GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 42. Kedatangan Yang Ruo Li


***Kediaman Bangsawan Fu Chen***


Peng Wei Wei merasa kecewa dengan sikap Fu Jiu Yun terhadapnya, tetapi dirinya tidak akan menyerah untuk mendapatkan hati Fu Jiu Yun.


Yang Rong Xian sebagai saingannya selama ini sudah tersingkir dari sisi Fu Jiu Yun karena kejadian di Kediaman Edelweiss. Peng Wei Wei yakin Fu Jiu Yun akan menyukainya suatu saat nanti.


"Nyonya Fu!" sapa Peng Wei Wei ketika melihat Wen Hui Min, ibu kandung Fu Jiu Yun berjalan masuk ke dalam ruangan bersama seorang gadis muda yang berparas cantik dan lemah lembut.


"Ternyata Wei Wei ada di sini," ucap Wen Hui Min dengan ramah.


Keluarga Peng berada di urutan kedua keluarga terpandang di Kota Shang Ri La setelah Keluarga Fu, sehingga Wen Hui Min bersikap ramah terhadap Peng Wei Wei.


"Nona Wei Wei!" sapa gadis muda yang datang bersama Wen Hui Min.


"Nona Hsuang Hsuang!" Peng Wei Wei menyapa balik dengan senyum palsu.


Peng Wei Wei hampir saja melupakan ada saingan berat lainnya untuk memperebutkan Fu Jiu Yun yaitu gadis muda yang datang bersama Wen Hui Min.


Gadis muda itu bernama Lim Hsuang Hsuang dan merupakan calon pasangan terbaik Fu Jiu Yun yang dipilih sendiri oleh Wen Hui Min. Ayah Lim Hsuang Hsuang adalah pedagang kaya dan mempunyai hubungan dekat dengan Kaisar Tang.


Ada gosip yang menyebar bahwa Kaisar Tang berniat mengangkat Lim Hsuang Hsuang menjadi putri angkatnya sehingga semakin memantapkan hati Wen Hui Min untuk menjadikan Lim Hsuang Hsuang menantunya.


Pertunangan antara Fu Jiu Yun dan Yang Ruo Li puluhan yang lalu pun dikarenakan Wen Hui Min ingin memperalat Mu Dan yang berilmu tinggi dan berasal dari kerajaan besar yaitu Kerajaan Dong Ming.


Pada saat itu Wen Hui Min mencurigai Mu Dan mempunyai latar belakang yang hebat dan bisa membantu Bangsawan Fu Chen di kemudian hari.


Harapan Wen Hui Min sirna ketika Mu Dan tiba-tiba menjadi gila. Wen Hui Min tidak bisa membatalkan pertunangan putranya karena tidak mau menjadi gunjingan semua rakyat kota Shang Ri La bahwa dirinya tidak tahu balas budi terhadap Mu Dan yang pernah menolongnya dulu sehingga membiarkan saja Huo Rong menjadikan Yang Ruo Li pil manusia, dengan harapan Yang Ruo Li mati karena tidak tahan dengan semua racun di tubuhnya.


Sekali lagi harapannya sirna karena Yang Ruo Li bisa bertahan hidup sampai usia tujuh belas tahun, di mana sesuai kesepakatan awal Wen Hui Min dengan Mu Dan, Fu Jiu Yun akan menikahi Yang Ruo Li di usia tujuh belas tahun.


Wen Hui Min tidak akan membiarkan Fu Jiu Yun menikahi Yang Ruo Li, sI nona sampah dan buruk rupa.


"Jiu Yun! Hsuang Hsuang datang karena mengkhawatirkan keadaanmu. Bagaimana keadaanmu setelah menggunakan obat tabib?" tanya Wen Hui Min sambil melihat wajah Fu Jiu Yun untuk memeriksa keadaan putra semata wayangnya.


Fu Jiu Yun menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan Wen Hui Min.


"Jiu Yun! Bintik merah di wajahmu semakin banyak!" teriak Wen Hui Min.


Peng Wei Wei yang sedari tadi diam mendengar percakapan antara Fu Jiu Yun dan Wen Hui Min tersenyum licik karena mendapatkan ide untuk mencelakai Yang Ruo Li.


"Nyonya Fu! Aku menduga Yang Ruo Li meracuni tuan muda Fu Jiu Yun. Sewaktu di Kediaman Edelweiss, Yang Ruo Li menyentuh wajah tuan muda Fu Jiu Yun," ucap Peng Wei Wei.


"Yang Ruo Li? Benarkah dia yang meracuniku? Bagaimana mungkin? Kenapa aku tidak menyadarinya?" kata hati Fu Jiu Yun.


"Benarkah? Tidak disangka Yang Ruo Li sangat kejam!" ujar Wen Hui Min.


Benar atau tidak Yang Ruo Li meracuni Fu Jiu Yun, Wen Hui Min bertekad untuk menuduh gadis sampah dan buruk rupa itu karena ingin mendapatkan alasan untuk membatalkan pertunangan antara Fu Jiu Yun dan Yang Ruo Li.


"Nyonya Fu! Yang Ruo Li tidak tahu malu dan mempunyai hubungan tidak pantas dengan pengurus Paviliun Ru Yi," lapor Peng Wei Wei.


"Yang Ruo Li wanita genit dan tidak tahu malu! Tidak pantas menjadi istri putraku! Jiu Yun! Ibu akan membatalkan pertunanganmu dengannya!" kata Wen Hui Min.


Rasa gatal di seluruh tubuh sangat menyiksanya. Fu Jiu Yun berusaha keras menahan diri untuk tidak menggaruk wajah dan tubuhnya.


***


"Nyonya! Tuan muda! Nona Yang Ruo Li datang dan ingin bertemu dengan Nyonya!" lapor seorang pelayan.


"Yang Ruo Li datang mencariku? Aku akan membuat perhitungan dengannya karena meracuni Jiu Yun," kata Wen Hui Min dengan ketus.


Pelayan itu segera membawa Yang Ruo Li masuk ke dalam ruangan. Semua orang yang berada di ruangan terkejut melihat Yang Ruo Li tidak datang sendirian,


melainkan ditemanin dua orang pria.


Dari kedua pria itu, pria yang berjalan berdampingan dengan Yang Ruo Li sangat berwibawa dan tampan.


Mata Peng Wei Wei dan Lim Hsuang Hsuang tidak berkedip menatap wajah tampan nan dingin Li Zhe Liang.


"Pria ini sangat tampan, tinggi , dan sempurna," kata hati Peng Wei Wei dan Lim Hsuang Hsuang.


"Dasar dua wanita genit!" kata hati Yang Ruo Li dan melirik sekilas ke arah Li Zhe Liang. Hati kecil Yang Ruo Li merasa senang karena Li Zhe Liang sama sekali tidak memberikan satu lirikan mata pun terhadap dua gadis yang memandangnya tanpa berkedip sedetik pun.


Fu Jiu Yun juga mengamati Li Zhe Liang dengan saksama. Wibawa dan kharisma yang terpancar dari tubuh Li Zhe Liang mengintimidasi Fu Jiu Yun. Ini pertama kalinya Fu Jiu Yun mempunyai perasaan minder terhadap pria lain.


"Siapa pria ini? Tidak mungkin dia adalah pengurus Paviliun Ru Yi!" kata hati Fu Jiu Yun.


Sementara itu Wen Hui Min yang sudah mempunyai banyak pengalaman dan bertemu dengan banyak orang, menduga status Li Zhe Liang pastilah sangat tinggi dan bermartabat. Apa lagi Li Zhe Liang memakai cincin penyimpan batu rubi berukuran besar, paling tidak Li Zhe Liang adalah keturunan bangsawan.


"Kalau boleh tahu, siapa tuan muda dan berasal dari mana?" tanya Wen Hui Min dengan ramah sambil melihat ke arah Li Zhe Liang.


Li Zhe Liang mengacuhkan Wen Hui Min dan tidak berniat menjawab pertanyaan bodoh itu. Tatapan matanya hanya fokus kepada Yang Ruo Li yang berdiri di sampingnya.


Fu Jiu Yun mengepalkan kedua tangannya dengan erat menahan emosinya melihat tatapan lembut dari Li Zhe Liang ke Yang Ruo Li dan terlihat jelas hubungan diantara mereka berdua sangat dekat.


Fu Jiu Yin mulai mempercayai perkataan Huo Si Cheng dan Peng Wei Wei bahwa Yang Ruo Li mempunyai hubungan tidak pantas dengan pria lain dan bahkan berani sekali membawa pria itu ke Kediaman Bangsawan Fu Chen.


Peng Wei Wei dan Lim Hsuang Hsuang juga menatap ke arah Yang Ruo Li dengan perasaan iri dan benci. Bagaimana mungkin gadis sampah dan buruk rupa itu bisa menarik perhatian pria tampan dan sempurna seperti Li Zhe Liang? Hal ini sangat tidak masuk akal.


***


Halo readers. Bab kedua sudah author up ya. Kedua bab hari ini sudah sangat panjang 😊.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya 🤗🙏


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE