


Yang Ruo Li memegang surat itu dan menatap ke arah Li Zhe Liang. Gadis muda itu merasa heran bagaimana Li Zhe Liang bisa memprediksi apa yang akan terjadi dengan tepat.


"Bacalah!" ucap Li Zhe Liang.


Pada saat mereka berdua tiba di Paviliun Ru Yi, Li Zhe Liang sudah merasakan ada orang yang mengintai mereka berdua dari kejauhan. Pria dingin itu bisa memastikan orang yang mengintai pastilah dari kelompok orang yang menerobos masuk Paviliun Ru Yi tanpa izin dan memang sengaja menunggu kepulangan Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li menganggukkan kepalanya dan membaca isi surat itu. Kemarahan gadis muda itu memuncak. Kertas surat itu menjadi abu dalam sekejap mata oleh percikan api surgawi.


"Kurang ajar! Mereka akan menghukum ibu di aula besar Shang Ri La!" geram Yang Ruo Li.


"Ayo kita pergi sekarang!" ajak Li Zhe Liang.


Yang Ruo Li merasakan hatinya hangat dengan dukungan tanpa syarat dari Li Zhe Liang. Sejak kemunculan pria itu di sisinya, sudah banyak masalah besar yang berhasil dipecahkan oleh Li Zhe Liang.


Yang Ruo Li sangat percaya dengan kemampuan Li Zhe Liang, tetapi kali ini gadis muda itu ingin menghadapi masalahnya sendiri. Dirinya tidak ingin menjadi parasit yang selalu menempel dan memanfaatkan Li Zhe Liang.


"Zhe Liang! Aku akan pergi sendiri!" kata Yang Ruo Li.


"Kamu yakin?" tanya Li Zhe Liang dengan wajah tanpa ekspresi dan suara yang datar.


"Iya! Aku tidak mungkin selamanya bergantung padamu. Aku harus menjadi kuat supaya bisa melindungimu juga!" jawab Yang Ruo Li dengan pasti.


***


Selamat malam readers. Bab ini author up pukul 21.25 wita. Semoga lancar ya.


Apakah Zhe Liang akan membiarkan Li Er pergi sendiri?


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok.


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE