
***Kediaman Edelweiss***
Suasana hati Li Zhe Liang yang baik bisa dirasakan oleh Lu Jing dan Feng Teng. Mereka berdua saling memberi isyarat mata dan kemudian melihat ke arah Yang Ruo Li, lalu ke arah Li Zhe Liang.
Lu Jing memberanikan diri membuka mulutnya untuk berbicara dengan Li Zhe Liang.
"Putra mahkota! Keluarga Yang memiliki tiga orang putri yaitu Yang Ruo Li, Yang Rong Le, dan Yang Rong Xian. Yang Rong Le tidak berada di Kota Shang Ri La karena mengikuti Tetua Huo berkelana untuk meningkatkan latihan kultivasinya, sedangkan Yang Rong Xian tidak pernah ke Hutan Tengkorak. Hanya Nona Yang Ruo Li lah berada di Hutan Tengkorak tadi pagi," kata Lu Jing.
"Pakaian robek itu kemungkinan besar adalah milik nona Yang Ruo Li !" kata Feng Teng.
Li Zhe Liang menganggukkan kepalanya secara perlahan.
"Tetapi Nona Yang Ruo Li sudah bertunangan dengan Fu Jiu Yun!" lanjut Feng Teng dengan polos.
Seketika aura dingin dari tubuh Li Zhe Liang menerpa Feng Teng sehingga membuat tubuh Feng Teng gemetaran. Feng Teng sadar dirinya mengatakan hal yang salah lagi kali ini.
"Putra mahkota! Selama ini Nona Yang Ruo Li belum pernah bertemu dengan pria luar biasa seperti putra mahkota. Mungkin saja Fu Jiu Yun adalah pria yang dikagumi oleh semua gadis di Kota Shang Ri La, tetapi putra mahkota adalah pria idaman semua gadis di daratan Zhong Yuan. Nona Yang Ruo Li pasti menyadarinya dan akan memilih yang terbaik!" kata Lu Jing panjang lebar.
Aura dingin di tubuh Li Zhe Liang menghilang seketika dan pandangan matanya fokus lagi ke arah Yang Ruo Li di bawah sana.
Feng Teng mengangkat kedua jari jempolnya dan mengarahkannya ke Lu Jing. Lu Jing tersenyum tipis dengan sikap Feng Teng.
***
Huo Rong memegang dadanya sambil berusaha tenang supaya luka dalamnya tidak bertambah parah. Tentu saja Yang Ruo Li tidak akan membiarkannya begitu saja.
"Huo Rong! Bagaimana kalau sekarang aku membawamu ke ruang alkimia Tu Yao untuk mencoba racun racikannya yang selama ini kamu berikan kepadaku? Oh iya! Aku hampir lupa. Kamu pasti belum tahu ya? Tu Yao sudah ku kirim menemui dewa akhirat!" kata Yang Ruo Li sambil ketawa keras.
"Kurang ajar!" teriak Huo Rong.
Huo Rong mencoba mengumpulkan kekuatan spiritualnya lagi dan berakhir dengan muntah darah berkali-kali.
"Benar-benar sampah yang tidak berguna!" ucap Yang Ruo Li sambil menggelengkan kepalanya.
Perkataan itu sering diucapkan oleh Huo Rong terhadapnya selama enam belas tahun dan sekarang Yang Ruo Li mengembalikan perkataan itu ke Huo Rong.
Yang Ruo Li melihat ke arah para penjaga yang tadi menggiringnya dari pintu depan Kediaman Edelweiss.
"Kalian mau melawanku juga?" tanya Yang Ruo Li dengan suara dingin.
"Ampun Nona Yang Ruo Li!" kata para penjaga dan berlutut di depan Yang Ruo Li secara bersamaan.
"PERGI!" perintah Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li melihat sekeliling Kediaman Edelweiss dan menemukan Xi Xi serta Luo Luo sedang berpelukan dengan tubuh gemetaran di sudut ruangan.
"Xi Xi! Luo Luo!"
Yang Ruo Li memanggil mereka berdua dengan suara yang sangat lembut. Hal itu membuat mereka berdua semakin ketakutan karena mereka tahu Yang Ruo Li adalah iblis wanita yang kejam dan bisa mencabut nyawa mereka kapan pun Yang Ruo Li mau.
"Ampun Nona Ruo Li! Ampun!" Xi Xi dan Luo Luo berlutut dihadapan Yang Ruo Li sambil membenturkan kepala mereka ke tanah berkali-kali.
"Oh iya! Aku ingat! Kalian berdua sering memukul Chun Hua!" kata Yang Ruo Li.
"Ampun Nona Ruo Li! Xi Xi bersalah telah menindas Chun Hua!" kata Xi Xi.
"Ampun Nona Ruo Li! Luo Luo bersedia menerima hukuman karena telah menindas Chun Hua! Luo Luo akan….akan saling menampar dengan Xi Xi!" kata Luo Luo.
Luo Luo menampar pipi Xi Xi dengan keras. Xi Xi terkejut sebentar dan ketika melihat isyarat mata Luo Luo, Xi Xi langsung mengerti sehingga menampar balik pipi Luo Luo.
Suara tamparan yang keras berulang kali terdengar di sana. Yang Ruo Li tersenyum puas dengan kecerdikan Luo Luo. Dirinya malas turun tangan secara langsung untuk menghukum dua pelayan.
"Tidak boleh berhenti! Melihat kalian berdua, aku jadi teringat adik Rong Xian tercintaku yang menyukai tunanganku. Dia berada di dalam kamar kan? Aku akan menemuinya," kata Yang Ruo Li sambil memberikan tatapan mengejek ke Huo Rong terlebih dahulu sebelum berjalan masuk ke dalam kamar.
"Tidak! Xian Er! Xian Er!" teriak Huo Rong dengan suara kecil.
Jiwa pilnya yang rusak membuat Huo Rong tidak mempunyai tenaga sama sekali dan hanya bisa pasrah melihat Yang Ruo Li berjalan masuk ke dalam kamar.
Huo Rong berusaha menjaga kesadarannya supaya tidak pingsan. Selama dia masih hidup, dia tidak akan membiarkan Yang Ruo Li bisa keluar dari Kediaman Edelweiss dalam keadaan utuh.
Li Zhe Liang menggunakan ilmu meringankan tubuhnya terbang ke atas atap kamar Yang Rong Xian. Tentu saja Lu Jing dan Feng Teng mengikutinya dari belakang. Li Zhe Liang ingin tahu apa saja yang akan dilakukan oleh Yang Ruo Li terhadap Yang Rong Xian.
***
Halo readers. Hari ini author akan up dua bab ya.
Sambil menunggu bab berikutnya, jangan lupa menekan tombol like untuk bab ini ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE